Senin, Jun 17, 2019
radio
Sport Luar Negeri
PEMRED

PEMRED

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Setelah dilakukan pencarian oleh Tim Gabungan sejak Jum'at malam, akhirnya jasad korban ditemukan.

Jasad Ari Susanto (16) ditemukan di dekat tumpukan batu pemecah ombak pantai gaukan Nalu sekitar jam 06.00 wita, Minggu (16/6/ 2019).

Hal itu disampaikan Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko, SIK, MH. , dalam keterangannya kepada alasannews.com, sesaat setelah ditemukannya jasad korban yang hilang saat memancing ikan.

"Benar, sudah ditemukan. Sekarang sudah dibawah ke rumah orang tuanya setelah diidentifikasi dan dipastikan jasad yang ditemukan itu sesuai dengan yang dilaporkan hilang," terang Kapolres.

Awalnya, menurut Hendro Purwoko,  jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan bernama Ajis Dalle (47).

Lantas yang bersangkutan melapor ke Basarnas yang kantornya di lokasi Pantai Gaukan Bantilan. Selanjutnya jasad korban tersebut dievakuasi oleh Tim Basarnas.

Tim Polres Tolitoli kemudian melakukan identifikasi untuk selanjutnya dibawah ke rumah duka untuk disemayamkan.

Terkait tindakan medis/visum di RSU Mokopido, dijelaskan Kapolres bahwa pihak keluarga dalam hal ini ayah korban, Samsudin (50) menolak untuk dilakukan tindakan medis tersebut.

"Keluarga korban tak ingin ada tindakan medis dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah," jelas Kapolres.

Terkait kejadian yang menelan korban nyawa tersebut, Kapolres AKBP. Hendro Purwoko, SIK, MH. menghimbau kepada selruh masyarakat nelayan agar lebih waspada dan berhati hati.

"Kepada warga Tolitoli di pesisir, utamanya nelayan agar berhati-hati dan waspada serta memperhatikan tanda-tanda bahaya. Mengingat cuaca ekstrim yang sering terjadi dimana dapat berubah sangat cepa," kata Kapolres mengingatkan.

Kapolres juga berharap instansi yang berwenang dapat membantu memberikan himbauan dan informasi cuaca mana yg bahaya dan tidak.

Selanjutnya AKBP Hendro Purwoko juga meminta para nelayan agar saling mengingatkan diantara masyarakat nelayan lainnya agar kedepan tidak lagi terjadi musibah sepert itu...... (Ma'ruf).

Aripuddin, Ketua AsPUR Tolitoli

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pengurus Asosiasi Peternak Unggas Rakyat ( AsPUR ) Tolitoli lakukan konsolidasi persiapan deklarasi dan luncing program. 

Ketua AsPUR Tolitoli, Aripuddin memimpin pertemuan konsolidasi tersebut di salah seorang pengurusnya, kompleks peternakan unggas Kabinuang, Jum'at malam (14/6).

Menjawab alasannews.com, terkait agenda pertemuan tersebut, Aripuddin selaku ketua AsPUR menuturkan lembaganya sedang konsolidasi mempersiapkan rencana deklarasi dalam waktu dekat. 

"Kami konsolidasi persiapan Deklarasi dalam waktu dekat ini," kata Aripuddin yang juga pemilik peternakan ayam petelur di Galang ini.

Senada dengan Aripuddin,  Suardi Yajib selaku pembina AsPUR Tolitoli mengatakan persiapan deklarasi perlu didahului konsolidasi dengan peternak, pengusaha, bahkan pemerhati ternak unggas yang ada di Tolitoli. 

"Anggota AsPUR Tolitoli meluas meliputi peternak, pedagang dan pemerhati unggas yang ada di Tolitoli. Mereka perlu bertemu untuk membahas persiapan dalam deklarasi nanti, " ujar Suardi. 

Ditanya alasan terbentuknya AsPUR Tolitoli,  Suardi mengatakan hal itu berangkat dari keprihatinan banyaknya peternak Tolitoli yang gulung tikar dan berhenti beternak.  Akibatnya, peternakan unggas Tolitoli mati suri.

"Sekarang data yang dimiliki Asosiasi,  sekitar 98 persen ayam potong dipasar itu pasokan dari luar. Dari Palu, Mamuju bahkan dari Masamba Sulawesi Selatan, " ungkap Suardi.

Pertemuan Asosial itu berlangsung lancar. Nampak hadir sejumlah peternak dan dan pedagang yang aktif di Tolitoli. 

Aspian, salah seorang pengurus yang kediamannya jadi tempat pertemuan berharap dengan adanya Asosiasi tersebut, peternakan unggas Tolitoli bangkit kembali.

"Kehadiran Asosiasi ini mudah-mudahan kedepan bisa membangkitkan kembali semangat para peternak kita," imbuhnya. ....... (Ma'ruf)

Alasannews.com, Jakarta | Tengku Zulkarnain, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), berkicau tentang kebijakan impor ikan asin Indonesia dalam akunn Twitternya, @tengkuzulkarnain.

Dalam tweet tersebut ia sertakan tangkapan layar pemberitaan soal impor ikan asin dari Thailand dan Taiwan

"Dengan Bentang Laut Lebih 99000 Kilometer, dan Menjadi Paling Luas Kedua Setelah Canada. Indonesia Impor Ikan Asin dari Thailand dan Taiwan. Kenapa...? SALAH URUS Kah Negeri Ini...? Ayo TIM SORAK Serbu...! Jangan Diam Saja ya..." kicau Zulkarnain di Twitter, Sabtu (15/6/2019) pagi.

Sontak kicauan tersebut membuat Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti betang.

Kicauan itu langsung direspon. Menteri Kelautan dan Perikanan trrsebut membalas tweet Zulkarnain.

Susi mempertanyakan berita yang dianggap sudah basi tersebut yang ternyata tayangan pada 25 Januari 2016.

"Tahun berapa dan kenapa ? Anda pikir masyarakat bodoh? Mereka jauh lebih pintar dr kita .. kita artinya anda dan saya lebih bodoh !!!" kata Susi melalui Twitternya, membalas tweet Zulkarnain.

Perbincangan keduanya di dunia maya memancing reaksi netizen. Ada netizen yang terpancing dan mendukung ucapannya Zulkarnain. Ada pula yang menghujat karena menyampaikan berita lama.

Tak berhenti sampai di situ. Zulkarnain kembali membuat tweet kedua soal impor ikan asin.

Kali ini menyertakan gambar tangkapan layar beberapa judul berita hasil pencarian di Google.

"Tercatat dari Tahun 2014 sampai 2017 RI Masih Impor Ikan Asin... @susipudjiastuti Memang Kita BODOH Lah Kalau Begitu. Untuk Tahun 2018 Belum Ada Berita Masih Impor atau Sudah Mandiri... Walau Saya Tdk Ikut Menentukan Kebijakan BODOH Itu..." kata Zulkarnain lagi.

Tanpa menautkan akun Twitter Zulkarnain, Susi membagikan berita salah satu media berjudul "10 Negara Penghasil Ikan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia!".

"Ekspor berapa? Impor berapa? Deficit tidak? Baru ngomel ttg kebijakan," kata Susi setelah membagikan berita tersebut........ (Redaksi)

Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko, SIK MH. 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Pencarian korban hilang saat mancing ikan hingga saat ini masih berlangsung sore ini, Sabtu (15/6/2019).

Kapolres Tolitoli AKBP. Hendro Purwoko, SIK,MH., saat dikonfirmasi sekitar 30 menit lalu mengatakan hingga sore ini pencarian masih sedang berlangsung.

"Masih berlangsung. Tim Gabungan dari beberapa instansi masih bekerja," kata Kapolres Tolitoli.

Pencarian saat ini memasuki hari kedua. Dimulai jam 08.00 pagi tadi, menggunakan 1 unit speedboat, 1 kapal patroli dan 1 buah perqhu karet milik Basarnas.

Tim gabungan diterjunkan 13 personil dari Kepolisian, BPBD serta BASRNAS dan melibatkan 2 orang warga masyarakat.

Sementara itu, ketika ditanya penyebab hilangnya korban saat memancing di sekitar pantai gaukan diduga berhubungan dengan riwayat penyakit epilepsinya korban, Kapolres belum bisa memastikan hal itu.

"Kalau epilepsi itu baru sebatas keterangan dari orang tuanya korban. Cuma belum bisa diketahui apakah itu penyebabnya," jawab Kapolres Hendro Purwoko ...... (Ma'ruf)

Moh. Sukri, S.Sos. , Kasi Persampahan DLH Tolitoli

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Terkait pemberitaan sebelumnya di media ini, Dinas Lingkungan Hidup Tolitoli mengerahkan armadanya mengatasi sampah pasar Susumbolan,  Jum'at (14/6).

Sejumlah personil dari instansi yang menagani persampahan itu, berjibaku dengan sampah yang sudah menumpuk sejak Enam hari lalu.

Moh. Sukri, S.Sos., Kepala Seksi Persampahan DLH Tolitoli dilokasi sampah tersebut mengatakan pihaknya mengerahkan 2 dari 3 unit Amroll dan 7 dari 9 unit Dump Truck untuk mengatasinya.

"Kebetulan Amroll yang kami miliki rusak, dan hari ini hanya 2 unit yang bisa. Kalau Dump Truck hanya bisa 7 unit," terang Sukri.

Saat berada dilokasi, nampak sebuah Dump Truck penuh muatan sampah parkir. Memurut sopirnya, kehabisan bahan bakar.

"Baru dibelikan Solara pak. Eceran," tukas Sukri.

Hingga pukul 11.00, pantauan dilokasi, masih belum kelar sampah diatas. Masih sekitar 30 persen tersisa. Ditanya anggaran penanganan sampah, Kasi Persampahan itu mengatakan anggarannya ada. Hanya saja belum penagihan oleh bagian keuangan.

Disinggung penanganan sampah secaara umum di Kota Tolitoli, pihaknya mengagendakan pengerahan personil dan armada 3 hari kedepan.

"Hari ini kita dibantu personil TNI-POLRI mengatasi sampah disini pahi tadi. Untuk lainnya, kami gendakan 3 hari kedepan" ungkapnya.

Ketika ditanya kendala, Sukri mengatakan kendala utamanya pada fasilitas armada yang mereka miliki masih  terbatas. Kesadaran semua pihak juga perlu.

"Selain fasilitas, kesadaran masyarakat dan semua pihak juga perlu,"imbuhnya........ ( Ma'ruf

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Seruan Tolitoli cinta damai dan tolak kerusuhan disuarakan elemen masyarakat Tolitoli.

Seruan itu disuarakan sebagai dukungan kepada kepolisian di daerah ini dalam menjaga Kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Seruan Tolitoli cinta damai dan tolak kerusuhan dideklarasikan di halaman Mako Polres Tolitoli setelah dilaksanakannya apel konsolidasi operasi ketupat tinombala 2019 sekaligus apel kesiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) tahun 2019.

Deklarasi itu dicetuskan elemen masyarakat dan didukung sepenuhnya TNI-POLRI, unsur Forkopimda, instansi pemerintah daerah dan tokoh masyarakat Tolitoli, Kamis (13/6/2019).

Penolakan tersebut di lakukan dengan secara bersama-sama mengatakan untuk menolak aksi kerusuhan.

“Kami seluruh masyarakat Kabupaten Tolitoli menolak segala bentuk kerusuhan,” seru mereka secara bersamaan.

Momentum sidang PHPU di MK yang dbuka hari ini hingga 28 Juni nanti, jadi titik tolak pemikiran deklarasi seruan itu.

Peristiwa unjuk rasa 21-22 Mei silam yang berujung rusuh dan menewaskan beberapa warga masyarakat di Jakarta itu tentunya tak boleh lagi terjadi. Termasuk di Tolitoli.

Apalagi Tolitoli sebagai daerah teraman di Sulawesi Tengah tidak boleh dirusak oleh upaya provokasi isu hoax dan propaganda sesat melalui medsos yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Merespon hal itu, Kapolres Tolitoli, AKBP Hendro Purwoko, SIK.,MH., mengapresiasi sikap elemen masyarakat tersebut.

Menurutnya, itu bentuk dukungan nyata bagi tugas jajaran kepolisian serta unsur TNI. Dalam hal ini,  Pihaknya beserta Dandim 1305 BT juga Danlanal Tolitoli.

"Saya kira hal seperti ini sangat penting dan perlu diapresiasi dukungan seluruh elemen masyarakat cinta damai dan menolak segala bentuk kerusuhan di Tolitoli," kata Kapolres kepada alasannews.com via pesan singkat aplikasi WhatsApp tadi malam ketika dimintai tanggapannya soal deklarasi tersebut. ....... (Ma'ruf)

Arwan Taufik, Kasubdivre Perum Bulog Tolitoli

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Masa panen semester pertama tahun ini, merata meliputi semua wilayah persawahan yang ada di Tolitoli.

Rangkaian panen tersebut, dimulai sejak awal April hingga bulan ini masih ada wilayah yang sedang panen.  Pantauan media ini, tercatat daerah uang sedang panen padi Tolitoli, di Wilayah Dondo, yakni Desa Lais, Ogowele Buga dan Ogogasang.

Rangkaian masa panen yang panjang itu, tidak membuat harga beras di pasar anjlok.  Bahkan cenderung stabil.

Dinas Ketahanan Pangan Tolitoli menunjukkan data keadaan beras saat ini posisi surplus. Adapun sempat dilaporkan minus di bulan Januari-Maret silam, itu karena belum masuk masa panen.

Kondisi saat minus itu direspon oleh Sub Perum Bulog Divre Tolitoli dengan operasi pasar karena harga cenderung melambung.

Kepala Sub Divre Tolitoli Perum Bulog, Arwan Tufik saat ditemui di kantornya, mengatakan operasi pasar yang pihaknya lakukan itu karena perintah dari atas dan kondisi realitas di Tolitoli. Apalagi saat itu akan memasuki bulan puasa.

Ketika ditanya kondisi saat ini, Arwan Taufik mengatakan saat ini harga cenderung membaik dan stabil.

"Sekarang harga bagus dan stabil. Panen padi dibeberapa kecamatan membuat stok pasar terpenuhi. Bahkan kami bisa menyerap sekitar 2.000 Ton semester pertama ini," ungkapnya.

Arwan mengatakan bahwa capaian 2.000 Ton itu sudah mencapai 50 persen target serapan tahun 2019.

Menjawab alasannews.com, terkait keluhan sejumlah pemilik gilingan yang mengeluhkan harga di bawah standar jelang lebaran lalu, Kasubdivre yang membawahi Tolitoli dan Buol ini mengaku pihaknya tetap membeli dengan harga patokan pemerintah (HPP).

"Kalau kami tetap membayarnya sesuai HPP, yaitu Rp.8.030 per Kilogram, kalaupun ada seperti itu, mungkin karena mereka melalui perantara orang lain dan tidak langsung kesini. Kalau mereka langsung kemari, pasti harga HPP," pungkas Arwan.

Diakhir pernincanga, Arwan menyampaikan sarannya kepada petani ataupun pemilik gilingan agar langsung saja ke kantornya dan tak perlu lewat perantara jika ada beras yang ingin dijual ke Bulog. Hal itu perlu agar petani dapat menerima harga langsung sesuai standar HPP......... (Ma'ruf)

Foto Suasana Cetak Sawah di Desa Betengon

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Kisah kegagalan program cetak sawah di Tolitoli, kembali membayangi kegiatan cetak sawah di Dondo, Desa Malala dan Desa Betengon.

Informasi yang berhasil dihimpun alasannews.com, kondisi lokasi pencetakan sawah sulit ditangani secara teknis karena rawa yang cukup dalam.

Bocoran informasi, dari durasi waktu pekerjaan yang sudah lebih 10 hari, progresnya hanya mampu diselesaikan sekitar 1 Ha lebih sedikit. Padahal estimasinya dengan waktu tersebut mestinya sudah bisa lebih dari 5 Ha.

Dari sumber yang dapat dipercaya, pihak kontraktor berusaha koordinasi dengan Dinas Tanaman Panganan dan Hortikultura sebagai leading sektor untuk mencari solusi alternatif.

Nisma Assegap, SP., sebagai Kepala Bidang teknis kegiatan di Distapanghorti Tolitoli,  ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut via pesan singkat aplikasi WhatsApp,  Rabu (12/6) tidak memberikan konfirmasinya.

Sementara itu, Kepala Desa Betengon ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler, mengatakan bahwa kegiatan cetak sawah itu sudah berjalan dan dilaksanakan oleh kontraktor dari Jakarta.

"Benar, kegiatan cetak sawah 40 Ha di Betengon. Kontraktornya Ibu Sri dari Jakarta. Cuma alatnya dari Palu kayaknya," ujar Kades Betengon yang saat dikonfirmasi mengaku sedang berada di Desa Sandana, Galang.

Ketika dikonfirmasi kebenaran progres kerja yang baru mencapai 1 atau 2 Ha, Kades Betengon ini membatah.Menurutnya kegiatan berjalan lancar dan sesuai target.

"Berjalan baik,  saya kira sudah sesuai target dan tidak ada masalah" ujarnya menyanggah.

Namun ketika ditanya secara detail perusahaan yang menjadi pelaksana cetakan sawah di desanya, Kades hanya menyebut nama Sri sebagai direkturnya. Pihaknya mengaku tak mengetahui nama perusahaannya.

Tak ada petunjuk nama perusahaan pelaksana kegiataaan tersebut. Tak ada pula papan nama proyek sebagaimana lazimnya sesuai aturan sebuah proyek pekerjaan dilokasi tersebut.

Gelapnya informasi terkait kegiatan tersebut, memunculkan banyak tanda tanya. Dugaan tak layaknya lokasi pencetakan sawah hingga dugaan program dipaksakan pun mengemuka.

Bayangan gagalnya pencetakan sawah yang pernah menyebabkan kontraktor dan salah seorang pegawai Dinas mendekam di bui beberapa waktu lalu, memunculkan kekhawatiran.

Kadistapanghorti Tolitoli ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, Rabu (12/6) tidak mengangkat handphonya.

Saat disambangi kekantornya, Kadis tak bisa ditemui.  Informasi yang diperoleh, kadis sedang rapat dengan perwakilan kontraktor pelaksana terkait kendala teknis beratnya medan cetakan sawah Betengon.

Dikantor yersebut diperoleh bocoran informasi,  kontraktor mengeluhkan beratnya lokasi itu dan minta alternatif lokasi lainnya.

Hingga berita ini naik tayang,  beluam diperoleh konfirmasi resmi baik dari Dinas maupun kontraktor pelasana....... (Tim)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Sampah hasil buangan dari pedagang pasar Susumbolan menumpuk di tempat buangan sementara, tepat di depan pintu masuk.

Pantauan alasannews.com, di lokasi siang tadi, Kamis (13/6) sejumlah pengunjung dan pedagang mengeluhkan hal tersebut.

Keberadaan sampah yang menggunung itu itudituturkan pedagang pasar yang ditemui, sudah sejak Lima hari lalu sampah belum diangkut. 

"Sudah Lima hari begini pak, tambah banyak," ujar salah seorang di tempat itu.

Dari tumpukan sampah itu, menyebar bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan pengunjung maupun pedagang yang ada di pasar itu. 

Kepala Pasar Susumbolan,  Mastang, saat ditemui mengaku sudah berusaha koordinasi dengan Dinas Perumahan dan permukiman. Namun ternyata kewenangan sampah itu sudah bukan lagi di Dinas tersebut. 

"Saya sudah koordinasi dengan Dinas Perkim, ternyata sudah bukan disana. Sekarang sudah jadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup. Katanya mobil sumpahnya rusak sudah beberapa hari, " ucap kepala pasar Susumbolan ini.

Hingga berita ini ditayangkan, DLH selaku Dinas teknis belum dapat dikonfirmasi....... (Ma'ruf)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Jelang sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, diperkirakan tensi politik dua kubu pendukung pasangan calon presiden kembali menghangat.

Antisipasi kejadian seperti kejadian rusuh aksi demonstrasi pada 21-22 Mei silam agar tidak terulang, apalagi sampai merembet ke daerah termasuk Tolitoli.

Untuk itu Kapolres Tolitoli, AKBP Hendro Purwoko, SIK, MH., mengimbau kepada masyarakat Tolitoli agar tetap menjaga kamtibmas dan situasi kondusif di daerah ini.

"Saya mengajak kepada kita semua untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah kita agar tetap kondusif,” himbau AKBP Hendro Purwoko saat menyampaikan amanat apel konsolidasi pagi tadi, Kamis ( 13 / 6 ) di Mako Polres Tolitoli.

Seperti diberitakan sebelumnya, apel konsolidasi yang dilaksanakan pada hari ini selain bertujuan untuk mengakhiri pelaksanaan operasi ketupat tinombala 2019 juga merupakan bentuk kesiapan dalam mengamankan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi.

Untuk diketahui, sidang PHPU di MK itu akan di mulai besok hari Jumat,14 Juni sampai tanggal 28 juni 2019 nanti. Pada kesempatan itu, Kapolres Tolitoli juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu, berita hoax, maupun video yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“Mari kita menjaga persatuan, persaudaraan, kedamaian serta menolak segala bentuk kerusuhan dan aksi-aksi yang dapat menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat” kata Kapolres Tolitoli mengajak kepada seluruh warga di Tolitoli.... (Red).

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Evaluasi pelaksanaan operasi ketupat tinombala 2019 memunjukkan keberhasilan yang tinggi.

Hal itu dikemukakan Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko, SIK MH., dalam Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Tinombala 2019 dan sekaligus apel kesiapan pengamanan dalam rangka sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tahun 2019, Kamis (13/6/2019).

"Penyelenggaraan operasi ketupat tinombala 2019 menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup baik, koordinasi dan kerja sama sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan operasi juga mendapatkan apresiasi positif dari publik” ucap Kapolres Tolitoli dalam sambutannya.

Apel konsolidasi operasi ketupat tinombala 2019 ini sebagai tanda berakhirnya operasi tersebut yang dilaksanakan selama tiga belas hari mulai tanggal 29 Mei sampai dengan 10 juni 2019.

Apel yang dilaksanakan di halaman Mako Polres Tolitoli ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko SIK MH didampingi Dandim 1305/BT Letkol (inf) Gunnarto, SH.

Secara umum dalam evaluasinya, Kapolres Tolitoli mengatakan operasi ketupat tinombala 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten Tolitoli ini berjalan dengan aman dan lancar, tidak ada satupun hal-hal menonjol yang terjadi.

Untuk itu Kapolres Tolitoli mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh personil TNI-Polri dan intansi terkait serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasi ketupat tinombala 2019.

Sementara itu, selain dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Tolitoli, Peserta upacara apel konsolidasi itu terdiri dari jajaran Kodim 1305/BT, TNI-AL, Jajaran Polres Tolitoli, Brimob Subden 4 Pelopor, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB, Dinas Perhubungan, dan Senkom..... (Red)

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Tingginya potensi bencana alam di Tolitoli menuntut kesiapsiagaan untuk tanggap darurat bencana alam.

Kondisi itu menuntut kesiagaan serta koordinasi dan komunikasi yang baik dari seluruh pemangku kebijakan. Agar kapanpun bencana terjadi bisa segera diatasi dan ditangani dengan baik, cepat dan tepat.

Dalam rangkah itu, Kodim 1305/BT laksanakan pembukaan Gladi Posko 1 Bencana Alam Banjir “Tadulako Sakti-19” di Aula Graha kartika manggala kodim 1305/BT, di Tolitoli, Selasa (11/6/19).

Kegiatan latihan gladi posko 1 sesuai jadwal, akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan mulai dari tanggal 11 sampai tanggal 13 Juni 2019. Dandim 1305/BT,

Letkol Inf Gunnarto, SH menuturkan, pihaknya selaku komandan kodim 1305/Buol Tolitoli melibatkan semua pihak terkait dalam penanggulangan bencana alam.

"Menghadapi bencana alam, banyak pihak yang terkait. Kita sengaja agendakan geladi ini sebagai bentuk simulasi. Nantinya masing-masing instansi bisa jelas prannya. Intinya ketika terjadi bencana, sudah jelas siapa lakukan apa," jelas Dandim 1305 BT.

Lebih jauh perwira Dua Bunga ini, berharap di kabupaten Tolitoli tidak terjadi bencana, namun demikian tingginya ancaman bencana menuntut pihaknya selalu mempersiapkan diri untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut.

Semua pihak terkait menurut Dandim akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Antara lain, Polres Tolitoli,  Lanal Tolitoli, Dinas PU, Dinas Kesehatan, BPBD Tolitoli dan Dinas Sosial serta beberapa Camat...... (Tim)

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Cuaca tak bersahabat. Hujan sepanjang hari beberapa pekan terakhir menjadi persoalan tersendiri bagi petani dalam penjemuran gabahnya.

Sulitnya mengeringkan gabah yang baru saja dipanen berpeluang timbulkan kerugian lebih besar bagi petani di Tolitoli, khususnya di Kecamatan Galang.

Hal itu diungkap Arifuddin, salah seorang petani sekaligus pemilik gilingan padi di DesaTinigi Kecamatan Galang, Selasa ( 11/6 /19 ).

"Sejak Bulan Puasa lalu petani di sini kerepotan mengeringkan padinya. Hujan setiap hari. Banyak padi menumpuk di penjemuran. Tidak bisa digiling karena belum kering," tutur Arifuddin.

Kepada media alasannews.com,  Arifuddin mengatakan kalau hujan masih berlanjut beberapa hari kedepan, maka dipastikan kerugian besar akan menimpa pemilik gabah.

Dengan kondisi ini, Arifuddin lalu mewacanakan kedepan sudah perlu dipikirkan adanya pengering gabah dengan sistem oven.

"Pemerintah dalam hal ini sudah perlu menghadirkan pengering gabah dengan sistem oven," ungkapnya.

Pengering gabah dengan sistem oven dimaksud Arifuddin adalah pengeringan padi dengan menggunakan hawa panas dari hasil pembakaran yang dihembuskan dengan menggunakan kipas atau blower.

Dengan sistem ini memungkinkan petani mengeringkan gabahnya tanpa harus mengandalkan sinar matahari.

Menggunakan desain ruangan yang dirancang khusus menurut Arifuddin, memungkinkan padi bisa digiling tanpa harus menunggu panas matahari.

Untuk mewujudkan hal itu, pemilik gilingan di Pakuan, Tinggi ini berharap dukungan dari pemerintah daerah.

"Kami berharap pemerintah daerah membantu wujudkan sistem penjemuran oven itu," harap Arifuddin...... (Redaksi)

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Perumahan nelayan Dusun Katayan Desa Laulalang, baru sekitar Dua Pekan dihuni oleh nelayan setempat, warga penguninya sudah merasa terancam.

Pasalnya, keberadaan Tower yang jaraknya sangat dekat dengan perumahan itu, dikhawatirkan roboh dan menimpa perumahan.

Sejumlah nelayan penghuni perumahan kepada media alasannews.com mengaku resah dan sengat khawatir dengan kondisi tower tersebut.

"Padahal kami baru pindah seminggu sebelum lebaran, kondisinya sudah begini," keluh solah seorang warga penghuni perumahan.

Sekretaris Kecamatan Tolitoli Utara,  Dzulfahri, S.Sos ketika dikonfirmasi, Selasa (11/6/2019), membenarkan hal tersebut.

Menurut Dzulfahri, pihaknya memaklumi keresahan warga di perumahan itu.

"Secara fisik kondisinya memang sangat mengkhawatirkan," aku Sekcam.

Pantauan lapangan, kondisi tower seperti tak terurus sebagaimana tower lainnya.

Kondisi tower di laulalang, Tolitoli Utara

Ketika ditanya pihak penanggung jawab Tower, Sekcam Tolut mengaku kurang tahu persisnya.

Terkait kondisi itu, semaentara ini pihaknya hanya bisa menghimabu kepada warga perumahan untuk tetap waspada.

"Saya baru akan laporkan ke Pak Camat,  mudah-mudahan beliau segera menghubungi penanggung jawab tower," imbuhnya

Sampai berita ini ditayangkan, belum diperoleh konfirmasi dari pihak pemilik otoritas atas tower tersebu. .... (Tim)

 

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Personil Polres Tolitoli Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Hal itu untuk menyegarkan kemampuan sekaligus merefleksikan kembali setiap gerakan dalam Peraturan Baris-berbaris (PBB).

Kegiatan itu dilaksanakan usai melaksanakan apel pagi, di depan Mako Polres Tolitoli, Selasa (11/6/2019).

Dalam giat itu, para personil dibagi menjadi 3 pleton, dipimpin oleh masing-masing pejabat utama Polres Tolitoli.

Seperti dilansir Tribratanewspolrestolitoli.com, Latihan yang diawasi langsung oleh Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko SIK MH.

Materi yang dilatihkan berupa sikap sempurna, penghormatan, istirahat di tempat, lencang kanan, hadap kanan/kiri, jalan ditempat, langkah tegap.

Para personil yang mengikuti latihan tersebut nampak bersungguh-sungguh hingga selesai.

 

Menurut Kapolres, kegiatan latihan PBB ini bertujuan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas serta meningkatkan rasa disiplin dan tanggung jawab di lingkungan anggota Polri.

"Prinsipnya menyegarkan kembali kemampuan PBB agar terjaga sikap jasmani yang tegap, tangkas, disiplin dan tanggungjawab khususnya bagi anggota Polres Tolitoli," terang Kapolres......(Redaksi)

Alasannews.com, Tolitoli-Central Sulawesi | The choice of Tolitoli is a tourist destination area, strongly supported by the geographical location and culture of the people.

From the search of this media team, there are several objects that can be a mainstay like the outermost islands that Tolitoli has.

The three leading islands, Salando and Dolangan are very possible to become reliable destinations. While regional culture or culture, is an open area with no antipathy for incoming culture (positive origin).

Etni which area around destynasi is very familiar with outsiders - so that it can be guaranteed there is no friction with tourism development by the government.

One of the things the government is interested in developing is the island of Salando. 1 ° 20′16 ″ N 120 ° 47′31 ″ E / 1.33778 ° N 120.79194 ° E

The island of Salando is Indonesia's outer island located in the Sulawesi Sea and borders the countries of Malaysia and the Philippines.

This Salando Island is part of the Tolitoli District government area, Central Sulawesi province. The island is in the north of Tolitoli City with coordinates 1 ° 20′16 ″ LU, 120 ° 47′31 ″ BT

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Usai melaksanakan apel pagi rutin Polres Tolitoli melakukan kegiatan halal bihalal di lapangan apel Polres Tolitoli, Senin (10/6/2019).

Apel rutin dan halal bihalal dipimpin oleh Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko SIK MH.

Kegiatan itu diikuti oleh seluruh Pejabat Utama Polres Tolitoli serta seluruh staf Polres Tolitoli.

Pantauan Alasannews.com,   suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban.

Seluruh personil Polres Tolitoli saling berjabat tangan untuk saling memaafkan.

Kapolres Tolitoli dalam sambutannya di momen halal bihalal ini memyampaikan permohonan maaf lebih dulu kepada seluruh bawahannya di Polres Tolitoli.

“Saya atas nama pribadi, keluarga dan kedinasan memohon maaf kepada seluruh personil Polres Tolitoli apabila ada salah dan kekeliruan dalam melaksanakan tugas” ucapnya.

 

Suasana Halal bihalal Polres Tolitoli hari ini. 

Halal bihalal lazim dilakukan setelah lebaran dalam suasana Bulan Syawal kalender Hijriah di Tolitoli.

Makna yang diambil adalah mempererat tali silaturrahmi dengan saling meamaafka satu sama lain.

Momen halal bihalal menghapus sekat hubungan sesnama dan terjalin komunikasi yang efektif dalam lingkungan sosial maupun di lingkungan kerja.

Maaf lahir bathin kepada segenap pembaca alasannews.com dan Tribratanewspolrestolitoli.com

 

Alasannews.com, Tolitoli-Central Sulawesi | H + 4 Eid, Burasa food and snacks and Sokko Tumbu are in demand. According to the reason for Facebook.com, on Saturday (8/6) or on Lebaran four days, people's interest in the two types of culinary began to increase.

Burasa made from rice cooked using a mixture of coconut milk, is typical for Muslims every Eid or Eid al-Adha arrives. Wrapped with banana leaves, the origin of the food of Burasa has not been revealed for sure.

What is clear is that the people in the plains of Sulawesi island, on average, know about this type of food. Although eaten without side dishes or vegetables, burasa remains delicious with a distinctive savory flavor.

Usually, in the past, Burasa was only eaten with side dishes in the form of bajabu. Side dishes of bajabu, grated coconut, mixed with dried fish mashed and roasted, become friends to eat. In addition to burasa,

Sokko Tumbu is also one of the foods that are hunted in the late Eid. Sokko tumbu is made from sticky rice, also one of the typical menu of Sulawesi people who are almost present in every house when Eid or Eid al-Adha arrives.

That said, both of these snacks seemed to perfect the Lebaran Muslims in the Sulawesi plains when presented to their families and relatives

Alasannews.com, Tolitoli-Sulteng | Lebaran H+4, kuliner atau panganan Burasa dan Sokko Tumbu paling diminati. Pantauan alasannews.com, Sabtu (8/6) atau pada  lebaran berlalu empat hari, minat masyarakat terhadap kedua jenis kuliner itu mulai meningkat.

Burasa yang terbuat dari beras yang dimasak dengan menggunakan campuran santan kelapa, merupakan khas bagi kaum muslim setiap lebaran idul fitri atau idul adha tiba.

Dibungkus dengan daun pisang, asal muasal panganan burasa belum terkuak secara pasti. Yang jelas masyarakat di dataran pulau Sulawesi, rata-rata mengenal jenis makanan yang satu ini.

Walau dimakan tanpa lauk atau sayuran, burasa tetap nikmat dengan rasa gurih yang khas. Biasanya, tempo dulu burasa ini hanya disantap dengan lauk berupa bajabu.

Lauk bajabu, kelapa yang diparut, dicampur ikan kering yang dihaluskan kemudian di sangrai, menjadi teman untuk menyantapnya.

Selain burasa, Sokko Tumbu juga menjadi salah satu makanan yang menjadi buruan pada lebaran-lebaran akhir. Sokko tumbu yang terbuat dari beras ketan, juga salah satu menu khas orang sulawesi yang hampir hadir disetiap rumah saat idul fitri atau idul adha tiba.

Konon, kedua panganan ini seakan menyempurnahkan lebaran kaum muslimin di dataran sulawesi bila disajikan kepada keluarga dan kerabatnya.

 

Tan jual daging bakar - dok. instagram/veronicatan_official

Alasannews.com | Perceraian Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama (BTP) dengan Veronica Tan diputus pengadilan pada 4 April 2018.

Langkah Ahok menggugat cerai istrinya sangatlah mengejutkan. Pasalnya, tak ada kabar keretakan sebelumnya. Ditambah lagi saat itu Ahok sedang menjalani masa hukuman atas kasus penodaan agama.

Publik solah berat memahami langkah Ahok tersebut. Namun kisah hadirnya lelaki pengusaha sebagai orang ketiga membuat publk dapat menerima langkah ahok meceraikan istrinya.

'Bumbu' kisah hadirnya lelaki pihak ketiga, berhasil menggiring opini bahwa Veronica Tan memang pantas diceraikan.

Selama proses itu perceraian bergulir, Veronica sangat irit bicara. Hampir tak ada klarifikasi atas praharanya. 

Pemberitaan di dominasi pengacara Ahok yang tidak lain adalah sang adik kandung.

Waktu terus bergulir, sedikit demi sedikit fakta lain mulai tersingkap. Pasca bebasnya Ahok dari tahanan, kabar pernikahan dengan seorang wanita santer diberitakan media..

Sementara itu, belakangan, Veronica Tan terkabar kepergok berjualan daging di sebuah bazar bersama anak bungsunnya.

Hal itu dilakukan Veronica Tan tentu untuk mengais rezeki demi menyambung hidup bersama ketiga anaknya.

Nampaknya perceraian itu membawa nestapa bagi Veronica. Sekian lama hidup sebagai istri pejabat bahkan istri Gubernur, kini harus menerima kenyataan kerasnya hidup.

Apesnya lagi, bukan hanya diceraikan, Veronica Tan juga diketahui ditinggal nikah oleh sang mantan suami.

BTP beberapa waktu belakangan ini santer dikabarkan mempersunting Puput Nastiti Devi.

 

Puput Nastiti Devi adalah anggota polisi aktif dan bukan orang asing dalam keluarga Ahok- Veronica.

Tercatat, Puput adalah asisten pribadi semasa Ahok jadi Gubernur DKI. Kisah asmara Ahok Puput mencuat di masa-masa akhir Ahok menjalani masa hukuman di rumah tahanan  Mako Brimob.

Jika kisah Ahok dan Puput ini adalah fakta, bukan mustahil menjadi koreksi kisah lelaki orang ke tiga seperti kisah awal.

Apakah publik akan bersikap adil terhadap Veronica Tan?

Sumber:TRIBUNBATAM.ID

Halaman 1 dari 4

Kontak Polisi

RESOR PALU