Rabu, Juli 17, 2019
Spot Wisata
Spot Wisata

Spot Wisata (12)

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Penomena kabut, bukan cuma di puncak Gunung Bromo atau Dieng di Jawa. Di Sulawesi Tengah, Tolitoli setidaknya memiliki dua kawasan yang berkabut.

Kedua tempat yang penomenal itu adalah Puncak Babo Anjam sampai seluruh kawasan Kecamatan Lampasio. Sedangkan satunya adalah puncak Gunung Tinombala, areal gunung pasir putih.

Bahi wisatawan yang ingin mengabadikan atau sekadar menyaksikan pemandangan kabut tebal yang bagaikan seputih salju, pada waktu-waktu tertentu kedua tempat bisa menjadi pilihan.

Seperti pada gambar ini, dia,bil dari puncak Pangi dengan kamera amatir atau hanya dengan handphone. Gambar ini viral di medsos dalam pekan ini.

Alasannews.com, Tolitoli--Sulteng | Wisatawan asal Germani dan England, terpukau upaya pelestarian hutan Bakau di Teluk Pulias, Ogodeidei Sulawesi Tengah.

Kepada gate atau pemandu wisata dari Dinas Pariwiasat Tolitoli, baik Tim maupun Linda, sama-sama mengagumi wisata alam Mangrove yang tengah dikembangkan instansi Kehutanan , UPT Gunung Dako.

Amiruddin Rahman salah seorang master pariwisata, Kamis (20/6) mendampingi kedua orang Eropa yang kali pertama menginjak kaki di Sulawesi di pelabuhan Fery Tolitoli.

Kawasan Mangrove yang digarap menjadi objek wisata di Teluk Pulias, konon luasnya mencapai 150 hertar, saat ini sudah semakin dikenal berbagai penjuru termasuk di daratan Eropa.

Wisman memang beragam hal yang menjadi perhatian mereka. Hutan alam mangrove Pulias, merupakan objek wisata masa depan Tolitoli

Selain menikmati alam mangrove di Pulias, keduanya sudah mencoba menyelam di Pantai Sabang yang memiliki pemandangan bawa laut menakjubkan. 

"Mereka terkesan dan puji upaya Tolitoli memelihara lingkungan baik bawa laut maupun hutan mangrove," ujar Amiruddin.

Sebelumnya, kedua turis penghobi naik sepeda ini, diterima Kadis Pariwisata di ruang kerjanya.pu

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Turis Germany dan england, Mr Tim Welton  Mrs Linda Beilig, menjadi tamu pertama Drs Urif Halim sebagai Kepala Dinas Pariwisata Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Didampingi Sekretatis Iksan Djamri, Urif menerima kedua turis dari benua eropa itu di ruang kerjanya, Rabu (19/6) dalam suasan penuh keakraban dan saling tukar informasi.

Menurut keduanya, Tolitoli mereka kenal dari Geogle dalam aplikasi tourism dan merakan daerah kedua Indonesia mereka injak setelah sebelimnya merea dua hari di Tarakan dari negeri Jiran Malaysia.

Mr Tim yang nota bene ahli atau master Aquistik itu merupakan penggemar sepeda dan mereka ke Indonesia (membawa sepeda), yang berencana akan menjajal trans Sulawssi dari Tolitoli ke Tanah Toraja (Sulsel).

Dipandu penerje,ah dari dinas, mereka mengatakan dengan senamg hati atas penerimaan kepala dinas dan staf. Mereka juga akan mencoba menyelam di objek wisata sabang, Galang serta akan menikmati menu Ikan bakar has Tanjung Batu Tolitoli.

Kepalaa Dinas Urif Halim menjawab Alasannews.com mengatakan, dirinya dan semua unsur pariwisata di daerah ini akan berusaha memberi pelayanan kepada turis.

"Saya akan memprirotaskan pelayanan jika mendapat kunjungan turis seperti ini. Dan ini, merupakan tamu saya pertama sejak saya dilantik sebagai kepala dinas," ujar Urif.sy

Minggu, 16 Jun 2019 11:56

Berwisata dengan Paket Hemat! P Kapas Bisa?

Ditulis oleh

Pilih Paket Hemat di Hari Weekend? P Kapas Bisa

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Liburan di hari weekend? Dengan paket hemat, irit biaya dan nyaman, ke Pulau Kapas bisa!

Letaknya di sisi kanan jalan trans Sulawesi Tolitoli-Buol, pulau ini menurut bupati Tolitoli, akan dikembangkan menjadi salah satu destynasi maritim andalan Tolitoli dengan desain dan tarif murah.

"Ke depan, P Kapas akan kita tata sebagai objek wisata maritim yang memiliki kelebihan dibanding kawasan wisata lainnya. Di sini, akan kita bangun cottage dan kolam renang air tawar dan asin," ujar Alek Bantilan sapaan akrab H Moh Saleh Bantilan.

Melalui saluran Hp, Alek mengatakan Tolitoli saat ini sudah mendapat dukungan pusat-pusat wisata nasional maupun dunia menjadi salah agenda kunjungan wisatawan yang melalui biro tarvel mereka.

Ditanya soal fasilitas yang sekarang di P Kapas, Alek mengaku baru sebatas pelabuhan atau tambatan perahu dan beberapa tempat beristirahat. Pokoknya masih sangat sederhana namun sangat nyaman, imbuhnya.

Tapi, ke depan P Kapas akan kota jadikan pusat wisata bahari atau maritim bagi mereka yang memiliki hobi dan kege,aran di laut. P Kapas, akan jadi pangkalan jika wisatawan ingin menikmati P Salando dan P Dolangan, katanya.

P Salando dan P Dolanagan kan merupakan pulau terdepan RI yang oleh Pemda Tolitoli tengah dikembangan sebagai objek wisata maritim, kata Alek lagi.

 

P Dolangan:

1°22′40″N 120°53′04″E / 1.37778°N 120.88444°E Pulau Dolangan adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Malaysia dan Filipina. Pulau Dolangan ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Toli-Toli, provinsi Sulawesi Tengah. Pulau ini berada di sebelah utara dari Kota Toli-Toli dengan koordinat 1° 22′40″ LU, 120° 53′4″ BT.

 

Alasannews.com, Banggai-Sulteng | Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai, terus mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan bertaraf Nasional, Festival Pulo Dua (FPD). Kegiatan yang menjadi hajatan dari Kementerian Pariwisata itu, rencananya akan digelar pada tanggal 25 Juli hingga 28 Juli 2019 nanti.

Wakil Bupati Banggai, H. Mustar Labolo, Jumat (14/6/2019), meninjau langsung kesiapan di lapangan.

Di lokasi kegiatan, Pulo Dua, Kecamatan Balantak Utara, Wabup H. Mustar Labolo bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menggelar rapat teknis.

Dirinya menekankan beberapa hal yg perlu dibenahi. Antara lain, akses jalan menuju ke tempat acara, penyediaan air bersih, MCK, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga rekayasa parkir pada tempat acara.
Wabup H. Mustar Labolo juga menekankan agar memperhatikan sisi
keramah-tamahan masyrakat untuk menerima para tamu yang akan berkunjung.
Tak lupa, faktor penting lainnya seperti sinyal atau jaringan Telekomunikasi, juga dibahas. Begitu pula dengan kebersihan dan keamanan juga menjadi penekanan penting dari Wabup H. Mustar Labolo.

Sebelum memulai rapat, rombongan yang dipimpin Wabup Banggai, melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Desa Pulo Dua. Selesai sholat Jumat Wakil Bupati memberikan beberapa arahan kepada jamaah masjid tekait event FPD.


Selain para Pimpinan OPD, Kasdim LB, komandan Pos AL, Kepala BSM dan Sekretaris BTB yang turut dalam rombongan, rapat teknis untuk evaluasi kesiapan lapangan yang dipimpin oleh Wabup H. Mustar Labolo, juga dihadiri oleh Camat Balantak Utara, Camat Balantak, Kades Pulo Dua, Kades Kampangar, serta Kades Kuntang.

(TIM MEDIA DISKOMINFO BANGGAI)

Selasa, 11 Jun 2019 11:09

Menjual Wisata Pulau Terdepan, Salando

Ditulis oleh

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pilihan Tolitoli menjadi daerah destynasi wisata, sangat didukung letak geografis dan budaya masyarakatnya. 

Dari penelusuran tim media ini, ada beberapa objek yang bisa menjadi andalan seperti pulau terluar yang dimiliki Tolitoli. Tiga pulau terdepan, Salando dan Dolangan sangat memungkinkan menjadi destynasi yamg handal asa diseriusi.

Sementara budaya atau kultur daerah, merupakan daerah terbuka dengan tidak menimbulkan antipati bagi budaya masuk (asal positif). Etni yang daerah sekitar destynasi sangat familiar dengan orang luar--tamu--sehingga bisa dijamin tidak ada gesekan dengan pengembangan wisata oleh pemerintah.

Salah satu yamg tengah dilirik pemeintah untuk dikembangkan adalah pulau Salando.


1°20′16″N 120°47′31″E / 1.33778°N 120.79194°E Pulau Salando adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Malaysia dan Filipina.

Pulau Salando ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Tolitoli, provinsi Sulawesi Tengah. Pulau ini berada di sebelah utara dari Kota Tolitoli dengan koordinat 1° 20′16″ LU, 120° 47′31″ BT.

Minggu, 09 Jun 2019 19:25

Polisi Berjaga di Tempat Wisata

Ditulis oleh

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M, personil Operasi Ketupat Tinombala 2019 Polres Tolitoli di siagakan di sejumlah tempat wisata pantai yang ada di wilayah Kabupaten Tolitoli, Sabtu (8/6).

Hal ini dilakukan karena di momen libur panjang lebaran, sejumlah tempat wisata pantai menjadi tempat favorit masyarakat untuk berlibur bersama keluarganya.

Personil Operasi Ketupat Tinombala 2019 Polres Tolitoli terus disigiakan di sejumlah tempat wisata pantai untuk mejaga keamanan dan kenyamanan para pengunjung saat berekreasi.

Polres Tolitoli juga menyiagakan petugas Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) beserta kapal patrolinya untuk membantu menyelenggarakan keamanan di sekitar wilayah wisata laut.

Hasil pantauan alasannews.com, tempqt wisata yang diserbu masyarakat adalah, pantai Lalos, Fijar, Sabang dan sejumlah tempat wisata lainnya yang letaknya tidak jauh dari kota.

Sementara wisata ke pulau terdepan seperti Salando dan Kapas, juga menjadi sasaran warga.sa/sy

*GENPPARI Lakukan Evaluasi Kesiapan Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus*

Alasannews.com, Bandung | Pariwisata Indonesia sungguh luar biasa indah serta jumlah dan ragam yang banyak. Banyak negara yang iri dengan keragaman potensi pariwisata ini, meskipun banyak orang Indonesia yang belum menyadarinya sehingga lebih membanggakan pariwisata luar negeri.

Pakar Kepariwisataan Indonesia Dede Farhan Aulawi yang juga selaku Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) memberi tanggapan ketika ditanya pendapatnya tentang konsep memajukan pariwisata Indonesia. Dede ditemui di kediamannya daerah Cicendo Bandung hari Sabtu (1/6) pada acara buka bersama Pengurus Genppari.

Dede berpendapat bahwa dunia kepariwisataan bisa menjadi andalan pemasukan kas negara, di masa kini dan masa depan. Devisa bisa masuk tanpa harus mengeksploitasi sumber daya alam yang sangat terbatas. Apalagi kalau harus merusak ekosistem dan keseimbangan alam. Inilah pilihan tepat area pertandingan ekonomi bangsa Indonesia. Jelas Dede dengan penuh semangat.

Pada kesempatan ini Dede juga menjelaskan panjang lebar dasar pemikiran kenapa ia dan teman-temannya mendirikan Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia. Menurutnya untuk memajukan pariwisata Indonesia tidak bisa hanya diserahkan pada pemerintah saja, tetapi harus didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia dalam bentuk Gerakan Nasional, agar arah pembangunan di bidang kepariwisataan bisa tumbuh dengan cepat dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia.

Bahkan Dede juga memberikan keterangan bahwa pada hari Sabtu (22/6) rencananya akan diselenggarakan Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus Pusat GENPPARI di kota Bandung. Bandung bisa menjadi pusat inspirasi yang melahirkan gagasan - gagasan segar dalam memajukan pariwisata. Olah rasa, kreativitas dan keanekaragaman seni budaya bisa mengantarkan bangsa pada peradaban baru untuk menciptakan kemajuan tanpa harus merusak alam. Untuk itulah GENPPARI lahir, tumbuh dan akan terus berkembang.

"Baru saja kita lakukan evaluasi kesiapan panitya dalam acara deklarasi dan pengukuhan pengurus pusat GENPPARI. Lalu ditutup dengan acara buka bersama sebelum menikmati libur lebaran untuk mudik dan kumpul dengan keluarga tercinta di kampung halaman masing-masing", ungkap Dede mengakhiri percakapan.pu

Senin, 27 Mei 2019 17:45

Pemandangan Pagi dari Puncak ?

Ditulis oleh

Pemandangan Pagi dari Puncak ?

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Memiliki areal hutan cengkeh paling luas, Tolitoli ternyata suatu potensi untuk spot wisata yang belum dilirik.

Dengan luasan hutan cengkeh terbesar di sulawesi, Tolitoli sebetulnya bisa memaksimalnya sebagai salah satu spot wisata baru.

Apalagi, beberapa areal hutan cengkeh ini didukung keindahan alam yang pantastis. Bahkan mencengangkan. Sebut saja kawsan hutan cengkeh di Laa Bengga (antara Tuwuley dan Ogomolli), ternyata memiliki keindahan tersendiri pagi atau di sore hari.

Meski bulan puasa, saya memuaskan diri untuk mengamati dari jauh betapa panoramanya menggoda untuk jadi spot wisata bila dikelola dengan baik dan profesional.

Bila anda menghadap ke barat, di sisi kanan pemandangannya tampak di kejauhan kota Tolitoli, membentang dari kaki gunung Tuweley hingga ke teluk sampai pulau Pulias masih terlihat jelas.

Di sisi kiri, panorama hutan cengkeh membentang digemerlap pancaran sinar matahari dari upuk Timur Gunung Dako. Sunggu suatu panorama yang indah.

Selain itu, masih disisi kiri kita bisa menyaksikan hamparan persawahan di bumi Galang yang merupakan lumbung beras Tolitoli.

Pagi itu, Minggu (26/5) di bulan puasa memang, tidak seramai di hari-hari lain di luar bulan puasa. Hanya ada beberapa warga dari Malosong, berolah raga jalan kaki menaiki mulusnya jalan lingkar yang menghubungkan Tuweley dan Ogomolli.

Tampak pula,  beberapa anak remaja mengarahkan HP mereka ke beberapa pemadangan alam mulai dari hutan cengkeh sampai laut lepas di Teluk Dondo.

Di hari biasa, kawasan puncak sudah menjadi sasaran warga untuk berlibur. Berlibur di sini seakan kita menyatu dengan alam. Bagaimana tidak, udara yang sejuk, hembusan angin sepoi-sepoi tersa menusuk badan kita.

 

Pemerintah, khususnya yang terkait dengan wisata harus sedini mungkin mengkampanye sadar wisata di kawasan ini. Ceceran sampah masyarakat mulai di beberapa bahu jalan dari arah Bambulayang Tuweley.

Kampanye wisata perlu!!!.suardi

Minggu, 19 Mei 2019 08:35

Menengok Keindahan Alam Mangrove di Abaling

Ditulis oleh

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Hutan mangrove di Desa Abaling, Ogodeide Tolitoli wajib anda kunjungi. Pemerintah, sudah menetapkan kaeasan sekitar 150 hektar, ssbagai wilayah wisata (spot wisata) wajib di Tolitoli.

Keindahan alam yang asri di sana, akan menambah pemgetahuàn anda soal mangrove yamg begitu banyak fungsinya bagi ekosisyem terutama kehidupan di sekitar dan laut lainnnya.

Sebagai salah satu sumber planton untuk makanan ikan di laut, mangrove juga sebagai salah salah satu biosfir bumi. Sebagai penahan abrasi mangrove di Abaling sudah ditetapkan ssbagai spot wisata wajib.

Sebagai kekayaan tersimpan, mangrove Abaling berada di wilayah Teluk Dondo dan sangat mudah dijangkau baik dari darat maupun dari laut. Netada di sisi jalan poros Tambun-Bilo, kawasan oleh instansi kehutanan masuk kategori dilingdungi untuk pemanfaatan tertentu.

Bagaimana keasrian dan keindahanya, bisa dengan langsung ke Abaling 40 menit dari kota Tolitoli via darat.

 

Kontak Polisi