hpn2020
Rabu, 12 Desember 2018 06:26

Ternyata Perancang Pesawat Fokker Lahir di Blitar!

Ditulis oleh

Pesawat Fokker merupakan pesawat tempur yang terkenal dari Perang Dunia I hingga sekarang. Pesawat yang pernah merajai dunia penerbangan ini dirancang oleh Anthony Herman Gerard Fokker atau lebih dikenal dengan Anthony Fokker, seseorang berkebangsaan Belanda yang lahir pada 6 April 1890 di Blitar, Hindia Belanda (sebutan untuk  Indonesia saat masih menjadi tanah jajahan Belanda.).

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Fokker lahir di Blitar, tetapi ada pula yang menyebutkan ia lahir di Kediri. Hal ini, kemungkinan terjadi karena pada saat itu Blitar masih masuk ke Keresidenan Kediri.

Anthony Fokker adalah anak kedua dari pasangan Herman Fokker dan Johanna Hugonia Wouterina Wilhelmina Diemont. Herman Fokker sendiri adalah pemilik perkebunan kopi di salah satu daerah di Blitar, Jawa Timur.

Meski lahir di Blitar, Anthony tinggal di Indonesia hanya sampai usia empat tahun karena kedua orang tuanya menginginkan dia mendapat pendidikan yang lebih baik. Oleh sebab itu, orang tuanya memutuskan untuk pindah ke Harleem, Belanda. Ketika memasuki usia sekolah, dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, Fokker selalu membuat pusing guru dan orang tuanya karena kegemaran dia menggambar mesin, terutama rancangan mesin kereta api dan pesawat. Ketertarikan Fokker terhadap pesawat terbang semakin menggila ketika menyaksikan demo flight yang dilaksanakan perancang pesawat pertama di dunia, Wilbur Wright, pada 1908 di Le Mans, Perancis. Kegemaran menggambar rancangan mesin itu membuat Fokker tak bisa fokus terhadap mata pelajaran lainnya, sehingga mengakibatkan dirinya drop out dari sekolah menengah.

Sang ayah akhirnya mengirim Fokker ke Jerman untuk mengambil pendidikan mesin mobil di Sekolah Teknik Bingen. Karena Fokker muda lebih tertarik dengan kapal terbang, dia pun pindah sekolah ke Erste deutsche Automobil-Fachschule di Mainz, Jerman. Pada Desember 1910, Fokker merancang pesawat pertamanya yang bernama de Spin atau the Spider alias Si Laba-laba dengan biaya dari orang tuanya dan Von Daum, temannya yang menjadi perwira angkatan darat dan berlatar belakang ekonomi cukup kaya. Biaya itu terutama dia gunakan untuk membeli mesin.

Fokker semakin terkenal ketika dia diundang untuk menerbangkan pesawatnya pada perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Setelah sukses menyelesaikan demo flight di langit Harleem yang membuatnya bak selebritis pada Agustus 1911, pada tahun berikutnya yaitu 1912, Fokker pindah ke Johannisthal, dekat Berlin, dan mendirikan perusahaannya sendiri: Fokker Aeroplanbau.

Sejak itu, Fokker menciptakan berbagai jenis pesawat. Ketika pabriknya terus berkembang dan memproduksi berbagai tipe pesawat, Fokker memindahkan pabriknya ke kawasan Schwerin dan mengubah nama pabriknya menjadi Fokker Werke GmbH. Salah satu pesawat berbahan kayu yang dirancang Fokker dan secara teknis terinspirasi pesawat produksi  Perancis, Morane Sauliner, selanjutnya menjadi pesawat tempur andalan Jerman. Atas lisensi dari pabrik pesawat Perancis, Le Rhone, Fokker bahkan berhasil mengembangkan beragam pesawat tipe baru dan memiliki kualitas lebih baik dibandingkan pesawat asli yang ditirunya.

Sebagai perancang pesawat terbaik di Jerman dan masih berkewarganegaraan Belanda, pada awalnya Fokker tetap dianggap orang asing yang tidak perlu dikagumi. Rancangan Fokker kadang masih dianggap kelas dua oleh para perancang asli Jerman. Namun, hal itu tak menghalangi Fokker untuk terus berinovasi. Salah satu rancangan Fokker yang mumpuni adalah sistem rotary engine yang secara kemampuan (power) kualitasnya lebih unggul dibandingkan sistem rotary engine buatan perancang Jerman.

Meskipun mendapat perlakuan diskriminatif, Fokker memilih mengalah. Karena, selama tinggal di Jerman dirinya sudah maklum terhadap warga Jerman (ras Germania) yang selalu  merasa lebih unggul dibandingkan bangsa lainnya. Ketika militer Jerman mulai memikirkan pentingnya pesawat dalam pertempuran, Fokker diterima sebagai warga Jerman (1914) dengan syarat pesawat hasil rancangannya harus bermanfaat bagi militer Jerman.

Sepanjang Perang Dunia I, Pemerintah Jerman mengambil alih pabrik Fokker. Sejak itu, Anthony Fokker mulai merancang kapal perang untuk Angkatan Udara Jerman. Hasilnya ada 700 pesawat yang dibuat khusus untuk Perang Dunia I.

Selain membuat pesawat, Fokker juga ahli menerbangkan pesawat. Karena itu, dia kerap melakukan demonstrasi terbang.

Karena perannya membantu Jerman dalam Perang Dunia I, Anthony justru dicap sebagai pengkhianat oleh tanah airnya sendiri, Belanda. Padahal, sebelumnya hanya pemerintah Jerman-lah yang menaruh perhatian pada pesawat rancangannya, bukan Belanda yang merupakan negara asalnya.

Usai Perang Dunia I, Anthony Fokker pulang kampung. Di Belanda, dia mulai membangun perusahaan penerbangannya: Dutch Aircraft Factory, pendahulu Fokker Aircraft Company. Saat itu, Jerman-Belanda tengah melakukan pelucutan senjata besar-besaran. Fokker tidak pulang dengan tangan kosong. Dia berhasil memboyong suku cadang pesawat militer D.VII dan C.I.. Hasilnya, dia bisa membangun pesawat baru untuk masyarakat sipil.

Pada 25 Maret 1919, Fokker menikah dengan Sophie Marie Elisabeth von Morgen di Haarlem. Akan tetapi, perkawinan itu cuma bertahan empat tahun. Pada 1922, Fokker memutuskan hijrah ke Amerika Serikat dan mendirikan Fokker Aircraft Corporation. Dia juga mengubah kewarganegaraannya menjadi penduduk Amerika dan menikahi Violet Austman pada 1927. Setelah sembilan tahun tinggal di Amerika, Fokker yang menderita penyakit pneumococcal meningitis akhirnya meninggal dunia pada usia 49 tahun, di kota New York pada tanggal 23 Desember 1939.

Itulah kisah perjalanan hidup seorang perancang pesawat terkenal, yang rupa-rupanya lahir di Blitar, Indonesia.

Artikel Terpopuler

Kontak Polisi

RESOR PALU