Senin, Januari 20, 2020
Jumat, 29 November 2019 11:11

Misterius! Ikan Mati Massal di Danau Betengon, Begini Penjelasan Kepala Desa

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)
Naharuddin, Kades Betengon. 
 
Alasannews.com, Dondo, Tolitoli-Sulteng | Kejadian matinya ikan secara massal di Danau yang berada di Desa Betengon mengundang tanya. Apakah penybabnya faktor alam atau malah ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu.
 
Ikan yang mati massal di Danau yang menjadi objek wisata unggulan di Desa Betengon itu diketahui  pada Hari Jum'at (22/11).
 
Kades Betengon, Naharuddin saat ditemui di Kantor Desa Betengon,
Rabu (27/11/2019) menjelaskan kejadian tersebut sangat misterius dan mengejutkannya.
 
"Diperkirakan ikan yang mati secara massal di danau tersebut mencapai ton. Sampai-sampai menimbulkan bau busuk yang  sebabkan kepala pusing," ungkap Naharuddin kepada awak media ini. 
 
Dikatakan Kades yang kini menjabat periode keduanya, ia dan masyarakat setempat sama sekali tdk mengetahui apa penyebab dari matinya ikan-ikan tersebut.
 
Dua hari sebelum kejadian itu, hujan sangat lebat turun mengguyur Betengon. Taknlamama setelah itu ditemukan berbaga jenis  ikan, Mujair, Lele dan Bekicot mati.
 
Namun demikian, dijelaskan Naharuddin, mereka baru mengetahui setelah Dinas Perikanan turun langsung ke danau untuk meneliti penyebab kematian ikan tersebut.
 
Diperoleh informasi, penyebabnya ph dan kandungan sulfur serta oksigen dan air panas yang ada di danau tersebut menjadikan hewan-hewan tidak lagi memungkinkan untuk hidup.
 
Demikian pula panas air yang ada di tengah danau sampai mencapai 48 derajat c. Petugas menemukan titik air panas disekitar danau. Saat mereka menguji tingkat kepanasan air, alat mereka tidak mampu mendeteksi dan alat itu pun langsung rusak.
 
Sesuai saran Dinas Perikanan Kades Betengon menyurati badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Tolitoli agar untuk turun dan meneliti pusat air panas yang ada di sekitar danau tersebut.
 
"Jikalau memang nanti hasil penelitianya tidak lagi memungkin ikan untuk hidup di danau tersebut maka kemungkinan danau ini di jadikan objek wisatà permandian saja," tutur Naharuddin mengakhiri perbincangan...... (Hasbi/Mrf).
Baca 103 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Sulteng Terkini

Kontak Polisi

RESOR PALU