Jumat, Mei 24, 2019
alasanpuasa
radio
Selasa, 14 Mei 2019 05:10

Terkait Kematian Massal Petugas KPPS, Kemenkes RI Lakukan Autopsi Verbal, Ini Temuannya

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, Jajarta |Temuan penyebab kematian lebih dari 500 petugas Pemilu Serentak 2019, terungkap dalam sebuah diskusi yang berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Perwakilan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tri Hesti Widyastuti mengungkap penyebab kematian itu dalam diskusi tersebut yang bertajuk:'Membedah Persoalan Kematian Mendadak Petugas Pemilu dari Perspektif Keilmuan'.

Tri Hesti Widyastuti memaparkan upaya yang dilakukan Kementerian yaitu melakukan autopsi verbal di 34 provinsi yang saat ini baru merampungkan autopsi 17 privinsi.

Dari hasil tersebut, terungkap fakta petugas KPPS yang meninggal berusia di atas 50 tahun. Pemicu kematian terbanyak adalah gagal jantung dan strok.

"Kesimpulan baru 17 provinsi, ada beberapa belum diketahui masih kita telusuri. Tapi penyebab terbanyak, gagal jantung, stroke, kecelakaan lalu lintas," ungkap Tri Hest Widyastuti.

Autopsi verbal menurut Tri Hesti adalah investigasi atas kematian seseorang melalui wawancara dengan orang terdekat korban, mengenai tanda-tanda kematian.

Tidak diperoleh keterangan apakah Autopsi Verbal itu cukup untuk dijadikan dasar menarik kesimpulan penyebab kematian sejumlah petugas tersebut.

"Memang ini belum dapat dipublikasikan, jadi masih data sementara. Ini masih 17 dari 34 provinsi. Jadi masih menunggu hasil keseluruhannya," kata Tri Hesti Widyastuti dalam diskusi terdebut.

Lebih hauh Tri Hesti mengungkapkan, berdasarkan lokasi, petugas KPPS meninggal dunia pasca-Pemilu 2019 paling banyak berada di luar DKI Jakarta.

Kematiannya tidak terjadi pada 17 April 2019 alias saat pemungutan suara, melainkan setelah proses pemungutan suara dilakukan.

"Angka kejadian meninggalnya jarang terjadi saat tanggal 17, tapi setelah beberapa hari menjalani perawatan. Tanggal 21 sampai 25 April baru ada yang meninggal," bebernya.

Dalam proses dilakukannya autopsi verbal, menurut Hesti, telah melalui surat edaran Dinkes Provinsi.

Selanjutnya berkoordinasi dengan puskesmas tiap daerah, untuk mengirim petugasnya melakukan autopsi verbal kepada KPPS yang sakit maupun yang meninggal..... (RedAN)

Baca 23 kali
Empek Empek
Sekprov
Bupati dan Wakil Ramdhan
Sekab Ramdhan

Kontak Polisi

RESOR PALU