Selasa, Juli 16, 2019
Pendidikan
Pendidikan

Pendidikan (21)

Kamis, 11 Juli 2019 09:51

Dr Umar Alatas Jabat Rektor Unisa Palu

Ditulis oleh

Alasannews.com, PALU-SULTENG | Universitas Alhaerat Palu, Sulawesi Tengah terus berbenah. Sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia, Alhaerat tumbuh dan diharapkan menjadi sumber peradaban khususnya Islam di kawasan ini.

Demikian, berbagai kesimpulan yang dikumpulakn redaksi Alasannews.com, saat pelantikan DR Umar Alatas Spi MSi sebagai Rektor Universitas Alhaerat (Unisa) Palu, Kamis (11/7) masa bakto 2019-2023.

Disaksikan pengurus besar Alhaerat, Dr Umar dilantik dan ratusan civitas akademika perguruan Islam tersebut. "Selamat, semoga bisa menjalankan amanah akademik religius dengan baik sesuai harapan, tulis Dr Mochtar Marhum di akun sosialnya.

Masyarakat dan stakeholders di Sulawesi Tengah tentunya ,enaruh harapan besar kepada Dr Umar Alatas pada periode ini. INSAH ALLAH.

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Toliotli menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan dalam rangka penyusunan rencana peningkatan mutu berbasis rapor mutu pendidikan Kabupaten Tolitoli tahun 2019 itu, dilaksanakan di Aula Suwot Pollimpungan Kantor Bupati Tolitoli, kamis (27/6).

Mengambil tema: 'Penyusunan Bahan Rencana Strategis Bidang Pendidikan Berbasis Rapot Mutu dengan Menitik Berat Pada Rapor Mutu', FGD dihadiri sejumlah pihak.

Kepala Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi LPMP Sulawesi Tengah, Dra. Hj. Risnu, MH., dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa rapor mutu diperoleh dari hasil pengisian aplikasi Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) oleh sekolah.

Dikatakan Hj. Risnu,  sekolah-sekolah di Kabupaten Tolitoli telah mengisi dan mengirim aplikasi PMP di tahun 2018. Hanya saja dari sekian sekolah, terdapat Tiga l Sekolah yang belum atau tidak mengirim aplikasi PMP.

Untuk itu diharapkan Hj. Risnu, di tahun 2019 ini, jika aplikasi PMP telah direlease kembali oleh tim  pusat agar seluruh sekolah mengisinya.

"Harapan kami dari LPMP agar seluruh sekolah yang masih aktif diharapkan mengisi aplikasi tersebut. Dan diharapkan dalam diskusi kelompok terpumpun ini semoga rapor mutu yang akan dipresentasikan betul-betul  seusai kenyataan sekolah," imbuhnya.

Sementara itu Asisten Ekonomi Pembangunan Dan Kesra, Ir Muh Nur Munawar, dalam kapasitasnya mewakili Bupati Tolitoli, menyampaikan bahwa penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memastikan seluruh penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah oleh sekolah berjalan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal yang wajib dipenuhi oleh setiap sekolah dalam melaksanakan seluruh proses yang ada di sekolah.

Sistem penjaminan mutu pendidikan menurut Bupati dalam sambutan tertulisnya, berfungsi untuk mengendalikan penyelenggaraan pendidikan. Sehingga nantinya terwujud pendidikan yang bermutu yang bertujuan untuk menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan secara sistematik, holistik dan berkelanjutan.

Pada akhirnya tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan pendidikan secara mandiri.

Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu diperlukan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, praktisi pendidikan, maupun orang yang keterlibantannya dalam bentuk apa saja, dalam hal ini masyarakat.

Kegiatan diskusi yang menghadirkan narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tolitoli itu, dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli Sukirnov Larate, SH, ketua PGRI Kabupaten Tolitoli, Dewan Pendidikan, Pengawas, Kepala Sekolah. Hadir juga Tim dari LPMP Sulawesi Tengah...... (RedAN)

 

Sumber: Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tolitoli

Selasa, 25 Jun 2019 18:00

Disdikpora Bireun Buka Pemilihan Duta Wisata

Ditulis oleh

Alasannews.com, Bireun | Sebanyak 6 (enam) pasang peserta pemilihan duta wisata kabupaten Bireuen hari ini resmi menjalani masa karantina yang bertempat di Aula setdakab dalam jangka waktu 4 hari untuk mengikuti tahapan proses seleksi menjadi juara sampai malam penobatan, Opening Ceremony dibuka oleh Abdullah, M.Pd selaku sektaris Dinas Pendidikan dan Olahraga (disdikpora) kabupaten Bireuen pada selasa (25/06/2019) di gedung aula sekdakab sekira pukul 08:30 WIB.


Dalam sambutannya Abdullah, M.Pd menyampaikan Duta Wisata harus menjadi garda terdepan dalam mempromosikan wisata d kabupaten Bireuen, semoga tahun ini kita memperoleh hasil terbaik nantinya di ajang pemilihan provinsi nantinya.

Dalam menjalani masa karantina itu para peserta akan diajarkan berbagai hal seperti diantaranya pengetahuan tentang kepariwisataan, kebudayaan, personal branding, dan lain-lain yang berkaitan dengan promosi pariwisata.

"Sebelumnya sejak pendaftaran dibuka dari tanggal 6 - 20 juni lalu kita berhasil mendapat total pelamar sebanyak 68 orang yang kemudian tersisa 58 orang setelah mengikuti tahapan seleksi berkas,
setelah melakukan seleksi tulis dan wawancara didapatkan 6 pasang untuk menjadi finalis duta wisata Bireuen tahun 2019, dan penilaian dilakukan dengan jujur dan profesional oleh dewan juri, tutur Rizal Fahmi selaku ketua ikatan duta wisata kabupaten Bireuen periode 2018-2020

Lebih lanjut diterangkannya bahwa yang mengikuti tahapan karantina adalah para peserta yang terpilih setelah mengikuti proses seleksi tulis dan wawancara pada 23 Juni 2019 lalu.

"Seperti biasa kita juga turut bekerjasama dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bireuen untuk pemilihan duta wisata anti narkoba kabupaten Bireuen" pungkasnya. (Megy)

foto:ilustrasi

Alasannews.com, Kampar--Riau | Luar biasa berbagai kebobrokan yang diduga telah terjadi didalam lembaga pendidikan, khususnya dilembaga pendidikan SMA Negeri 1 Perhentian Raja yang telah terjadi dalam Tahun Ajaran 2019

Setelah mendapatkan informasi akan dugaan ' Pungli' Pungutan Liar yang diduga dilakukan pihak sekolah melalui Komite Sekolah sebesar Rp 503.000/siswa 'Flat' kepada seluruh Siswa dan atau Orang Tua didiknya baru-baru ini, awak media kembali mendapatkan dugaan kebobrokan lainnya dari beberapa orang tua didik/siswa SMA Negeri 1 Perhentian Raja.Sabtu (23/06/2019)

Dimana diduga pihak sekolah SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kabupaten Kampar melalui Rismayeni Wakil Kesiswa diduga telah mengeluarkan beberapa anak didik (Siswa) tanpa alasan yang jelas dan sepele serta diduga dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

"Benar pak anak saya dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kab.Kampar,." ungkap Narasumber yang nama dan identitasnya tidak ingin disebutkan oleh awak media

" Begini ceritanya, waktu itu saya dipanggil oleh ibu Rismayeni Wakil Kesiswaan SMA Negeri 1 Perhentian Raja.Sesampainya disana baru duduk, ibu Rismayeni langsung menuturkan, ' Maaf pak,anak bapak sudah tidak dapat lagi diterima disini (SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kab.Kampar), silahkan bapak pindahkan anak bapak kesekolahan lain.nanti kalau sudah dapat, akan kita keluarkan surat pindahnya.' " jelas dan beber nara sumber, sembari mengulangi perkataan Resmayeni Wakil Kesiswaan pada awak media.Sabtu (23/06/2019)

Saat dipertanyakan, apakah bapak mengetahui alasan dugaan pihak sekolah mengeluarkan anak yang diduga dilakukan pihak sekolah melalui Resmayeni selaku Wakil Kesiswaan SMA Negeri 1 Perhentian Raja ?

' Bagaimana saya bisa tau pak, baru saja kita datang dan duduk beliau (Resmayeni) sudah langsung meminta kepada saya untuk mencari sekolahan baru untuk anak saya. Saya (Narasumber) hanya menanyakan dimana saya memindahkan anak saya buk?, ' Ada di Sungai Pagar, Kab.Kampar ' " ungkap Narasumber yang mengulangi penuturan Resmayeni Wakil Kesiswaan

" Dengan rasa penuh kecewa, saya pun selaku orang tua langsung menuju salah satu SMA Negeri yang ada di Sungai Pagar, sebagaimana yang telah disarankan pihak sekolah.Namun anak saya tidak dapat diterima dikarenakan anak saya telah duduk dikelas XII dan atau 3 (tiga) pak."

" Anak saya tak dapat diterima,tak putus asa mencari sekolahan lain untuk anak saya dengan mencari sekolah di Kubang.Lagi-lagi anak saya tak dapat diterima, melainkan salah seorang oknum sekolah yang ada di Kubang meminta anak saya untuk tetap sekolah dan masuk mengikuti proses belajar di SMA Negeri 1 Perhentian Raja.' Suruh aja anak bapak masuk dan ikuti proses belajar mengajar disana seperti biasanya, karena anak bapak sudah kelas XII/ kelas 3 (tiga) tak dapat dipindahkan apa lagi diberhentikan.Kalau pihak sekolah tidak dapat menerima, bawa aja wartawan kesana.' " kembali jelas Narasumber yang mengulangi penuturan serta saran yang telah diterimanya kepada awak media

Saat dipertanyakan, apakah dirinya (Narasumber) sudah menjumpai dan menanyakan nasib yang menimpa anaknya kepada Mahsus,S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Perhentian Raja ?

" Sudah pak dengan mendatangi dirinya (Mahsus,S.Pd Kepala Sekolah) di rumah kediamannya di Kuntu Kab.Kampar hingga pukul 24.00 malam sampai di rumah setelah selesai meminta bantuan serta solusi anak saya tetap sekolah dan ataupun solusi lainnya, agar anak saya dapat menyelesaikan sekolah dan mendapatkan Ijazahnya. ' Nanti saya bantu untuk mencarikan sekolahnya.' " kembali ungkap Narasumber yang juga mengulangi penuturan Kepala Sekolah yang telah disampaikan kepada dirinya (Narasumber) pada awak media

" Usai melakukan usaha, saya tidak mendapatkan janji yang telah disampaikan kepala sekolah. Saya mencoba menghubungi ibu Resmayeni,untuk meminta bantuan anak saya untuk tetap sekolah di SMA tersebut atau ke sekolahan lain.Dan saya akan memberikan uang berapapun,asal anak saya dapat menyelesaikan sekolahnya.Namun tetap gagal, ibu Resmayeni tidak menjawab dan atau mengangkat telp dari saya pak.Ya...apa boleh buat, anak saya tidak sekolah pak." ucap Narasumber dengan penuh kekecewaan

" Anak saya tidak dapat lagi menduduki bangku sekolah hingga Tamat seperti teman-teman sekolah anak saya lainnya, kurang-lebih 6 bulan sebelum pelaksanaan Ujian Akhir." tutup Narasumber (Ismail)

Suasana nonton bareng siswa SMKN 2 Tolitoli di warkop Buya.

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Sejumlah siswa dan siswi SMKN 2 Tolitoli jurusan pariwisata dan perhotelan mengadakan nonton bareng.

Didampingi staf pengajar dan pegiat pariwisata, Amiruddin, M.Par., dari Dinas Pariwisata Tolitoli mengambi tempat di Warkop Buya Tolitoli, Selasa (18/6/2019)

Film yang di sajikan dalam acara nonton bareng itu tentang Hotel Mumbai. Sebuah kisah nyata kejadian 2008, penyerangan terhadap Hotel Mumbai di India.

Erlin, SPd., guru bidang studi Bahasa Indonesia,  di lokasi nonton bareng itu mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja diadakan untuk memberi pemahaman kepada siswa terkait tanggung jawab petugas hotel terhadap tamu hotel.

Sebagai Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia, Erlin meminta muridnya untuk membuat semacam resensi atas film tersebut.

"Mereka kami minta membuat semacam resensi. Sebagai guru Bahasa Indonesia, saya melihat film ini  ada kesesuaian  dengan jurusan mereka," ujar Erlin.

Sementara itu, Amiruddin, S.Sos, M.Par, mengatakan kegiatan ini sangat positif.

"Film ini memberi pemahaman dan membekali siswa agar mereka memahami apa yang harus mereka lakukan ketika mengalami persoalan atau masalah semacam itu," ujar Mantan Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Tolitoli ini.

Ditanya kemungkinan siswa bisa trauma dan ketakutan menonton film dengan seting kejadian terorisme dan kekerasan dalam film tersebut, Amiruddin mengatakan justru mereka perlu tau hal semacam itu.

Masih menurut Amiruddin, kejadian yang mungkin saja terjadi di hotel, seperti kebakaran dan lainnya.

Semua itu menurut master pariwisata Tolitoli ini perlu dipahamkan kepada insan pariwisata sepert siswa pariwisata dan perhotelan tersebut......(Ma'ruf)

DR Ajimain: Kita Dorong Muatan Lokal, Majukan Pendidikan Tolitoli

Alasannews.com, Tolitoli--Sulteng | Muatan lokal (Mulok), akan didorong menjadi salah satu bahan ajaran penting dalam pendidikan di Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Berbicara kepada alasannews.com, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tolitoli, DR Ajimain Laterey, di selah-selah buka puasa bersama di Balre Tau Dako Lipu, Selasa (28/5) mengatakan, ke depan Mulok akan kita tingkatkan jam belajarnya di sekolah-sekolah.

Ajimain optimis, bisa mendorong Mulok sebagai bahan ajaran di sekolah. Terutama masalah bahasa daerah. "Kita akan merekrut, guru bahsa daerah ini agar lebih tepat dalam mengajar bahasa untuk Mulok, katanya.

Mengenai kamus bergambar sebagai bahan ajaran Mulok di sekolah, Ajimain mengaku akan melakukan kajian. "Kita akan bentuk tim perumusnya, jika dimungkinkan dalam anggaran daerah," ujar Ajimain.

Langkah awal kata doktor ilmu pemerintahan itu, mungkin akan dimulai dari PAUD, Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.

Memang diakuinya pengajaran Mulok harus dimulai dari usia dini. Bagaimana metode dan kurikulumnya, Ajimain mengaku akan dilakukan kajian agar lebih tepat.sy

Alasannews.com, Poso-Sulteng | Hari Pendidikan Nasional yang dirangkaikan dengan Hari Kartini di Hadiri Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Beberapa kepala OPD Propinsi Sulteng, Bupati Poso dan Unsur Forkopimda dan Seluruh Kepala OPD Kabupaten Poso.

Pada Kesempatan Itu Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola , M.Si. Membacakan Amanat  Menteri Pendidikan Nasional RI  Muhadjir Effendy dengan beberapa Penekanan sebagai Berikut :

Pertama Amanat Menteri Pendidikan adalah tentang Kecukupan infrastruktur adalah prasyarat untuk menjadi negara maju karena tidak ada satupun negara maju tanpa didukung infrastruktur yang cukup.

Di samping pembangunan infrastruktur, pemerintah juga melakukan pembangunan dari pinggiran. Keduanya memiliki makna yang mendalam. Dengan terbangunnya infrastruktur khususnya transportasi dan komunikasi, konektivitas seluruh wilayah indonesia dapat diwujudkan. 


Kedua Menerjemahkan kebijakan tersebut di sektor pendidikan, kementerian pendidikan dan kebudayaan telah memberi perhatian khusus untuk pendidikan di wilayah, terluar, terdepan, dan tertinggal.


Ketiga  : Thema hari pendidikan nasional tahun 2019 adalah “menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan” tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan.

Keempat : Saat ini peserta didik kita didominasi generasi z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya indonesia melalui tri pusat pendidikan: keluarga, sekolah, dan Masyarakat.


Kelima : Penguatan karakter anak juga ditopang dengan hadirnya undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan. Kecintaan dan kebanggaan pada simbol-simbol negara itu harus terus ditanamkan agar mampu membentuk generasi yang kuat .


Keenam : Anggaran pendidikan kita sekitar 63% dikelola daerah. Oleh karena itu, perlu diingatkan terus-menerus agar daerah mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN baik melalui dana alokasi umum (dau) maupun dana alokasi khusus (dak) .


Ketujuh : Kwalitas pemanfaatan untuk program-program prioritas, serta ABPN yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20%. 

Dalam konteks ini, pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan sumberdaya manusia yang berkualitas, akan berjalan secara optimal manakala pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada proaktif dan lebih aktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan.


Kedelapan :  Mengajak seluruh Pemangku Pendidikan untuk Terus Mengkonsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif. 


Terakhir Setelah Gubernur Sulawesi Tengah  Drs. H. Longki Djanggola , M.Si. Membacakan Sambutan Menteri Pendidikan Nasional , Gubernur Menyampaikan bahwa Upacara Hari Pendidikan. Nasional kali ini di rangkaian dengan Hari Kartini , Gubernur  Menyampaikan Selamat Hari Kartini dan Semoga Lahir Kartini Kartini Muda Sulawesi Tengah .

Pada Kesempatan Tersebut Gubernur Sulawesi Tengah , Didampingi Kepala Dinas Pendidikan ,Bupati Poso , Unsur Forkopimda Kabupaten Poso , Meninjau Stan Pameran Kerajinan SMU dan SMK  dan Pada Saat meninjau Stand Kerajinan tersebut Gubernur Sulawesi Tengah sangat Mengapresiasi Hasil Kerajinan yang dibuat Siswa /i SMU/SMK Propinsi Sulawesi Tengah.bhst

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tolitoli, menggelar kegiatan jalan santai Rabu pagi (1/5), untuk memeriahkan hari oendidikan Nasional.

Kegaitanan yang dipusatkan dari Taman kota GMB itu,  dilepas Wakil Bupati Tolitoli Hi. Abdul Rahman Hi. Budding. Wakil Bupati bersama Istri turut serta berbaur dengan ratusan peserta jalan santai yang terdiri dari beberapa pejabat Pemda, Unsur TNI dan Polri, Pengurus PGRI dan sejumlah siswa SD, SMP dan SLTA yang ada di Kota Tolitoli.


Saat memberikan sambutannya sebelum melepas peserta jalan santai, Wakil Bupati Hi. Abdul Rahman Hi. Budding mengatakan jalan santai tidak hanya bisa menjadi wahana silaturrahim namun sekaligus sebagai olahraga rekreasi sehingga menghasilkan semangat tinggi dalam berkarya serta mencerdaskan bangsa.

“Ketika tubuh atau fisik kita sehat Insya Allah saya yakin dan optimis mampu menghasilkan karya terbaik termasuk mendukung Pemerintah memajukan daerah serta mencerdaskan masyarakatnya’, kata Wakil Bupati.


Untuk itu Wakil Bupati mengajak seluruh peserta untuk membudayakan prinsip tiada hari tanpa olahraga dengan memanfaatkan waktu setengah sampai satu jam setiap hari untuk melakukan olahraga agar tubuh tetap bugar dan sehat sehingga dapat melakukan aktivitas tanpa gangguan.


Guna mensukseskan berbagai program pembangunan bidang pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, Wakil Bupati juga mengajak kepada seluruh komponen pendidikan di Kabupaten Tolitoli maupun komunitas pendidikan lainnya serta segenap masyarakat Kabupaten Tolitoli untuk bersama-sama melibatkan diri dan memiliki kepedulian yang tinggi dalam pengembangan dunia pendidikan.

Sehingga pada akhirnya dapat tercipta sistem pendidikan yang baik yang dapat mengarahkan generasi muda Kabupaten Tolitoli untuk berprestasi maksimal serta mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tolitoli.bhtt

Dandim 1622/Alor bersama bupati menyaksikan Pawai Memperingati Hari Pendidikan Nasional Wujudkan Alor Pintar

Alasannews.com, Alor-NTT | Komandan Kodim (Dandim) 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag mengatakan, prestasi pendidikan di Alor NTT tidak kalah dengan daerah lain di nusantara ini. Ini adalah berkat kerja keras semua pihak terutama aktor pendidikan yaitu guru.

Dandim menegatakan itu menjawab media ini ketika bersama Bupati Alor Drs. Amon Djobo, Ketua DPRD Kab Alor Martinus Alopada,S.Kom dan Ketua PKK Kabupaten Alor Ny. Djobo, serta pejabat dinas instansi lainnya, Selasa (30/4/2019) saat menyaksikan peserta pawai memperingati hari pendidikan nasional tingkat Kabupaten Alor tahun 2019.

Letkol Inf Supyan Munawar,S.Ag kepada media menyampaikan bahwa, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan semangat para pelajar dan kaum pemuda untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta mampu bersaing keluar melalui dunia pendidikan.

"Kita optimis bahwa, anak-anak pelajar yang ada di Alor ini punya kemampuan yang tidak kalah dengan anak-anak didaerah lainnya seperti pulau jawa," kata Supyan.

Kita tahu bahwa, dunia pendidikan itu sangat penting untuk mencerdaskan setiap anak bangsa, maka perlu ada rasa tanggung jawab dari semua elemen untuk mendukung para aktor pendidik yang sudah rela memberikan dirinya mendidik anak-anak kita.

"Para aktor itu tidak lain adalah para guru-guru kita yang sangat gigih dengan segala daya dan upaya mereka bagaimana bisa membangun dunia pendidikan. Mereka bekerja keras baik di Kota maupun di desa-desa terpencil sekalipun, agar anak-anak kita menjadi cerdas," ujar Dandim.

Dandim menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para pahlawan tanpa tanda jasa serta semua pihak yang berpartisipasi mendukung terselenggaranya acara pawai dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2019 di Kabupaten Alor.

"Semangat memajukan dunia pendidikan dapat kita lihat dari wajah anak-anak peserta pawai. Saya terharu bahwa anak-anak yang datang dan hadir dengan semangatnya dengan menggunakan berbagai macam kostum dan atribut, semangat untuk ikut berpartisipasi, berkonstribusi semangat yang penuh kebahagiaan untuk menyongsong hari esok demi mewujudkan program Bupati Alor yakni Alor Pintar," ujar Dandim. (*jef/tim)

Liputan6.com, Jakarta Kita semua tahu, ikan itu enak dan sehat, kaya nutrisi penting, serta baik untuk kecerdasan otak. Namun, rupanya ada ikan-ikan tertentu yang sebaiknya tidak kamu makan.

Alih-alih menyehatkan, enam jenis ikan ini justru mengandung zat-zat yang tidak baik untuk tubuh. Menurut Bright Side, inilah enam ikan yang sebaiknya jarang kamu makan, atau malah tidak usah sama sekali.

1. Ikan Lele Impor

Ikan lele impor dapat tumbuh dengan ukuran yang cukup besar. Untuk mempercepat pertumbuhan, banyak peternak lele yang memberi makanan dengan hormon tertentu. Rata-rata lele di pasaran tumbuh dengan tidak wajar. Kendati demikian, lele yang hidup di alam bebas punya kandungan gizi yang baik.

2. Makerel

Makerel adalah sebutan bagi sekelompok ikan laut yang terdiri dari beberapa marga anggota famili Scombridae. Namun, rupanya ikan ini cenderung mengandung zat merkuri. Makerel di Samudra Atlantik dianggap paling banyak mengandung merkuri. Jadi, ada baiknya kamu tidak makan ikan jenis ini terlalu banyak.

 

 
 

3. Tuna

 

Sebagaimana Makerel, ikan yang memiliki gaya hidup berkelompok ini juga punya kandungan merkuri, khususnya, tuna sirip hitam dan sirip biru. Ikan ini jenis ini juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

4. Ikan Nila

Di balik kelezatan ikan Nila, rupanya mengandung konsentrasi lemak yang berbahaya. Peneliti merinci, kandungan lemak berbahaya yang dikandung ikan nila setinggi kandungan lemak pada babi. Terlalu banyak mengonsumsi ikan ini akan menambah kadar kolesterol dan membuat tubuh menjadi sensitif terhadap alergi.

 

 

5. Ikan Dolar

 

Ikan Dolar atau oilfish mengandung zat gempylotoxin, sejenis zat yang terkandung dalam lilin. Zat ini sangat sulit dimetabolisme oleh tubuh. Meskipun racunnya tak begitu merugikan tubuh, tetapi mengonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Untuk mengurangi kadar gempylotoxin, ikan ini sebaiknya digoreng hingga kering atau dipanggang dalam waktu lama.

6. Belut

Belut masuk dalam kategori jenis ikan yang mengandung banyak lemak. Belut masuk dalam catatan ikan berbahaya karena kebanyakan belut sekarang hidup dengan menyerap limbah industri pertanian. Spesies belut di Amerika malah telah dinyatakan punya racun yang tinggi. Sementara, belut Eropa dianggap berbahaya karena tercemar merkuri dalam jumlah yang besar.

Itulah enam jenis ikan yang dianggap berbahaya. Umumnya ikan-ikan itu tidak disarankan untuk dikonsumsi karena rata-rata habitat mereka telah terkontaminasi limbah manusia.Ikan-ikan di atas khusus ikan yang berasal dari perairan Eropa dan Amerika.

Sementara untuk jenis ikan yang sama dan hidup di Indonesia, ikan-ikan tersebut tergolong aman. Sebab perairan di Indonesia masih tergolong baik untuk habitat ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menjamin keamanan mengkonsumsi ikan-ikan tersebut.

(war)

Halaman 1 dari 2
Bupati dan Wakil Ramdhan

Kontak Polisi

RESOR PALU