Rabu, November 13, 2019
Iklan Haji
Regional
Regional

Regional (99)

ANcom--Selayar | Kasus tindak pidana penjambretan ponsel yang terjadi pada sekitar pukul 14.00 Wita, hari Sabtu, (09/11), bertempat, di ruas Jln. Angkajeng, Lingkungan Bua-Bua Barat, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, membuat heboh sejumlah pengguna media sosial facebook di daratan kota Benteng.
Kali ini, korbannya merupakan seorang bocah, berusia sembilan tahun, atas nama Tegar yang baru duduk, di bangku kelas dua, SD Inpres 2, Benteng. Tegar tercatat sebagai warga Jln. Melinjo No. 30 Benteng.
Ironis, karena saat berlangsungnya kejadian, ayah Tegar, Ahmad Amiruddin, sedang berada di Kabupaten Gowa, sementara ibunya, Gusti Arifin, tengah mendampingi perjalanan kunjungan kerja wakil bupati ke pulau.
Ayah korban, Ahmad Amiruddin yang dikonfirmasi wartawan via massengger, pada hari, Sabtu, (09/11) sore, mengutarakan, “kejadian ini telah dilaporkan secara resmi, ke bagian sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Mako Polres Kepulauan Selayar, oleh kakek korban, atas nama, Najir (55 thn),” Laporan kejadian diterima, oleh Banit 1, SPKT Polres Kepulauan Selayar, Bripda Muh. Khasbi.
Berikut ciri-ciri barang milik korban yang dibawah kabur pelaku, penjambret, Handphone merk, Oppo A1, warna hitam, Type : CPH 1923 (2GB). Nomor Imei 1 : 869318043806393-869318043806385. S/N : MC{H 192311A116A1925. P, 40.SBB.1805.0219.
GSM : 900/1800Hz, WCDMA : 900/2100MHz LTE FDD : Bands 1/3/5/8, LT TDD : Band 40, Pemeriksa : 011BD, Tanggal, 2019/06/22.
“Jika ada yang mengetahui, dan atau melihat seseorang ingin menjual handphone, merk Oppo A1, warna hitam, tanpa kardus, tolong dicek, dan diperiksa baik-baik. Bilapun menemukan kesamaan, dengan ponsel diatas, silahkan menghubungi, nomor contac person, 082-348-580-388, Atas nama Ahmad Amiruddin,” pungkasnya, penuh harap. (fadly syarif)

Keterangan gambar : Kemasan kosong, Kardus Handphone milik korban, Tegar

 

Ancom-Sumbawa | Jelang Musyarawah Daerah (Musda) KNPI, kini Suara pemuda terus menggema agar segera dilaksanakan Musda tersebut, suara tersebut bak dayung bersambut baik dari pengamat, NGO Maupun LSM hingga purna KNPI kabupaten Sumbawa. Namun hingga saat ini Rakerda yang merupakan langkah awal menuju Musda belum juga dilaksanakan Sehingga terus bermunculan berbagai dugaan dan spikulasi oleh masyarakat maupun pemuda.

Tokoh pemuda Abdul Haji, S.Ap, mengatakan bahwa roda organisasi tidak akan sehat kalau pemikiran pemimpin organisasi tidak sehat, begitu juga dirasakan oleh organisasi yang pernah digelutinya yakni KNPI. "Musda ini penting sebab ini penyelenggaraan organisasi, dan organisasi ini adalah milik pemuda bukan milik seorang saja ataupun milik keluarganya dia," ujar Abdul Haji, S.Ap ke awak media, sabtu (2/11).

Tokoh muda Sumbawa yang pernah menjadi pentolan HMI Sumbawa menyoroti PK dan OKP 'mandul' serta tidak punya nyali dalam mendesak DPD I untuk segera menuntaskan musda sesegera mungkin yang mengakibatkan roda organisasi tidak berjalan. " Berhentilah jadi pengurus KNPI baik tingkat kabupaten maupun tingkat PK, bahkan bangga menjadi OKP di KNPI kalau tidak berani melakukan gebrakan untuk segera menuntaskan Musda," ungkapnyan

sebagai organisator senior di Sumbawa, Haji menilai semua harus paham organisasi, bukankah masa kepemimpinan Iksan Imanuddin telah berakhir 2018 lalu, sebab dia adalah produk musdalub, namun hingga kini, masih saja mentolerir ada juga yang menyebutkan masa nya hingga Agustus 2019, akan tetapi hingga kini penghujung tahun 2019 belum juga terlaksana. " Iksan nya yang pintar atau OKP dan PK yang tidak paham, ini pristiwa lucu dalam sejarah organisasi," tukasnya.

Ia menduga, lambatnya musda ini akan menjadi bom molotov di pemuda Sumbawa sehingga pada waktunya nanti akan menimbulkan 'bara api' di pemuda. " hal ini yang harus disikapi, PK atau OKP segera ambil sikap jangan sampai menjadi bom molotov karena belum mau melepas jabatannya, akan berdampak buruk nantinya, kasihan karirnya di birokrat dan catatannya dimasa depan, akan tercatat sebagai orang haus jabatan, ditambah ada momentum pilkada," tegas Abdul Haji,

Ia menambahkan, ingat kita semua mesti menjaga keamanan dan ketertiban pilkada, jangan sampai hal ini mengancam keamanan pilkada Sumbawa, maka bersegeralah Musda.

Telah banyak banyak organisasi yang digeluti Abdul Haji, mulai dari PMI dengan jabatan wakil Ketua, belum lagi Ketua BEM UNSA hingga karang Karang Taruna dan mantan ketua AMPG namun baru kali ini ia melihat organisasi yang rusak parah, wajar muncul isu saat ini, Iksan belum berani melaksanakan Musda, sebab dia ingin mengamankan jalur karirnya mengingat momentum Pilkada di depan mata, persoalan keuangan KNPI, masih ingin menjadi Ketua, haus jabatan hingga dugaan ekstrim masih ingin menikmati organisasi.

" kalau ingin selamat dari isu tersebut ya segera musda, kalau tidak juga mau musda, iya, berarti isu yang beredar itu benar, kalau musda tidak juga bulan november ini, maka isi itu benar, ya pasti akan ditindaklanjuti oleh pemuda," ucap haji.

secara khusus, ia menyentil agar seluruh PK dan OKP maupun pengurus KNPI lainnya untuk membeli sarung ataupun dester kalau tidak berani menyikapi persoalan ini, agar roda organisasi fapat berjalan normal.

Ia mengingatkan agar segera Iksan Imanuddin untuk menyelengarakan Musda dalam bulan November ini dan OKP maupun PK segera menyikapi telatnya kegiatan ini, dan sebelum musda dilaksanakan Rakerda terlebih dahulu untuk memantapkan 51 pemilik suara yang terdiri dari 24 PK dan dan 24 OKP ditambah unsur MPI, DPD II dan DPD 1. "Percaya saya sebab saya telah makan garam dalam dunia gerakan kalau Musda tidak dilaksanakan bulan November ini, maka akan menjadi bara api ditingkat pemuda, yang akan meledak dengan sendirinya, sebab persoalan ini sudah sampai di klimaks pemuda, tentu akan berdampak pada harga dirinya, karir dan nama baiknya serta menjadi preseden buruk dalam KNPI" tutup Abdul Haji. (*)

Selasa, 29 Oktober 2019 20:55

Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda

Ditulis oleh

Foto: Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana

ANcom--Mataram |  Kepolisian Daerah NTB melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun 2019, dengan dipimpin langsung Inspektur Upacara Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS, MM. Upacara diikuti oleh Wakapolda, Irwasda, PJU, para Pamen, Pama, Bintara dan ASN dalam lingkungan Polda NTB.

Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS, menyampaikan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia antara lain apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah berjuang sehingga telah menjadi pelopor pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

Lanjut kapolda NTB mengatakan bahwa Hari Sumpah Pemuda ke-19 kali ini mengambil tema " Bersatu Kita Maju ". Tema tersebut diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau, satu sisi memberikan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

Namun pada sisi lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudah apabila pemuda tidak dapat memfilter dengan ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

Pemuda yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja ikhlas, dan tuntas. Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan yang mumpuni, serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.ungkapnya.

Tema Bersatu Kita Maju sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa yang bagi pemuda menjadi keharusan karena ditangan pemudalah Indonesia bisa lebih maju.
Pada saat ini dibelahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serta instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatikal. jelas Nana.

Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, yang interaksi mereka di media sosial berjalan real time 24 jam.

Pemuda juga adalah harapan bangsa dan Negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia. Menteri Pemuda dan Olahraga berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia.ucapnya.

Gerakan revolusi mental menemukan relevansinya, pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh ikut serta dalam percaturan pemuda dunia, kita tidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi, tetapi kita harus mempu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekat dan semangat yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.imbuhnya.

Pada akhir sambutan Menteri Pemuda Dan Olahraga mengatakan pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan keluar batas-batas tembok kekinian dunia demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.tutup Kapolda NTB Irjen Pol. Nana (Zi )

Alasannews.com, Kep.Selayar-Sulse | Sumpah Pemuda yang merupakan tonggak utama sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia, diperingati dengan upacara oleh jajaran Sekretariat KPU Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Senin (28/10/2019).
 
Peringatan Sumpah Pemuda yang mengetengahkan thema sentral “Bersatu Kita Maju” itu dipimpin langsung Ketua KPU Kepulauan Selayar,Nandar Jamaluddin, S.Pd,. M.SI., sebagai inspektur upacara.
 
Pelaksanaannya dipusatkan, di halaman, Kantor KPU Kepulauan Selayar, Jln. Jend. Achmad Yani, Benteng.
 
“Thema sentral, rangkaian peringatan, sumpah pemuda tahun ini, hendaknya dapat dimaknai, sebagai sebuah bentuk ajakan, dan sekaligus motivasi bagi seluruh elemen bangsa  Indonesia, tanpa terkecuali, untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan,” kata Ketua KPU Kepulauan Selayar dalam amanatnya.
 
Lebih lanjut dalam amantnya itu, Ketua KPU mengatakan hendaknya peringatan ikrar pemuda tidak dimaknai sebagai sebuah pekerjaan melelahkan yang banyak menyita perhatian, energi, waktu, dan pemikiran. 
 
 
Namun sebaliknya, dimaknai sebagai sebuah momentum hari bersejarah yang banyak menyiratkan pesan penguatan nilai persatuan dan kesatuan, bagi seluruh komponen bangsa Indonesia.
 
Dalam konteks itu pula, KPU, selaku lembaga penyelenggara pemilu yang professional dan senantiasa mengedepankan netralitas diharapkan dapat  mengamalkan nilai-nilai peringatan sumpah pemuda dengan ‘menangkap’ pesan tersirat, pada ungkapan kata, penguatan.
 
Bukan untuk penguatan, elemen bangsa Indonesia semata. Akan tetapi sebaliknya, ungkapan kata-kata penguatan, hendaknya dapat dimaknai sebagai sebuah simbolisasi penguatan kelembagaan KPU, sebagai lembaga penyelenggara pemilu, baik di tingkat nasional, dan level kabupaten/kota.
 
Dikatakannya, selaku lembaga penyelenggara pemilu yang mengedepankan netralitas dan proffesionalisme kerja,  jajaran Komisioner KPU diingatkan, untuk senantiasa, mempertahankan dan memegang teguh integritas dan mengedepankan upaya penguatan karakter, serta kepribadian masing-masing.
 
Peningkatan karakter, kapasitas, disertai kapabilitas, kemampuan, dan kreativitas,serta kemandirian lembaga penyelenggara pemilu, memiliki peran yang sangat penting dan strategis. 
 
Hal itu sebagai sebuah indikator dalam rangka untuk menentukan tingkat kesuksesan dan keberhasilan penyelenggaraan sebuah rangkaian pemilihan.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Nandar mengingatkan seluruh jajaran Komisioner dan pegawai di lingkungan internal sekretariat KPU Kepulauan Selayar untuk tidak berhenti berkreasi dan berinovasi, terkhusus, dalam rangka untuk menyonsong tahapan pendaftaran, bakal calon bupati, dan wakil bupati, Kepulauan Selayar, tahun 2020 mendatang.
 
 
Menjelang perhelatan bursa pemilihan bakal calon bupati dan wakil bupati mendatang, jajaran Komisioner KPU akan semakin proporsional dan inspiratif dalam menghadapi segala bentuk halangan, tantangan dan rintangan, yang terkait secara langsung dengan rangkaian penyelenggaraan pemilu.
 
Seiring dengan mulai masuk dan berjalannya tahapan penyelenggaraan Pilkada pemilihan bakal calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Selayar yang mulai berjalan efektif, pada hari, Selasa (1/10).
 
"Sekali lagi, saya mengingatkan seluruh jajaran komisioner untuk menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, solidaritas, dan kekompakan sebagai modal dasar untuk tetap mampu bertahan dalam menghadapi segala macam bentuk situasi pra dan pasca pilkada," tegas Nandar.
  
Diakhir amanatnya, Ketua KPU mengingatkan jajaran komisioner untuk senantiasa mengedepankan etika, perilaku dan mempertahankan citra, serta marwah KPU, sebagai lembaga penyelenggara pemilu dengan menjaga sikap, kepribadian, dan sopan santun kepada seluruh lapisan stakeholder, masyarakat, dan komponen terkait lainnya........(fadly syarif/AN)

 

ANcom--SELAYAR | Tak perduli terik panas matahari yang menyengat, jajaran personil kepolisian dari unsur Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan bersama rombongan Pengurus Bhayangkari Cabang Kepulauan Selayar menggelar rangkaian giat “Jum’at Berbagi”.

Personil Satbinmas dan Pengurus Bhayangkari Polres Kepulauan Selayar rela menyusuri jalan-jalan setapak sempit, dan berdebu untuk bersosialisasi dan membina kedekatan dengan warga masyarakat, khususnya warga kurang mampu.

Giat “Jum’at Berbagi" digelar dalam rangka untuk membagikan dan menyalurkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga masyarakat kurang mampu yang tersebar di sejumlah wilayah kelurahan di kecamatan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar.

Giat ini dipimpin oleh Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda) Polres Kepulauan Selayar, AKP. Sukardi, SH., M.SI.

Dalam rangkaian kunjungan anjangsananya, mereka menyambangi empat orang warga kurang mampu antara lain Darmawati (53 thn), Bongko (68) warga, Lrg 3, Jln. Mappatoba, Lingkungan Bua-Bua Timur, Kelurahan Benteng Utara, Citra (28 thn), warga Jln. Poros Bandar Udara, H. Aroeppala, Kelurahan Bonto Bangung, Kecamatan Bontoharu, Bunga Dewi, (90 thn)warga Kelurahan Bontobangung, Kecamatan Bontoharu.

Kepala bagian Sumber Daya (Kabag Sumda) Polres Kepulauan Selayar, AKP Sukardi, SH,. M. Si, menuturkan giat pembagian dan penyaluran bantuan sembilan bahan pokok (sembako) ini merupakan giat rutin jajaran personil kepolisian, Polres Kepulauan Selayar yang dikemas melalui program, “Jum’at berbagi”

Ini merupakan wujud rasa empati dan simpati jajaran kepolisian, Polres Kepulauan Selayar, terhadap warga masyarakat kurang mampu.

Satu hal yang paling penting kata Kabag Sumda, bahwa melalui rangkaian kegiatan ini pula, kita berharap, jalinan tali silaturrahim masyarakat dan institusi kepolisian akan semakin kuat, dan selalu merasa dekat dengan polisi, terutama dalam pelaksanaan, tugas pokok dan fungsinya, selaku pengayom, pelayan, dan pelindung masyarakat.

Kita tidak ingin ada ruang pemisah dan sekat pemisah, antara masyarakat dengan polisi, tandas AKP. Sukardi, kepada awak media, hari Jum’at, (23/10) kemarin, usai memimpin secara langsung, jalannya, pelaksanaan giat, “ Jum’at Berbagi”

Giat ini dimulai pada sekitar pukul 14.00 dan Alhamdulillah, bisa berakhir dengan aman, tertib, dan lancar, pungkasnya. (Fadly Syarif)

 

Foto: fadli syarif

ANcom--Selayar | Warga Desa Kembang Ragi, Kecamatan Pasimasunggu, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulaan Selayar, Sulawesi-Selatan dihebohkan oleh penemuan jasad bayi tak berdosa yang ditemukan tergelatak di pinggir jalan, pada hari Rabu, (23/10) subuh.


Jasad bayi malang, tak berdosa ini, diemukan pertama kali oleh salah seorang warga masyarakat yang hendak pulang ke rumah, sekembali dari pasar. Jasad bayi ditemukan dalam kondisi yang menggenaskan, setelah sebahagian anggota tubuhnya, habis tercabik-cabik oleh anjing.


Kapolsek Pasimasunggu, AKP. Rahman, dan anggota yang menerima laporan kejadian, langsung bergerak menuju ke tempat kejadian peristiwa (TKP) dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tak ingin berspekulasi mengenai sosok pelaku, pembuang bayi, Kapolsek Pasimasunggiu, AKP. Rahman mengaku akan menyisir rumah, di sekitar lokasi penemuan jasad bayi yang diduga kuat, berjenis kelamin perempuan itu.


Untuk memastikan pelakunya, kita akan menyisir rumah di sekitar tempat kejadian perkara, sebab pelakunya, diperkirakan malu, mengandung, dan melahirkan anak dari hasil hubungan gelap, jelas AKP. Rahman, di sela-sela pelaksanaan olah tempat kejadian perkara.


Usai melakukan proses olah tempat kejadian perkara, jasad bayi yang proses kelahirannya, dipsatikan berjalan normal ini, langsung di bawah ke Puskesmas Pasimasunggu untuk menjalani proses visum et repertum, dan autosi.


Dari hasil visum yang dilakukan tim medis Puskesma Pasimasunggu, Kepala PKM, H. Abdullah, menyebut, jasad bayi yang diperkirakan baru berusia delapan jam tersebut, diduga berjenis kelamin perempuan, dan dilahirkan dalam kondisi normal.


Setelah menjalani proses visum dan autopsi, jasad bayi yang ditemukan dalam kondisi menggenaskan tersebut, langsung dimakamkan secara layak, bertempat, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Taman Roya, Benteng Jampea.


Secara terpisah, Kepala Dusun Benteng Barat, H.M. Hisab yang didampingi Kepala Dusun Bonelambere, menampik, jikalau jasad bayi temuan warga, berasal dari dusun yang dipimpinnya.
“Jasad bayi ini, bisa jadi, berasal dari luar dan diperkirakan sengaja dibuang orang tuanya, saat melintas di tkp”, cetus H.M. Hisab kepada awak media.


“Meski begitu, kami ,selaku kepala dusun, akan membantu aparat kepolisian untuk menelusuri orang tua, pelaku pembuang bayi, dan mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum”. (Fadly Syarif)


ANcom--Selayar | Gelar operasi zebra 2019, hari pertama, di jajaran satuan lalu lintas Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, pada sekitar pukul 06.00 Wita, hari Rabu, (23/10), bertempat di ruas jalan, Soekarno Hatta, Benteng, berjalan mulus tanpa hambatan.

Tidak kurang dari lima puluh enam pengendara, terjaring razia yang digelar aparat satuan lalu lintas, hingga pukul 18.00 Wita, hari Rabu, (23/10). Dua puluh delapan diantaranya, mendapat sanksi tilang karena terjaring, saat tengah berkendara, melawan arus, serta tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI).
Dalam gelar operasi yang sama, dua puluh empat pengendara lainnya juga ikut terjaring razia pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan.


Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar, AKP. Nurhaeni, S.Sos, menandaskan, “untuk mendukung berjalan lancarnya pelaksanaan giat razia, bersandikan operasi zebra 2019 yang kita gelar hari ini, Rabu, (23/10) jajaran aparat satuan lalu lintas menerjunkan kurang lebih dua puluh orang personil gabungan untuk melakukan tugas pengaturan arus lalu lintas yang didukung oleh sepuluh personil, berikut kendaraan patroli”.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas dan penindakan, tim operasi zebra 2019, Polres Kepulauan Selayar juga melibatkan sejumlah personil lain, diantaranya, personil penjagaan, personil LLAJ Dishub, layanan jasa raharja, dan satuan penyelenggara administrasi SIM atau satpas.

Dikatakannya, razia bersandi operasi zebra 2019 digelar untuk menanamkan rasa kepatuhan, ketaatan, dan sikap kedisiplinan berlalu lintas yang bermuara pada upaya untuk menekan angka tindak pelanggaran dan sekaligus mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.

Dengan demikian, pengendara atau pengemudi diharapkan akan lebih berhati-hati dan mengedepankan keselamatan berkendara.  “pelaksanaan razia, mengacu pada dua belas item, sasaran pelanggaran prioritas yang terdiri dari 1. Pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM (surat izin mengemudi). 2. Kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang tidak dilengkapi dengan STNK. 3. Pengendara yang melawan arus. 4. Tidak menggunakan helm SNI. 5. Mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan atau safety bell. 6. Menggunakan ponsel saat mengemudi. 7. Pengendara di bawah umur atau pengendara yang tidak memiliki SIM 8. Berkendara sepeda motor berbonceng tiga. 9. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan. 10. Kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar. 11. Berkendara di bawah pengaruh alkohol. 12. Kendaraan bermotor yang memasang rotator atau sirine yang bukan untuk perentukannya”.

Kendati begitu, kita tetap akan melakukan penindakan terhadap segala bentuk tindak pelanggaran lalu lintas lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan, pungkasnya kepada awak media di sela-sela pelaksanaan gelar operasi zebra 2019, hari pertama. (fadly syarif)

Foto: Fadli Syarif

ANcom--Selayar | Kapolres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan,  AKBP TAOVIK IBNU SUBARKAH, S.IK, menegaskan, permasalahan lalu lintas di Indonesia, telah mengalami perkembangan yang relatif cepat, dan sangat dinamis, hingga terkadang, dibutuhkan, langkah terobosan yang arif, dan bijaksana.

Operasi zebra 2019, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara continue setiap tahunnya, dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat.

Hal itu kata Kapolres tertuang pada thema pelaksanaan gelar operasi zebra tahun iini yang mengetengahkan, peningkatan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat, dalam rangka untuk mewujudkan kamseltibcar lancar, urai taovik, mengutip amanat seragam, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. Mas Guntur Laupe, S.H., M.H.

Sasaran dan target operasi zebra 2019, difokuskan pada dua belas item pelanggaran prioritas, mulai dari pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI), pengemudi dan atau pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman (safety belt).

Operasi zebra 2019 juga ikut menyasar, pengemudi, dan atau pengendara yang melebihi batas kecepatan, pengemudi dan atau pengendara yang berada di bawah pengaruh minuman keras beralkohol, dan obat-obat terlarang, kemudian, pengemudi, dan atau pengendara di bawah umur, pengemudi, dan atau pengendara yang melawan arus, serta kerap menerobos rambu-rambu lalu lintas, dan lampu merah, terakhir, pengemudi, atau pengendara yang berkendara, sambil menggunakan handphone.

Dalam kesempatan yang sama, kapolres menitipkan harapan, semoga pelaksanaan operasi zebra 2019 akan dapat mendorong dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan sekaligus menekan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas dengan kategori korban berat.

“kita berharap, “operasi zebra 2019 dapat meminimalisir kemacetan arus lalu lintas dalam rangka mewujudkan kamselticar lancar yang mantap”, tandasnya, di hadapan. peserta apel gelar pasukan operasi zebra gabungan 2019, yang dilaksanakan secara terpusat, di lapangan Mapolres Kepulauan Selayar, hari Rabu, (23/10).

Bertindak selaku perwira upacara, apel gelar pasukan operasi zebra 2019, Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar, AKP. Nurhaeni, S.Sos. Sementara komandan apel diamanahkan kepada, IPDA Malkadri Ibrahim, SH.
Pelaksanaan apel gelar pasukan operasi zebra 2019 ditandai oleh penyematan pita secara simbolis oleh kapolres, kepada perwakilan tim operasi zebra yang sekaligus menjadi pertanda dimulainya pelaksanaan operasi zebra 2019. (fadly syarif)

ANcom-NTB | Sumbawa saat ini mengalami kemarau panjang, akibatnya puluhan daerah mengalami krisis air terutama air bersih. kendati demikian, Pemerintah dalam penangan persoalan ini sangatlah lamban seakan terkesan menutup mata dan telinga.

Ketua BMPAN Kabupaten Sumbawa, Muhammad Isnaini, Jumat (18/10), kepada media ini menyebutkan, hampir di 24 kecamatan di Sumbawa terdapat daerah atau wilayah yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang.

Bupati Sumbawa sepatutnya hadir dalam persoalan ini, dengan kapasitasnya sebagai kepala daerah guna mengatasi persoalan yang mendera daerah.

"Pak bupati cepat urus krisis air ini, keluarkan anggaran taktis, angaran sakti atau anggaran apalah namanya, perintahkan semua dinas terutama dinas tehnis untuk berpartisipasi dan membangun sinergisitas mengatasi persoalan ini," ujar Muhammad Isnaini.

Tanpa menggurui Bupati, Ismu memberikan solusi seandainya BPBD berkutat pada persoalan anggaran, maka perintah dinas atau lembaga untuk beramal sedikit dalam mendistribusikan air ke daerah kekeringan ini. iya paling tidak sampai musim penghujan.

Selain itu, Ismu juga meminta agar Bupati memanggil semua perusahaan di Sumbawa untuk bersatu padu mendistribusikan CSR nya ke pendistribusian air saat ini.

"Kalau sudah terbangun sinergisitas ya amanlah krisis air saat ini, bagi zona dan wilayah buat mereka, gak susah kok, yang susah itu ya ogah memikirkannya," kata Ismu.

Ia meminta agar sejenak sambil kerja politik atau berhenti sejenak memikirkan politik untuk mengurus persoalan krisis air ini. " nantilah pikir siapa yang maju apa tidak, pikir siapa berpasangan dengan siapa, pikir siapa ketua komisi dan lainnya, sekarang kita fokus pikir krisis air ini," minta Muhammad Isnaini.

secara organisasi dan pribadi Ismu menyampaikan ucapan terimakasih kepada PMI Cabang Sumbawa, yang terus melaksanakan tugas kemanusiaannya, mendistribusikan air ke daerah- daerah sesuai dengan kemampuannya. " terimakasih buat PMI yang begitu reaktif dengan kondisi, bekerja tanpa pamrih dan mengerti kebutuhan hari ini," tutup ketua BMPAN.

Anggota Satpom Lanud Adi Soemarmo saat melaksanakan pemeriksaan HIV/AIDS oleh petugas RSAU dr. Siswanto di kantor Satpom.
 
Alasannews.com, Surakarta -Jateng | Pamgkalan Angkatan Udara Adi Sumarmo, lakukan pemeriksaan darah terhadap seluruh anggota Satpom AU, Jumat (18/10)
 
Pemeriksaan darah itu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan Lanud Adi Sumarno.
 
Seluruh personel Satpom AU, diambil sampel darahnya. Selanjutnya dilakukan tes untuk mendeteksi virus HIV/AIDS.
 
Langkah yang ditempuh tersebut merupakan upaya mencegah meluasnya penyakit yang sangat mematikan tersebut.
 
Adapun kegiatan pemeriksaan HIV ini dilaksanakan oleh RSAU dr. Siswanto yang dipimpin oleh Mayor Kes Eko Prasetyo, A.Md. Fis.
 
Dalam rilis yang diterima Redaksi Alasannews.com Jum'at Sore, dengan adanya pemeriksaan ini diharapkan tidak ada anggota Satpom maupun anggota Lanud Adi Soemarmo yang terjangkit HIV. 
 
Olehnya setiap personel Lanud Adi Soemarmo mempunyai perilaku hidup yang sehat sehingga terhindar dari HIV/AIDS.
 
Selain di Satpomau pemeriksaan darah juga dilaksanakan disetiap satker dan Skadik yang ada di Lanud Adi Soemarmo.........(Ma'ruf Asli).
Halaman 1 dari 8
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi