Kamis, November 21, 2019
Rabu, 02 Oktober 2019 19:15

La Nyalla, Anak Bugis Petarung, Gagal Maju Calon Gubernur Jatim Malah Jadi Ketua DPD RI

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Foto:antara

Alasannews.com, Jakarta | Dilahirkan dengan nama lengkap La Nyalla Mahmud Matalitti pada tanggal 10 Mei 1959, Cucu dari H. Mattalitti, saudagar besar asal Bugis-Makassar. H. Mattalitti yang pernah cukup berpengaruh di Surabaya pada masanya.

Sedangkan ayahnya, bernama Mahmud Mattalitti, dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Lika-liku perjalanannya cukup berkelok. Hingga akhirnya menjadi politikus. La Nyalla Mahmud Mattalitti menapaki kehidupan begitu keras dan penuh tantangan.

Sempat menjadi Ketua Pemuda Pancasila Jawa Timur, Kadin Jatim. Aktif di Partai Golkar hingga akhirnya berlabuh di Partai Gerindra.

Gagal menjadi Calon Gubernur Jatim akibat prahara mahar Politik dal kemasan dana Saksi sebesar 40 Milyar.

Sebagai petarung, ia tak mati nyali. Kegigihannya balik melawan Prabowo dan hengkang mendukung Jokowi pada Pilpres lalu. Bertarung dalam pemilihan DPD, kini ia malah terpilih untuk memimpin lembaga senator daerah, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2019-2024.

Senator dari Jawa Timur itu mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/10/2019) malam.

Dalam pemilihan yang diikuti 134 anggota DPD yang hadir malam itu, La Nyalla mengalahkan Nono Sampono, Mahyudin, dan Sultan Bachtiar.

Terpilihnya pria berdarah Bugis itu terbilang mengejutkan. Pasalnya menjelang pemilihan, Nono, senator yang mewakili Provinsi Maluku lebih diunggulkan.

Purnawirawan marinir bintang tiga yang pernah menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) di era Presiden Megawati itu adalah Wakil Ketua DPD periode sebelumnya, 2014-2019.

Selain itu ada nama lain yang juga dijagokan, seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas.


La Nyalla yang sempat jadi momok yang menakutkan bagi Prabowo itu, sebelum pemilihan tersebut, Selasa (1/10) sore, La Nyalla secara bulat terpilih mewakili zona Barat 2 yang terdiri dari 32 senator asal Lampung, Pulau Jawa, dan Bali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sebenarnya, Ketua Umum Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur itu jauh-jauh hari sebelumnya sudah kasak-kusuk mengumpulkan dukungan.

"Sudah cukup lama juga pendekatan, hampir enam bulan beliau melakukan kerja (lobi)," ujar Alirman Sori, senator asal Sumatera Barat seperti dilansir Detik.com, Rabu (2/10).

Untuk memuluskan langkahnya itu, La Nyalla yang pernah memimpin PSSI itu membentuk sebuah tim kecil untuk membantunya. Isinya sejumlah senator terpilih lintas daerah. Termasuk Alirman Sori.

Selain dirinya, Alirman menyebut nama Bustami Zainudin, senator asal Lampung, Oni Suwarman dari Jawa Barat, dan Adilla Aziz dari Jawa Timur.

"Kami bantu untuk melakukan proses-proses lobi lah, meski Pak La Nyalla yang lebih dominan face to face, pendekatannya sangat personal dan dari hati ke hati," ujarnya.

"Beliau mau dikesankan tidak ada jarak dengan yang lain. Nah sentuhan-sentuhan seperti itu ternyata berhasil meluluh lantakan hati teman-teman anggota DPD," tambahnya.

Kunci lainnya menurut Alirman, La Nyalla berhasil meyakinkan senator terpilih lainnya untuk menjadikan DPD lebih bertaji.

"Saya lihat pak La Nyalla piawai dalam melobi. Memang tidak banyak bicara, tapi beliau secara konkrit mampu menyampaikan dan mengartikulasikan pesan politiknya pada teman-teman anggota. Dalam komunikasinya dia selalu bilang pada para anggota menjadikan DPD sebagai lembaga yang kuat dan bermartabat," tutut Alirman tim sukses utamanya jadi ketua DPD.

Lobi intensif La Nyalla juga diungkap Haripinto Tanuwidjaja, senator asal Provinsi Kepulauan Riau. Anggota Badan Kehormatan DPD periode 2014-2019 itu mengaku didekati sejak beberapa bulan lalu.

"Saya juga sempat ditemui, waktu itu saya diajak ngopi di kafe dekat rumah saya di Jakarta Pusat. Ngobrol-ngobrol informal aja, sambil ngopi-ngopi," ujar Haripinto.

Dalam penyampaian visi dan misinya sebelum pemilihan, Nyalla memberikan beberapa catatan untuk menguatkan peran DPD.

La Nyalla menegaskan sejak DPD pertama kali berdiri hingga saat ini, hanya ada empat kantor di daerah. Yakni Yogyakarta, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Dia berjanji akan membangun lagi kantor DPD di daerah dengan berkoordinasi dengan beberapa gubernur. Tanahnya didapatkan hibah dari Pemda setempat.

Dia juga menjanjikan meminta pemerintah, dalam hal ini menteri keuangan, menyediakan anggaran pembelian rumah untuk para senator di Jakarta. Alasannya, banyak anggota DPD yang belum punya rumah di Jakarta.

Selanjutnya, tema bujukannya mengenai kunjungan kerja anggota DPD untuk ke luar negeri menurut Nyalla harus dibiayai dengan sistem lumsum.

Selamat memimpin Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Bung La Nyalla.............(SY)

Baca 67 kali Terakhir diubah pada Rabu, 02 Oktober 2019 19:19

Berikan komentar

TULIS PESAN

Kontak Polisi

RESOR PALU