Sabtu, Januari 18, 2020
hut daerah
Regional
Regional

Regional (126)

Rabu, 08 Januari 2020 02:30

Darurat Bencana di Kabupaten Bogor Diperpanjang 14 Hari

Ditulis oleh

BANDUNG -- alasannews | Dalam rapat bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil dan Menteri PUPR, dan sejumlah Kepala Daerah hari ini di Gedung Sate, khusus untuk bencana di Kabupaten Bogor. Darurat Bencana yang harusnya berakhir hari ini (16-01-2020) diperpanjang hingga 14 hari ke depan setelah melalui pertimbangan bersama dan kajian di lapangan oleh Tim Terpadu. Dalam masa ini, akan difokuskan untuk penanganan bencana di lima Kecamatan (Gunung Putri, Sukajaya, Jasinga, Cigudeg dan Nanggung) dan membuka akses jalan menuju desa yang masih terisolasi. Kepada pemerintah pusat melalui Menteri PUPR saya usulkan demi kenyamanan dan kelayakan tempat tinggal korban-korban terdampak bencana, agar segera membantu untuk merelokasi pengungsi kepada hunian sementara . Rekomendasi titik koordinat untuk kebutuhan relokasi akan segera disampaikan Pemkab Bogor setelah kajian kelayakan serta data korban selesai di verifikasi. Pada kesempatan ini juga, gubernur mengusulkan kepada pak Menteri agar tidak hanya waduk Cibeet yang disiapkan sebagai penampung air ke Bekasi dan Karawang, tapi juga dibangun Waduk Cijurei, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga di Bogor bagian Timur . Alhamdulillah Pak Menteri menyetujui setelah sekian lama upaya membangun waduk ini tertunda. Mudah-mudahan hasil rapat hari ini, bisa berjalan sesuai rencana. Amin.

SELAYAR -- alasannews | Percepatan pembangunan akses jalan tani disuarakan masyarakat Dusun Pa’batteang, Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel menjelang tahapan pembahasan dan penyusunan RAPBD perubahan TA. 2020.

Masyarakat Pa’batteang meminta perhatian serius instansi tekhnis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk dapat segera mengalokasikan pos anggaran pembangunan akses jalan tani berkonstruksi rabat beton di sejumlah titik lokasi jalan tani yang sebelumnya telah dirintis dan melalui tahapan pengerasan.

Harapan serupa dititipkan warga masyarakat kepada segenap unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, terkhusus yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Buki-Bontomate’ne.

Warga berharap, akses jalan tani ruas sungai Li’boia dapat segera ditingkatkan statusnya dari perintisan dan pengerasan menjadi jalan rabat beton.

Selain akses jalan tani ruas Li’boia, warga masyarakat juga berharap perhatian serius dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk dapat segera menfasilitasi pengalokasian anggaran pembangunan akses jalan tani lingkar Buhung Tujuh, Ere Botto, dan akses jalan tani, ruas Pa’batteang-Gassa yang mencapai ukuran panjang dua kilometer.

Hal ini diutarakan Fadly Syarif, S.I.KOM, dalam kapasitasnya sebagai seorang pemerhati kehidupan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pernyataan tersebut dilontarkannya, usai mengunjungi dan menyaksikan secara langsung, kondisi akses jalan tani di empat titik lokasi di Dusun Pa’batteang. Selain diharapkan mampu untuk memberikan kemudahan bagi petani dalam mengakses, mengangkut, dan memasarkan produk hasil pertanian milik petani.

 

“Kebijakan ini juga diharapkan dapat memimalisir kemungkinan tersesatnya petani, saat akan menuju ke kebun yang dikelilingi oleh rerimbunan rumput dan tanaman liar”. Persoalan akses jalan tani di Dusun Pa’batteang merupakan sebuah hal yang bersifat urgent dan harus segera dituntaskan untuk menekan potensi kecelakaan tunggal, terutama di musim penghujan. Ungkapan ini didasarkan pada pertimbangan kondisi fisik infrastruktur jalan tani yang licin dan sangat sulit untuk diakses, terutama di musim hujan. Selain tidak bisa diakses dengan menggunakan kendaraan sepeda motor, akses jalan tani di Dusun Pa’batteang juga terkadang, mengharuskan petani berjalan kaki tanpa sendal. Ironisnya, petani harus melalui jalan berbatu yang dikelilingi oleh rumput berduri dan beresiko melukai bagian kaki warga masyarakat, saat akan menuju ke kebun. Terkait akan hal tersebut, Fadly berharap agar pemerintah kabupaten segera mengambil sikap melalui pengalokasian anggaran pembangunan akses jalan tani pada ke empat ruas jalan dimaksud, tandasnya, hari Senin, (31/12) siang. Selain pemerintah kabupaten, Pemprov Sulsel bersama anggota DPRD Dapil IV yang meliputi Kabupaten Selayar, Bantaeng, dan Jeneponto pun ikut diminta untuk memberikan atensi terhadap upaya percepatan pembangunan akses jalan tani tersebut. Menindak lanjuti aspirasi peningkatan jalan tani Dusun Pa’batteang, Sekretariis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar, Agus Salim, SP yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, hari Senin, (31/12) siang menandaskan “melihat dan mempertimbangkan usianya, jalan tani dimaksud, sudah bersyarat untuk ditingkatkan statusnya dari pemadatan menjadi jalan rabat beton”. Oleh karenanya, ia meminta kerjasama kepala dusun dan pemerintah desa untuk membuat usulan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melalui mekanisme persuratan resmi dengan melampirkan tanda tangan masyarakat. Hal ini kata dia, diharapkan bisa menjadi dasar pengalokasian platfom pengusulan anggaran pada moment penyusunan dan pembahasan anggaran perubahan tahun 2020. Untuk mengantisipasi, tidak terakomodirnya aspirasi tersebut, ia meminta bantuan kerjasama masyarakat, kepala dusun, bpd, dan jajaran pemerintah desa untuk tetap mengusul aspirasi peningkatan jalan tani dimaksud, melalui forum musyawarah rencana pembangunan desa (musdes) untuk ditindaklanjuti pada tahapan penyusunan dan pembahasan pos RAPBD Pokok TA. 2021 mendatang. Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan Sekdin Pertanian dan Ketahanan Pangan atas penyampaian aspirasi ini, kepada pihak Distan KP, selaku instansi tekhnis terkait, yang berkewenangan dan bertanggung jawab untuk menjawab persoalan masyarakat, di sektor pertanian. (fadly syarif)

Minggu, 05 Januari 2020 18:08

Semrawut Atas Bawa, Begini Bogor Sehari-hari

Ditulis oleh

BOGOR -- Semrawut atas-bawa. Itulah mungkin yang pantas diucapkan ketika berada di salah satu perempatan kota bogor.

Pantauan alasannews, Minggu (4/2/2020) tampak semrautnya arus kendaraan di perempatan. Saling mendahului, roda dua maupun roda empat.

Pemotor yang kebanyakan warga yang bekerja di jasa angkutan dengan aplikasi, paling terkesan ingin memnopoli jalan terutama ketika di perempatan.

Sehingga kadang bahkan nyaris senggol menyenggol antara sesama pengguna jalan itu. Tampak di gambar, tengok ke atas kabel atau haringan telepon seakan tidak mau kalah dengan semrautnya.

Sepintas ini tidak mengganggu. Tapi, bila ditatap makan akan kesan semraut semakin tidak mendukung keindahan kota. Apalagi berada persis di jalan raya tengah kota.

Padahal walikota Bogor, berupaya bagaimana menjadi Bogor sebagai kota yang asri, penuh kehijauan bila menatap ke atas. Ternyata kita bisa sekaligus menatap atas-bawa sama-sama semrautnya.

Parahnya, buasa di tengah kesemrautan itu yang berdiri mengatur dan membantu kelancara arus lalu lintas adalah polisi swasta alias pa "ogah".

 

Puan

Sabtu, 04 Januari 2020 21:46

Hujan Terus, Begini Keadaan Sebagian Kota Bogor

Ditulis oleh

BOGOR --alasannews | Julukan Bogor sebagai kota hujan, merupakan satu fakta bahwa curah hujan di kota ini di atas rata-rata kota lain. Apa saja yang harus diperhatikan Pemda dalam membangun infrastruktur untuk ke indahan kota?  Pantauan alasannews, Minggu (4/1/2020) menyebutkan, beberapa hal yang tampak perlu dibenahi seperti jalan masuk Terminal Bubulak Kota Bogor, jalan lingkungan masuk Ke SMP N 13 dan beberapa lagi. Tidak hanyabjalan masuk, di pelataran parkir terminal tersebut saat kontras karena bis bis yang mewah dan bagus bagus parkir kiri kanan becek. Sangat tidak nyaman, kata seorang sopir antar kota yang kebetulan ngopi di areal terminal itu.

 

"Bapak liat sendiri tu, calon penumpang milih duduk di trotoar atau bahu jalan ketimbang duduk areal terminal sambil menunggu kendaraan," tunjuk salah seorang sopir. Iya menjelaskan, terminal minim fasilitas. Sementara bis dan angkot yang masuk begitu banyak. Ini sebuah pertanyaan kilah sopir lainnya. Tampak jalur masuk terminal mulai berlubang,,sedang jalur keluar sudah diperbaiki dengan mengecor badan jalannya. Demikian halnya jalan masuk ke kawasan SMP N 13, separuhnya atau disisih kiri saat masuk sudah dicor tapi sisi kakan masih berantakàn alias becek becek ketika curah hujan tinggi seperti sekarang. Puan

Rabu, 01 Januari 2020 05:30

Malam Pergantian Tahun, Ini Kegiatan Korem 162/WB

Ditulis oleh

MATARAM -- alasannews | Menjelang detik pergantian tahun Keluarga besar Korem 162/WB dan Jajaran setelah apel pengecekan melaksanakan ibadah sesuai agama masing masing.

,Untuk yang muslim melaksanakan sholat isya dan sholat tasbih dimasjid At taqwa Korem 162/WB dipimpin Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani,S,Sos,SH,M,han ,sedangkan yang beragam hindu ibadah di pura Pasopati gebang untuk yang beragama nasrani beribadah diruang data Korem 162/WB.

Danrem 162/WB dalam sambutan yang dibacakan Kasrem 162/WB Letkol Inf. Endarwan Yanshori, pada acara hiburan prajurit dan keluarga dalam menyambut pergantian tahun di aula Sudirman Korem 162/WB menyampaikan bahwa rangkaian kegitaan ini sengaja dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur serta menjadi ajang introspeksi diri dan juga dalam rangka meningkatkan tali silaturrahmi antara prajurit serta keluarga besar jajaran korem 162/WB, jelasnya.

Selain itu acara hiburan yang dikemas cukup sederhana namun hikmat tersebut, tidak mengurangi kemeriahan acara diramaikan berbagai hiburan, yang menampilkan kreasi masing masing satuan jajaran dan Persit Kartika chandra kirana diantaranya, menyanyi, tarian zumba, stan up komedi, dan yang tak kalah menariknya disiapkan doorprize sebagai selingan dalam menunggu tibanya detik detik malam pergantian tahun.

Dilanjutkan bahwa kegiatan ini juga sebagai bentuk pengawan dan pengendalian khususnya prajurit satuan jajaran korem sembari melaksanakan siaga dalam mengantisipasi kontingensi, bila dibutuhkan dalam membantu pengamanan jalannya perayaan malam pergantian tahun, tutupnya.

Selain rangkaian acara tersebut, yang menjadi puncak acara detik detik malam pergantian tahun yakni renungan malam ditandai dengan menyalahkan api unggun, pembacaan puisi serta diakhiri Doa bersama seraya merenungkan apa apa yang telah terlewati ditahun sebelumnya, untuk menjadi harapan menuju kehidupan lebih baik ditahun baru 2020. Turut hadir pada rangkaian acara tersebut Para Kasi Korem, Dandim 1606/Lobar, Danyonif 742/SWY, Dan Ka Pa Satdijan korem 162/WB serta seluruh Prajurit dan keluarga besar korem 162/WB segarnisun mataram.

MUARA ENIM--alasannews.com | Lagi, warga di Tanjung Agung Muara Enim jadi korban serangan Harimau Sumatera.

Korban kali ini seoraang ibu rumah tangga bernama Sulistiwati (30), yang ditemukan warga dalam.keadaan mengenaskan, Sabtu (28/12) di semak semak sekitar 100 meter dari rumahnya.

Anggota Koramil setempat menyebutkan, awalnya pada hari Jumat tanggal 27 Desember sekitar pukul 17.00 sore hari, warga melihat seekor Harimau di kebun warga berjarak sekitar 100 meter dari jalan desa. Katemin (65) warga desa Padanh Bindu, Kecamatan Agung Muara Enim mengatakan, korban yang sempat hilang sehari itu diketahui saat itu (Jumat sore) pergi mandi di pancuran air yang jaraknya sekitar 50 meter dari saksi yang melihat Harimau saat itu. Curiga korban menjadi sasaran serangan Harimau, warga desa berkumpul di bawa komando anggota koramil untuk melakukan pencarian.

Kronologis : - Pada pukul 17.00 saksi melihat seekor harimau berhadapan langsung dikebun miliknya yg berjarak 100 m. Saksi langsung berjalan mundur sambil ketakutan tanpa disadari saksi masih berjalan mundur sampai ke jalan raya. Dan langsung melapor kepada kadus bpk. Sunaryo untuk memberitahukan ke warga yg lain - Setelah mendapat cerita dari saksi orang tua korban an. Bpk. Purwanto menyampaikan bahwa korban pergi mandi ke pancuran lokasinya dekat dgn saksi yg melihat harimau berjarak 50 m. - Spontan masyraka dusun lima dan dari desa Padang bindu dan desa tetangga karya nyata berkumpul dan berencana melaksanakan pencarian di air pancuran. Setelah hari mulai gelap masyarakat berkumpul di jalan di dpn rmh kadus menunggu aparat keamanan - Pasi intel Kapten Inf Aprizal ( Pjs Danramil Semendo) dan 2 orang anggota unit intel tiba dilokasi PKL 19.15 wib dan langsung menenangkan warga sementara sambil menunggu pihak kepolisian. - Pada pukul 20.30 wib. Masyarakat memaksa melaksanakan pencarian Korban hilang dan dgn pimpinan pak kades didampingi Pasi Intel dan beberapa personil babinsa koramil 404-06/semendo serta anggota unit Intel dim 0404/ME melaksanakan pencarian diperkirakan korban. - Sampai dilokasi pemandian air pancur ditemukan handuk yg dipakai oleh korban dan diteruskan pencarian disekitar lokasi dan belum berhasil ditemukan. - pada pukul 22.15 wib masyarakat kumpul kembali di dpn rumah kadus - selanjutnya pada PKL 22.45 wib masyarakat kembali melaksanakan pencarian pimpin oleh pasi intel kpt inf. Afrizal (Pjs Danramil Semendo), Danramil 05/TE kpt inf. Fiber irwanda, Babinsa Koramil 05, Koramil 06 dan 2 0rang Anggota Unit Inteldim 0404/ME(Sertu sayful dan Serda Hadi) dan korban ditemukan telah meninggal Dunia jarak 50 M dari Pemandian Air Mancur dengan kondisi Leher hampir putus, kaki kiri dari lutut ke bawah putus hilang, kaki kanan telapak kaki hilang . - Selanjutnya korban di bawa ke rumah Duka dan hasil musyawarah keluarga akan di laksanakan pemakaman korban pada esok Hari Sabtu 28.12.2019. - Pada pukul 00.30 Wib masyarakat membubarkan diri dan sebagian melaksanakan Takziah di Rumah Duka, - untuk hewan buas sementara tidak terlihat disekitar pemukimam warga. Fakta-fakta : 1. Benar adanya dan terlihat jelas seekor harimau sumatera yg berusaha memangsa hewan peliharaan warga yg berjarak 100 m dari perkampungan talang tinggi desa Padang bindu kec. Tanjung Agung kab. ME. 2. Harimau sumatera hanya satu ekor yang terlihat dan sedang kelaparan. 3. Ukuran sebesar anak sapi lebih kurang panjang 2 m 4. Warna belang corak garis hitam 5. Bahwa benar Korban hilang An. Sdri Sulistiowati telah di temukan dalam Kondisi MD. Penyebab pasti kematian dalam penanganan pihak kepolisian Tindakan yg diambil unt sementara: 1. mendata masyarakat yg apabila masih berada diseputaran lokasi unt segera meninggalkan lokasi perkebunan. 2.menghimbau masyarakat unt sementara waktu tidak melaksanakan aktivitas dikebun sampai dgn situasi mulai kondusif kembali. Pendapat pelapor : - Hewan buas harimau sumatera yg saat ini terlihat merupakan harimau yang merasa kelaparan dan merupakan hewan yang sedang meresahkan warga diwilayah Semendo khususnya

BULUKUMBA -- alasannews.com | Untuk kali kesekian, hujan ringan kembali mengguyur sejumlah wilayah kelurahan, dan kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi-Selatan. Hujan yang terjadi pada hari, Minggu, (29/12) siang, terpantau mengguyur wilayah Kecamatan Kajang, dan Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale. Potensi hujan ringan juga sempat mengguyur dan membasuh sejumlah sudut jalan di ibukota Kabupaten Bulukumba. Kondisi yang tidak jauh berbeda, terjadi di Kabupaten Kepulauan Selayar, ujar, Kepala seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Bahar, via saluran telefon selular, hari Minggu, (29/12) siang. Dikatakannya, meski sempat dua kali diguyur hujan ringan, situasi dan kondisi di Kabupaten Kepulauan Selayar, masih relatif stabil, aman, dan terkendali. Belum ada laporan kejadian apapun yang diterima pihak Badan Penanggulangang BPBD dari masyarakat, termasuk pohon tumbang. Laporan bencana terakhir yang kita terima, baru peristiwa kebakaran di Pulau Jampea. Kendati demikian, personil posko BPBBD, tetap kita stand bykan untuk menerima dan menindak lanjuti laporan kejadian. Mereka stand by, di ruang bidang dua kantor BPBD di Jln. Muh. Krg. Bonto, pungkasnya mengakhiri perbincangan dengan wartawan di ujung saluran telefon. (fadly syarif)

Senin, 30 Desember 2019 03:59

Begal di Bulukumba, Rampas Vino di Tengah Jalan

Ditulis oleh

BULUKUMBA -- alasannews.com | Pelaku begal kembali berulah dan membuat resah warga kota Bulukumba, Sulawesi-Selatan. Kali ini, korbannya adalah seorang pelajar yang duduk dibangku kelas VII, SMPN 2 Bulukumba, bernama Nabil (12 tahun). Sebelum dibegal, bocah berusia dua belas tahun ini, rencananya akan membeli makanan, dan cemilan berupa gorengan untuk dibawah menuju ke rumah nenek korban. Namun naas, saat melintas di depan Labissa Cafe & card wash, tepatnya, di Jln. Melati, korban mendadak disalip oleh tiga orang remaja yang teridentifikasi mengendarai motor jenis Mio M3 berwarna biru. Korban sempat dipepet dan diminta berhenti oleh ketiga pelaku yang langsung mengeluarkan badik, serta mengancam korban bersama rekannya. Melihat kehadiran pelaku, korban sempat kabur, dan membuat pelaku kehilangan arah. Tapi musibah tak bisa dihindari, karena korban kembali bertemu dengan pelaku, saat melintas di bundaran phinisi, di Jln. Jend. Sudirman. Setelah sempat dibuntuti, korban diminta berhenti, dan turun dari motor, tidak jauh dari bangunan Gereja Toraja, atau lebih tepatnya, di depan SMA Negeri 8 Bulukumba. Korban yang merasa ketakutan, langsung lari, dan meninggalkan motor miliknya. Sementara rekannya atas nama Wiwin, mencoba untuk tidak meninggalkan TKP, dan mempertahankan motor korban yang tengah berusaha dirampas oleh pelaku. Ibu korban, Trisnawati Rusida yang dikonfirmasi wartawan via telefon selular pada hari, Minggu, (29/12) malam, menuturkan, “sebelum kejadian, korban berpamitan untuk menginap di rumah neneknya dan tidak pulang ke rumah”. Akan tetapi, di tengah jalan, korban tiba-tiba berubah pikiran. dan malah menginap di rumah salah seorang rekannya, di Jln. Jati. di luar dugaan, warga Jln. Bakti Adiguna, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu ini, mendadak harus menjadi korban kejahatan dan berhadapan dengan pelaku begal yang menghadang korban pada sekitar pukul 01.00, hari, Minggu, (29/12) dini hari. Meski berhasil menyelamatkan diri dan pulang ke rumah. Akan tetapi, korban harus merelakan motor yang dikendarainya, berpindah tangan dan dirampas pelaku yang beraksi dengan menggunakan sebilah pisau tajam (badik, red). Sementara, pelaku langsung kabur dan tancap gas ke arah kompleks pemakaman di belakang SMAN 8 Bulukumba. Dari penuturan korban, salah satu pelaku teridentifikasi berambut panjang alias gondrong. Kasus perampasan sepeda motor Yamaha Vino, warna ungu, DD.5803 HE, atas nama Umar, S.Pd tersebut, saat ini tengah dalam proses lidik, aparat kepolisian, Polres Bulukumba, berdasarkan Laporan polisi nomor : LPB / 647 / XII /2019 / SPKT tanggal, 29 Desember 2019. Bilapun kemudian tertangkap, maka ancaman pidana penjara sembilan tahun telah menanti para pelaku yang terancam dijerat dengan pasal 368 KUHP. (fadly syarif)

SUMBAWA -- alasannews.com | Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Inspektur Jenderal Polisi Drs Nana Sudjana AS. MM pindah tugas ke menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Drs Gatot Eddy yang kini naik sebagai Wakapolri sesuai dengan surat telegram nomor ST 3331/XII/KEP/2019 tanggal 20-12-2019. Terkait hal ini, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah melihat hal ini sebagai keputusan yang tepat. Gubernur yang karib disapa Bang Zul ini mengapresiasi kebijakan Kapolri Jendral Idham Azis menunjuk Irjen Pol Drs Nana Sudjana untuk menjaga keamanan Ibu Kota. Dia meyakini keputusan itu berdasarkan rekam jejak dan posisi–posisi strategis serta kapasitas Irjen Pol Drs Nana Sudjana yang berpengalaman dalam bidang intelijen dan keamanan. “Sebenarnya sesuatu yang berat bagi kami, karena Irjen Nana Sudjana baru delapan bulan mengemban amanah di Polda NTB. Namun saya percaya, Beliau memiliki kemampuan, pengalaman dan kapasitas yang mumpuni selama era bergulirnya reformasi 1998 dan setelahnya. Jadi saya pikir bukan sesuatu yang susah bagi beliau jika kembali mendapat amanah baru dari Kapolri untuk memimpin di ibu kota,” ujar Bang Zul ke awak media di Mataram, Rabu (25/12). Pasca Pilpres 2019, menurut Bang Zul, kondisi masyarakat bisa dibilang masih terbelah, di mana turbulensi politik identitas masih dapat mempengaruhi situasi kamtibmas nasional. Selain itu, Jakarta adalah etalase Indonesia dan merupakan barometer keamanan nasional demi terciptanya kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang aman. “Saya rasa memang di situlah dibutuhkan profil yang matang dan mumpuni, yang dapat berperan sebagai “cooling sistem”, yang mampu melindungi hak dan kepentingan warga negara bahkan kewajiban dan hak pemerintah. Termasuk menjaga ibu kota untuk menjaga stabilitas serta rasa aman masyarakat dalam menggerakkan ekonomi,” jelas Bang Zul. Potensi gangguan kamtibmas ke depan di ibu kota, di satu sisi hanya dapat dilakukan dengan upaya pencegahan yang diperoleh dari pengumpulan data serta koordinasi dengan sejumlah stakeholder. Di sisi lain, peran sejumlah ulama dan informal leader pun dioptimalkan dalam mengkomunikasikan visi dan misi pemerintah. Sosok Nana dinilai Zulkieflimansyah sebagai figur polisi yang bertangan dingin, kemampuan komunikasinya luwes sehingga bisa menjangkau ke berbagai kalangan. “Selama Irjen Nana Sudjana menjadi Kapolda NTB, meski bisa dibilang baru sebentar, Provinsi NTB terjamin dalam keadaan aman. Potensi benturan di masyarakat berhasil dikelola dengan baik dan ketertiban berjalan maksimal. Dalam waktu yang serba singkat, Beliau telah mendapatkan apresiasi positif dari tokoh dan masyarakat NTB,” imbuh Politisi PKS itu. Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana mengaku mendapatkan surat telegram (ST) pada Jumat (20/12). Isinya terkait penunjukan dirinya sebagai Kapolda Metro Jaya oleh Kapolri Jenderal Idham Azis. “Terkait dengan beredarnya kabar tentang mutasi saya selaku Kapolda Metro Jaya memang betul, dan pada malam Sabtu, saya mendapatkan ST tersebut untuk menjadi Kapolda Metro Jaya,” ujarnya pada saat memimpin Upacara Hari Ibu di Lapangan Gajah Mada Polda NTB Senin, (23/12). Nana Sudjana mengaku bahwa mutasi tersebut membuat perasaannya campur aduk. Di satu sisi, ia dipercaya Kapolri untuk memimpin wilayah ibu kota. Di sisi lain, ia harus meninggalkan jabatan Kapolda NTB, sebuah amanah yang baru diembannya dalam waktu yang singkat. “Jadi terus terang saya merasa ada suka dan luka, saya terus terang baru menginjak bulan ke 8 menjadi Kapolda NTB ini saya sudah merasakan, kebersamaan dan rasa menyatu dengan seluruh anggota di Polda NTB,” ungkap jendral Bintang dua tersebut. Namun begitu, dirinya menegaskan kalau mutasi dalam tubuh Polri merupakan hal yang biasa dan harus diterimanya sebagai sebuah tugas, amanah dan pengabdian. tutupnya (Zi JN)

Kamis, 26 Desember 2019 09:46

Danrem 162/WB dan Kapolda NTB Tinjau Nataru

Ditulis oleh

MATARAM -- alasannews.com | Perayaan Natal 2019 yang dilaksanakan hari ini di beberapa Gereja di wilayah Kota Mataram terus dilakukan pemantauan dan pengamanan dari aparat TNI Polri bersama instansi terkait. Pagi ini, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, MM., didampingi para Perwira kedua institusi melaksanakan pemantauan dan peninjauan dengan gowes bersama ke beberapa Gereja dan pos pengamanan Operasi Lilin perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. Danrem 162/WB dalam wawancaranya mengatakan pihaknya bersama Polda NTB melaksanakan kegiatan olahraga bersama sekaligus mensingkronkan dengan kegiatan pengecekan pos keamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. "Alhamdulillah semuanya berjalan aman, tertib dan lancar. Belum ada indikasi-indikasi yang bersifat membahayakan," ungkap Danrem. Menurutnya, terkait dengan pengamanan, pihaknya selalu bersinergi dengan Polda NTB untuk menciptakan wilayah NTB tetap kondusif, karena dengan situasi kondusif maka NTB akan bisa membangun perekonomian menuju NTB Gemilang. Pada kesempatan tersebut, Kapolda NTB menjelaskan selama pelaksanaan Operasi Lilin, perkembangan situasi di wilayah Provinsi NTB masih kondusif dan tidak ada permasalahan yang bersifat menonjol. "Kami dari aparat keamanan baik TNI, Polri bersama instansi terkait dan komponen masyarakat terus bersiaga terutama di tempat sentral seperti tempat pelaksanaan ibadah Natal, Pelabuhan, Bandara dan beberapa lokasi untuk menciptakan keamanan dan kelancaran berlalu lintas," terang Nana Sudjana. Selain itu, Kapolda NTB juga menyampaikan pihaknya bersama Danrem dan Jajaran melaksanakan patroli bersepeda dalam rangka pengecekan Pospam di beberapa pospam tersebar di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. "Dengan patroli bersepeda bisa langsung menyapa dan berkomunikasi dengan masyarakat dan ini lebih efektif di samping menjaga kebugaran," pungkasnya. Adapun beberapa lokasi pos pengamanan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang dikunjungi antara lain Pospam wilayah Ampenan, Karang Jangkong dan Pospam Narmada Lombok Barat. (Zi JN)

Halaman 1 dari 9
Ruslan S Untuh
Mapri
Alimran
Kadis Perkebunan
Ruslan Hadi
Minarni
abd rhman
Amrin Haling
Kadri
Jusman
rusdi
Irfan s
Naharudin
sumardin

Kontak Polisi