Jumat, November 22, 2019
Pojok alasan
Pojok alasan

Pojok alasan (22)

Senin, 28 Oktober 2019 20:26

Gaya Hidup ASN jadi Sorotan Publik

Ditulis oleh

Hari ini, pemerintah kembali akan membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (cpns) untuk tahun 2019-2020. Semntara itu, Aparat sipil negara (asn) seharusnya memilki kedisiplinan dan bisa menjadi contoh di masyarakat kini dalam sorotan 

Di tolitoli, hal ini menjadi sorotan lembaga swadaya masyarakat soal perilaku keseharian asn di sana. Pasalnya, mulai dari gaya hidup sampai  menjadi pelakor( perebut laki orang) dinilai sudah sangat bertentangan dengan disiplin asn itu sendiri. Termasuk pelanggaran berat baukan bisa berujung pemecatan bagi yang melakukannya.

Salah satu contoh adalah soal sebagain gaya hidup asn di tolitoli seperti berlomba dalam pola hidup konsumtif bahkan terkesan glamour, mulai jdi buah bibir masyarakat umum.

Belum lagi, sejumlah asn ditengarai melakukan tindakan tak terpuji misal jadi pelakor. Isu pelakor asn di kota cengkeh sudah jadi rahasia umum.

Hal lain sejumlah asn tampak memperkaya diri begitu menempati suatu jabatan. Tampak menyolok dalam keseharian mereka.

Tim media ketika melakukan penelusuran menyimpulkan bahwa sudah saatnya pimpinan asn dalam hal ini Sekab (selaku pembina penegakan disiplin) melakukan peringatan keras terhadap asn yang ditengarai menjadi pelakor dan asn yang gaya hidupnya glamour.

Data menyebutkan, sejumlah asn juga melakukan perbuatan selingkuh apakah sesama asn atau dengan wil di daerah berbeda.

Meski belum terkonfirmasi akan kabar ini, namun santer ada asn bahkan menjadi buah bibir di masyarakat akan tindak tanduknya atau kelakuannya.

Sekab Mukaddis belum memberikan penjelasan akan sinyalemen yang sudah jadi buah bibir di masyarakat itu.

Tetapi setiap upacara tanggal 17 an bulan berjalan, himbauan akan disiplin asn selalu ditekankan baik oleh bupati, wakil bupati maupun sekab.

Kamis, 24 Oktober 2019 09:59

Pilkada dan Pemimpin Bersih

Ditulis oleh

Foto: ilustrasi

ANcom--SOROT | Belakangan, pelakor jadi isu dalam Pilkada. Entah siapa yang menggiringnya dan dikaitkan dengan moral dan etika calon pemimpin.

Redaksi alasannews.com, dari sejumlah sumber untuk edisi tayang hari ini berjudul menyarikan untuk Anda " Pilkada dan Pelakor" atau Tolitoli mencari pemimpin Bersih"

Pilkada adalah pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Masyarakat dihadapkan pada pilihan, hak mutlak masyarakat dinomor satukan dalam artian memilih siapa saja calon pemimpin yang menurutnya baik dan benar.

Undang undang mengatur, calon kepala daerah mendaftarkan diri atau diusung oleh partai atau gabungan parti.

Berarti, pintu partai menjadi tempat pertama untuk seleksi calon kepala daerah. Partai memiliki peran penting dalam menyodorkan calon, apakah secara moral sudah sesuai harapan masyarakat atau sebaliknya.

Partai bertanggjngjawab kepada masyarakat untuk tidak sekadar menyodorkan atau menyeleksi calon hanya karena kenal, berduit, pintar dan lain sebagainya. 

Sebab, kesalahan partai menyodorkan nama ke masyarakat bisa membuahkan pemimpin yang tidak diharapkan. Misal, korupsi. Meskipun belum ada study soal perilaku korup dipicu karena adanya main mata dengan wanita atau laki lain.

Sebaliknya, masyarakat sebagai benteng terakhir untuk benar benar melakukan filter terhadap calon yang bersih, baik moral maupun perbuatan lainnya. Masyarakat pun jangan digiurkan dengan penampilan atau bujuk rayu money poltik lagi.

Masyarakat harus tau trad record seseorang calon, sebab secara moral masyarakat harus pahami calon pimpinan yanh hendak dipilihnya. 

Pemimpin yang terindikasi moral dan korupsi sebaiknya dihindari  agar tidak masuk bursa  yang akan dipilih.

Ingat, moral calon seorang pemimpin sederhananya bisa diukur misal, tidak terkait isu rumah tangga atau dengan pelakor atau hal korupsi yang patut diduga atau sudah memiliki kekuatan hukum.

Akhir akhir ini di beberapa daerah pemimpin dikaitkan dengan harmonisasi keluarganya. Idealnya, calon pemimpin adalah individu yang mental spiritualnya baik dan tidak dikaitkan dengan korupsi dan wanita simpanan atau wil atau tersandung oleh pelakor. 

Allahuallam tergantung masyarakatnya.

Puan

Kamis, 17 Oktober 2019 09:19

UU KPK Mulai Berlaku Hari Ini

Ditulis oleh


Jakarta, alasannews.com |  Undang-Undang KPK yang baru akan berlaku mulai Kamis (17/10). Dengan berlakunya UU KPK yang baru, sejumlah perubahan lembaga yang bermarkas di Kuningan, Jakarta Selatan ini akan terjadi.

UU KPK yang disahkan DPR pada 17 September 2019 itu bakal menggantikan UU KPK Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Berikut adalah perubahan yang bakal terjadi pada KPK bila UU baru itu berlaku.


1. KPK jadi lembaga rumpun eksekutif


Hal ini diatur dalam Pasal 3. Dalam versi lama, KPK disebut sebagai 'lembaga negara' saja. Namun dalam UU KPK yang baru, KPK disebut sebagai 'lembaga negara dalam rumpun kekuasaan eksekutif'.

Pasal 3:

Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga negara dalam rumpun kekuasaan eksekutif yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun.


Pegawai KPK nantinya juga adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) alias PNS. Mereka harus taat para peraturan perundang-undangan mengenai ASN. Sebelumnya, pegawai KPK bukanlah PNS melainkan diangkat karena keahliannya.

Pasal 1 ayat 6:

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi adalah aparatur sipil negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan aparatur sipil negara.

2. Pimpinan KPK bukan lagi penyidik-penuntut umum

Dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 alias UU KPK yang lama, para pimpinan KPK adalah penyidik dan penuntut umum. Namun dalam UU KPK yang baru, para pimpinan KPK bukan lagi sebagai penyidik dan penuntut umum.

Ini diatur dalam Pasal 21. Dalam Pasal 21 UU KPK yang lama, ada 6 ayat. Dalam Pasal 21 UU KPK yang baru, ada 4 ayat. Hal yang tak ada dalam UU KPK yang baru adalah ayat 4 yang menjelaskan pimpinan KPK sebagai penyidik dan penuntut umum.


Dalam UU KPK yang baru, ayat 6 yang menjelaskan bahwa pimpinan KPK sebagai penanggung jawab tertinggi juga tak ada lagi.

Selama ini, penetapan tersangka hingga proses penyelidikan dilakukan lewat persetujuan para pimpinan KPK, karena status mereka adalah penyidik.

Berikut bunyi pasal 21 yang baru.

Pasal 21

(1) Komisi Pemberantasan Korupsi terdiri atas:
a. Dewan Pengawas yang berjumlah 5 orang;
b. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang terdiri dari 5 orang Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi ;dan
c. Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi.

(2) Susunan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari:
a. ketua merangkap anggota; dan
b. wakil ketua terdiri dari 4 (empat) orang, masing-masing merangkap anggota.

(3) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan pejabat negara.

(4) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat kolektif kolegial.


3. Penyelidik dan penyidik harus sehat jasmani

Dalam UU KPK yang baru, penyelidik dan penyidik harus memenuhi syarat sehat jasmani dan rohani. Pada UU KPK yang lama, syarat itu tidak ada. Selain itu, penyidik dan penyelidik harus sarjana dan lulus pendidikan di bidang penyelidikan/penyidikan. Berikut bunyi pasalnya.

Pasal 43A
(1) Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. berpendidikan paling rendah S1 atau yang setara;
b. mengikuti dan lulu pendidikan di bidang penyelidikan;
c. sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter; dan
d. memiliki kemampuan dan integritas moral yang tinggi.


Pasal 45A
(1) Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. berpendidikan paling rendah S1 atau yang setara
b. mengikuti dan lulus pendidikan di bidang penyidikan
c. sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter; dan
d. memiliki kemampuan dan integritas moral yang tinggi.

Dikutip/ dilansir dari detik.com, kamis 17 oktober 2019

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Akhirnya Seratusan petani dari tiga Kecamatan 'kepung' markas PT. Citra Mulia Perkasa (CMP), di Base Camp Desa Pagaitan, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, Senin (14/10/2019)
 
Seperti di lansir media online, Senin Sore (14/10), kedatangan Aliansi Petani Sawit Kecamatan Lampasio, Baolan dan  Ogodide yang dikawal ketat Kepolisian Resort Tolitoli bermaksud menagih janji terkait lahan plasma kepada PT CMP.
 
“Kami menagih janji kepada pihak PT CMP saat awal buka lahan di mana sampai hari ini belum ada satupun plasma yang di realusasikan pihak perusahaan,bahkan saat ini sudah panen,” Kata Moh.Heru, salah seorang Koordinator aksi yang juga Kadus Kompi Janja, Lampasio.
 
Aksi terkait lahan Plasma yang menjadi Perusahan PT. CMP itu hanyalah sekelumit dari setumpik persoalan buramnya keberadaan sawit industri oleh anak perusahaan PT. Bukit Berlian Plantation di Kabupaten Tolitoli itu.
 
Dalih investasi, dengan lahan sekitar 18.000 Ha, namun faktanya sekian lama masyarakat dan daerah menanti income investasi, tak juga ada jasil. Malah sejumlah persoalan timbul dalam hal pengadaan lahan. Kongkalikong dengan sejumlah pejabat termasuk oknum Kades 'merampas' lahan warga.
 
Sementara lahan yang tak bertuan, disulap menjadi milik orang tertentu (ada juga yang diperjualbelikan), menggunakan lembaran kertas berjudul "SKPT". Alhasil, tumpang tindih lahan pun yerjadi. Sudah menjadi rahasia umum di sana. Lain pemilik awalnya lain pula yang menjual. 
 
Mereka selalu menjadikan kebijakan dan ijin Bupati sebagai tameng. Padahal sampai detik ini publik tak pernah tahu seperti apa ijin yang mereka kantongi. Semua tertutup rapi seolah ada yang sengaja di sembunyikan. Padahal saat ini adalah erah transparansi.
 
Aksi menagih janji Plasma itu jadi titik kunci munculnya borok sekian lama didiamkan. Kemunculannya memicu yerungkapnya borok satu demi satu yang selama ini dikemas rapat dengan tameng investasi.
 
Harapan besar rakyat Tolitoli untuk mendapatkan kesejahteraan melalui komoditi sawit masih harus dipendam dalam-dalam. Tak ada penjelasan mengapa sejumlah perusahaan yang konon kabarnya hendak berinvestasi sawit selalu tak berlanjut baik. 
 
Sebelumnya ada perusahaan SBP memplot lahan di Kecamatan Ogodeide. Perusahaan menawarkan konsep kemitraan, belakangan muncul informasi kalau perusahaan itu bermetamorfosis  menjadi pengolah kayu. Dituding berbisnis kayu di areal yang diplot dengan alasan land clearing.
 
Semangat rakyat Tolitoli menanam sawit begit menggebu. Sampai akhirnya menanam secara mandiri dengan membeli benih sendiri. Saat ini mereka sudah panen. Namun cerita berbalik. Benih yang mereka tanam dinyatakan  tidak tersertifikasi. Akibatnya, hasil panen terpaksa hanya bisa laku dengan harga Rp. 400 /Kg. 
 
PT. CMP sendiri awalnya membawa harapan baru bagi warga. Sebagian warga suka rela melepasn lahannya dengan konpensasi, yang ditetapkan petugas lapangan perusahaan. 
 
Entah mengapa terkatung-katung. Mendekati 10 tahun tersendat. Konon kabarnya tersangkut persoalan HGU. Luas ijin Lokasi 18.000 Ha, dari sumber yang dapat dipercaya, baru terpenuhi kurang dari 5.000 Ha. Angka itu juga sebagian besarnya bermasalah dengan warga.
 
Selain Plasma dan kasus 'serobot' lahan warga dengan alasan telah dibeli dan sepengetahuan Kades setempat, persoalan dokumen AMDAL dan perijinan usaha perkebunan juga ditengarai sangat bermasalah.
 
Terkuak ke publik usai ditangani Ombudsman Sulteng beberapa waktu lalu, ada sejumlah keadlahan terkait perijinan.  Ijin perkebunan itu kabarnya bukan hanya lokasi sawit semata. Pada titik take over terkait peruntukan lokasi perkebunan yang awalnya adalah lokasi Sengon dan Karet. 
 
Perihal lokasi Sengon dan Karet tak dapat dialihkan menjadi lahan sawit. Pasalnya perijinan investor awal, lokasi itu terkait Sengon dan Karet. Saat itu ada keinginan mencabut ijin sengon dan karet itu, namun tak ada jalan.
 
Peliknya mencari lahan untuk sawit, memaksa PT. CMP berkompromi take over dengan menambahkan item tanaman sawit melengkapi Dua jenis tanaman sebelumnya.
 
Kadis Bunnak Tolitoli, Nasir Dg. Marumu, SPt, SIP., MSi., saat dikonfirmasi mengiyakan hal tersebut. Hanya saja dirinya mengakui belum melihat IUP PT. CMP secara langsung. 
 
"Nanti bisa ditanya jelas ke Kabid. Perkebunan," ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
 
Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun alasannews.com, membenarkan bahwa Tiga jenis tanaman itu adalah tanaman yang menjadi konten perijinan PT. CMP.
 
Namun entah dimana lokasi lahan Sengon dan Karet yang telah dibebaskan PT. CMP. Sejauh ini yang kedengaran hanyalah sawit dan sawit. Hingga saat ini tak ada kejelasan terkait nasib Sengon dan Karet yang menjadi mimpi komoditi andalan di Tolitoli oleh investornya 
 
Masih banyak lagi persoalan yang menjadi carut marut terkait investasi ini bukan hanya berpotensi merugikan perekonomian daerah, namun lebih jauh berpotensi melahirkan konflik horizontal yang mengancam keamanan dan kondusifitas Tolitoli.
 
Sayangnya belum ada petinggi dari PT. CMP yang ada di Tolitoli dapat dikonfirmasi terkait hal ini. 
 
Redaksi mencoba menghubungi salah seorang pucuk manajemen yang dianggap tahu masala ini, Hasyim. Namun walau masih bagian dari Manajemen PT. CMP, ia mengaku mendapat penugasan lain ditempat berbeda. Menurutnya di Tolitoli ada yang menangani........  (Ma'ruf Asli)
Minggu, 29 September 2019 09:37

Bersepeda Efektif Hindari Serangan Jantung

Ditulis oleh

Alasannews.com, Jakarta |  Agar selalu bugar dan sehat, semua orang harus aktif secara fisik. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu melindungi tubuh dari terserang penyakit serius seperti obesitas, penyakit jantung, kanker diabetes, dan artritis.

Bersepeda secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko masalah kesehatan yang terkait dengan gaya hidup sedentari. Bersepeda adalah olahraga yang sangat sehat, rendah risiko dan dapat dinikmati oleh semua orang dari segala usia, dari anak hingga dewasa, tulis detik.combersepd.

Selain menyehatkan, bersepeda juga baik untuk menjaga lingkungan tetap asri. Mengutip Better Health, bersepeda merupakan aktivitas aerobik, yang berarti jantung, pembuluh darah dan paru-paru pun ikut berolahraga. Bersepeda membuat napas lebih dalam, berkeringat, meningkatkan suhu tubuh, yang seluruhnya akan berpengaruh pada tingkat kebugaran.

Penyakit kardiovaskular termasuk stroke, tekanan darah tinggi dan serangan jantung dapat dicegah dengan bersepeda rutin. Bersepeda teratur dapat meningkatkan kualitas jantung, paru-paru dan sirkulasi darah.

Bersepeda juga memperkuat otot jantung, menurunkan denyut nadi dan mengurangi kadar lemak dalam darah. Beberapa penelitian menunjukkan orang yang bersepeda secara teratur akan terlindungi dari bahaya serangan jantung.

Selain memperkuat otot jantung dan menghindari risiko serangan jantung, berikut manfaat lain dari bersepeda:

- Meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot
- Meningkatkan mobilitas sendi
- Menurunkan tingkat stres
- Perbaikan postur
- Memperkuat tulang
- Mengurangi risiko kanker terutama kanker usus dan kanker payudara
- Mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Puan

Sorot Alasannews.com | Perhelatan politik Tolitoli terus menggeliat. Sejumlah anak muda disebut-sebut bakal turut ambil bagian meramaikan prosesi politik Lima tahunan itu.
 
Sederet nama tokoh muda yang kini mulai muncul dalam panggung politik Tolitoli. Randi Sahputra AR. Putra Wakil Bupati, H. Rahman HB. Sosok milenial ini sekarang jadi pucuk pimpinan lembaga legislatif Tolitoli. Ia didapuk sebagai Ketua DPRD Tolitoli setelah partai yang dikomandaninya jadi kampiun pileg April lalu.
 
Randi yang boleh  dikata anak kemarin sore, mampu menyingkirkan partai lain yang dipimpin politisi senior dan punya reputasi.
 
Selain Randi, ada sosok muda lainnya yang kini jadi legislator Tolitoli hasil pileg 2019. Muhammad Nurmansyah Bantilan atau akrab disapa Mamad Bantilan. Sebelumnya Mamad yang menyandang gelar Sarjana Ilmu Komunikasi duduk di DPRD Sulteng.
 
Putra dari MB, mantan Bupati Tolitoli ini memipin partai berlambang bintang Mersi. Ia berhasil mengamankan 3 Kursi di DPRD Tolitoli. Dengan modal itu ia mantapkan diri ikut bertarung dalam pilkada Tolitoli 2020. Baliho dengan ukuran besar dalam jumlah yang lumayan telah terpasang di tempat-tempat strategis.
 
Ada juga nama Moh. Besar Bantilan. Sosok muda dengan sejumlah pengalaman memimpin organisasi. Saat ini memimpin KNPi sekaligus Ketua Pemuda Pancasila. Anak muda yang dikenal ramah ini adalah putra Kedua Bupati Tolitoli H. Moh. Saleh Bantilan. 
 
Esar Bantilan, demikian panggilan akrab politisi muda  PAN itu, digadang-gadang maju melanjutkan kiprah ayahandanya dalam Pilkada mendatang. Sekalipun tak mendapat kursi legislatif, namun banyak pihak yang memprediksinya mampu mewarisi trah politik ayahnya yang masih posisi memegang kekuasaan politik Tolitoli saat ini.
 
Selanjutnya, ada nama Andi Ahmad Syarif. Tokoh muda satu ini memimpin partai besutan Prabowo, Gerindra. Ia merupakan tokoh muda yang berpengalaman memimpin legislatif Tolitoli. Ia baru saja melepas jabatan Ketua DPRD periode 2014-2019 yang saat itu jadi pemenang pemilu dengan 5 kursi.
 
Kini Ali (sapaan akrabnya) kembali ke DPRD. Wala hanya mampu mempertahankan 3 kursi DPRD. Tokoh muda yang juga adik kandung Anggota DPR RI, Dr. Supratman Andi Agtas ini memiliki kans maju bertanding dalam pilkada mendatang.
 
Ada pula tokoh muda yang cemerlang memimpin partai berlambang beringin. Moh. Faisal Lahadja. Ia kembali duduk di DPRD Sulteng untuk kedua kalinya. 
 
Dikenal energik dan agresif memimpin partai. Faisal akhirnya mampu meracik strategi politik  meraih posisi Runner up pemilu legislatif dengan 4 kursi.
 
Dari partai  yang sama dengan Faisal Lahadja, dengan latar kuning, ada nama Kristovorus Decky Palinggi. Tokoh  muda satu ini adalah anggota DPRD Sulawesi Utara. 
 
Eky, panggilan akrab Tokoh muda Partai Golkar Sulut ini muncul dalam ranah politik Pilkada Tolitoli. Sejak beberapa waktu lalu, nama dan wajahnya tak asing bagi khalayak Tolitoli. 
 
Melalui baliho, berbagai ucapan santun dan simpatik menyertai wajah politisi dikenal banyak kalangan. Eky pernah tercatat menjadi Anggota Bhayangkari dan beralih menjadi seorang politisi.
 
Kehadiran sosok muda tersebut, harapan akan muncul pemimpin baru  membawa suasana politik baru dan ide segar dalam pembangunan daerah berjuluk kota cengkeh ini kedepannya.
 
Hanya saja jika menyimak secara seksama, kehadiran mereka nampak masih penuh tanda tanya. Nampak sikap politik mereka masih penuh keraguan dan kurang percaya diri.
 
Fakta itu terlihat ketika mereka semuanya hanya menakar diri mereka secara politik sebatas posisi orang kedua.
 
Moh. Nurmansyah Bantilan atau yang akrab dengan nama Mamad, lebih menonjol digadang sebagai orang kedua dari H. Rahman HB, yang saat ini menduduki posis wakil Bupati. 
 
Data yang dihimpun dari berbagai keterangan pendukungnya, Mamad nampak berada pada zona nyaman kelak berpasangan dengan dari Randi Sahputra yang kini masih menjabat Ketua DPW PPP Sulteng. Beberapa orang dekatnya beranggapan langkah politisi ini realistis dan yakin meraih kemenangan dengan wakil Bupati ini.
 
Demikian pula Esar Bantilan. Beberapa waktu lalu sempat dikabarkan telah mendeklarasikan diri dengan pasangannya sebagai calon wakil Bupati.  Santer Informasi beredar ia berpasangan dengan Amran Hi. Yahya, Ketua Partai Bulan Bintang Tolitoli.
 
Amran Hi. Yahya diketahui syarat pengalaman. Ketua PBB itu membawa  partainya meraih 4 kursi DPRD Tolitoli. Sosok ini pernah menjabat wakil Bupati Tolitoli sebelumnya mendampingi Moh. Saleh Bantilan periode pertama. 
 
Selanjutnya Amran berpisah dengan Alek Bantilan dan maju sebagai calon Bupati. Ia maju melawan Pasangan Alek Bantilan dan H.Rahman. Hasilnya, Amran yang menggandeng Zainal Daud dari PKB menjadi Runner up dalam pilkada 2015 lalu itu.
 
Ada pun Eky yang telah lebih dahulu memperlihatkan kesiapannya, dalam berbagai kesempatan hanya menakar dirinya untuk posisi orang kedua. 
 
Tak diketahui alasan mendasari sikapnya itu. Tak ada juga penjelasan pasti dari kondisi tersebut.
 
Sedangkan Ali, sosok kandidat yang memiliki sokongan 3 kursi dari partainya ini, memiliki kans untuk maju bartarung. Namun informasi yang dihimpun, menunjukkan bahwa tokoh muda ini belum memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk maju orang nomor satu.
 
Faisal Lahadja memiliki karir cemerlang, kapasitasnya telah diperlihatkan dalam perhelatan politik pada pileg lalu. Bukan hanya mampu kembali duduki kursinya di DPRD Sulteng, namun tokoh pengusaha muda itu mampu memposisikan Partainya naik satu tingkat dari posisi sebelumnya.
 
Dalam berbagai kesempatan perbincangan, Faisal selalu mengelak dengan bahasa keengganan. Tokoh yang memimpin partai dengan sokongan Ketua 1 sebagai pimpinan DPRD Tolitoli ini nampak ragu-ragu.
 
Dengan peta politik tokoh muda seperti ini, maka patron politik Tolitoli praktis masih dimiliki oleh politisi senior alias orang tua, bukan orang muda. 
 
Situasi politik itu dapat dibaca dengan kembalinya sosok politis gaek seperti Amran Hi Yahya, H. Rahman HB, H. Aziz Bestari, H. Iskandar Nasir, dan H. Muhtar Deluma.
 
Nama terakhir memang pendatang baru, namun posisinya adalah tokoh birokrat senior yang tahun depan sudah memasuki masa pensiun.
 
Situasi tersebut memberikan bayangan bagaimana kepemimpinan daerah ini 5 tahun mendatang. Sebab patronase politisi senior begitu kuat, maka anak muda hanya akan menjadi pendamping pasif. Sekedar ikut meramaikan suasana pilkada.
 
Celakanya lagi kalau para politisi muda ini nampak kurang mandiri dan masih harus mengikut petunjuk orang tua. Mereka hanya akan berperan sebagai pelanjut hasrat politik orang-orang tua pendahulunya. Tentu tanpa jauh dari sikap independen menuju kepemimpinan daerah ini......... (Ma'ruf Asli).

Ilustrasi gambar, Kabar45

 

Alasannews.com | Perang melawan korupsi nampaknya bakal kandas di tengah jalan. Sejumlah indikasi memperlihatkan semangat pemberantasan korupsi itu berbalik memihak pelaku koruptor.

Dari Hulu hingga hilir usaha pemberantasan itu mulai dipreteli. 

Undang-undang KPK tak henti-hentinya diutak atik sedemikian rupa. Kali ini sepertinya mendapatkan angin segar. Pemerintah mengajukan usulan revisi dan bersambut di DPR. 

Sejumlah perangkat yang dimiliki lembaga superbodi KPK hendak diploroti. Bergulir kencang di DPR upaya menguliti kekebalan KPK. Para legislator berhasil mendorong revisi dengan dalih untuk memperkuat KPK.

Upaya dari sejumlah pihak, civil society dan para akademisi tak mampu menghadang upaya culas para bandit koruptor melumpuhkan 'taring dan kuku' lembaga super bodi itu.

Sebelumnya langkah kontroversi telah lebih dulu dengan mendudukkan sosok kontroversi pula menjadi ketua KPK.

Adalah Firli Bajuri, perwira polisi aktif berpangkat Irjen disahkan DPR RI sebagai Ketua KPK baru menggantikan Agus Raharjo. DPR dipenghujung periodenya menetapkannya sebagai ketua setelah Irjen Pol Firli Bajuri menyisihkan beberapa kandidat lain usulan Pansel Capim KPK yang diajukan Presiden Jokowi.

Hubungan Firli dan DPR berdasarkan data yang ada menunjukkan hubungan yang sangat dekat. Beberapa waktu lalu ketika angket KPK, Firli menjadi bintang kontroversi yang tiba-tiba dihadirkan membuka 'aib' KPK dimana ia adalah direktur penindakan saat itu.

Tak dipungkiri, DPR adalah lembaga yang paling meradang atas ulah KPK. Periode ini Anggota DPR paling banyak di kerangkeng KPK. Sejumlah anggota dari berbagai fraksi,  Wakil Ketua bahkan Ketua DPR, Setyo Novanto tak luput dari 'terkamannya'.

Tidak heran jika semua fraksi DPR nampak bergairah menggerayangi KPK. Sejumlah bahasa pembenaran sebagai jurus Pat gulipat mengelabui pikiran rakyat atas syahwat mereka itu.

Cukup sampai disitu?

Ternyata belum. Ternyata pada proses akhir dimana para narapidana koruptor masih harus dibela oleh DPR. 

Revisi UU Pemasyarakatan pun tak diliput dari jamahan DPR yang usianya tinggal hitungan hari itu. 

Nampaknya diakhir masa jabatannya itu DPR semakin lahap dengan merevisi UU yang berkaitan dengan koruptor.

Dalam Pasal 9 Poin C diatur mengenai sejumlah hak tahanan misalnya pendidikan, pengajaran, kegiatan rekreasional, serta kesempatan mengembangkan potensi.

Mereka yang berhak mendapatkan hak tersebut tertuang dalam pasal 10 ayat 1 huruf d.

Yakni narapidana yang telah memenuhi persyaratan tertentu tanpa terkecuali juga berhak atas:

1. remisi;
2. asimilasi;
3. cuti mengunjungi atau dikunjungi keluarga;
4. cuti bersyarat;
5. cuti menjelang bebas;
6. pembebasan bersyarat; dan
7. hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan ketentuan itu, nantinya narapidana berhak mengajukan hak cuti bersyarat. Hak tersebut bisa digunakan untuk pulang ke rumah atau ke mall.

"Itu kan sudah ada, di Pasal 10 sudah jelas bahwasanya hak-hak warga binaan itu sudah ada, hak remisi, asimilasi, cuti bersyarat, kemudian bisa pulang ke rumah, itu bagian dari itu semua. Terserah kalau dia mau cuti di situ, mau dalam arti dia ke mall juga bisa. Iya kan? Kan cuti, bisa ngambil cuti, dan didampingi oleh petugas lapas. Apapun yang dia lakukan itu didampingi oleh petugas lapas," ujar Muslim Ayub salah seorang Anggota DPR Komisi III, dilansir Tribunnews, Jumat (20/9/2019).

Terkait lamanya cuti dan peraturan teknis lainnya menurut Muslim, akan diatur dalam peraturan pemerintah.

"Peraturan Pemerintah PP-nya ini akan keluar nanti dalam bentuk apa cuti itu, berapa lama, akan diatur nanti. Kita tidak bisa memastikan cuti itu berapa lama, dalam sebulan itu berapa kali dia cuti, satu tahun berapa kali, itu diatur dalam PP. kan hanya global saja kita buat aturan itu," katanya.

Gairah DPR memblejeti pimpinan KPK, merevisi UU KPK berikut UU Pemasyarakatan serta berbagai upaya laiknya mengundang berbagai analisa banyak pihak.

Mulai dari upaya balas dendam, antisipasi mereka terjerat berikutnya hingga spekulasi beredarnya dana koruptor membiayai upaya penjegalan upaya pemberantasan korupsi dari hulu hingga hilir itu.

Kedua analisa terakhir menunjukkan kedekatan atas fakta itu. Kemungkinan besar anggota DPR baik yang terpilih kembali maupun yang tidak terpilih, ingin aman dari rongrongan KPK. 

Sungguh langkah OTT KPK yang tak kenal ampun itu menjadi momok yang menakutkan bagi mereka. Olehnya mereka ingin aman. 

Langkah kedua, kalaupun mereka apes dan tersentuh jaring KPK, di Lembaga Pemasyarakatan, sejumlah fasilitas, enak dan empuk telah menanti.

Sungguh Mengasyikkan............ (Ma'ruf Asli : Dari berbagai Sumber)

Kamis, 12 September 2019 14:57

Ungkapan Habibie Soal Akhirat yang Bikin Merinding

Ditulis oleh

 

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.

KALAULAH SEMPAT ? Renungan utk kita semua !!!!
--------------------( by BJ Habibie ketika berpidato di Kairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat .Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama." )

Sepi penghuni...
Istri sudah meninggal...
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

Tiga anak, semuanya sukses... berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri... »
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi... »
Dan ada pula yang jadi pengusaha ...

Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya...

Namun....
Saat tua seperti ini dia "merasa hampa", ada "pilu mendesak" disudut hatinya..

Tidur tak nyaman...
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....
Dari sudut mata ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya

Tapi semua anak nya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....

Sudah terlanjur melemah...

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
sepanjang waktu ....

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya... atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...
yang pasti hanyalah KEMATIAN.
Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya..._
Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang..._
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat "datang menjemput", akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula...
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama??? Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja..._

"Kalau lah sempat" menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya...

"Kalau lah sempat" dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang......

"Kalau lah sempat" memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan.....

"Kalau lah sempat" membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan...

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi "Amal Penolong" nya ...

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'meneteskan air mata' mendoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...

"KALAULAH SEMPAT"

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius?
Menyiapkan 'bekal' untuk menghadap-Nya dan 'Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang bisa melalaikan.....

Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir hidup kita.

( bagi yang menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)_

Teruslah menjadi "si penabur kebajikan" selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.

Semoga Bermanfaat...?

Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie

Sumber:detik.com/puan

foto:dok/ist
Alasannews.com -- Presiden RI ke-3 BJ Habibie yang tutup usia pada sore ini, Rabu (11/9/2019) meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Habibie dikenal sebagai presiden yang sosoknya bukan hanya cerdas, tetapi juga kisah cinta sejatinya dengan Ainun yang menginspirasi.

Bacharuddin Jusuf Habibie kini telah tenang menyusul sang istri tercinta, Hasri Ainun Besari yang telah pergi lebih dulu pada 2010. Perjalanan hidup Habibie tentu tak bisa dipisahkan dari kisahnya bersama Ainun.

Kisah Habibie dan Ainun yang tak lekang oleh waktu ini pun menginspirasi banyak orang karena mengajarkan makna tentang ketulusan dan kesetiaan. Perjalanan cinta sejati kedua sejoli ini dimulai saat mereka pertama kali bertemu saat duduk dibangku sekolah. Saat itu usia Habibie dan Ainun berusia 12 tahun.


Habibie remaja kerap dijodohkan oleh Ainun, namun ia tak tertarik karena Ainun berkulit gelap. Setelah lulus SMA, pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan ini memilih kuliah di Jerman. Saat pulang ke Indonesia, Habibie merasa terpesona melihat penampilan Ainun yang menurutnya telah berubah banyak. Candaan yang dulunya dilontarkan untuk Ainun sebagai gula jawa, kini berubah menjadi gula pasir.

Dari situ benih-benih cinta antara Habibie dan Ainun mulai tumbuh. Banyak pria yang naksir dan jatuh cinta pada Ainun, tapi wanita lulusan Kedokteran Universitas Indonesia ini tetap memilih Habibie sebagai pujaan hatinya.

 

Setelah menjalin hubungan asmara, Habibie dan Ainun mengikat janji suci pernikahan pada 1962. Dari pernikahannya ini, Habibie dan Ainun dikarunia dua anak, yakni Ilham Putra dan Thareq Kemal.

Biduk rumah tangga yang diarungi oleh Habibie dan Ainun tentu tak selalu berjalan mulus. Cobaan pun datang silih berganti. Ainun harus ikhlas berada jauh dari keluarga di Indonesia setelah memutuskan untuk tinggal bersama Habibie di Jerman. Ia juga selalu mendampingi sang suami di masa-masa kelam dan bahagia saat meniti karier di industri penerbangan hingga ketika Habibie terpilih menjadi Presiden Indonesia pada 1998.

Selama 40 tahun lebih hidup bersama, Habibie dan Ainun pun saling mendukung satu sama lain. Kebahagiaan mereka pun diuji saat Ainun didiagnosa menderita kanker ovarium, dan meninggal di Jerman pada Mei 2010. Habibie selalu setia mendampingi Ainun di saat-saat terakhirnya.

Setelah Ainun meninggal, cinta kasih Habibie terus mengalir dan tak pernah berhenti untuk istri tercintanya. Habibie pernah menuliskan puisi romantis nan mengharukan untuk mendiang istrinya. Ia juga rutin mengunjunginya di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan membawa bunga kesukaan Ainun, bunga sedap malam.

Pria yang dijuluki sebagai Bapak Teknologi Indonesia ini telah tiada. Habibie meninggal di RSPAD karena gagal jantung pada pukul 18:05 WIB, Rabu (11/9/2019).


Habibie kini telah menemui cinta sejatinya, Ainun di keabadian. Bela sungkawa juga diungkapkan oleh Melanie Subono, cucu keponakan BJ Habibie lewat akun media sosialnya.

"Eyang ... SAMPAI JUMPA DI KEABADIAN ... Senangnya dah bisa ngelepas kangen sama eyang puteri, bisa berdua dua an lagi... Kita disini ikhlas asal eyang bahagia -- SELAMAT JALAN -- -," tulis Melanie.puan

Tulisan sudah tayang di detik.com berjudu: Perjalanan Cinta Sejati Habibie dan Ainun yang Menginspirasi

 

Sabtu, 07 September 2019 08:21

Menakar Forensik dalam Menguak Tabir Kejahatan

Ditulis oleh

Foto :ist

Alasannews.com, Jakarta | Setiap terjadi peristiwa kejahatan yang menarik perhatian publik, biasanya istilah “forensik” sering muncul bak wanita anggung yang begitu mempesona sehingga setiap orang tertarik untuk mengenalnya. Contoh terakhir yang banyak diingat publik adalah dalam menguak tabir meninggalnya seorang korban karena meminum kopi di sebuah café di Jakarta. Sungguh sebuah peristiwa yang menyedot perhatian publik, karena proses peradilan yang diliput secara terbuka sehingga setiap pemirsa bisa mengikuti setiap alur cerita dengan argumen – argumen forensiknya.

Nah untuk mengetahui masalah ini lebih dalam, di sini kami sajikan hasil perbincangan dengan Pimpinan Rumah para Pecinta Ilmu (RUMPPI) yang juga Komisioner Kompolnas RI Dede Farhan Aulawi yang selama ini dikenal sangat terbuka dengan media serta tidak pelit dalam berbagi ilmu.

Menurutnya, kata "forensik" berasal dari kata Latin "forenses" yang berarti forum. Dahulu di zaman Romawi, sebuah forum merujuk ke tempat umum di mana proses peradilan dan perdebatan diadakan. Jadi asal usul dan definisi 'ilmu forensik' menunjuk pada hubungannya yang erat dengan sistem hukum. Ilmu Forensik melibatkan pengumpulan, pelestarian, dan analisis bukti yang sesuai untuk menuntut seorang pelaku di pengadilan.

Sistem hukum secara luas mengakui peran bukti forensik dalam persidangan pelaku kejahatan. Ini karena ketika teknik dan metode ilmiah digunakan, tidak ada banyak ruang untuk bias atau ketidakadilan. Itulah mengapa profil DNA dan sejumlah bukti forensik lainnya diterima secara luas di pengadilan di seluruh dunia. Ungkap Dede.

Dede juga menambahkan bahwa bukti forensik digunakan secara luas di seluruh dunia untuk menghukum atau membebaskan terdakwa. Untuk itulah laboratorium sains forensik telah menjamur di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Bahkan tindakan khusus telah diberlakukan di AS, Kanada, dan Australia untuk meningkatkan rendering layanan forensik.

Ini akan memastikan bahwa kejahatan terdeteksi dengan kepastian yang lebih besar dan akibatnya tingkat hukuman dapat meningkat. Tindakan semacam itu sangat menekankan pada manajemen TKP yang efisien dan berkualitas. Namun karena fasilitas laboratorium forensik milik Pemerintah seringkali jumlahnya terbatas, maka melahirkan beberapa labortorium forensik swasta.

Yayasan Forensik Incognito (Lab IFF) merupakan laboratorium forensik swasta yang berbasis di Chennai dan Bangalore, India. Ini telah muncul sebagai pelopor meskipun sangat baru dalam domain forensik. Dengan keahlian dalam investigasi kriminal, cyber dan forensik digital menjadikan IFF sebagai laboratorium strategis yang dirasakan sangat membantu oleh Pemerintah India.

Kejahatan dunia maya dan pusat forensik digital mereka menawarkan solusi yang melayani berbagai segmen masyarakat seperti lembaga penegak hukum, penyelidik swasta, individu, korporasi dan pemerintah. IFF Lab juga melayani individu yang ragu-ragu yang ingin menyelesaikan perselisihan keluarga tetapi tidak mau berurusan dengan aparat penegak hukum.

Karenanya IFF Lab sangat membantu perusahaan dan individu yang ingin menjaga kerahasiaan masalah yang dipersengketakan. Kasus-kasus seperti itu melibatkan dokumen penipuan, pencurian identitas, penipuan perusahaan, perselisihan keluarga, kejahatan dunia maya, penipuan dan lain - lain.(pua)

Halaman 1 dari 2

Kontak Polisi