hpn2020
Regional
Regional

Regional (159)

BENTENG (alasannees) -- Sedikitnya tujuh terduga pelaku tindak pidana kejahatan jalanan yang kerap berulah dan meresahkan masyarakat, terjaring operasi cipta kondisi di Benteng Selayar. Mereka, dijaring tim operasi gabungan personil kepolisian Polsek Benteng dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, pada hari Sabtu, (22/02) malam kemarin. Dalam gelar operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sedikitnya tujuh orang terduga pelaku tindak pidana kejahatan jalanan yang kerap berulah dan membuat resah warga masyarakat. Ketujuh orang pelaku terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian usai ditangkap tangan petugas, saat tengah menenggak miras, menghisap lem fox, dan judi kelereng. Pelaku pesta miras jenis ballo, terjaring dari salah satu lorong yang berlokasi di belakang kantor Inspektorat, ruas jalan kelapa, Lingkungan Bua-bua Timur, Kelurahan Benteng Utara. Di lokasi ini, petugas berhasil menggelandang dua orang terduga pelaku pesta miras jenis ballo masing-masing atas nama : Surahman (32 tahun) dan Agus Wijaya, (17 tahun). Di lokasi terpisah, tim operasi cipta kondisi gabungan kembali mengamankan empat orang terduga pelaku kejahatan perjudian atas nama : Bahtiar (19), Sapri (33), Pajar 13 tahun) dan Marlina (19) Keempat terduga pelaku terpaksa harus digiring ke mobil patroli dan berurusan dengan aparat berwajib, usai ditangkap, saat bermain judi kelereng. Usai mengamankan keempatnya, tim operasi cipta kondisi kembali melanjutkan giat patroli mengelilingi kota Benteng. Saat melintasi area taman pelangi di ruas jalan Soekarno Hatta, mata awas petugas tertuju pada seorang remaja tanggung berusia lima belas tahun yang sedang ngelem. Melihat kejadian itu, petugas dengan cepat mengamankan dan menggelandang Faizal, terduga pelaku penghisap lem fox menuju mobil patroli. Selain berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku kejahatan jalanan, tim operasi cipta kondisi gabungan juga ikut menyasar sejunlah bangunan rumah kost-kosant yang berada di dalam wilayah hukum Polsek Benteng. Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengungkap status keberadaan sejumlah bangunan rumah kost-kosant yang ditengarai beroperasi secara illegal dan tidak mengantongi dokumen perizinan dari instansi tekhnis terkait dan tanpa sepengetahuan pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Benteng, AKP. Rahman, tim operasi cipta kondisi gabungan turun menyusuri lokasi-lokasi yang dinilai merupakan titik rawan tindak pidana kejahatan jalanan. Giat operasi cipta kondisi dilancarkan usai melaksanakan pelaksanaan apel gabungan di halaman Mako Polsek Benteng. Kegiatan operasi dimulai dengan kegiatan razia dan pemeriksaan rumah kost-kosant yang dianggap rawan untuk disalah gunakan sebagai tempat mesum oleh pasangan non muhrim dan atau tanpa ikatan pernikahan. Giat operasi cipta kondisi gabungan yang digelar aparat satuan polisi pamong praja bersama jajaran kepolisian resort Benteng pun, disambut hangat dan positif oleh sejumlah komponen warga masyarakat yang merasa terayomi dan terlindungi dari potensi kejahatan. Kepala lingkungan Bua-bua timur, H. Muh. Ali, berpandangan giat operasi cipta kondisi seperti ini sangat relevan dan efektif untuk dilakukan, terutama dalam rangka untuk menjaga stabilitas kondisi keamanan dan kamtibmas yang diharapkan akan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Ia berharap agar giat operasi cipta kondisi ini terus dilakukan dalam upaya untuk meminimalisir, menekan, dan mengurangi berkembangnya potensi penyakit masyarakat seperti : maksiat, judi, miras, dan perilaku menyimpang sebahagian generasi muda yang kerap menghisap lem fox Selaku seorang kepala lingkungan ia merasa sangat prihatin, jika diusianya yang masih sangat belia generasi muda, terutama anak-anak, sudah harus dirusak oleh perilaku menyimpang, tuturnya kepada tim operasi cipta kondisi. (Fadly Syarif)

Minggu, 23 Februari 2020 16:22

Dugaan Temuan BPK 42 Milyar, Apa Tanggapan UIN Suska Riau

Ditulis oleh

RIAU (alasannews) -- Berdasarkan Informasi serta data yang diperoleh team awak media, terdapat Pengelolaan dan penatausahaan pada kas UIN Suska RIAU TA 2019 dibawah kepemimpinan Rektor Ahmad Mujahidin, diduga tidak memadai. Bahkan belanja yang tidak diyakini kewajarannya. Terutama, dugaan belanja senilai 42.485.278.171. Berdasarkan temuan Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementrian Agama RI Tahun 2019, nomor 61/Subtim2/LK/02/2019 tertanggal 21 Februari 2020. Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), memerintahkan agar VA merapikan BKU TA 2019 khusus pada 3 akun (selain belanja pegawai akun 51). Merujuk hal tersebut diatas, melalui surat tertanggal 22 Februari 2020 yang langsung ditanda tangani oleh Prof.Dr.H.Akhmad Mujahidin,S.Ag., M.Ag NIP 1971 0606 199703 1 00 yang beredar, Rektor melakukan pemanggilan terhadap beberapa pejabat UIN Suska, untuk dapat hadir pada hari ini, Minggu 23 Februari 2020 di LT 2 Gedung Rektorar UIN Suska Riau yang berlokasikan Jl H.R Soebrantas KM 15No155 Tuah Madani Tampan - Pekanbaru 28293. Didalam surat yang dibuat dan dibubuhi tanda tangan oleh dirinya sendiri (Akhmad Mujahidin), meminta lakukan perbaikan BKU 2019 dan LPJ yang sangat sulit di analisis dengan batas waktu sampai tertanggal 24 Februari 2020 oleh BPK RI Hingga berita ini di Publikasi, Prof.Ahhmad Mujahidin Rektor UIN Suska Riau yng dikonfirmasi via telp seluler dan WhatsApp Pribadinya 081365XXXXXX terkait hal tersebut diatas belum dapat memberikan jawaban apapun, alias diduga memilih Bungkam tidak memberi jawaban apapun kepada awak media......Bersambung (Team/Redaksi)

Sabtu, 22 Februari 2020 07:21

14.284.633 Diduga SPBU Nakal, Ini Kata Aditya

Ditulis oleh

Foto: SPNU 14.284.633/dok

RIAU (alasannews) -- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.284.633 diduga SPBU Nakal. SPBU tersebut diduga melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dengan Jerigen. Sebagaimana yang telah di Publikasikan awak media sebelumnya, Selasa (18/02/2020) lalu. 

"Kalau untuk di wilayah Pangkalan Kerinci, kemarin awal bulan pun kita sudah lakukan pengecekan di lapangan ditemukan ada 3 SPBU di lintas timur pelanggaran pengisian diluar ketentuan." ungkap Aditya Supervisor Pertamina Wilayah Kerinci, Inhu dan Inhil, Via Telp Seluler (Hp) pribadinya.Sabtu (21/02/2020)

Kalau jiregen ini Kan ada ketentuannya, kebutuhannya untuk apa? Kalau untuk Nelayan dan Pertanian harus ada rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Dinas Pertanian.

Sementara untuk kebutuhan pelayanan umum kayak rumah sakit tipe c harus ada rekomendasi dari Dinas Kesehatan, intinya harus ada rekomendasi dari Dinas masuk dalam Perpres 191 tahun 2014 tentang Penyedian,Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, kalau diluar itu ya tidak bisa dilayani, papar Aditya.

"SPBU mana?, kalau memang ada ditemukan masyarakat dugaan SPBU Nakal maka dapat dilaporkan melalui Contact Call Center dengan nomor 135, dan atau nomor SPBU,kapan kejadiannya dan produknya apa ?

Silahkan smskan kepada saya." pinta Aditya, saat awak media menyampaikan adanya dugaan SPBU Nakal Kita sudah terapkan sanksi, dalam hal ini sanksi skorsing penghentian Suplay bagi dugaan SPBU Nakal untuk jenis produk yang dilakukan pelanggaran yakni selama 2 Minggu.

Namun ketika ada pelanggaran serupa,dapat diberikan sanksi teguran dan akan diberikan sanksi pemutusan hubungan usaha kalau ada unsur kesengajaan dan berulang-ulang.

"Saya yakin dengan dihentikannya Suplay BBM pasti jera, dan ketika ada keadaan seperti itu (dugaan SPBU Nakal) akan ditindak lanjuti dan jika ditemukan bukti akan ditindak sesuai peraturan tertentu." pesan dan tutup Aditya....bersambung (Team)

JAKARTA (alasannews) -- Musibah mendalami kini dialami, dua Pramuka Indonesia. Pasalnya, sekitar 7 korban jiwa akibat kegiatan pramuka di SMP Negri 1 Turi--susur sungai.

Kegiatan pun akhirnya menuai protes keras dan kecamatan dari para pendidik kita. Berikut salah satu pernyataan seorang pendidik yang ditayangkanndi medsos:

PIDANAKAN KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI TURI 1, SLEMAN Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D. UNIVERSITAS GADJAH MADA, YOGYAKARTA

Salam berduka yang mendalam, Berita hanyutnya beberapa murid SMP Negeri Turi 1 dan menelan korban jiwa, bukan musibah. Murni kebodohan, dan keteledoran Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka.

KEPALA SEKOLAH, GURU-GURU DAN PEMBINA PRAMUKA HARUS BERTANGGUNG JAWAB. JANGAN HANYA MINTA MAAF!

Musim hujan, anak didik disuruh susur sungai? Mengapa bukan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramukanya yang susur sungai? Otaknya dimana? Saya dapat informasi, kalau acara susur sungai sudah diingatkan warga.

Namun gurunya menjawab mati hidup ada di tangan Allah...guru goblog! Kenapa bukan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka SMP Negeri Turi 1 yang mati? Kenapa harus anak didik?

Pidanakan Kepala Sekolah, guru-guru dan pembina pramuka SMP Negeri Turi 1, Sleman. Perlu ada evaluasi menyeluruh perihal pelaksanaan kegiatan pramuka di sekolah. Saya sangat sedih dan berduka yang mendalam. Terimakasih.

Viralkan! Yogyakarta, 2020-02-21 Hormat saya, (KPH. BP. Widyakanigara)@

Jumat, 21 Februari 2020 00:07

Ternak Liar jadi Problem Kota Benteng Selayar

Ditulis oleh

BENTENG (alasannews) -- Penerapan kebijakan Peraturan Daerah (Perda) No. 20 Tahun 2009 kembali disorot warga menyusul masih banyaknya hewan dan ternak liar tak bertuan berkeliaran dan 'bergentayangan' di jalan raya.

Sorotan kembali dilontarkan warga masyarakat, setelah pada beberapa hari lalu, ternak kerbau liar tak bertuan, sempat menjadi penyebab ringseknya armada mobil ambulance milik Puskesmas Buki, usai menabrak kerbau di jembatan Tulang, Desa Barugaia, Kecamatan Bontomanai.

Hanya berselang beberapa hari pasca kejadian naas itu, sekawanan sapi tak bertuan yang acap kali berkeliaran di jalan poros rumah sakit umum daerah KH. Haiyung, Benteng, kembali terekam camera dan menjadi sorotan warga masyarakat di akun media sosial facebook.

Salah seorang pemilik akun media sosial bernama Mey Erwan yang dikonfirmasi wartawan, hari. Kamis, (20/02) menyataksn, foto sapi liar tak bertuan yang dipostingnya adalah kawanan sapi yang kerap menjadi penebar 'ranjau' darat dan tidak jarang menjadi jebakan buat warga.

"Ranjau' darat, berupa kotoran sapi berbau menyengat acapkali menjadi jebakan, terutama bagi mereka warga yang melintas di jalur dua, jalan Jend. Achmad Yani bagian selatan yang mengarah ke RSUD KH. Haiyung, Benteng.

Kawanan sapi liar tak bertuan juga ikut terekam camera dan kerap dijumpai di jalan poros Desa Parak, Kecamatan Bontomanai yang terkadang menyeberang jalan secara tiba-tiba dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Terkait akan hal tersebut, Mey Erwan meminta agar pemerintah kabupaten dapat bersikap tegas dalam menegakkan ketentuan Peraturan Daerah No. 20 Tahun 2009 Tentang : Pemeliharaan hewan/ternak. Selain dinilai dapat berpotensi menganggu kelancaran arus lalu lintas, kawanan sapi liar tak bertuan ini juga dianggap sangat menganggu kepentingan umum dan bahkan tak jarang menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas hingga darah korban pun harus bercsceran di jalan usai menabrak kawanan sapi yang tak jelas pemiliknya itu. W

Warga merasa kesal dan protes karena kawanan sapi tersebut acap kali membuang kotoran sembarangan dengan bau menyengat dan kerap mengotori beberapa ruas-ruas jalan protokol yang setiap harinya rutin dilintasi oleh warga. ( Fadly Syarif)

 

RIAU (alasannews) -- Angki yang mengaku sebagai Korlap 2 (dua) Aksi demo Aman (Aliansi Masyarakat Bemgkalis), serta sebagai Mahasiswa UIR Fakultas Psikolog semester 8 (delapan).

Sebagaimana yang diakuinya kepada wartawan saat di konfirmasi Wartawan, Selasa (18/02/2020) kemarin, diduga bukan Mahasiswa Fakultas Psikolog Universitas Islam Riau (UIR).

Berdasarkan penelusuran redaksi melalui media sosial facebok, redaksi menemukan 2 (dua) akun yang diduga milik Angki dengan nama Akun Angki Mei Putra dan Angky Mei Putra Didalam laman Akun tersebut terlihat photo yang diduga berwajah sama dengan oknum bernama Angki yang diwawancari wartawan saat aksi damai yang mengatas namakan masyarakat (Aman) dan Mahasiswa UIR Fakultas Psikolog semester 8 (delapan) yang direkam dalam bentuk rekaman suara dan visual Video.

Untuk memastikan penelusuran redaksi selanjutnya, apakah oknum Angki yang diwawancarai wartawan adalah Mahasiswa UIR Fakultas Fisikologi semester 8 (delapan). 

Penelusuran dilakukan ke pihak Universitas Islam (UIR) melalui Yanwar Arif M.Psi, Dekan Fakultas Psikolog " Baik saya chek dulu, nama lengkapnya siapa ya pak ?." jawab Yanwar Arif M.Psi Dekan Fakultas Psikolog UIR, saat dikonfirmasi apakah Angki benar Mahasiswa Fakultas Psikolog semester 8 (delapan), via WhatsApp pribadinya, Rabu (19/02/2020).

" Baik pak sy cek dulu.", kembali jawab Yanwar Arif M.Psi setelah mendapatkan nama lengkap Angki yang diduga bernama Angki Mei Putra yang diperoleh dari penelusuran redaksi di media sosial 2 akun facebok yang diduga miliknya (Angki) serta mingirim Photo wawancara wartawan dengan Angki.

" Di Data Base kita tidak ada yang bernama Angki itu, Angki itu di Fakultas Hukum.Saya tanyakan di Rektorat, dia (Angki) itu Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2013." sebut dan tutup Yanwar Arif M.Psi yang via telp seluler pribadinya pada redaksi Sementara Konfirmasi yang dilakukan redaksi kepada Dr.Admiral,SH.,MH Dekan Fakultas Hukum UIR via WhatsApp pribadinya,menjawab." Sudah Alumni pak, 2019 kalau saya tidak salah.".....Bersambung (Team)

Selasa, 18 Februari 2020 17:30

Terkait Aksi demo Mahasiswa, Ini kata Advokat Yhovizar SH

Ditulis oleh

Advokat Yhovizar SH (dok/ist)

RIAU (alasannews) -- Aksi damai ribuan Masyarakat dari Kabupaten Bengkalis mengatas namakan Aliansi Masyarakat (Aman) dan Mahasiswa Bengkalis, Selasa (18/02/2020) menuai beberapa kritikan yang diduga dapat merugikan masyarakat Bengkalis lainnya.

" Kita masyarakat Bengkalis apresiasi akan aksi yang telah dilakukan dengan mengatas namakan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis. Namun kita juga kecewa akan aksi yang telah dilakukan." ungkap Yhovizar,SH yang mengaku Masyarakat Bengkalis dan berprofesi sebagai Advokat pada awak media via WhatsApp pribadinya Selasa (18/02/2020).

Benar H.Muhammad,ST.,MP diperiksa karena diduga telah melakukan dugaan tindak Pidana Korupsi yang diduga telah terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil),namun seseorang yang sedang menjalani proses pemeriksaan oleh pihak Mapolda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dapat dinyatakan bersalah ?

" Oleh karena itu berilah ruang kepada pihak penegak hukum, Mapolda dan Kejati Riau melakukan kinerjanya dalam menangani kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan nama dirinya (H.Muhammad) akan dugaan tindak Pidana korupsi yang diduga telah terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)." tambah Yhovizar,SH.

Dan aksi yang telah dilakukan mengatas namakan masyarakat dan mahasiswa Bengkalis di depan Ditreskrimsus Polda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, diharapkan tidak mengandung unsur Kriminalisasi dan Politik.

Dugaan dimana H.Muhammad ditunjuk selaku Plt Bupati Bengkalis oleh Gubernur Riau setelah Pasca penahanan Amril Mukminin Eks Bupati Bengkalis oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), dan memasuki tahun Pilkada.

"Jika dikarenakan penunjukan Plt Pasca Penahanan Amril Mukminin Eks Bupati Bengkalis jelas dapat merugikan masyarakat Bengkalis lainnya, serta jika diduga dilakukan memasuki tahun Pilkada harap maklum, masing-masing punya jagoan, dan saling serang." ....Bersambung (Team)

Aksi massa yang menolak plt bupati Bengkali (alasannews)

RIAU (alasannews) -- Menolak Muhammad sebagai Plt Bupati Bengkalis, Ribuan Masyarakat dari Kabupaten Bengkalis mengatas namakan Aliansi Masyarakat Bengkalis (Aman), Selasa (18/02/2020)

Aksi unjuk rasa dilakukan didua tempat yakni di depan kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda, dan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Jalan Jendral Sudirman kota Pekanbaru.

Aksi yang dilakukan diketahui dikarenakan Muhammad telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Riau terkait dugaan korupsi pada proyek pipa transmisi PDAM di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada 2013 lalu.

Namun, hingga saat ini Muhammad belum juga ditahan Sekda Riau jangan coba-coba bermain mata dalam kasusu ini, tentang wakil Bupati ini ya..." wewenang sekda lah,bukti autentik itu selanjutnya.kita hanya menyentil jangan coba-coba bermain mata." cetus Angki saat dipertanyakan tudingan yang disampaikan Sekda bermain mata.

" Jadi seperti ini,kalau ada statment-statment lain yang berhak menyampaikannya adalah Alki Kordum silahkan sama beliau, beliau ada.disini " tutup Angki.

Korlap dua Mahasiswa UIR Fakultas Fisikologi semester delapan (8), saat dimintai no kontak person Alki yang disebut sebagai Kordum, serta saat dipertanyakan apakah aksi yang dilakukan diduga atas dugaan Politik Saat berita ini di Publikasi hingga usai pelaksanaan aksi demo yang dilakukan, awak media tidak dapat menjumpai Alki yang disebut-sebut sebagai Kordum....(Team)

Senin, 17 Februari 2020 23:34

Baksos Desa Cisarua Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

Ditulis oleh

BOGOR (alasannews) -- Terjal dan berlumpurnya jalan menuju Desa Cisarua Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor tidak menyurutkan semangat tim yang mengusung nama Sinergi Untuk Berbagi menuju lokasi.

Pagi itu Sabtu 15 Februari 2020, dimana medan yang dilalui cukup sulit dijangkau kendaraan biasa, ditambah lagi kondisi cuaca yang kurang bersahabat, tim terus melaju hingga titik target.

Meskipun jalan dilalui penuh halangan dan rintangan, serta jalan yang kiri kanan jurang serta tebing yang curam, tim Sinergi Berbagi akhirnya bisa mencapai lokasi yang terkena banjir satu bulan lalu.

Tim Sinergi Untuk Berbagi ini merupakan gabungan dari beberapa Komunitas dan Organisasi dari generasi milenial yang mempunyai kepedulian terhadap korban bencana alam, khususnya korban banjir dan longsor yang terjadi di desa Cisarua.

Adapun komunitas dan organisasi yang tergabung di Sinergi Untuk Berbagi ini antara lain: *We Are Charity (WAC) yang diketuai oleh Alona Puspa, Perempuan Merah Putih (PMP) dan Yayasan Seniman Jalanan Indonesia (YSJI) diketuai oleh Astrid Esther (Queen Astrid) , Aliansi Masyarakat Untuk Nawacita (Almaun) diketuai oleh M Rafik Perkasa Alamsyah, dan Remaja Islam Sunda Kelapa (Riska) yang diwakili oleh Ketua Departemen Riska Peduli Sendi Lesmana, serta dukungan Trauma Healing yang dipandu oleh Dika ( Almaun).

Rombongan ini membawa bantuan berupa beras, gula, minyak goreng, kopi, bubur ayam instan, teh, susu, biskuit bayi dan ibu hamil, biskuit orang dewasa, air minum mineral 2 botol besar per keluarga, sereal, termasuk peralatan mandi, obat-obatan standar termasuk krim anti nyamuk. Selain itu bantuan yang dibawa ada juga yang berupa pakaian dalam.

Di lokasi rombongan disambut oleh warga dengan sambutan dari Sekdes Cisarua Bapak Nana, mewakili tim Sinergi Berbagi sambutan disampaikan oleh Alona Puspa dari WAC.

Acara dipandu oleh Tyas Sanusi dari PMP, pengisi acara berupa hiburan musik untuk warga dari YSJI. Tim Dokter dari Al Maun dipimpin oleh Dr. Zul, dan tim medis perawat dari Riska.* Kondisi masyarakat pasca bencana ini cukup memprihatinkan, mengingat lokasi yang relatif sulit dijangkau, sehingga bantuan yang datang belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

Masih banyak kebutuhan primer yang dibutuhkan masyarakat seperti sembako, makanan siap saji, perbaikan rumah, kebutuhan pakaian layak pakai, selimut tebal, jaket untuk anak-anak, matras untuk tidur, serta obat-obatan mengingat curah hujan cukup tinggi, dan akses menuju Puskesmas serta Pasar cukup jauh dan sulit dijangkau.

"Harapan kami agar Pemerintah lebih memperhatikan kondisi Desa Cisarua, karena warga sangat mengharapkan pemerintah datang langsung melihat Desa Cisarua agar segera mengatasi segala permasalahan yang ada". Ujar Astrid Esther menutup wawancara kegiatan Bakti Sosial Sinergi Untuk Berbagi ini.

PEKANBARU (alasannews) -- Pendidikan Jurnalistik Gratis yang di taja Oleh Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC) bersama dengan YK Law Firm bertempat di Kantor PJC Jalan Rambutan 13 B Kota Pekanbaru. Dalam Pendidikan Jurnalistik ini Dibimbing langsung Oleh Drs. Wahyudi El Panggabean MH Selaku Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan dan DR. Yudi Krismen. SH. MH, Dosen di Pasca Sarjana Fakultas Hukum UIR. Pada Materinya Wahyudi El Panggabean menyampaikan penting nya mengenali peristiwa sebelum membuat sebuah berita dan persiapan yang matang sebelum melakukan Proses wawancara. ” ya sebelum kita melakukan proses wawancara kepada narasumber kita harus melakukan persiapan yang matang, penampilan prima, berbicara dengan sopan santun, buang rasa takut dan terakhir buat TOR atau panduan Pertanyaan.” kat Wahyudi, Minggu (16/2/2020) Ketika di tanya apa harapan Wahyudi terkait program Gratis yang ia cetus di Lembaga Pekanbaru Journalist Center ini, Wahyudi berharap agar Program ini bisa berjalan terus sesuai dengan yang di inginkan. “Saya berharap agar Program ini dapat berkesinambunga karena inilah yang akan kekal abadi bagi kita karena ini adalah salah satu ilmu yang bermanfaat yang kita ajar kepada generasi generasi muda kita. Apalagi generasi muda Sekarang ini luar biasa anak muda sudah berani jadi Wartawan dan memiliki Media makanya kita kawal serta bina agar mereka dapat menjadi Wartawan yang Profesional.” Ujarnya. Sedang kan DR.Yudi Krismen,SH. MH menyampaikan materi tentang UU IT dan UU Pers serta Kode Etik Jurnalistik yang mesti di ketahui oleh seorang Jurnalist. Pasal yang sering digunakan adalah pasal 27 Ayat 3 UU ITE tentang pencemaran nama baik serta pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang penyebaran Kebencian. ” jadi Jurnalis Mesti pandai juga karena yang terjerat UU ITE ini banyak yang berhubungan dengan Media Sosial meskipun Share Produk Jurnalistik (berita) kalau disisipi komentar yang memancing caci maki orang banyak ini juga berbahaya bagi Jurnalis. Kebebasan Pers bukan berarti membuat Jurnalis bisa bertindak Seenaknya (ada pasal 7 ayat (2) (UU 40/1999 tentang Pers ) Jurnalis adalah Profesi yang memiliki dan harus menaati Kode Etik Jurnalistik.” Jelas Pimpinan YK Law Firm. Tampak hadir pada pelatihan Jurnalis Gratis yang di Gelar Oleh Pekanbaru Journalist Center (PJC) ini ibu Asmanidar. SH selaku Ketua IKADIN Kota Pekanbaru, Pebrian Koto. S. Pd yang mendampingi para Pemateri. Salah seorang Peserta Program Jurnalistik Gratis Nova (menyampaikan ucapan Terimakasih kepada PJC dan YK Law Firm yang telah memberikan ilmu ilmu seputar Kewartawanan dam UU Pers. ” Alhamdulillah dengan mengikuti pelatihan jurnalistik ini kami banyak mendapat kan pelajaran penting dan ilmu mengenai dunia wartawan serta UU yang ada dalam dunia Jurnalistik, semoga ilmu yang telah kami dapatkan bisa bermanfaat buat kami para peserta ini.” ujar Nova. (Rilis/Red)

Halaman 1 dari 12
Umroh

Kontak Polisi