Jumat, November 22, 2019
Iklan Haji
Rabu, 10 Juli 2019 18:06

Soal Jembatan Gantung Panyapu, Sekretaris BPBD: Anggaranya Sesuai Jadwal Turun Tahun Ini

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Jembatan Gantung Panyapu yang ramai di aoal melalui medsos

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Perbincangan mengenai jembatan gantung yamg rubuh karena banjir di Dusun Panyapu Desa Galumpang Kecamatan Dakopemean, menghangat di media sosial beberapa hari belakangan ini.

Adalah postingan Jemi Yusuf, pemerhati sekalihus pegiat lingkungan di Kabupaten Tolitoli, menyoal aktifitas pertambangan material yang sampai saat ini berlangsung didusun Panyapu itu.

Jemi Yusuf menengarai putus dan robohnya jembatan penghubung akibat banjir dikarenakan kegiatan ekaploitasi material pasir yang sangat dekat dengan jembatan.

"Sampai saat ini jembatan tersebut belum diperbaiki, tapi aktifitas penambangan terus berjalan," kritik Jemi yang juga Calon Anggota DPRD Tolitoli terpilih di Pileh baru lalu.

"Apa tidak melanggar hukum?" tulis Jemi Yusuf mempertanyakan dalam akunnya yang diposting di group WhatsApp www.alasannews.com.

Kondisi fisik Jembatan Panyapu memang sangat memprihatinkan. Seolah tak mendapat perhatian dari pihak terkait.

Berdasarkan informasi dari penelusuran media ini, jembatan itu sudah miring sejak lama, hanya diperparah setelah banjir besar 2017 silam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli, melalui Sekretarisnya, Vidya Putra ketika dikonfirmasi, Rabu (10/7/2019) di Tolitoli mengatakan bahwa jembatan gantung di Dusun Panyapu itu sudah diverifikasi oleh BNPB bersamaan dengan jembatan Tinigi.

Vidya menampik anggapan bahwa jembatan tersebut kurang diperhatikan. Sebab sejak Tahun 2017 ketika diajukan anggarannya, pusat sudah merespon dengan menurunkan tim verifikasi. Hanya saja menurut Vidya, anggaran tertunda sebab di Tahun 2018 cukup banyak bencana besar melanda wilayah Indonesia.

Namun untuk tahun 2019 ini lanjut Vidya sesuai jadwalnya akan turun anggarannya.

"Bersamaan anggarannya dengan Tinigi Tahun ini. Sesuai pembicaraan dan kesepakatan Pak Bupati Tolitoli waktu ketemu Sekretaris utama di BNPB sekitar Dua Bulan lalu," ungkap Vidya.

"Secara teknis Jembatan Panyapu lebih dulu karena tidak proses lelang. Angkanya sesuai verifikasi pusat sebesar 1,7 M sampai 2 M. Kalau Tinigi sesuai PMK (peraturan Menteri Keuangan) yang baru, musti di lelang. Angkanya 12 M samapi 15 M," tambahnya.

Vidya berharap Pusat segera merealisasikan sesuai jadwal yang disepakati agar segera bisa digunakan masyarakat.

"Semoga Pusat bisa secepatnya. Kasihan masyarakat agar bisa gunakan secepatnya," imbuh Sekertaris BPBD Tolitoli itu.

Sementara itu, kegiatan penambangan pasir yang menjadi pangkal persoalan seperti postingan Jemi Yusuf, dari sejumlah keterangan yang dihimpun alasannews.com, di pastikan tak memiliki ijin resmi.

Hanya berdasarkan kesepakatan beberapa masyarakat setempat dengan pihak penambang. Kesepakatan itu menyangkut normalisasi sungai. Pelurusan dan pengerukan sedimentasi material.

Sebagai konpensasinya, pihak penambang diberi kesempatan oleh masyarakat.

Berdasarkan kesepakatan itu, pihak 'berwenang' setempat, termasuk pihak Polsek tak mempersoalkan selama aman dan tidak ada persoalan yamg timbul dilokasi itu.

Mengenai hal imi, Kapolres Tolitoli belum dapat dikonfirmasi dikarenakan masih sibuk dengan puncak upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke - 73 hari ini....... (Ma'ruf)

Baca 121 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Empek Empek
Valentio112
Sekprov
MOH SALEH

Sulteng Terkini

Kontak Polisi

RESOR PALU