Selasa, Juli 16, 2019
Artikel
Kuliner

Kuliner (6)

Kamis, 27 Jun 2019 08:28

Minum Kopi Itu, Mengapa di Pagi Hari?

Ditulis oleh


alasannews.com - Jakarta | Banyak orang mengandalkan asupan kopi saat sarapan. Ada cerita menarik soal mengapa kopi banyak dikonsumsi di pagi hari.

Sebelum memulai aktivitas, banyak orang meminum kopi di pagi hari. Alasannya pun beragam seperti sudah menjadi kebiasaan atau mendapat dorongan energi yang diperlukan untuk mengawali hari.

Minum kopi di pagi hari memang lebih baik dibandingkan dengan minum alkohol. Kopi bahkan berperan penting dalam kebiasaan minum pagi masyarakat Eropa. Dikutip dari The Kitchn (26/6), kopi ternyata mengurangi kebiasaan mabuk masyarakat di sana yang kerap menenggak minuman alkohol, bahkan di pagi hari.

 

Lingkaran sosial yang berbeda di berbagai negara jelas memiliki perbedaan tradisi tentang apa yang mereka konsumsi untuk minuman pagi mereka. Tetapi ada banyak referensi untuk minuman beralkohol dan fermentasi sepanjang sejarah.

Untuk orang Romawi, mereka makan roti yang direndam wine dan tentara Inggris pada tahun 1890-an dikabarkan memulai hari dengan minum rum dan teh. Sementara anak-anak di AS terbiasa minum sari buah dan di Jerman minuman pagi mereka adalah bir.

Kopi muncul pada akhir 1700-an di Eropa. Kemudian pada awal 1800-an, masyarakat beralih minum kopi dan kebiasaan ini seperti mengubah Eropa. Seperti tulisan Mark Pendergast dalam Uncommon Grounds: The History of Coffee dan How it Transformed the World, "Minuman aristokrasi telah menjadi sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat."

Kopi juga berperan membuat Revolusi Industri terus berjalan. Selama masa tersebut, buruh tekstil harus melewati jam kerja yang panjang dengan upah rendah. Mereka juga kehilangan waktu untuk memasak di rumah. "Karena kopi menstimulasi dan hangat, kopi menyediakan ilusi nutrisi bagi mereka," tulis Pendergast. Bahkan ketika kopi datang ke Amerika Serikat, minuman ini sangat diterima sehingga menjadi minuman patriotik pilihan setelah bencana Boston Tea Party.

Lalu mengapa nenek moyang kita lebih memilih minuman baru ini untuk sarapan? Alasan utamanya adalah kopi tidak memabukkan. Meskipun kopi membuat Anda terasa terjaga, menurut mereka, rasa terjaga itu tidak masalah jika hadir di pagi hari.

Sejak itu, kopi menjadi sangat umum untuk sarapan sehingga Mark Twain menulis di A Tramp Abroad, yang terbit tahun 1880: "Rata-rata menu sarapan paling sederhana dan umum ala masyarakat Amerika adalah kopi dan beefsteak."

 

Walau bagaimanapun kopi sebenarnya bukan hanya sekadar minuman pagi. Kopi bisa dinikmati saat makan siang atau ketika sore hari di kantor. Kopi bahkan disebut-sebut memicu ide para intelektual selama masa Revolusi Prancis. Kopi bahkan kerap disajikan di malam hari di Eropa usai jamuan makan.

Karakter kopi yang khas yaitu hangat dan berkafein membuat kopi banyak dipilih sebagai minuman di pagi hari. 'Tendangan' energi serta fokus yang didapat usai minum kopi membuat banyak orang tidak bisa melewatkan sarapan tanpa kopi.dikutif dari detik.hot/pu

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Puasa baru memasuki hari ke lima, namun persiapan menghadapi lebaran mulai terlihat. Apa itu indikasinya? Usaha kue kering dqn obral pakaian di pasar mulai marak.

Berikut penelusuran tim media, Jumat (8/5) usaha aneka kue kering ibu Kina, di bilangan Tuweley Tolitoli, merupakan salah satu usaha home industri yang banyak pesanan pelanggannya.

Ditemui di kediamannya, Kina mengaku setiap harinya mencetak kue ringan sampai 50 toples. "Itu, tunjuk ibu dua anak ini kepada tim media, untuk menyaksikan ragam kue buatannya".

Kina home industri, merupakan usaha keluarga yang setiap lebatan idusl fitri menerima orderan kue kering dalam jumlah banyak. "Pesanan ini dari teman-teman saja, ada juga dari bebetapa pejabat di daerah ini yang melirik kelezatan kue bu Kina," ujar Ega anak sulungnya.

Kalau bukan lebaran, usaha keluarga ini menyiapkan kuliner nasi kuning has kota Kaledo, Palu. Selain itu, ada juga beberapa makanan ringan seperti bakso bakar dan lainnya.

Kuliner bu Kina, sudah sangat dikenal di Kota Cengkeh. Lewat pesan SMS atau WhatsApp keluarga ini biasa melayani pelanggan mereka.sy

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Untuk memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat selama bulan Ramadhan 1440 Hijiriyah / 2019 Miladiyah serta sekaligus sebagai upaya peningkatan pendapatan keluarga, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolitoli menyelenggarakan Tenda Ramadan 1440 Hijriyah dan pasar murah.

 "Melalui Tenda Ramadan dan Pasar Murah kita sambut Bulan Suci Ramadhan dengan penuh sukacita dan kita tingkatkan rasa persaudaraan antar sesama umat beragama".

Tenda Ramadhan dan Pasar Murah tersebut digelar di terminal Susumbolan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Tolitoli diwakili Sekretaris Daerah Drs. Hi. Mukaddis Syamsuddin,M.Si pada Sabtu sore (4/5).


Ketua Pelaksana Tenda Ramadhan dan Pasar Murah Ny. Ir Hadia Kasim pada kesempatan itu melaporkan bahwa maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan tenda Ramadhan 1440 Hijriyah dan pasar murah ini adalah demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat selama bulan ramadhan dan sekaligus sebagai upaya peningkatan penghasilan keluarga.


Bupati Tolitoli dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekertaris Daerah Drs Hi. Mukaddis Syamsuddin, M.Si mengatakan selain transaksi jual beli dan mendapatkan keuntungan, tenda Ramadhan Ini juga merupakan salah satu wahana menjalin silaturahim antara penjual dan pembeli.

Tenda ramadhan dan pasar murah ini kata Bupati memiliki manfaat yang sangat besar dalam rangka memberdayakan ekonomi masyarakat. Olehnya itu Bupati berharap kepada para pedagang agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya.


Acara pembukaan tenda ramadhan dan pasar murah tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tolitoli, pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolitoli, pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tolitoli serta seluruh pedagang di tenda ramadhan.bhtt

Andi Hamka Palewai, Owner Warkop Buya Tolitoli

 
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Popularitas Warung Kopi (Warkop) menjadi tempat nongkrong masih yang teratas di Tolitoli. Para pecinta kopi, dari semua kalangan di kota ini menghabiskan waktu di warkop yang tersebar di beberapa titik. 
 
Setiap kota terasa tak lengkap jika tak memiliki 'stasiun' kopi. Ya, namanya Warkop.
 
Salah satu dari sekian banyak warung kopi itu adalah Warkop Buya. Warkop asuhan Andi Hamka Palewai ini beroperasi di Jl. Ismail Bantilan, Kelurahan Panasakan.
 
Disela-sela kesibukannya, Owner Warkop Buya, Andi Hamka Palewai, menyempatkan waktu menerima dan berbincang denga awak redaksi Alasannews.com di warkop miliknya, Sabtu, (4/5/2019)
 
Dalam perbincangan itu, penggagas Kopi Buya ini menceritakan mengenai inisiasi awal hingga filosofi yang terkandung dalam setiap suguhan dari racikan kopinya.
 
"Meracik kopi itu harus dengan rasa. Dari rasa itu yang melahirkan cinta. Dengan itu, kopi akan disambut dengan cinta pula oleh pecintanya," demikian Andi Hamka dengan nada agak serius.
 
Kopi suguhan Warkop Buya, diklaim Andi Hamka sebagai kopi generasi pertama jika mengacu dari cara meracikanya. 
 
Untuk menjaga keaslian citarasanya, Andi Hamka masih turun langsung meraciknya. Kalau pun dilakukan oleh anak asuhannya, maka Andi Hamka akan terus mengontrolnya.
 
Disamping kopinya yang khas, Warkop buya menyediakan berbagai jenis menu suguhan yang umumnya tersedia di cafe atau warkop pada umumnya. 
 
Namun demikian, dari semua menu yang ada, menu andalannya adalah Kaledo, Palubasa dan Palumara.
 
Tiga menu andalannya itu semua khas tadisional daerah yang dikenal di Sulawesi. Kaledo adalah khas tradisional Palu, Sulawesi Tengah. Sedangkan Pallumara dan Pallubasa adalah khas tradisional Sulawesi Selatan.
 
"Kita perlu mengangkat dan terus melestarikan makanan tradisional kita. Namun perlu dikombinasi dengan selera kekinian agar bisa diterima dengan baik oleh konsumen masa kini," terang Andi Hamka.
 
Warkop Buya sesungguhnya adalah warkop pendatang baru di Tolitoli. Namun dengan keunggulan cita rasa kopi serta Tiga menu andalannya, diyakini mampu menjadi Warkop yang kompetitif di Tolitoli.
 
Terbukti, baru lounching beberapa bulan lalu, warkop yang awalnya buka di Jalan Trans Sulawesi, Ginunggung itu, kini selalu ramai dengan pengunjung.
 
Menyinggung penataan dan penampilan ruang Warkop, Andi menjelaskan bahwa desain konsep tempat yang ditampilkan dalam penataan Warkop Buya, menggunakan konsep minimalis dan tradisional.
 
Suasana Pengunjung Warkop Buya Malam Minggu, 4 Mey 2019
 
Pantauan media ini, selama berada di warkop itu hingga malam hari, pengunjung memang agak ramai. Umumnya kalangan muda. Mungkin karena bertepatan malam Minggu.
 
Rahman salah seorang pengunjung, menuturkan bahwa hari-hari waktunya dihabiskan nongkrong di Warkop Buya.
 
"Kopinya enak dan pas di lidah saya. Belum lagi selalu ramai. Teman-teman saya selalu ngumpul disini," aku Rahman.
 
Senada dengan Rahman, Wahyu yang sehari-harinya adalah jurnalis, mengaku senang nongkrong sambil mencari inspirasi baru sebagai bahan tulisannya.
 
Disini banyak ketemu teman-teman. Bisa berdiskusi dan menemukan ide-ide baru," tutur Ketua PWRI Tolitoli ini.
 
Beberapa pengunjung lainnya yang ditemui mengaku merasa senang. Mereka terlihat enjoy menikmati malam akhir pekannya di Warkop Buya...... (Mrf).
 
 
Minggu, 18 Februari 2018 22:56

Makan Malam di Atas Kapal Bounty Cruisse

Ditulis oleh

Foto : Kapal PesiarBounty Cruisse

Alasannews.com - BALI,  Menikmati makan malam di atas kapal pesiar Bounty Cruisse, dengan pemandangan pelabuhan laut Benoa Bali, memiliki kesan tersendiri bagi peserta rapat Kerja Nasional [Rakernal] Ikatan Media Online [IMO] Indonesia yang diselenggarakan di hotel Puri Saron, Seminyak, Badung, Bali, 13-15 Februari 2018 lalu.

Padahal, agenda makan malam itu terkesan mendadak karena di awalnya tidak masuk dalam agenda panitia di Bali dalam memberikan tambahan layanan kepada kami. Namun akhirnya terlaksana dan menyisakan kenang manis bagi para peserta rakernas. 

Acara rakernas ditutup oleh Menteri Koordinator Keamanan Politik dan Keamanan ( Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto, berkenan menutup acara tersebut.

 Di atas kapal Bounty Cruisse yang merupakan  kapal wisata di pulau Dewata itu, edatangan rombongan IMO Indonesia langsung disambut Gede Wirata dengan senyum sumringah sang pemilik kapal.

Gde Wirata sangat senang dan mengepresiasi atas kehadiran IMO Indonesia di Bali. Untuk itu selamat menikmati sajian makan malam yang disuguhkan selama dalam perjalanan menggunakan kapal Bounty Cruisse..

Kehadiran IMO Indonesia di Bali harus menjadi garda terdepan untuk menangkal sekaligus melawan berita-berita Hoax. “Terutama dari media online negara lain yang ingin menghancurkan Pariwisata di Indonesia, khususnya di Bali, kata Gde.

 Menurut catatan, Bali selang  8 tahun berturut turut menduduki ranking nomor satu Dunia, menerima kedatangan wisatawan mengalahkan Paris yang menduduki Ranking dua,” ungkap Gde Wirata dihadapan pengurus DPP IMO Indonesia dan wartawan.

Gde Wirata geram atas berita hoax yang dilakukan oleh Negara lain dan beredar di dunia khususnya Bali.  “ Meletusnya gunung agung membawa berdampak kerugian yang sangat tinggi terutama dari pemberitaan hoax oleh Negara lain. 

Sehingga pariwisata di pulau Bali ini sangat tidak diuntungkan atas pemberitaan itu. Bayangkan meletusnya Gunung Agung Negara Indonesia dirugikan sebesar 500 Miliar  di mana pada google Map zona tersebut merah semua untuk pulau Bali artinya atas pemberitaan yang tidak seimbang para wisatawan enggan datang ke Bali,” ujar ketua mantan Ketua PHRI Bali itu.

Minggu, 18 Februari 2018 12:27

Kuliner  Sop Iga  Hadir di Denpasara Bali

Ditulis oleh

Foto : Saesa Alindra

Alasannews.com--Denpasar,  Cita rasa Sop Iga, kini hadir di kota Denpasar Bali. Kehadiranya, turut memperkaya deretan Resto Kuliner di kota wisata itu.
Pekan lalu, sejumlah jurnalis kuliner Bali, sabtu  jambangi resto Sop Iga Ayuk In di jalan Sawung Batan Kendal no 11 Denpasar.                       
Para jurnalis tersebuat antara lain Ari TheEast co id, Gede Gandi Kabarbali id, Yadi BeritaDewata, Agung Beritabali com serta I Nyoman Budarsana dari Bali-travelNews com.                                

Selain itu beberapa pentolan Ikatan Media Online (IMO) Indonesia ikut membaur. Antara lain Jefri Karangan MCW News, Marnala kuliner com, kang Dedi Channel Bali serta Vidi Harnasnews com.          

Paguyuban jurnalist Bali Jambangi Resto Sop Iga


Menurut pemilik resto Saesa Alindra, kehadiran para jurnalis tersebut dalam rangka louncing gerai kedua Resto yang khusus menyajikan kuliner sop iga. "Ada tiga andalan resto yakni sop iga original, sop iga kuah asam manis dan iga panggang" terang Saesa.
Semua lanjut Saesa berpromosi, diracik dengan ramuan melayu selera lidah londo.         
Saesa berharap para jurnalis yang hadir bisa memberikan masukan baik penyajian dan penataan dalam rangka menggaet pasar.                              

"Saya berharap om om saya ini bisa memberikan kontribusi pemikiran untuk pengembangan kedepan," tutur Saesa sambil melirik Jefri yang duduk disebelahnya.                
Agaknya putri jurnalis senior ini menyadari, bisnis di Bali perlu trik khusus mengingat Bali adalah daerah wisata dan budaya. Sehingga dibutuhkan strategi yang senada dan seirama demi menggaet pasar secara jitu.***

Kontak Polisi

RESOR PALU