hpn2020
Sabtu, 07 Desember 2019 23:38

Ubedilah Badrun, HMI MPO dan Reformasi 1998

Oleh: Suparman
(Fungsionaris PB HMI MPO 2013-2015)
 
Awal saya datang di Jakarta pada bulan Juli Tahun 2013 jadi Fungsionaris PB HMI, lalu sering main-main ke Taman Ismail Marzuki, sekarang lagi komersialisasi pemerintah DKI Jakarta. Kebetulan saya datang di Jakarta pada saat momen isu Pilpres 2014. 
 
Saat itu saya masih polos berkenal dengan orang-orang di TIM sebagai kumpul-kumpul para aktivis dalam mendiskusikan soal republik tercinta ini. Dalam diskusi tersebut selalu ditanya latar belakang. 
 
"Darimana Bung," mereka bertanya.
 
"Saya dari HMI MPO," jawab saya.
 
"Adiknya Kang Ubed," mereka membalasnya
 
1 tahun selalu mereka bertanya begitu dan saya menjawab begitu serta mereka membalas begitu bila bertemu para aktivis apalagi aktivis '98: HMI MPO adalah Ubedilah Badrun.
 
Sehingga dalam hati saya berkata "Ubed adalah HMI MPO, HMI MPO adalah Ubed, siapa sebenarnya Kang Ubed, sampai begitu terkenalnya, apa beliau itu mantan Ketua PB HMI?,".
 
Lalu, saya cari latar belakang bang Ubed di internet, ternyata beliau bukan mantan Ketua PB HMI, tapi pendiri FKSMJ dan tokoh sentral pergerakan '98 melengserkan Presiden Soeharto, saat itu saya masih Sekolah Dasar kelas 4.
 
Dalam hati saya berkata "seandainya beliau jadi ketua PB HMI MPO saat itu, HMI MPO akan berbeda dengan yang sekarang ini: Tidak Ada Tokoh Sentral dalam Pergerakan Mahasiswa '98. 
 
"Apa HMI tidak mau dipimpin oleh orang pergerakan?," hati saya bertanya lagi.
 
Lalu, cari tahu kenapa Bang Ubed tidak jadi Ketua PB HMI, sampai saat ini. Saya dapat informasi Bang Ubed pernah calon Ketua PB HMI MPO, tapi tidak terpilih.
 
Semakin sangat kesalnya, saya berkata kepada teman-teman.
 
"Bodoh sekali senior-senior saat itu, gagalkan Bang Ubed jadi Ketua PB HMI MPO, padahal reformasi '98 momentum sejarah republik ini, dengan bang ubed, HMI MPO sebagai ikon utama gerakan mahasiswa".
Baca 118 kali

Artikel Terpopuler

Kontak Polisi

RESOR PALU