Jumat, November 15, 2019
Rabu, 03 Juli 2019 05:58

Dg Baso: Simalakama, Berusaha di Area Zona Merah Palu

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Alasannews.com, Palu-Sulteng | Tinggal dan berusaha di area zona merah, bagi warga Palu,  Sulawesi Tengah, bagian dari pilihan bak buah Simalakama. 

Demikian kesimpulan dari penelusuran tim media ini, ke beberapa area yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai zona merah, Selasa pekan ini.

Seperti pengakuan Dg Baso. Dia, sudah berjualan di zona merah (pantai Talise), sebulan pasca bencana 28 September 2018 silam. 

"Saya pak, sebulan sesudah bencana itu, membuah usaha jualan kelapa muda di area ini. Konon, tempat saya berusaha sekarang ini disebut zona merah," ungka Baso saat ditemui di tempatnya berjualan eks anjung Pantai Talise.

Mengapa pria setengah baya ini terkesan nekad? Pak Baso memang mengaku tidak menjadi korban saat peristiwa itu menerjang tempatnya membuka usaha. "Saay bencana itu datang, saya ke rumah untuk mandi," ungkap Baso mengenang kejadian yang meremggut nyawa adik kandungnya.

Baso dan usahanya di sekitar eks area anjungan, bagian dari potres sosial kehidupan di kota Palu saat ini. Baso mengaku, kenekatannya membuak kembali usaha jualan kelapa muda dipicu ekonomi rumah tangganya.

Bila saya tidak senekad ini pak! Mungkin, saya sudah jadi pencuri. Pria asal Selatan ini, mengaku sudah puluhan tahun berusaha di Tanah Kaili. Ini sudah kampung saya, bagaimanapun paihitnya hidup, saya akan bertahan di sini, imbuhnya.

Senin pekan ini, Menkopolhukam, Wiranto setibanya di Palu, Sulawesi Tengah, dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap (Huntap) di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, mengingatkan kembali bahaya membuka hunian maupun berusaha di area zona merah.

Menurut purnawirawan bintang empat itu, warga tidak boleh membangun hunian di kawasan zona merah pascagempa, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng) 28 September 2018.

"Akan merepotkan yang bersangkutan dan kita semua," tanda Wiranto.

Kota Palu berada di bawah jalur sesar aktif Palu Koro. Selain bisa membahayakan warga yang membanguan di zona merah, tentu bisa beresiko lebih tinggi.

Kata Wiranto, mari untuk m3mbangun hunian di zona yang aman atau tidak mendekati zona merah yang oleh parah ahli disebut sangat memiliki resiko tinggi. "Pilihlah, tempat yang aman," pinta Wiranto yang berada di Palu didampingi sejumlah menteri terkait.

Hasil pantauan alasannews.com, ada beberapa warga Sulteng, khusunya di kota Palu mulai melakukan aktivitas dan mulai memperbaiki hunian mereka yang masuk kategpri zona merah.pu

Baca 119 kali Terakhir diubah pada Rabu, 03 Juli 2019 06:20

Berikan komentar

TULIS PESAN

Kontak Polisi