Senin, November 18, 2019
Iklan Haji
Kamis, 03 Oktober 2019 23:59

Presiden Trump Terancam Dimakzulkan

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

alnews.com, Jakarta | Komunikasi via telepon antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membawa masalah bagi Trump. Pembicaraan melintasi Samudera Atlantik hingga ke Eropa Timur itu berujung upaya pemakzulan Trump.

Komunikasi via telepon dijalin Trump dan Zelenksy pada 25 Juli 2019. Apa yang mereka perbincangkan pada tanggal itu?

Seperti dikutip dari detik.com, kamis (3/10), Trump menjelaskan pembicaraan dengan Zelensky hanyalah pembicaraan bersahabat biasa. Namun Trump diduga menekan Presiden Zelensky untuk menginvestigasi korupsi saingan Trump, Joe Biden dan anak Joe Biden bernama Hunter. Biden berpotensi menjadi penantang utama Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2020 mendatang.

 Kenapa harus menghubungi Presiden Ukraina demi menginvestigasi korupsi Joe Biden dan anaknya? Soalnya, Hunter pernah bekerja di sebuah perusahaan pengeboran gas di Ukraina.

Trump membantah laporan yang menyebut dirinya sengaja menahan bantuan untuk Ukraina sebesar USD 400 juta sebagai 'umpan' agar Zelenskiy meluncurkan penyelidikan yang bisa merusak citra Biden.

Secara terpisah, Zelenskiy pun ditanya apakah Trump pernah menekan dirinya, seperti yang dilaporkan seorang whistleblower?

"Tidak ada yang bisa menekan saya karena saya Presiden dari sebuah negara yang merdeka," tegas Zelenksiy kepada wartawan di New York saat dia menghadiri Sidang Umum PBB.


"Satu-satunya orang yang dapat menekan saya ... adalah anak laki-laki saya, yang berusia 6 tahun," ucap Zelenskiy yang komentarnya disiarkan oleh televisi Rusia, Rossiya 24, pada Rabu (25/9) pagi waktu setempat.

Isi pembicaraan

Dilansir Deutsche Welle (DW), dalam percakapan telepon yang dibocorkan seorang "whistleblower" di kalangan dinas rahasia, Trump antara lain meminta Zelenskiy untuk membantunya dalam pemilu 2020, dengan cara mencari informasi buruk tentang bisnis anak Joe Biden.


Donald Trump mengatakan kepada Zelenskiy, bahwa "Jerman hampir tidak melakukan apa-apa untuk Anda. Yang mereka lakukan hanyalah berbicara."

"Ketika saya berbicara dengan Angela Merkel, dia berbicara soal Ukraina, tetapi dia tidak melakukan apa-apa," tambah Trump.

Trump dan Zelenskiy sedang membahas seputar kemungkinan bantuan AS ke Ukraina di masa depan. Zelenskiy setuju dengan apa yang dikatakan Presiden AS itu tentang Jerman, dan menjawab bahwa Trump "benar sekali. Tidak hanya 100%, tetapi 1000%."

Dalam percakapan teleponnya dengan Trump, Presiden Ukraina Zelenskiy juga mengeluhkan bahwa Jerman dan Prancis "tidak menegakkan sanksi" terhadap Rusia yang diberlakukan setelah aneksasi Crimea. "Mereka tidak bekerja sebanyak mereka seharusnya bekerja untuk Ukraina," kata Zelenskiy.


Menurut laporan media-media AS, utusan Khusus AS untuk Ukraina, Kurt Volker (belakangan mengundurkan diri), didesak oleh pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, untuk membantu menekan Zelensky, sedangkan Dubes AS untuk Ukraina Yovanovitch dicopot dari jabatannya awal tahun ini karena menolak desakan itu.

Transkrip pembicaraan

Transkrip percakapan telepon yang dirilis Gedung Putih pada 25 September. Isinya menunjukkan Trump dan Zelensky menyinggung soal penyelidikan oleh Ukraina terhadap anak Biden, yang telah dihentikan.

"Saya akan mengatakan bahwa kami melakukan banyak hal untuk Ukraina. Kami mengerahkan banyak upaya dan banyak waktu. Jauh lebih banyak daripada yang dilakukan negara-negara Eropa dan mereka seharusnya membantu Anda lebih banyak...," ucap Trump kepada Zelensky seperti tertulis pada transkrip yang dirilis Gedung Putih dan dilansir CNN.

Presiden Zelensky (Reuters)



Baca 35 kali
Valentio112
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU