Senin, November 18, 2019
Rabu, 16 Oktober 2019 14:07

Potret Buram Perusahan Sawit, PT. CMP Tolitoli Bermasalah Dari Perijinan, Sengketa Lahan Hingga Nihil Plasma

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)
Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Akhirnya Seratusan petani dari tiga Kecamatan 'kepung' markas PT. Citra Mulia Perkasa (CMP), di Base Camp Desa Pagaitan, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, Senin (14/10/2019)
 
Seperti di lansir media online, Senin Sore (14/10), kedatangan Aliansi Petani Sawit Kecamatan Lampasio, Baolan dan  Ogodide yang dikawal ketat Kepolisian Resort Tolitoli bermaksud menagih janji terkait lahan plasma kepada PT CMP.
 
“Kami menagih janji kepada pihak PT CMP saat awal buka lahan di mana sampai hari ini belum ada satupun plasma yang di realusasikan pihak perusahaan,bahkan saat ini sudah panen,” Kata Moh.Heru, salah seorang Koordinator aksi yang juga Kadus Kompi Janja, Lampasio.
 
Aksi terkait lahan Plasma yang menjadi Perusahan PT. CMP itu hanyalah sekelumit dari setumpik persoalan buramnya keberadaan sawit industri oleh anak perusahaan PT. Bukit Berlian Plantation di Kabupaten Tolitoli itu.
 
Dalih investasi, dengan lahan sekitar 18.000 Ha, namun faktanya sekian lama masyarakat dan daerah menanti income investasi, tak juga ada jasil. Malah sejumlah persoalan timbul dalam hal pengadaan lahan. Kongkalikong dengan sejumlah pejabat termasuk oknum Kades 'merampas' lahan warga.
 
Sementara lahan yang tak bertuan, disulap menjadi milik orang tertentu (ada juga yang diperjualbelikan), menggunakan lembaran kertas berjudul "SKPT". Alhasil, tumpang tindih lahan pun yerjadi. Sudah menjadi rahasia umum di sana. Lain pemilik awalnya lain pula yang menjual. 
 
Mereka selalu menjadikan kebijakan dan ijin Bupati sebagai tameng. Padahal sampai detik ini publik tak pernah tahu seperti apa ijin yang mereka kantongi. Semua tertutup rapi seolah ada yang sengaja di sembunyikan. Padahal saat ini adalah erah transparansi.
 
Aksi menagih janji Plasma itu jadi titik kunci munculnya borok sekian lama didiamkan. Kemunculannya memicu yerungkapnya borok satu demi satu yang selama ini dikemas rapat dengan tameng investasi.
 
Harapan besar rakyat Tolitoli untuk mendapatkan kesejahteraan melalui komoditi sawit masih harus dipendam dalam-dalam. Tak ada penjelasan mengapa sejumlah perusahaan yang konon kabarnya hendak berinvestasi sawit selalu tak berlanjut baik. 
 
Sebelumnya ada perusahaan SBP memplot lahan di Kecamatan Ogodeide. Perusahaan menawarkan konsep kemitraan, belakangan muncul informasi kalau perusahaan itu bermetamorfosis  menjadi pengolah kayu. Dituding berbisnis kayu di areal yang diplot dengan alasan land clearing.
 
Semangat rakyat Tolitoli menanam sawit begit menggebu. Sampai akhirnya menanam secara mandiri dengan membeli benih sendiri. Saat ini mereka sudah panen. Namun cerita berbalik. Benih yang mereka tanam dinyatakan  tidak tersertifikasi. Akibatnya, hasil panen terpaksa hanya bisa laku dengan harga Rp. 400 /Kg. 
 
PT. CMP sendiri awalnya membawa harapan baru bagi warga. Sebagian warga suka rela melepasn lahannya dengan konpensasi, yang ditetapkan petugas lapangan perusahaan. 
 
Entah mengapa terkatung-katung. Mendekati 10 tahun tersendat. Konon kabarnya tersangkut persoalan HGU. Luas ijin Lokasi 18.000 Ha, dari sumber yang dapat dipercaya, baru terpenuhi kurang dari 5.000 Ha. Angka itu juga sebagian besarnya bermasalah dengan warga.
 
Selain Plasma dan kasus 'serobot' lahan warga dengan alasan telah dibeli dan sepengetahuan Kades setempat, persoalan dokumen AMDAL dan perijinan usaha perkebunan juga ditengarai sangat bermasalah.
 
Terkuak ke publik usai ditangani Ombudsman Sulteng beberapa waktu lalu, ada sejumlah keadlahan terkait perijinan.  Ijin perkebunan itu kabarnya bukan hanya lokasi sawit semata. Pada titik take over terkait peruntukan lokasi perkebunan yang awalnya adalah lokasi Sengon dan Karet. 
 
Perihal lokasi Sengon dan Karet tak dapat dialihkan menjadi lahan sawit. Pasalnya perijinan investor awal, lokasi itu terkait Sengon dan Karet. Saat itu ada keinginan mencabut ijin sengon dan karet itu, namun tak ada jalan.
 
Peliknya mencari lahan untuk sawit, memaksa PT. CMP berkompromi take over dengan menambahkan item tanaman sawit melengkapi Dua jenis tanaman sebelumnya.
 
Kadis Bunnak Tolitoli, Nasir Dg. Marumu, SPt, SIP., MSi., saat dikonfirmasi mengiyakan hal tersebut. Hanya saja dirinya mengakui belum melihat IUP PT. CMP secara langsung. 
 
"Nanti bisa ditanya jelas ke Kabid. Perkebunan," ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
 
Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun alasannews.com, membenarkan bahwa Tiga jenis tanaman itu adalah tanaman yang menjadi konten perijinan PT. CMP.
 
Namun entah dimana lokasi lahan Sengon dan Karet yang telah dibebaskan PT. CMP. Sejauh ini yang kedengaran hanyalah sawit dan sawit. Hingga saat ini tak ada kejelasan terkait nasib Sengon dan Karet yang menjadi mimpi komoditi andalan di Tolitoli oleh investornya 
 
Masih banyak lagi persoalan yang menjadi carut marut terkait investasi ini bukan hanya berpotensi merugikan perekonomian daerah, namun lebih jauh berpotensi melahirkan konflik horizontal yang mengancam keamanan dan kondusifitas Tolitoli.
 
Sayangnya belum ada petinggi dari PT. CMP yang ada di Tolitoli dapat dikonfirmasi terkait hal ini. 
 
Redaksi mencoba menghubungi salah seorang pucuk manajemen yang dianggap tahu masala ini, Hasyim. Namun walau masih bagian dari Manajemen PT. CMP, ia mengaku mendapat penugasan lain ditempat berbeda. Menurutnya di Tolitoli ada yang menangani........  (Ma'ruf Asli)
Baca 73 kali

Berikan komentar

TULIS PESAN

Kontak Polisi