Selasa, Juli 16, 2019
Rabu, 19 Jun 2019 23:16

Brand BUYA, Andi Hamka Palewai, Menggagas Gerakan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Sekaligus Gerakan Bisnis

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

 

Andi Hamka Palewai, Owner Warkop Buya

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kesehariannya kini selain memimpin ormas Front Pembela Islam (FPI), Andi Hamka Palewai juga disibukkan dengan kegiatan bisnis.

Setelah sukses membuka warung kopi (Warkop) di Jalan Poros Trans Sulawesi, Desa Ginunggung Kecamatan Galang, kini mengembangkan sayap bisnisnya di tengah kota Tolitoli.

Mengibarkan bendera bisnis dengan brand 'BUYA', setelah membuka usaha cetak batako dan paping blok, saat ini Andi Hamka semakin dalam merambah dunia bisnis kuliner.

Cabang usaha yang dibukanya di Jalan Ismail Bantilan Kelurahan Panaskan, sejak lounching beberapa bulan lalu, terus ramai oleh pengunjung.

Pantauan Alasannews.com kadang Warkop Buya Tolitoli masih dikunjungi pelanggan walau sudah larut malam.

Ditemui disela-sele kesibukannya, Andi Hamka menyempatkan diri menerima awak media alasannews.com berbincang dan berdiskusi.

Saat itu pria single  yang akrab dengan dunia pergerakan ini bercerita banyak tentang motivasi dan dedikasinya membuka usaha bisnis.

Andi menuturkan bahwa dengan membuka usaha itu dirinya tetap berkesempatan berdakwah sekaligus memberdayakan sejumlah anak muda untuk bekerja dan tentu saja berkesempatan menyajikan suguhan kopi racikan khasnya.

"Saya tidak muluk-muluk dan kejar untung besar, yang penting mereka (karyawannya-red) semua bisa ada kegiatan,  tidak nganggur. Kemudian operasional tertutupi, sy anggap sudah untung," katanya menguraikan tujuan bisnisnya.

Ketika disinggung kaitan aktifitasnya di FPI dengan bisnis yang digelutinya saat ini, Andi mengatakan bisnis itu kelanjutan dakwahnya.

"Kegiatan dakwah juga tetap jalan, karena sesungguhnya ini kelanjutan dakwah juga," pungkasnya.

Dari perbincangan itu nampak jelas kiprah Ustad Hamka, begitu ia sering disapa, sedang memadukan gerakan dakwah dan gerakan bisnis.

Pemberdayaan ekonomi ummat. Kira-kira itu bayangannya. Karena realitanya pemuda dan generasi muda Islam bituh rangsangan bisnis sekaligus contoh konkrit.

 

Disinggung pengembangan bisnis warkop miliknya,  Andi Hamka mengatakan terus digenjot. Variasi dan kualitas menu terus ditingkatkan.

Selain menu andalan Palumara, Pallubasa dan Kaledo, Warkop Buya menurut Andi terus mencermati selera dan keinginan serta kesukaan pelanggan.

Mie Cakalang, Mi Kuah Buya hadir memanjakan selera pengunjung.

Pendamping Kopi Buya ada makanan ringan berupa stik pisang, ubi goreng krispi dan pisang gepe.

Demikian pula aneka jus yang tersedia dan  kini hadir ketambahan jagung bakar.

Ditambahkan Andi, Warkop Buya juga terbuka untuk acara-acara khusus. 

Termasuk kegiatan yang bersifat edukasi seperti nonton bareng siswa SMKN 2 Pariwisata Tolitoli yang baru saja diadakan di Warkop miliknya.

Jadi, jika anda penggemar kopi di Tolitoli, atau dari luar dan sedang berada di kota Tolitoli,  dipastikan tak lengkap jika belum mampir di Warkop Buya...... (Tim)

Baca 52 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Kontak Polisi

RESOR PALU