Selasa, Agustus 20, 2019
sulteng welcome
Sabtu, 01 Jun 2019 11:38

Gubernur Apresiasi Kehadiran Peserta Upacara, Jelang Cuti Bersama

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)


Alasannews.com, Palu--Sulteng | Pelaksanaan puncak peringatan hari kelahiran Pancasila tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu 1 Juni 2019 berlangsung dengan khidmat, meskipun pelaksanaannya berada di penghujung bulan suci Ramadhan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M, akan tetapi hal tersebut tidak menyebabkan peserta upacara menjadi berkurang.

Deretan peserta upacara yang terdiri dari para pejabat eselon II, III dan eselon IV serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berasal dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nampak padat, dengan tingkat kehadiran antara 90 hingga 100 persen.

Berkaitan dengan hal tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola M.Si selaku inspektur upacara memberikan apresiasi kepada para peserta upacara yang telah hadir, termasuk para pejabat eselon II, III dan IV selaku atasan langsung dari para ASN.

Menurut gubernur, H. Longki Djanggola, pelaksanaan peringatan hari kelahiran Pancasila tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019, dalam rangka meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Hariyono dalam sambutan resminya yang dibacakan gubernur menyatakan, Pancasila sebagai dasar Negara, ideologi Negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para "pendiri bangsa", merupkaan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia.

“Walaupun kita sebagai bangsa, masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa, eksistensi ke-Indonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai Negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” sebut gubernur.

Lebih lanjut, gubernur menyampaikan Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan, keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat, hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-niali Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berkat pancasila yang berkeadilan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan "Bhinneka Tunggal Ika".

Dalam konteks itulah, lanjut gubernur, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi, bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni, merupakan suatu keniscayaan.

Pertama; kita berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar Negara, sehingga bangsa nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa. Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut "jas merah". Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi Negara, itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional (national pride).

Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni sebut gubernur, bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan "piagam jakarata" oleh "panitia kecil" tanggal 22 juni dan pengesahan Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah, bagaimana kita semua mengamalkan pancasila secara simultan dan terus menerus.

Kedua dengan merayakan hari kelahiran pancasila, kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik, Pancasila sebagai "leitstars dinamis", bintang penuntun mengandung visi dan misi Negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke-depan. Sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasikan visi dan misi bangsa Indonesia.

Sebagai Negara bangsa yang inklusif dan tidak chauvinis diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis, maksudnya, keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun "tamansari kebudayaan" yang memungkinkan semua mahluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat, Indonesia untuk kita semua dan pancasila adalah rumah kita semua.

Untuk itu, diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, kondisi demikain dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis, budaya politik yang menimbulkan ketakutan. Kita indonesia, kita pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur.

Melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi "politik harapan" dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar Negara, ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia, kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.

Mengakhiri sambutan tertulis Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia,  Hariyono, Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola, menyampaikan kepada para ASN, untuk manfaatkan dan nikmati cuti bersama hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, dan secara tegas menyampaikan, apabila cuti bersama telah berakhir, maka tugas dan tanggung-jawab selaku ASN agar segera kembali di laksanakan dan jangan coba-coba membolos atau menambah libur, karena sangsi tegas terhadap disiplin ASN akan diberlakukan.bhst

Baca 110 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Berita Terkini

Empek Empek
Valentio112

Terkini Olah Raga

Sekprov
MOH SALEH
Bupati dan Wakil Ramdhan
Rustam Rewa1
dr adjimain
Fadjar S

Kontak Polisi

RESOR PALU