Kamis, November 21, 2019
Iklan Haji
Kamis, 26 September 2019 10:57

Mengintip Pasar Janda di Tinabogan, Bisa Fatal Kalau Ceroboh, Begini Penampakannya

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Apa yang terbayang saat mendengar kata Janda? Apa lagi kalau kata itu di sematkan pada nama sebuah pasar?
 
Di Kecamatan Dondo, tapatnya di Desa Tinabogan, tak jauh dari jembatan Tinabogan. Sekira jam 04.30 suasana ramai dan sedikit gaduh di tempat itu. Terdengar suara kendaraan berdatangan lalu ramai dengan riuh suara kaum hawa.
 
"Itu pasar janda," kata teman bernama Asmuni yang mengaku sejak lama tahu keberadaan aktifitas pasar itu.
 
 
Asmuni yang sekarang bermukim di Desa Kongkomos menuturkan bahwa kegiatan pasar itu sudah berlangsung cukup lama. Tempatnya pun tidak menentu. Beberapa waktu belakangan ini menetap dikompleks koperasi Korado.
 
Penelusuran awak media ini, Kamis (26/9/2016), Pasar Janda awalnya diinisiasi ibu-ibu yang berstatus janda. Tak diperoleh keteragan pasti siapa nama inisiator pertama dan dimana pertama kalinya.
 
Perempuan-perempuan yang ditinggal mati atau cerai suaminya itu, ingin survive bertahan hidup dan menghidupi anak-anaknya. Mereka lantas mencari alternatif penghidupan dengan berjualan bahan kebutuhan dapur.
 
Informasi masyarakat menuturkan mereka pernah buka jualan dikompleks Mapolsek Dondo. Namun entah mengapa mereka tidak dibolehkan lagi ditempat itu. 
 
Keterangan Kades Tinabogan yang menjabat saat ini, Irfan, S. Kom. mengatakan mereka sempat berpinda-pindah hingga akhirnya mulai menetap di tempat sekarang ini.
 
 
Pasar Janda itu hanya khusus menjual rempah-rempah dapur sehari-hari. Tak heran jika di dominasi ibu-ibu. Kalau pun ada lelaki, mereka sebatas mengantar istri dan menunggu di parkiran.
 
Aktifitas Pasar Janda hanya berlangsung sekali sepekan. Setiap hari Kamis. Itu pun hanya dari pukul setengah Lima hingga pukul Delapan pagi.
 
Setelah menetap dengan fasilitas di kompleks Koperasi Korado, suasana berangsur-angsur ramai dan berkembang. 
 
Kini bahan jualan mereka sudah tidak sebatas rempah-rempah.
 
Hanya saja, paling penting saat ini jangan sampai salah. Kalau ceroboh, bisa fatal.
 
Sekarang penjualnya tidak lagi melulu Janda. Seiring waktu pasar mulai ramai. Penjualnya mulai banyak dari kalangan yang berstatus istri orang......(HAR/Mrf)
Baca 212 kali
Valentio112
Bupati dan Wakil Ramdhan
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU