Kamis, November 21, 2019
Iklan Haji
Minggu, 06 Oktober 2019 06:39

Mencoba Kuliner Tradisional Tolitoli, The Ambal

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

@lnews.com, kuliner | Tolitoli, sebuah daerah berada di Utara Sulawesi Tengah, Berbatasan dengan Kabupaten Buol dan Laut Sulawesi yang berbatasan dengan Malaysia dan Philifina. Sebagian masyarakat bertani dan berladang dan nelayan serta berdagang. 

Membujur dari Kombo ke Lakuan dan dihuni berbagai etnis, sehingga daerah berpenduduk asli, Dampaa, Dondo dan Tolitoli ini dibilang daerah terbuka dengan kemajemukannya.

Soal makanan atau panganan, daerah penghasil cengkeh terbesar di Sulteng itu memiliki beberapa makanan tradisional. Pagi ini, salah satunya dapur redaksi alasannews.com,  mengenalkan Ambal atau the Ambal.

Sepintas, bahannya sederhana yaitu dari Sagu (setengah kering), ikan teri, kelapa dan racikan bumbu garam dan kunyit. Bahan tambahan lainya seperti, cemangi atau kemangi, bawang.

Cara masaknya, semula sagu di keringkan setengah, ikan dicampur kelapa parut yang sudah dicampuri bumbu. Dimasak di atas tungku bara kayu yang apinya tidak boleh terlalu nyala, menggunakan alat seperti penggorengan namun akan manyus menggunakan alat masak yang terbuat dari tanah liat seperti di gambar ini.

Suku Tolitoli biasanya menyajikan makanan ini jelang tengah hari atau jelang petang. Cara makanya, ambal yang telah matang dicocolkan ke sambel atau dabu-dabu (tutudokan) yang biasanya terbuat dari, cabe, yang dihaluskan setengah, jeruk nipis serta garam secukupnya.

Kini, makananan tradisional mulai menjadi kuliner untuk menambah penghasilan keluarga. Ragamnya pun tidak hanya dicampur ikan teri (latan), ada yang tengahnya gula merah dan ada juga sayuran bayam merah.

Selain manyus, mengandung protein yang tinggi dan karbohidrat yang bisa menjadi bahan asupan jelang siang dan malam. Selamat menikmati dan berhari minggu.

-puan-

Baca 48 kali Terakhir diubah pada Minggu, 06 Oktober 2019 07:10

Berikan komentar

TULIS PESAN

Terkait Artikel

Kontak Polisi

RESOR PALU