Jumat, Mei 24, 2019
alasanpuasa
radio
Rabu, 08 Mei 2019 00:19

Ketika Bangunan Masjid Terinspirasi Bangunan Katedral, Dari Yogyakarta, Berikut Ulasannya

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, Sleman-Yogyakarta| Saat Anda melewati Jalan Raya Yogyakarta-Solo di kawasan Candisari Kalasan, Sleman, sebuah bangunan berkubah warna-warni ini pasti menarik perhatian. Ya, Inilah Masjid An Nurumi. Walau tergolong kecil, namun bentuknya yang unik sangat mudah terlihat oleh para pengendara. Siapa sangka, masjid itu ternyata mengambil bentuk dan gaya bangunan keagamaan di negara Eropa Timur. Masjid An Nurumi itu tampak seperti Katedral St. Basilius (Rusia: Sobor Vasiliya Blazhennogo ) di Moskow. Di Rusia, bangunan itu memang sudah lama menjadi bangunan ikonik dengan sembilan kubahnya. Ada yang menyebutnya Gereja Kremlin, meskipun ada pula yang membicarakan Gereja Lolipop, karena kubahnya yang berwarna-warni cerah seperti permen. Tidak jarang, bagi orang-orang yang kurang akrab dengan bangunan gereja Kekristenan Timur, katedral yang sangat populer Patriakh Gereja Ortodoks Rusia ini, lebih tepatnya dikira masjid. Olehnya sering muncul di gambar kartu pilihan, serta desain lain yang bertema Hari Raya Islam. Di Rusia sendiri Katedral St. Basilius hanya dijadikan museum di masa pemerintahan Komunis. Sekarang sudah difungsikan kembali sebagai gereja. Ada pun penggunaannya secara massal, hanya di hari raya tertentu saja. Keindahan dan kemegahan Katedral St. Basilius itu kemudian menjadi inspirasi bagi Hj. Umi Nursalim  untuk membangun sebuah masjid di Indonesia. Walau tergolong kecil, namun bentuknya yang unik sangat mudah terlihat oleh para pengendara. Masjid ini dibangun tahun 2005, atas prakarsa Hj. Umi Nursalim, pengusaha yang dikenal lewat jaringan rumah makan Ayam Goreng Mbok Berek. Kisah awalnya ketika Umi Nursalim dan keluarga berangkat umrah ke Tanah Suci. Setelah menjalankan ibadah umroh, pulangnya  melewati Eropa Timur. “Di Eropa Timur, Ibu Hajjah Umi Nursalim dan Nurindarti singgah di Kremlin (Moskow), waktu itu habis sembahyang Ibu bernazar. Memohon kepada Allah untuk mengizinkan dan memberi rezeki kepada kita, ingin membangun masjid seperti ini," kisah Jarod. Setelah itu,proses pembangunan masjid pun dilakukan. Dilakukan secara manual, tidak menggunakan alat berat. Untuk membuat sembilan kubah di bagian atas dilakukan oleh tenaga manusia. Proses pembangunanya selesai tahun 2007 dan diresmikan pada Agustus oleh Gubernur DIY, yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Masjid ini bisa menampung hingga sekitar 200 jemaah, ” ucap Jarod. Masjid An Nurumi ini sebenarnya sama seperti masjid biasanya, hanya yang ditentukan kubah di bagian atas. Jumlah kubah di atas ada sembilan. Tinggi kubah yang berada di tengah sekitar 26,5 meter. Sedangkan lainnya enam meter. Jumlah kubah yang sembilan itu ditegaskan oleh Umi Nursalim sebagai bentuk kenangan dan penghormatan atas para walisongo, yang terbitkan Islam di tanah Jawa. Kubah berwarna-warni itu memang langsung terlihat menonjol. Olehnya masyarakat sekitar ada yang menyebut masjid ini sebagai Masjid Permen lolipop. Masjid An Nurumi pada bulan suci Ramadhan selalu ramai disinggahi warga yang ingin melaksanakan shalat. Selain musafir yang berasal dari Malaysia, Turki dan Australia, banyak juga kalangan datang ke masjid ini karena penasaran dengan bentuk yang terkenal.

Baca 29 kali Terakhir diubah pada Rabu, 08 Mei 2019 07:17

Berikan komentar

TULIS PESAN

Kontak Polisi

RESOR PALU