Selasa, Agustus 20, 2019
alasaniduladha
Alasannews.com

Alasannews.com

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Lagi, insiden kecil soal bagasi di Wings Air. Kali ini, terjadi di Bandara Sultan Bantilan Tolitoli. Penyebabnya, plastik pengaman kopor.

Pantauan alasannesw.com,  Selasa (201/8), insiden adus argumen ini terjadi lantaran seorang ibu calon penumpang tidak terima kopor miliknya dimasukkan ke bagasi hanya karena plastik pengaman.

Sambil menunjukkan plastik pengaman dimaksud, ibu mengaku kesal atas kebijakan pihak Wings yang kaku dalam menerapkan aturan bagasi penumpang.

Ibu yang enggan namanya di mediakan itu mengaku, berapa dia naik pesaeat dan melewati bandara termasuk Palu dan Juanda Surabaya, kopornya dalam keadaan terbungkus plastik tetap bisa ditenteng langsung.

Namun, setelah sempat adu argumentasi, plastik pengaman dilepas dari kopor dan barang itu pun oleh petugas Wings dibolehkan oleh petugas untuk ditenteng ke ruang tunggu.

Ketentuan bagasi yang berlaku sekarang memang harus dipahami setiap calon penumpang. Bukan hanya beratnya yang maksimal 7 Kg. Ukuran juga harus melewati ukuran yang ditetapkan pihak penerbangan Lion Group itu.

Seperti yang dialami penumpang Wings di Sultan Bantilan. Barang secara berat lolos namun ukuran tidak karena kopornya dilapisi plastik pengaman.pu13:23:14

 

Minggu, 18 Agustus 2019 07:34

Gagal, Timnas Indonesia di Piala U 18

Alasannews.com, Thu Dau Mot | Timnas Indonesia U-18 gagal ke final Piala AFF U-18 2019. Garuda Nusantara menyerah 3-4 dari Timnas Malaysia U-18.

Di Gò Đậu Stadium, Thu Dau Mot, Vietnam, Sabtu (17/8/2019), Indonesia vs Malaysia berjalan sengit. Di babak pertama, kedua tim banyak menciptakan peluang lantaran bermain cukup terbuka.

Amiruddin Bagus sempat melepaskan tembakan dari luar kotak penalti di menit ke-9. Namun, upayanya bisa diredam kiper Malaysia, Sikh Izhan Nazrel.

Peluang kedua Bagus hadir di menit ke-15. Dari kanan, bek sayap Fajar Fathu Rachman mengirim umpan ke tengah, dan bisa disambut Bagus. Namun, penyerang muda Indonesia itu gagal mengarahkan bola ke gawang.


Empat menit berselang, Malaysia membuat kejutan dengan membobol gawang Indonesia lebih dulu. Dari tendangan bebas Ajmal Mahadi, bola membentur pagar betis dan mengarah ke Aiman Afif Afizul. Tanpa kesulitan Aiman meneruskannya menjadi gol dan membawa Malaysia memimpin 1-0.

Malaysia kian bersemangat. Beberapa menit berselang, upaya Harimau Muda C dua kali menerpa mistar gawang Indonesia lewat Azam Azmi Murad dan Luqman Hakim.

Indonesia sendiri tak kendur. Di menit ke-37, Bagus kembali mengancam gawang Malaysia. Kali ini, sepakannya masih melenceng tipis ke sisi kanan gawang.

Sampai akhirnya, Beckham Putra membobol gawang Malaysia di injury time babak pertama. Beckham meneruskan umpan tarik Fajar Fathu Rachman dari kanan menjadi gol, dan membuat skor 1-1 menutup babak pertama.


Di babak kedua, Indonesia langsung menekan Malaysia. Di menit ke-50, Bagus punya kans mencetak gol, namun tendangannya melayang ke atas gawang lawan.

Di menit ke-54, Malaysia kembali membobol gawang Indonesia. Luqman Hakim melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti, yang tak mampu dibendung Erinando. Skor menjadi 2-1, Indonesia kembali tertinggal.

Hingga memasuki menit ke-70, Indonesia masih kesulitan mencetak gol penyeimbang. Malays unggul pada menit ke-54. ia bermain rapat di semua lini, yang menyulitkan Bagus dkk menembus kotak penalti.

Di menit ke-73, Indonesia punya kans mencetak gol. Dari kanan, umpan silang dilepaskan Amiruddin Bagas menuju Sutan Zico. Namun, striker yang baru masuk menggantikan Supriadi itu gagal mengonversinya.

Upaya Indonesia akhirnya berbuah gol di menit ke-79. Fajar merobek gawang Malaysia, usai sepakan kaki kirinya dari sisi kiri kotak penalti gagal dibendung Sikh Izhan Nazrel. Skor menjadi 2-2.

Indonesia justru berbalik unggul dua menit berselang. Lewat serangan balik cepat, Muhammad Salman Alfarid melepaskan tendangan yang gagal dibendung kiper Malaysia lagi. Skor menjadi 3-2 untuk keunggulan Indonesia.


Keunggulan Indonesia tak bertahan laga. Malaysia mendapat penalti, usai Fajar melanggar pemain Malaysia di kotak penalti pada menit ke-84. Harith Haiqal tak membuang kesempatan emas membobol gawang Erinando, dan mengubah skor menjadi 3-3. Skor bertahan hingga waktu normal habis dan laga dilanjutkan ke babak tambahan.

Di babak pertama extra time, Malaysia bisa kembali unggul lewat tandukan Harith Haiqal di menit ke-98. Dari tendangan bebas dekat kotak penalti sisi kiri, Harith, yang berada di tiang jauh sisi kanan, menanduk bola masuk ke gawang Indonesia. Malaysia kembali unggul 4-3, dan bertahan hingga istirahat.

Di babak kedua extra time, Indonesia banyak mengancam lewat aksi Bagus, Sutan Zico dan Beckham Putra, namun tidak ada yang berbuah gol. Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol tercipta. Indonesia kalah 3-4 dari Malaysia dan gagal ke final.

Indonesia masih bisa memperebutkan tempat ketiga Piala AFF U-18 2019. Lawannya menunggu hasil Australia vs Myanmar, yang akan bertanding beberapa saat lagi.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-18: Erinando, Bagas, Bayu, Fajar, Alfeandra, Salman, Beckham, Brylian, Supriadi, David, Bagus

Timnas Malaysia U-18: Izhan, Firdaus, Aidil, Nuh Azlan, Harith, Azam, Mukhari, Fakhrul, Aiman, Luqman, Nasip

 

 Sumber:detikspoort

Moment upacara penurunan Merah Putih, Sabtu Sore di Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan (GMB) di pimpin Wakil Bupati Tolitoli, H Abd Rahman H Buddin.

 

Pasukan penurunan sang saka merah putih, bertugas sesuai harapan dan bisa bekerja maksimal.

 

Putra putri paskibrakan yang digodok berbulan bulan merasa puas atas tugas yang mereka emban bisa terlaksana dengan sukses.

 

alhamdulillah!!

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Pertama kali, bupati Tolitoli hadiahi duta seni jalan-jalan ke luar negeri. Pilihannya ke Singapura, ungkap Koordinator acara lomba lagu daerah 2019 yang digelar Dewan Kesenian Tolitoli (DKT).

Denny Oktavianus mengatakan, ketika bertemu bupati Moh Saleh Bantilan (Alek), bonus bagi yang dinobat sebagai duta seni di tanggung pa bupati. "Iya, ketika saya ketemu beliau, beliau bilang umumkan bonus duta seni saya tanggung. Apa itu, ya jalan ke Singapura," ujar Denny.

Setelah melalui penilaian yang seksama, kata Denny Dewan Juri yang ditetepakan DKT memutuskan Aisyah Moh Tahir, siswi kelas II sebuah SMK di Dakopemean diyatakan sebagai peraih point tertinggi.

Putri kedua pasangan kedua, Moh Tahir dan Masnin warga Desa Galumpang, Tolitoli, dari pengakuan kedua orang tuanya, Aisyah yang sehari harinya disapa Nursam, telah memulai menyanyi sejak kecil.

"Saya tidak ingat persis, kapan anak saya ini tertarik dengan seni suara atau menyanyi," ujar kedua orang tuanya yang mendampingi Aisyah saat dino atkan sebagai jawara dan sekaligus ditetapkan sebagai duta seni Tolitoli 2019.

Sederet prestasi juga telah diukir Aisyah sejak tertarik dengan seni suara seperti,  juara satu festival lagu dangdut se kecamatan Dakopemean, juara tiga lalu dangdut yang digelar RRI Tolitoli, dan juara dua O2SN tingkat SMA.

Alasannesw.com, TOLITOLI-SULTENG | Aisyah Moh Tahir, siswi Kelas II SMK Dakopemean di Desa Galumpang, akhirnya dinobatkan sebagai duta seni Tolitoli 2019, Jumat (16/8).

Peraih juara I lomba nyanyi lagu daerah yang diselenggarakan Dewan Kesenian Tolitoli itu, selain menerima piala dan penghargaan dari penitia penyelenggaran, juga akan mendapat bonus ke luar negeri dari Bupati Tolitoli, H Moh Saleh Bantilan.

Anak kedua dari Bapak Moh Tahir itu, menyisihkan 53 rivalnya dalam lomba ya g juga dirangkai dengan perayaan peringatan 17 Agustus tahun ini, yang semalam ditutup sekda Tolitoli H Mukaddis Syamsuddin.

Mukaddis menyampaikan apresiasi pemerintah dearah kepada panitia dan dewan kesenian Tolitoli yang begitu bekerja sekuat tenaga agar penyelenggaraan lomba lagu daerah ini berjalan sesuai rencana.

Pemerintah katanya, selalu memberi kesempatan kepada para seniman unuk berkarya sesuai bakat dan kemampuannya termasuk dalam bidang seni tarik suara.

Sementara ketua dewan kesenian Tolitoli, Rustam Arifin Sombo diakhir acara ini menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak. Kepada bupati yang sudah merespon acara ini dengan menghadiahkan bonus pesiar ke luar negeri (Singapura) bagi duta seni ya g ditetapkan malam ini.

pu


Alasannews.com, JAKARTA | Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta izin kepada para anggota dewan untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Rencana pemindahan ibu kota negara ini sudah beberapa kali dibahas.

"Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan," kata Jokowi dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Jokowi menambahkan, ibu kota negara bisa menjadi representasi kemajuan bangsa. Pemindahan ibu kota juga sebagai bentuk meratakan ekonomi.

"Ibu kota yang bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa. Ini demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi," ujar Jokowi.

"Ini demi visi Indonesia Maju. Indonesia yang hidup selama-lamanya," tambah Jokowi.

Sebelumnya Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) mendukung rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ini juga sudah dibahas beberapa kali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami mendukung rencana Pemerintah untuk segera merealisasikan pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan," ujar OSO dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. 

Alasannews.com, NASA | Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, kerap membagikan foto Bumi yang dijepret dari antariksa di media sosial. Nah baru-baru ini, mereka memajang foto Sulawesi yang terlihat keren dari atas sana.

Foto bersangkutan berasal dari jepretan astronot yang berada di stasiun luar angkasa International Space Station (ISS). Diposting di akun Instagram beralamat @nasaearth, sudah lebih dari 20 ribu netizen melayangkan Like.

"International Space Station melewati ekuator ketika astronot melihat ke timur dan mengambil foto ini beberapa saat setelah matahari terbit," begitu tertulis dalam caption.

 "Kepingan daratan yang dinaungi cahaya matahari terbit adalah semenanjung utara pulau Sulawesi di Indonesia. Area yang lebih gelap menandai batas antara siang dan malam, juga dikenal sebagai terminator," lanjut NASA.

Mereka menambahkan bahwa Indonesia terletak di area yang termasuk paling banyak awannya. Mereka pun memberi penjelasan lebih lanjut soal foto tersebut.

"Di latar depan gambar, awan menampakkan bayangan panjang di saat sinar matahari berada di angle rendah. Ke arah horizon, bayangan awan lebih pendek karena matahari sudah lebih tinggi," papar NASA.

NASA menambahkan bahwa daerah yang secara konsisten berawan lebih sulit dikenali dari atas sana. Cahaya matahari membantu dengan menyinari daerah garis pantai yang kadang disamarkan oleh awan.


Komentar pun ramai berdatangan, sebagian berasal dari netizen Indonesia. "Saya lahir di pulau ini," tulis seorang warganet.

"Kenalkan, saya Calon Gubernur Sulawesi Selatan, terima kasih," tulis yang lain dengan nada bercanda.dtk.com

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | SD Negeri 2 Nalu, Meriahkan Gerak Jalan 17 Agustusan. Sekolah ini, mengirimkan tiga regu gerak jalan ke lomba gerak jalan tingkat Kabupaten Tolitoli, Sulaqesi Tengah.

Salah satu regu diberi nama "Berani Mati". Dengan kostum merah putih, regu yang dikomandani Bella ini, merupakan regu putri kelas empat, Lima dan Enam dilatih oleh Ka Icha.

Salah seorang anggota regu, Annisyahlyla kepada alasannesw.com, mengatakan,  kenapa regunya diberi nama "Berani Mati", karena ini suatu gambaran mengenang perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan yang di proklamirkan 17 Agustus 1945 atau 74 tahun silam di Pegangsaan Timur, Jakarta.

Siswi kelas V A ini mengisahkan, kenapa sekolahnya memberi nama regu mereka "Berani  Mati".

Pantauan alasannews.com, pelaksanaan gerak jalan, Rabu (14/8) star dan finish di pelataran parkir Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan, Tolitoli diikuti puluhan regu sekolah dasar dan menengah pertama.

Lomba gerak jalan, merupakan agenda tetap Pemda Tolitoli dalam setiap memperingati 17 Agustus. Kali ini, pelaksanaan gerak jalan dibagi dua kelompok. Kelompok pertama hari ini tingkat SD dan SMP sedangkan esok kelompok umum.

Panitia hari besar nasional kabupaten Tolitoli, juga memberikan hadiah dan bonus bagi regu yang menurut penilaian dewan juri meraih nilai tertinggi. Juara dan Hadiah diumumkan dan akan diserahkan pada peringatan upacara 17 Agustus di Taman kota Gaukan Mohammad Bantilan.pu

 

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Semarak lomba lagu daerah, yang digelar dewan kesenian Tolitoli, Sulawesi Tengah, di Pelataran parkir Barat Pantai Gaukan Bantilan, mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Pantauan Alasannews.com, Rabu (14/8) di arena lomba menyebutkan ri uan pasang mata ikut larut dalam menyaksikan penampilan musisi daerah dari bernabai etnis.

Olah vokal merek cukup bagus dan menarik untuk disimak. Masing-masing peserta mengeluarkan kemampuannya dalam olah vokal. Bakat dan talènta mereka satu persatu diamati oleh dewan juri.

Musisi sekaligus pencipta lagu daerah Tolitoli, Rustam Arifin Sombo menyebut penampilan peserta sampai pada malam kedua boleh dikayakan di ats rata-rata dari penyanyi pemula.

"Mereka memiliki bakat dan talenta yang standar. Ini suatu modal bagi seorang penyanyi untuk bisa meningkatkan kemampuan olah vokalnya di masa akan datang," papar RAS.

Harapan dari lomba ini akan didapat vokalis yang bisa diandalkan daerah dan bisa menjadi dasar untuk bisa profesional, katanya.pu

Alasannews.com, JAKARTA | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memasang peta, penanda (signage), dan penunjuk jalan (wayfinding) berstandar internasional. Semua itu untuk memudahkan tamu asing bepergian di Jakarta.

Peta, penanda, dan petunjuk jalan yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta menggambarkan berbagai macam moda transportasi dan sistem integrasi JakLingko. Saat ini, baru dipasang 28 peta di halte bus non Bus Rapid Transid (BRT) di Jalan Jenderal Sudrman-MH Thamrin.

"Jakarta adalah kota global. Karena itu, signage yang dipasang di sini adalah signage yang siap untuk memberi informasi bagi tamu-tamu Jakarta dari seluruh dunia," ucap Gubernur Jakarta Anies Baswedan di halte bus Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019), tulis detik.com.


"Formatnya, isi informasinya, dan bahasanya memungkinkan bagi tamu global yang datang ke Indonesia dan berada di Jakarta, dia akan menemukan signage dengan standar yang sama," kata Anies.

Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ) dan komunitas kreatif Kreavi, membuat desain peta, penanda, dan petunjuk jalan itu. Sedangkan Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi pemasangan dan menggandakan.


Ada informasi tentang transportasi yang melalui halte yang sedang dikunjungi, ada pula informasi seluruh rute transportasi yang ada di Jakarta. Hal ini, diharapkan akan membantu masyarakat.

"Dulu ketika warga datang, akan menggunakan kendaraan umum, hanya mengandalkan ingatannya atau tanya kanan kiri, tanya online. Kalau sekarang datang ke halte, maka di situ semua informasinya lengkap," kata Anies. (aik/dnu)

 

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Bagi traveler yang suka ke pantai, momen senja adalah saat yang tepat untuk diabadikan. Senja di pantai Gaukan Bantilan di ujung Nalu ternyata cantik banget!

Ada berbagai warna semburat seperti jingga, coklat, hitam, hingga ungu saat senja. Semua menyatu di langit sore yang menjelang malam.

Sebenarnya, ada banyak sekali tempat yang menyediakan keindahan siluet senja di Indonesia, salah satunya adalah Pulau Lutunga sebuah pulau kecil yang terletak bebetapa mil dari ujung Panta Nalu, pantai Gaukan Bantilan.

Pulau itu memiliki keunikan, yakni, dulu,  ketika air laut surut, dataran antara pulau ini di Tg Tolitoli nyaris bersatu bahkan mungkin menyatu sehingga itu pula pulau ini menjadi bagian dari Kelurahan Nalu.

Kalau traveler ingin mendapat suasana yang pas ketika menikmati senja, traveler bisa datang pukul 5 sore, karena itu adalah waktu yang tepat untuk menikmati sunset di Pulau Lutungan dari ujung Nalu. Kumpulan awan dengan baground Pulau Lutungan dan Kabetan, akan nampak jelas dengan jatuhnya matahari yang perlahan tenggelam.

Kita bisa mengabadikan momen dengan kamera atau sekedar bersantai dengan mata telanjang. Dijamin, mata kita akan mendapat sajian panorama yang sangat indah, karena kita bebas melihat pemandangan senja laut yang luas, tanpa ada halangan karena letaknya.

Nah, untuk traveler yang tertarik untuk ke sana, aksesnya cukup murah dan mudah, bisa dijangkau dengan transportasi laut.

Kalau naik perahu, lebih murah lagi traveler. Dari Pelabuhan Daerah H Hayyun atau dari pelabuhan  Feri menuju menuju Lutungan relatif murah. Sayangnya, belum tatif resmi dari pemerintah. Tarif berlaku antara kesepakatan penyewa perahu saja.

Selanjutnya dapat naik angkutan umum dengan membayar sekitar 15 ribu rupiah. Kemudian, kita menyebrang dengan perahu nelayan dari Tanjung Batu menuju Pulau Lutungan dengan biaya relatif murah.

Dengan budget yang sangat miring itu, kita dapat menikmati keindahan senja Pulau ini secara puas. Bisa dengan duduk, berdiri, atau tidur di Dermaga wisata Pulau  ini.suardi

 

Senin, 12 Agustus 2019 22:31

Nalu jadi "Kampung Merah Putih"

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Gebyar peringatan 17 Agustus, mulai digelorakan dewan kesenian dari Kelurahan Nalu. Eks pemerintahan Tolitoli zaman sebelum kemerdekaan itu, semalam menjadi saksi betapa NKRI tertanam kokoh di kampung itu.

Nalu yang kini sudah menjadi wilayah kelurahan, seakan menjadi kampung merah putih. Nuansa tujuhbelasan, terasa kental bila anda memasuki wilayah tersebut.

Pantauan alasannews.com, Senin (12/8/2019), umbul-umbul bercorak merah putih hampir terhampar setiap pagar rumah penduduk di wilayah itu. Belum lagi, bendera merah putihnya, sudah berdiri tegak di halaman setiap rumah warga.

Pemandangan merah putih, bisa dilukiskan bahkan inilah kampung merah putih di Kota Tolitoli yang patut dicontoh.

"Dulu, kampung Nalu ini sebagai pusat pemerintahan Tolitoli. Sehingga itu, kami warga disini selalu aktif menjadi pusat perhatian termasuk memeiahkan nuansa 17 Agustus ini," tutur Syarief.

Cerita Syarief diamini oleh Hamsa yang mengaku bangga melihat kampungnya semarak dengan warna merah putih. Lebih semarak lagi, sekarang dewan kesenian menggelar lomba lagu daerah dalam rangka 17 Agustus, katanya.

Kebinekaan suku yang mendiami Tolitoli, bukanlah penghambat tapi sebagai kekuatan untuk menggapai kemajuan, kata Ketua Dewan Kesenian Tolitoli, Rustam Arifin Sombo.pu

 

Minggu, 11 Agustus 2019 15:42

Pemda DKI Buka Dapur Qurban 2019

Alasannews.com, JAKARTA |  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berharap momen idul adha menjadi sarana selain ibadah, warga ibukota untuk saling memberi.

Kewajiban kurban bagi yang memiliki kemampuan, merupakan manipestasi untuk saling memberi. Kurban yang disembeli mengandung nilai ibadah dan sosial.

Menurut Anies berkurban tidak sekedar mengurbankan hewan, tapi juga memastikan oesan keteladanan keluarga nabi Ibrahim kita resapi dan jalani (demikian pesan dari gubernur yang diunggah diakun tweeternya hari ini).

Sementara diakun lainnya Anies menyebutkan Pemda DKI akan membuka #dapurKurbsn 2019, dimana daging kurban akan diracik dalam satu makanan bergizi oleh chef dari hotel bintang 5.

Makanan diproses  sesuai standar Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia, tulis Anies.

Alasannews.com, PEKANBARU-RIAU |  Tim Penasehat Hukum (PH)  Toroziduhu Laia, menilai ada dugaan pelanggaran hukum dalam pelaksanaan putusan pengadilan yang dilakukan oknum Kejaksaan Negeri Kota Pekanbaru yang bertugas pada Kejaksaan Tinggi (KT), Riau, Senin (05/08/2019) lalu.

Hal diungkapkan Advokat Fauzan Laia, SH., MH selaku Penasehat Hukum Toroziduhu Laia dari kantor Lembaga Bantuan Hukum H.M.Faozanolo Laia, SH., MH, melalui pesan press releasenya kepada awak media, Minggu (11/08/2019) pagi.

Setelah pihaknya menelaah lebih dalam Berita Acara pelaksanaan putusan pengadilan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru pada tanggal 05 Agustus 2019 kuat dugaan Pelanggaran Hukum oleh oknum Jaksa Penuntut Umum, sebagai berikut:

1. Pelaksanaan Putusan pengadilan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan Putusan dengan kode surat BA-17, tidak sesuai apa yang diperintahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru sebagaimana Surat Perintah Nomor. Print-382/N.4.10/E.uh.3/06/2019, tanggal 24 Juni 2019, dimana isi surat perintah tersebut hanya memerintahkan melaksanakan Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru No. 91/Pid.sus/2019/PT.PBR bukan Melaksanakan PUTUSAN PENGADILAN NEGERI PEKANBARU.

2. Jaksa Penuntut Umum dalam melaksanakan Putusan pengadilan Negeri Pekanbaru telah menghilangkan Amar Putusan Angka (3) yang berbuyi Menetapkan Terdakwa tetap berada diluar Tahanan dan menghilangkan amar putusan Pengadilan angka (4) berbunyi " menetapakan barang bukti berupa:

- berupa 1 (satu) unit hanpphone merek samsung warna hitam Type Tab. 3 V Nomor Model SM T116NU
Dikembalikan Kepada Saksi Sugianto

- 1 (satu) unit Laptop Merek Acer
- 1 (satu) buah modem telkomsel flash 42 Mbps Warna Putih
Dikembalikan oleh terdakwa.

3. Bahwa Oknum Jaksa Penuntut Umum dalam melaksanakan Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru selain menghilangkan amar Putusan Pengadilan angka (3) dan angak (4) sebagaimana yang diterangkan pada Point 2 (dua) pada Press Release diatas, juga oknum JPU tidak mempunyai hak menangkap dan menyerahkan klien kami ke RUTAN KLAS II B Pekanbaru karena tidak memanggil klien kami secara Sah berdasarkan peraturan perundang-undangan, sehingga “Berita Acara Pelaksanaan Putusan Pengadilan bertanda BA-17 tidak mempunyai berkekutan hukum dan Berita Acara tersebut Batal Demi Hukum”

4. Bahwa Atas perbuatan Oknum Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru yang bertugas Pada Kejaksaan Tinggi Riau tidak menjunjung tinggi Asas Equality Before The Law (Kesamaan dihadapan hukum) terhadap klien kami Terpidana TOROZIDUHU LAIA, dan/atau melanggar Peraturan Kode Etik Kerjakan RI, Kode Perilaku Kejaksaan, dan dugaan Perampasan Kemerdekaan klien kami.

5. Advokat Fauzan Laia, SH., MH sedang mempersiapkan Upaya Hukum Luar Biasa (Peninjauan Kembali), Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), serta Laporan atas Perbuatan oknum Jaksa yg diduga melakukan Pelanggaran Peraturan Perundang-Undangan.


Menurut analisa Advokat Fauzan Laia, SH.,MH selaku penasehat hukum Toroziduhu Laia, menduga oknum Jaksa Penuntut Umum melakukan Perbuatan melawan hukum dan Malladministrasi.

Akibat perbuatan Jaksa Penuntut Umum tersebut dapat diancam pidana sebagaimana Pasal 333 ayat (1) KUHP berbunyi " Barang siapa dengan sengaja dan Melawan Hukum merampas kemerdekaan seseorang, atau meneruskan perampasan kemerdekaan yang demikian, diancam dengan pidana penjara delapan tahun" Tegas Fauzan Laia, SH.,MH (Red)

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Sementara ribuan ummat Islam juga memadati taman pelataran parkir Timur, Stadion Dinopi Tolitoli untuk melaksanakan shalat ied.

Pelataran parkir Timur Stadion Dinopi, dalam lima tahun terakhir, me jadi salah satu tempat shalat ied baik idul fitri maunpun idul adha seperti saat ini.

Ribuan Ummat di bawa terik panas matahari, sejak pukul 06.00 sudah berduyun-duyun mendatangi tempat yang dikoordinir panitia Masjid Babussalam Dinopi.

Bertindak sebagai imam pada shalat idul adha kali ini, imam dari Masjid Babussalam Dinopi sementara pembawa khotba pada kali ini Drs Ustadz Nurdin yang mengurai makna dari ibada Qurban.

Ibadah Qurban yang diriwayatkan oleh Nabi Ismail merupakan bukti dari pengejawantahan akidah dan ibdaha islam sebagai bukyi ketakwaan akan perintah Allah SWT.

Usai shalat, jamaah langsung bersalaman sebagai simbol untuk saling memaafkan dalam kehidupan sebagai makluk sosial.

Sedangkan pelaksanaan shalat di halaman kantor Bupati Tolitoli, Minggu (11/8) terpantau aman dan lancar.

Penitia penyelenggara usai shalat menyiapkan menu hidangan untuk disantap secara bersama-sama oleh jamaah. Tradisi santap bersama ini, merupakan salah ciri khas pelaksanaan shalat ied di kantor bupati.

Menu ini merupakan sumbangan masing-masing kepala rumah tangga yang bermukim di sekitar tersebut. Mereka memasak sendiri lalu pada pagi hari membawa menu itu ke tempat yang sudah disiapkan panitia.pu

Kadis tanaman pangan dan holtikultura Rustan Rewa melakukan pengecekan akan adanya serangan hama di lahan petani

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Informasi adanya serangan hama terhadapan tanaman padi masyatakat di sejumlah tempat di Tolitoli, Sulawesi Tengah langsung di respon kadis tanaman pangan dan holtikultura, Rustan Rewa SP MP.

Meskipun hari libur, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli langsung mengecek ke lapangan, serta menemui beberapa petani untuk mengantisifasi serangan hama pengerek batang dan Wereng di Desa lalos dan Desa Tinigi, 

Melalui pe gecekan langsung ke lapangan inj, beliau berharap PPL,  MTK serta petugas OPT untuk selalu staybay di lapangan serta menghibau kepada semua PPL di setiap kecamatan agar siap siaga dalam mengatisifasi serangan hama tersebut

Menjawab alasannews.com, Rustan mengatakan bahwa pencehan hama hatus dilakukan beberapa langka dan harus tepat agar hamanya tidak cepat menyebar ke lahan lainya.

Penggerek dan wereng, merupakan musuh petani yang selalu dihadapi petani dalam setiap musim tanam. Tapi, btkat kesigapan insan pertanian dan koordinasi yang baik dengan petani setiap saat menjadi benteng tangguh penangkal serangan hama itu, ucap Rustan.pu

penampakan taman kota gaukan mohammad bantilan

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Besok (Minggu 11/8) ummat Islam akan melaksanakan shalat ied Adha. Jutaan ummat Islam, serempak pula akan wukuf di Arafah bagi yang tengah melaksanakan ibadah haji di Makkah.

Di tanah air, pelaksanaan shalat selain di masjid masjid, juga dilaksanakan di lapangan terbuka. Bagi ummat islam di Tolitoli, Sulawesi Tengah yang ingin melaksanakan shalat ied di lapangan terbuka, ini tempatnya.

1. Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan

2. Taman kota depan Stadion Dinopi 

3. Halaman kantor Bupati Tolitoli

Pelaksanaan ibadah di tiga tempat ini, masing-masing di koordinir oleh Panitia untuk Taman Kota Gaukan Mohammad Bantilan oleh panitia peringatan hari besar islam tingkat kabupaten Tolitoli.

Sedangkan di taman kota depan Stadion olah raga Dinopi, akan dikoordinir panitia dari masjid Babussalam Dinopi dan di halaman kantor bupati akan dikoordinir panitia masjid kantor bupati Tolitoli.pu

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | Festipal lagu daerah, bisa dijadikan moment untuk mengevaluasi soal pembangunan akan seni dan budaya daerah.

Demikian kesimpulan percapakan alasannews.com, dengan Ketu Dewan Kesenian Tolitoli (DKT) Rustam Arifin Sumbo (RAS), Minggu (10/8) di  Deedego Pantai Gaukan Bantilan.

RAS memaparkan, mencipta lagu apalagi mengaransemennya, tidak semua membalikkan telapan tangan. "Butuh bakat dan talenta yang baik dan waktu yang pas bagi seorang seniman baru bisa melahirkan karya seni," imbuh RAS.

Khusus lagu lagu daerah Tolitoli, boleh dibilang jumlah mereka yang bisa hanya dalam hitungan jati sebelah. Jadi, bila mereka yang sedikit ini juga minim perhatian, ya maaf bisa saja akan tenggelam di kampung sendiri.

Dia juga mengucapkan terima kasih ke pa bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan yang dengan keterbatasannya bisa memberikan suport akan pelaksanaan festipal lagu daerah ini.

"Beliau, sangat mengapresiasi pelaksanaan festipal ini. Panitia dengan dana yang terbatas juga akan berbuat maksimal," ungkap RAS.

Teman-teman pengurus dan panitia,  bekerja dengan penuh keterbatasan bukan dengan penuh fasilitas, katanya.

Alasannews.com, TOLITOLI-SULTENG | AHY dan MBB Pemimpin Baru, Milenial dan Familiar. Itulah penilaian sebagian warga Tolitoli begitu tahu kalau kubu AHY dan MSB hampir memastikan diri bersatu menuju Tolitoli melilih 2020.

Gaukan Moh Saleh Bantilan yang juga Bupati Tolitoli, beberapa saat lalu kepada alasannews.com, mengisyaratkan putranya bisa sejalan dengan AHY dalam Tolitoli memilih 2020.

Pertemuan Alek sapaan akrab Moh Saleh Bantilan dengan Amran pekan ini di Villa Lalos, merupakan sinyal kuat kedua kekuatan politik itu untuk bergandengan mempersiapkan pemimpin Tolitoli.

AHY yang pernah ssbagai wakil bupati, merupakan tokoh politik Tolitoli yang kental sebagai jagoan bagi masyarakat Dampal dan Dondo. Apalagi, saat ini AHY sebagai krtua Partai dengam empat kursi hasil Pemilu legislatif lalu.

Baca juga: Villa Lalos Kirim Sinya....

Reputasi AHY dalam kanca politik di Tolitoli tidak diragukan lagi. Familiar santun dalam setiap menyapa dan menemui masyarakat merupakan ciri khas pria berkumis ini dalam setiap kesempatan.

Sementara MBB putra dari MSB digadang-gadang bakal mewarisi gaya ayahnya dalam berpolitik. Tidak banyak bicara, pria yang tengah menyelesaikan pendidikan S1 di Surabaya ini selarang sebagai Ketua DPD KNPI Tolitoli.

Meski suhu politik saat ini di kota cengkeh Tolitoli masih adem ayem, apalagi banyaknya kendala yang melilit tokoh politik di sana untuk bisa mulus menuju Tolitoli memilih 2020.

Sepintar adem dan ayem, namun bila diselami kegalauan sejumlah petinggi partai di sana dalam mempersiapkan pertarungan 2020. Takar dan tukar pasanganpun bisa saja menjadi warna mengawali penyiapan pemimpin baru Tolitoli di era milenial nantipu

 

 

Alasannews.com,JAKARTA | Aliansi Masyarakat untuk Nawacita (Al Maun) meminta Presiden H.Joko Widodo untuk mencopot Ignatius Jonan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Rini Soemarno Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dicopot dari jabatannya. Desakan ini dilontarkan organisasi Relawan Jokowi Amin bentukan Partai Golkar ini terkait pemadaman PLN secara serentak Jawa dan Bali.

Hal ini disampaikan M. Rafik Perkasa Alamsyah Ketua Umum Al Maun saat dijumpai di Kantor Koalisi Nasional Relawan Muslim Indonesia (KN-RMI) Jl. Slamet Riyadi Matraman, Jakarta Timur pada Rabu Siang (07/08)

"Kedua Menteri ini layak dicopot dan diganti kepada Menteri yang lebih profesional, kapabel dan bertanggung jawab. Bagaimana mungkin bisa menyelesaikan banyak persoalan, menangani PLN saja tidak mampu, apalagi di daerah-daerah yang vital seperti Jakarta dan sekitarnya," tegas Rafik sapaan akrabnya.

Katanya masyarakat banyak mengalami kerugian dari sisi pelayanan, bisnis terganggu dan banyaknya kejadian-kejadian yang diluar dugaan. Menurut Rafik, ada yang meninggal di Bali karena rambu lalu lintas tidak berfungsi, ada kereta listrik yang mati ditengah jalan, bandara terganggu, banyak orang terjebak lift dan lain sebagainya.

"Kejadian ini sangat mencoreng nama baik Jokowi, bahkan pemadaman mendadak ini diberitakan dibanyak negara. Padahal alasannya tidak jelas dan tanpa pemberitahuan satu hari sebelumnya," jelas Rafik yang juga Wakil Ketua DPP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini.

Menurut Rafik sang pengagas komunitas Golkar Muda Bangkit ini, para menteri di ESDM dan BUMN bertanggung jawab, oleh karena itu sudah selayaknya mereka mundur atau Presiden Jokowi segera mengganti yang lebih baik. Katanya, saat ini Indonesia banyak stok orang-orang yang memiliki kapasitas dan kapablitas dan bertanggung jawab serta lebih baik dari Menteri ESDM dan Menteri BUMN saat ini.

"Bicara energi, merupakan hal vital dalam negara. Apabila terjadi apa-apa dengan PLN, negara bisa dalam bahaya. Kalau sebatas satu atau dua area Gardu PLN yang mati tidak masalah, namun kali ini sangat bahaya, se Jawa-Bali," terang Rafik mengakhiri. (Din/Megy)

Halaman 1 dari 145
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi