Kamis, Desember 05, 2019
hut daerah
Artikel
Sabtu, 16 November 2019 09:34

Menikmati Kopi Tanpa pemanis

Ditulis oleh


Alasannews.com JAKARTA | Kopi tanpa rasa manis memang kurang enak, namun Anda bisa menyiasatinya dengan cara minum kopi enak tanpa pemanis ini. Yuk, coba!


Bagi sebagian orang kopi adalah salah satu minuman favorit, bahkan ada orang yang harus selalu minum kopi tiap hari. Kopi memiliki banyak jenis dan terbagi ke dalam 2 kelompok yaitu robusta dan arabika dari segi bijinya. Sementara untuk menikmati kopi ada variasi berupa versi tanpa pemanis atau dengan pemanis.


Kopi dengan pemanis terdapat pada menu latte, cappuccino, caramel macchiato, es kopi Vietnam, dan lainnya. Namun bagi orang yang sedang diet, kopi menggunakan pemanis adalah pantangan. Karena kopi ini mengandung kalori tinggi yang tak selaras dengan prinsip penurunan berat badan.


Jika Anda sangat ingin meminum kopi saat diet, Anda bisa meminumnya, namun jangan pakai pemanis. Tips berikut ini akan membuat Anda bisa minum kopi enak tanpa menambahkan pemanis.


Dirangkum dari Skillet (11/11), beberapa tips ini dapat membuat Anda bisa menikmati kopi tanpa pemanis ketika sedang diet.


1. Tambahkan krimer


Jika biasanya Anda tidak pernah meminum kopi tanpa krimer dan lebih memilih kopi pakai gula, kali ini Anda harus melakukan hal sebaliknya. Karena krimer merupakan sumber lemak, lebih baik menambahkan sumber lemak ini dalam kopi dibandingkan menambahkan gula. Krimer menambahkan rasa creamy dalam kopi dan dapat meredam rasa pahit serta melembutkan rasa kopi.


2. Ganti jenis kopi


Anda mungkin memiliki jenis kopi favorit, namun tak ada salahnya mencoba kopi jenis lain. Penggantian jenis lain ini dapat membantu Anda dalam memilih kopi yang pas untuk diminum tanpa pemanis. Karena biasnaya di setiap coffee shop memiliki jenis kopi yang beragam mulai dari blonde, medium, dan dark. Anda harus mencobanya satu per satu, dan Anda akan menemukan kopi yang pas diminum tanpa pemanis.


3. Buat es kopi


Jika Anda tidak menyukai kopi yang strong, Anda bisa membuat kopi tersebut menjadi dingin dengan menambahkan es batu. Itu akan membuat kopi pahit Anda terasa nikmat walaupun tanpa pemanis tambahan.


4. Tambahkan kayu manis


Anda bisa tambahkan kayu manis bubuk ke dalam kopi Anda jika ingin tetap menikmati kopi Anda tanpa pemanis. Karena kayu manis selain menimbulkan aroma yang harum juga bisa memberi sentuhan rasa manis alami.


Puan

Minggu, 20 Oktober 2019 08:39

Mengetahui Arti Bentuk Bendera Nepal

Ditulis oleh

ANcom--Jakarta | Nepal adalah satu-satunya negara di dunia yang bentuk benderanya unik. Bukan persegi, melainkan seperti dua segitiga bertumpuk. Apa makna bendera itu?

Jika menyebut bendera paling unik di dunia, maka Nepal adalah jawabannya. Bentuk bendera negara yang merdeka pada tahun 1923 dari Inggris tersebut, berupa dua segitiga.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Jumat (18/10/2019) bendera Nepal yang bentuknya unik itu sudah digunakan sebagai bendera nasional pada 16 Desember tahun 1962. Ada tiga versi yang menyatakan, mengapa bendera Nepal bentuknya segitiga.

Pertama, bentuk segitiga melambangkan wilayah Nepal yang berupa pegunungan. Tak ayal, negara ini memang dilintasi oleh Pegunungan Himalaya dengan banyak puncak yang berbentuk segitiga.

Kedua, bentuk segitiga merupakan bendera-bendera kerajaan Hindu dan Buddha di Asia dari zaman dulu. Nepal pun ingin mempertahankan hal tersebut.

Versi ketiga, dua segitiga pada bendera Nepal melambangkan dua dinasti yang pernah berkuasa di Nepal. Kedua dinasti tersebut adalah dinasti Shah dan Rana.


Warna merah yang jadi latar warna benderanya, melambangkan keberanian. Sedangkan pinggiran bendera yang berwarna biru, melambangkan kedamaian.

Pada bendera negara Nepal, juga terdapat lambang bulan sabit di bagian atas dan matahari di bagian bawah. Lambang-lambang itu menggambarkan betapa dinginnya dan hangatnya Nepal.

Usut punya usut, bendera Nepal berbentuk segitiga itu sudah dipakai oleh Prithvi Narayan Shah. Dia merupakan seorang pria yang menyatukan semua kerajaan di Nepal pada tahun 1768.

 

 

WIB

Jumat, 11 Oktober 2019 12:21

Penerjuan AURI Pertama Tutup Usia

Ditulis oleh

Alasannews.com, Jakarta - Imanuel Nuhan telah berpulang pada usia 96 tahun. Pada 72 tahun lalu, Nuhan dan 12 prajurit lainnya melakukan aksi yang berani. Mereka terjun dari pesawat ke tanah Kalimantan tanpa pendidikan terjun yang memadai.

Peristiwa itu menjadi tonggak sejarah, menandai lahirnya Satuan Tempur Darat Matra Udara yang dimiliki TNI AU. Aksi penerjunan Nuhan dan kawan-kawan dilatarbelakangi blokade Belanda di Laut Jawa. Blokade Belanda membuat aliran bantuan dari Jawa ke Kalimantan terhambat.

Dilansir detikcom dari situs resmi TNI AU, Kamis (10/10/2019), warga Kalimantan tidak terima dengan pendudukan NICA (Pemerintahan Sipil Hindia-Belanda) karena Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Warga Kalimantan membentuk pemerintahan daerah sebagai bagian dari Indonesia. Mereka juga berharap ada pelatihan dari Jawa supaya dapat melawan penjajah Belanda.

Namun pelatihan dari Jawa tak bisa datang lantaran laut diblokade oleh Belanda. Satu-satunya jalan mendatangkan tentara dari Jawa ke Kalimantan adalah lewat udara. Gubernur Kalimantan Muhammad Noor meminta bantuan kepada Kepala Staf AU Komodor Udara Suryadi Suryadarma untuk melatih pemuda-pemuda Kalimantan. Pihak AU kemudian berencana membentuk tim penerjun payung.

Dalam waktu singkat, 60 pejuang dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan juga dari Madura berhasil dikumpulkan. Mereka semua bersedia diterjunkan ke Kalimantan. Pelatihan terjun payung dilakukan oleh AURI di Maguwo, Yogyakarta.

Sayangnya, waktu latihan sangat singkat. 60 Pejuang hanya mendapat pelatihan di darat selama sepekan. Latihannya berupa teori terjun dan cara melipat payung. Mereka tidak sempat dilatih terun dari pesawat. Akhirnya, tak semua dari 60 orang itu terpilih untuk diterjunkan di Kalimantan melainkan hanya 12 orang saja yang diambil.

12 Orang terpilih itu semua paham Bahasa Dayak Kahayan, bahasa yang dituturkan di titik penerjunan, ditambah dua orang non-Kalimantan yakni montir radio dan juru radio. Total ada 14 orang penerjun yang akan berangkat ke Kalimantan.

Salah satu dari mereka adalah Imanuel Nuhan, putra Dayak dari Kahayan Hulu. Misi Nuhan dan kawan-kawan adalah membentuk dan menyusun kekuatan inti gerilya di daerah asal Suku Dayak, membuka stasiun pemancar induk, serta menyiapkan daerah penerjunan untuk operasi selanjutnya. Diharapkan dengan adanya pemancar radio di Kalimantan, maka koordinasi dengan pejuang Jawa dan Sumatera bisa berjalan lebih mudah.

Hari penerjunan telah tiba, yakni 17 Oktober 1947. Dini hari, pilot Bob Earl Freeberg, co-pilot Opsir Udara III Makmur Suhodo, dan Operator Penerjun Opsir Muda Udara III Amir Hamzah telah bersiap di pesawat Dakota RI-002. Mayor Tjilik Riwut bertindak sebagai penunjuk daerah penerjunan. Ditetapkanlah satu titik tujuan penerjunan: Sepanbiha (saat ini masuk Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah).


Pukul 02.30 WIB, pesawat Dakota RI-002 yang membawa 14 penerjun lepas landas dari Maguwo. Pukul 05.30 pagi, Dakota RI-002 sudah melayang-layang di atas rawa-rawa Kalimantan. Tjilik Riwut sempat ragu, apakah mereka sudah berada di atas Sepanbiha atau belum. Terlepas dari keraguan itu, dia akhirnya memutuskan sekaranglah saatnya untuk menerjunkan para prajurit.

Di antara 14 prajurit, ada satu yang tak jadi terjun karena takut, namanya Djarni. Yang lain langsung terjun. Adapun ke-13 anggota pasukan payung yang berhasil mendarat dengan selamat adalah Hari Hadisumantri, Achmad Kosasih, (Mangkahulu), Iskandar, Ali Akbar (Balikpapan), Mica Amiruddin, Imanuel Nuhan (Kahayanhulu), C Williams (Kuala Kapuas), Morawi (Rantau Pulut), Bachri (Barabai), Darius (Kadingan), M Dachlan (Sampit), J Bitak (Kepala Baru), dan Suyoto.


Beberapa dari mereka tersangkut di pohon. Mereka mendarat di tempat-tempat terpisah. Tak semua parasut bisa ditemukan kembali. Semuanya baru bisa berkumpul pada hari ketiga.

Kamis, 10 Oktober 2019 06:58

Rasakan Nikmat Seduhan Kopi di Pagi Hari

Ditulis oleh

alasan. KULINER | Secangkir kopi di pagi hari sangatlah nikmat. Ternyata kopi 'melakukan' hal ini pada otak Anda saat dihirup pertama kali.

Kopi akan memberi kejutan saat orang mencicip cangkir pertamanya di pagi hari. Efek yang ditimbulkan beragam seperti antisipasi hingga rasa senang usai menyesapnya.

Kopi sendiri memang disukai banyak orang dan dipilih sebagai 'teman' sarapan. Minum kopi bisa langsung memberi suntikan semangat dan fokus. Inc (9/10) mengungkap hal yang 'dilakukan' kopi pada otak Anda saat diminum pagi hari


1. Memikirkan kopi
Sebelum meminumnya, memikirkan kopi di pagi hari sudah memiliki efek untuk seseorang. Sebab sistem endokrin akan membuat dan menghasilkan dopamine, sebuah hormon kesenangan antisipatif. Hal ini menurut Lumen's Introduction of Psychology. Dengan kata lain, Anda akan merasa senang bahkan hanya dengan memikirkan akan minum kopi.

2. Membuat kopi
Karena Anda mengaitkan kopi dengan kesenangan, segala hal yang Anda lakukan untuk meminum kopi menciptakan respons Pavlovian. Menurut Journal of Social Science Information, isyarat lingkungan seperti menyeduh kopi Anda sendiri atau menyetir ke kedai kopi favorit Anda juga melepaskan dopamin lebih banyak ke otak.


3. Mencium aroma kopi
Aroma sewaktu-sewaktu bisa mengingatkan Anda akan pengalaman lalu karena aroma bersifat sebagai pengingat otak yang kuat. Menurut jurnal dari American Chemical society, "Aroma kopi mengatur ekspresi lebih dari selusin gen dan perubahan ekspresi protein." Dengan kata lain, "bangun dan mencium aroma kopi" lebih dari sekadar metafora.

4. Minum kopi
Tubuh Anda menyerap kafein dengan cepat, jadi itu langsung menyentuh otak hanya dalam beberapa menit. Saat kafein tersebut masuk, akan menempel pada neuron Anda dan menarik hormon adenosine yang dapat menyebabkan kantuk.

Namun saat hormon adenosine tersebut tidak mengikat pada neutron Anda, itu akan menyebabkan Anda terjaga, bangun, dan lebih berenergi. Setelahnya sistem endokrin bereaksi karena tidak adanya adenosine yang mengikat glutamat, dan membuat neutron Anda meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat.


5. Usai minum kopi
Setelah Anda selesai minum kopi pertama, Anda akan bersemangat. Ini sangat kontras saat Anda bangun dari tidur. Karena saat Anda bangun tidur, hormon adenosine akan memenuhi otak dan Anda merasa gelisah selama tidur.

Pada cangkir berikutnya, Anda akan terjaga dan berfungsi dengan baik. Cangkir kedua ini akan membantu setelah Anda makan karena akan membuat fokus kembali pada apa yang sedang Anda kerjakan. Tapi tetap itu tidak akan memberikan efek yang sama seperti pada kopi pertama.

Jadi itu semua tergantung pada pilihan Anda, ingin meminum kopi "pertama" pada saat kapan. Saat pagi hari itu akan membuat bersemangat. Dan jika kopi itu diminum saat malam hari, kopi akan membuat terjaga dari tidur.detikfood.

 -puan-

 

Rabu, 09 Oktober 2019 08:09

Sejarah Stasiun Kereta Api Manggarai

Ditulis oleh

alasannews.com, Jakarta | Rencana pemerintah memindahkan Kereta Api jarak jauh ke Manggarai sudah final. Persiapan ke arah itu, menurut Menhub Budi Karya sudah matang, dan realisasinya akan dilakukan 2021 mendatang.

Bagaimana riwayat statiun KA Manggarai, berikuti petikan dari Detik.com, pada awalnya, sejak 1913 perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen (SS) menguasai seluruh jaringan rel kereta api di Batavia dan Meester Cornelis. SS menata ulang jalur kereta api di dua kotapraja tersebut. Salah satunya adalah pembongkaran Stasiun Boekitdoeri dan mulai membangun stasiun baru di wilayah Manggarai.

Stasiun Manggarai mulai dibangun pada 1914 dan diresmikan pada 1 Mei 1918. Pembangunannya dipimpin oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. Van Gendt. Saat itu Stasiun Manggarai memiliki satu bengkel besar paling lengkap yang dimiliki SS untuk merehabilitasi dan merakit ulang kereta, gerbong dan lokomotif uap.

Semasa zaman kolonial Belanda, areal Stasiun Manggarai meliputi batas Sungai Ciliwung di sebelah timur sampai ke sebelah barat yang sekarang menjadi Jl. Swadaya. Sedangkan batas selatan sepanjang jalan Van Goens (Manggarai Selatan 1) dan Boekit Doeri West (Bukit Duri Barat) sampai pagar stasiun di utara yang sekarang menjadi Jl. Dr. Saharjo.

Tidak lama setelah Proklamasi, pada September 1945, Stasiun Manggarai diambilalih oleh puluhan ribu demonstran massa pemuda dan buruh kereta api setelah melakukan aksi long march dari Stasiun Jakarta Kota. Selain itu, pada 3 Januari 1946, di areal stasiun ini pula segala persiapan rahasia dilakukan untuk perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) pemindahan Presiden dan Wakil Presiden RI menuju Yogyakarta.

 

 

 

Minggu, 06 Oktober 2019 06:39

Mencoba Kuliner Tradisional Tolitoli, The Ambal

Ditulis oleh

@lnews.com, kuliner | Tolitoli, sebuah daerah berada di Utara Sulawesi Tengah, Berbatasan dengan Kabupaten Buol dan Laut Sulawesi yang berbatasan dengan Malaysia dan Philifina. Sebagian masyarakat bertani dan berladang dan nelayan serta berdagang. 

Membujur dari Kombo ke Lakuan dan dihuni berbagai etnis, sehingga daerah berpenduduk asli, Dampaa, Dondo dan Tolitoli ini dibilang daerah terbuka dengan kemajemukannya.

Soal makanan atau panganan, daerah penghasil cengkeh terbesar di Sulteng itu memiliki beberapa makanan tradisional. Pagi ini, salah satunya dapur redaksi alasannews.com,  mengenalkan Ambal atau the Ambal.

Sepintas, bahannya sederhana yaitu dari Sagu (setengah kering), ikan teri, kelapa dan racikan bumbu garam dan kunyit. Bahan tambahan lainya seperti, cemangi atau kemangi, bawang.

Cara masaknya, semula sagu di keringkan setengah, ikan dicampur kelapa parut yang sudah dicampuri bumbu. Dimasak di atas tungku bara kayu yang apinya tidak boleh terlalu nyala, menggunakan alat seperti penggorengan namun akan manyus menggunakan alat masak yang terbuat dari tanah liat seperti di gambar ini.

Suku Tolitoli biasanya menyajikan makanan ini jelang tengah hari atau jelang petang. Cara makanya, ambal yang telah matang dicocolkan ke sambel atau dabu-dabu (tutudokan) yang biasanya terbuat dari, cabe, yang dihaluskan setengah, jeruk nipis serta garam secukupnya.

Kini, makananan tradisional mulai menjadi kuliner untuk menambah penghasilan keluarga. Ragamnya pun tidak hanya dicampur ikan teri (latan), ada yang tengahnya gula merah dan ada juga sayuran bayam merah.

Selain manyus, mengandung protein yang tinggi dan karbohidrat yang bisa menjadi bahan asupan jelang siang dan malam. Selamat menikmati dan berhari minggu.

-puan-

Foto:antara

Alasannews.com, Jakarta | Dilahirkan dengan nama lengkap La Nyalla Mahmud Matalitti pada tanggal 10 Mei 1959, Cucu dari H. Mattalitti, saudagar besar asal Bugis-Makassar. H. Mattalitti yang pernah cukup berpengaruh di Surabaya pada masanya.

Sedangkan ayahnya, bernama Mahmud Mattalitti, dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Lika-liku perjalanannya cukup berkelok. Hingga akhirnya menjadi politikus. La Nyalla Mahmud Mattalitti menapaki kehidupan begitu keras dan penuh tantangan.

Sempat menjadi Ketua Pemuda Pancasila Jawa Timur, Kadin Jatim. Aktif di Partai Golkar hingga akhirnya berlabuh di Partai Gerindra.

Gagal menjadi Calon Gubernur Jatim akibat prahara mahar Politik dal kemasan dana Saksi sebesar 40 Milyar.

Sebagai petarung, ia tak mati nyali. Kegigihannya balik melawan Prabowo dan hengkang mendukung Jokowi pada Pilpres lalu. Bertarung dalam pemilihan DPD, kini ia malah terpilih untuk memimpin lembaga senator daerah, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024.

Senator dari Jawa Timur itu mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/10/2019) malam.

Dalam pemilihan yang diikuti 134 anggota DPD yang hadir malam itu, La Nyalla mengalahkan Nono Sampono, Mahyudin, dan Sultan Bachtiar.

Terpilihnya pria berdarah Bugis itu terbilang mengejutkan. Pasalnya menjelang pemilihan, Nono, senator yang mewakili Provinsi Maluku lebih diunggulkan.

Purnawirawan marinir bintang tiga yang pernah menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) di era Presiden Megawati itu adalah Wakil Ketua DPD periode sebelumnya, 2014-2019.

Selain itu ada nama lain yang juga dijagokan, seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas.


La Nyalla yang sempat jadi momok yang menakutkan bagi Prabowo itu, sebelum pemilihan tersebut, Selasa (1/10) sore, La Nyalla secara bulat terpilih mewakili zona Barat 2 yang terdiri dari 32 senator asal Lampung, Pulau Jawa, dan Bali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sebenarnya, Ketua Umum Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur itu jauh-jauh hari sebelumnya sudah kasak-kusuk mengumpulkan dukungan.

"Sudah cukup lama juga pendekatan, hampir enam bulan beliau melakukan kerja (lobi)," ujar Alirman Sori, senator asal Sumatera Barat seperti dilansir Detik.com, Rabu (2/10).

Untuk memuluskan langkahnya itu, La Nyalla yang pernah memimpin PSSI itu membentuk sebuah tim kecil untuk membantunya. Isinya sejumlah senator terpilih lintas daerah. Termasuk Alirman Sori.

Selain dirinya, Alirman menyebut nama Bustami Zainudin, senator asal Lampung, Oni Suwarman dari Jawa Barat, dan Adilla Aziz dari Jawa Timur.

"Kami bantu untuk melakukan proses-proses lobi lah, meski Pak La Nyalla yang lebih dominan face to face, pendekatannya sangat personal dan dari hati ke hati," ujarnya.

"Beliau mau dikesankan tidak ada jarak dengan yang lain. Nah sentuhan-sentuhan seperti itu ternyata berhasil meluluh lantakan hati teman-teman anggota DPD," tambahnya.

Kunci lainnya menurut Alirman, La Nyalla berhasil meyakinkan senator terpilih lainnya untuk menjadikan DPD lebih bertaji.

"Saya lihat pak La Nyalla piawai dalam melobi. Memang tidak banyak bicara, tapi beliau secara konkrit mampu menyampaikan dan mengartikulasikan pesan politiknya pada teman-teman anggota. Dalam komunikasinya dia selalu bilang pada para anggota menjadikan DPD sebagai lembaga yang kuat dan bermartabat," tutut Alirman tim sukses utamanya jadi ketua DPD.

Lobi intensif La Nyalla juga diungkap Haripinto Tanuwidjaja, senator asal Provinsi Kepulauan Riau. Anggota Badan Kehormatan DPD periode 2014-2019 itu mengaku didekati sejak beberapa bulan lalu.

"Saya juga sempat ditemui, waktu itu saya diajak ngopi di kafe dekat rumah saya di Jakarta Pusat. Ngobrol-ngobrol informal aja, sambil ngopi-ngopi," ujar Haripinto.

Dalam penyampaian visi dan misinya sebelum pemilihan, Nyalla memberikan beberapa catatan untuk menguatkan peran DPD.

La Nyalla menegaskan sejak DPD pertama kali berdiri hingga saat ini, hanya ada empat kantor di daerah. Yakni Yogyakarta, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Dia berjanji akan membangun lagi kantor DPD di daerah dengan berkoordinasi dengan beberapa gubernur. Tanahnya didapatkan hibah dari Pemda setempat.

Dia juga menjanjikan meminta pemerintah, dalam hal ini menteri keuangan, menyediakan anggaran pembelian rumah untuk para senator di Jakarta. Alasannya, banyak anggota DPD yang belum punya rumah di Jakarta.

Selanjutnya, tema bujukannya mengenai kunjungan kerja anggota DPD untuk ke luar negeri menurut Nyalla harus dibiayai dengan sistem lumsum.

Selamat memimpin Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Bung La Nyalla.............(SY)

Rabu, 02 Oktober 2019 10:22

Selamat Hari Batik Nasional, 2 Oktober

Ditulis oleh

alasannews.com -- Sejarah batik di Indonesia terkait erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, lalu berlanjut pada zaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Kesenianbatik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang sampai kerajaan berikutnya beserta raja-rajanya. Kesenian batik secara umum meluas di Indonesia dan secara khusus di pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Teknik batik sendiri telah diketahui lebih dari 1.000 tahun, kemungkinan berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Teknik batik meluas di beberapa negara di Afrika Barat seperti Nigeria, Kamerun, dan Mali, serta di Asia, seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, Iran, Thailand, Malaysia dan Indonesia.

Hingga awal abad ke-20, batik yang dihasilkan merupakan batik tulis. Batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I berakhir atau sekitar tahun 1920.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman dahulu. Awalnya kegiatan membatik hanya terbatas dalam keraton saja dan batik dihasilkan untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah dan para pembesar. Oleh karena banyak dari pembesar tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar dari keraton dan dihasilkan pula di tempatnya masing-masing.

Lama kelamaan kesenian batik ini ditiru oleh rakyat jelata dan selanjutnya meluas sehingga menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka.

Bahan-bahan pewarna yang dipakai ketika membatik terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila. Bahan sodanya dibuat dari soda abu, sedangkan garamnya dibuat dari tanah lumpur.wikipedia

Puan

Minggu, 29 September 2019 09:11

Ngopi Yuk! di Sedjenak Saja

Ditulis oleh

JAKARTA --  Selama ini orang mengandalkan air putih untuk menghilangkan rasa haus. Tapi penelitian mengungkap kalau air putih bukan cairan terbaik untuk menghidrasi tubuh.

Ketika merasa haus, orang akan segera menyambar air putih untuk menghidrasi tubuh. Selama ini air putih selalu diandalkan untuk melegakan tenggorokan saat merasa dehidrasi.

Dilansir dari CNN (28/9) ternyata H2O atau air putih bukan cairan terbaik untuk meredakan rasa haus dan menghidrasi tubuh. Penelitian yang dilakukan di Universitas St. Andrew di Skotlandia membandingkan hidrasi antara air putih dengan.

Tapi, kebanyak orang tetap mempercayai air putih sebagai pelepas dahaga yang terbaik. Meskipun ilmuwan menepis hal itu. Tubuh akan lebih baik butuh protein jika dalam keadaan haus. Sehingga, air terasa manis akan lebih efektif dalam melepasa dahaga atau rasa haus tersebut.

Cafe Sedjenak di bilangan Sabang Jakarta, buka di pagi hari menawarkan untuk anda bisa mengatasi haus sejenak yang identik dengan nama cafenya "Sedjenak".

Sensaji kopi atau teh dan ada menu sarapan juga tersedia di cafe ini. Menempati ruwng berpendingin yang relatif minimalis, membuat kita nyaman selama di tempat ini--bukan sejenak.

Bagi anda yang usai mengikuti acara CFD bisa juga mampir ngopi atay ngeteh ke sini. Cafe ini juga menawarkan cemilan bagi anda sekeluarga, yang selepas mengikuti acara CFD Mona-HI pun bisa mampir di sini.

Foto: Pendiri PWO H Taufik dan sahabat menikmati Sensasi Kopi Luwak Bali Pulina

BALI-- Ingin menikmati kopi di pematang sawah dengan pemandangan asri, dengan segala sensasinya ?

Singgahlah ke Bali Pulina Plantation, kawasan Tegal Alang, Gianyar, Bali Di tempat ini Anda bisa menikmati aneka kopi. Mulai kopi Bali, Ginger kopi, Ginseng kopi, Cocont kopi dan berbagai jenis kopi lannya. Dan yang paling top adalah kopi luwak.

Yang menarik, kopi luwak disajikan langsung dan diproduksi di tempat ini. Para pelayan dengan ramah menjelaskan kepada pengunjung proses pembuatan kopi luwak, dari hewan luwak memakan biji kopi, mengelurkannya dalam bentuk kotoran.
Lalu proses pencucian, pengeringan, sampai proses penggilingan.

Menurut Setia Nadi Layata, tour gaeder yang mendampingi tim jurnalis Perkumpulan Media Online (PWO), ada sekitar 16 luwak yang dipelihara di tempat ini. "Setiap hari luwak-luwak itu mengeluarkan kotoran yang siap diolah dan disajikan pada pengunjung', jelas Setia.

Menikmati kopi luwak di Bali Pulina, ujar Setia, sangat nikmat dan sensual, apalagi disajikan dengan cemilan pisang goreng dan lupis (Putri)

Terkait Artikel

Kontak Polisi

RESOR PALU