Alasannews, Lombok Barat | Masa pandemi memberikan dampak signifikan terhadap berbagai bidang, tidak terkecuali para pengrajin gerabah di Desa Banyumulek yang mengalami pemerosotan income karena sektor pariwisata disekitar Lombok ikut terdampak.,
Saat di temui awak media 30/11/2021, Dr.Epin Saepudin, S.Pd.M.Pd. menjelaskan Salah satu strategi pemulihan ekonomi adalah melalui pemanfaatan digital marketing. Pada tanggal 12 September 2021, Tim dari Institut Teknologi Bandung (PPM-ITB) yang di ketuai oleh Dr. Epin Saepudin, M.Pd (FSRD-ITB) melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
Tema kegiatan ini adalah edukasi digital marketing berbasis website e-catalog dalam pengembangan UMKM.
Kehadiran digital marketing sangat membantu para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya, karena memiliki daya jangkau yang sangat luas.
Tidak hanya mengenalkan produknya kepada masyarakat yang tinggal di daerahnya, melainkan dapat terjadi proses pemasaran lintas kabupaten/kota, lintas propinsi, bahkan lintas negara dan benua. Hal ini semata karena kian hari, pengguna internet di seluruh dunia terus mengalami peningkatan.
Melalui kegiatan ini, tutur Epin, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan pelaku UMKM khususnya para pengrajin gerabah di Desa Banyumulek.
Dalam hal ini melakukan pemasaran produk melalui pemanfaatan digital marketing, sehingga mempercepat pemulihan ekonomi pada masa dan pasca pandemi Covid-19. Selain itu, dengan bekal keahlian digital marketing diharapkan adaptabilitas pelaku UMKM dapat menjalankan bisnis di era digital semakin meningkat.
“Kegiatan ini mendorong terjadi transformasi ekonomi dari cara konvensional menuju modern yang membantu para pelaku UMKM dalam memperluas jangkauan pemasaran produk yang dihasilkan, sehingga volume penjualan meningkat”, tutur Epin.
Pelatihan digital marketing yang dilakukan oleh Dr. Epin Saepudin, M.Pd dan Dr. Sutiadi Rahmansyah, M.Hum ini melibatkan dua orang mahasiswa Ridwan Zaelani dan Maharani Aisyah Putri peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pada pelatihan ini, berbagai materi yang disampaikan antara lain; pengantar digital marketing, penggunaan platform marketplace untuk menjual produk, serta pembuatan dan pengelolaan website e-catalog. Pada sisi metode, pelatihan dilaksanakan dengan 40% pemberian materi dan 60% praktek (pengelolaan website e-catalog dan pemanfaatan marketplace.
Kegiatan berakhir ditandai dengan terbentuknya “Asosiasi Banyumulek Pottery” sebagai wadah para pengrajin gerabah dan pelaku bisnis agar bersinergi Bersama.Terpilih sebagai ketua Asosiasi, yaitu saudara Firdaus yang notabene merupakan tokoh pemuda di Desa Banyumulek.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi di masa dan pasca Pandemi Covid-19. Selain itu, diharapkan para pengrajin dapat memasarkan hasil produknya tidak hanya secara lokal, melainkan nasional dan global. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian dan bimbingan pada masyarakat ini harus tetap dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, mengingat pemulihan perekonomian di wilayah perbatasan 3T bukan hanya dilakukan pada masa pandemi saja namun seterusnya, ucap Epin.
Source ; Anna



