Senin, November 18, 2019
Kamis, 24 Oktober 2019 09:59

Pilkada dan Pemimpin Bersih

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)

Foto: ilustrasi

ANcom--SOROT | Belakangan, pelakor jadi isu dalam Pilkada. Entah siapa yang menggiringnya dan dikaitkan dengan moral dan etika calon pemimpin.

Redaksi alasannews.com, dari sejumlah sumber untuk edisi tayang hari ini berjudul menyarikan untuk Anda " Pilkada dan Pelakor" atau Tolitoli mencari pemimpin Bersih"

Pilkada adalah pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Masyarakat dihadapkan pada pilihan, hak mutlak masyarakat dinomor satukan dalam artian memilih siapa saja calon pemimpin yang menurutnya baik dan benar.

Undang undang mengatur, calon kepala daerah mendaftarkan diri atau diusung oleh partai atau gabungan parti.

Berarti, pintu partai menjadi tempat pertama untuk seleksi calon kepala daerah. Partai memiliki peran penting dalam menyodorkan calon, apakah secara moral sudah sesuai harapan masyarakat atau sebaliknya.

Partai bertanggjngjawab kepada masyarakat untuk tidak sekadar menyodorkan atau menyeleksi calon hanya karena kenal, berduit, pintar dan lain sebagainya. 

Sebab, kesalahan partai menyodorkan nama ke masyarakat bisa membuahkan pemimpin yang tidak diharapkan. Misal, korupsi. Meskipun belum ada study soal perilaku korup dipicu karena adanya main mata dengan wanita atau laki lain.

Sebaliknya, masyarakat sebagai benteng terakhir untuk benar benar melakukan filter terhadap calon yang bersih, baik moral maupun perbuatan lainnya. Masyarakat pun jangan digiurkan dengan penampilan atau bujuk rayu money poltik lagi.

Masyarakat harus tau trad record seseorang calon, sebab secara moral masyarakat harus pahami calon pimpinan yanh hendak dipilihnya. 

Pemimpin yang terindikasi moral dan korupsi sebaiknya dihindari  agar tidak masuk bursa  yang akan dipilih.

Ingat, moral calon seorang pemimpin sederhananya bisa diukur misal, tidak terkait isu rumah tangga atau dengan pelakor atau hal korupsi yang patut diduga atau sudah memiliki kekuatan hukum.

Akhir akhir ini di beberapa daerah pemimpin dikaitkan dengan harmonisasi keluarganya. Idealnya, calon pemimpin adalah individu yang mental spiritualnya baik dan tidak dikaitkan dengan korupsi dan wanita simpanan atau wil atau tersandung oleh pelakor. 

Allahuallam tergantung masyarakatnya.

Puan

Baca 45 kali Terakhir diubah pada Kamis, 24 Oktober 2019 10:09

Berikan komentar

TULIS PESAN

Kontak Polisi