Jumat, November 15, 2019
Iklan Haji
Minggu, 23 Jun 2019 16:12

Di KTT Asean, Jokowi Kembali Bicara Rohingya

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, Bangkok | Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti pertemuan retreat KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand. Jokowi kembali menyoroti isu etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

"Saya ingin bicara sebagai satu keluarga, berterus terang, untuk kebaikan kita semua," kata Jokowi memulai pandangannya dalam pertemuan retreat KTT ASEAN ke-34 di The Athenee Hotel, Luxury Collection, Bangkok, Minggu (23/6/2019).

Jokowi mengingatkan bahwa pemimpin ASEAN telah memberikan mandat ke AHA Centre untuk melakukan Needs Assessment guna membantu Myanmar mempersiapkan repatriasi yang sukarela, aman, dan bermartabat.e

Mandat tersebut sudah dijalankan melalui pelaksanaan Preliminary Need Assessment (PNA) tim ke Rakhine State. PNA sudah menyampaikan laporan dari pelaksanaan mandatnya.

Dengan adanya laporan PNA tersebut, Jokowi menyampaikan beberapa pandangan. Pertama, rekomendasi laporan PNA harus ditindaklanjuti.

"Saya berharap bahwa High Level Committee dapat segera membuat Plan of Action dengan time frame yang jelas," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, tindak lanjut rekomendasi tersebut akan membantu kemajuan dalam mempersiapkan repatriasi atau pemulangan kembali etnis Rohingya.

"Tindak lanjut rekomendasi akan membantu terciptanya kemajuan dalam persiapan repatriasi," imbuhnya.

Kedua, Jokowi mengingatkan bahwa isu keamanan menjadi kunci bagi pelaksanaan repatriasi. "Kita semua prihatin terhadap situasi keamanan di Rakhine State yang belum membaik," tuturnya.

Indonesia berharap pemerintah dan otoritas Myanmar dapat terus secara maksimal mengupayakan pemulihan keamanan. Tanpa jaminan keamanan, tidak akan mungkin terjadi repatriasi.

Presiden Jokowi juga menyarankan agar ASEAN dapat membantu membangun komunikasi dengan Bangladesh dan pengungsi di Cox's Bazar.

"Tentunya dengan tetap menghormati proses komunikasi bilateral Myanmar-Bangladesh," ucapnya.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa komunikasi yang baik antara Myanmar, Bangladesh, dan para pengungsi menjadi bagian penting bagi kesuksesan persiapan repatriasi.

Isu Rakhine State sebelumnya telah dibahas Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan State Counsellor Myanmar Aung San Suu Kyi di sela KTT ASEAN ke-34 pada Sabtu (22/6/) kemarin. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Jokowi menyampaikan beberapa hal terkait Rakhine State.

"Presiden menyampaikan dua hal (dalam pertemuan dengan Aung San Suu Kyi), pertama pentingnya keamanan di Rakhine State untuk terus ditingkatkan," ujar Menlu Retno, Sabtu (22/6) malam.

Menurut Jokowi, isu keamanan di Rakhine State ini menjadi penting, karena apabila tidak keamanan menjadi lebih baik maka repatriasi atau pemulangan kembali etnis Rohingya sulit dilakukan.

"Sementara tugas dari ASEAN atau mandat yang diberikan oleh para pemimpin ASEAN kepada AHA Center dan sekretariat ASEAN adalah mempersiapkan repatriasi yang suka rela aman dan bermartabat," kata Retno.

"Oleh karena itu, isu keamanan ini menjadi sangat penting artinya sehingga Repatriasi bisa dilakukan," lanjutnya.detik.com

 

 

 

Baca 77 kali
Valentio112
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU