Alasannews. Gorontalo - Mediasi para siswa MAS AL-Khairat Gentuma, yang terlibat perkelahian di dalam kelas, kerena viral adanya Sebuah rekaman video yang menunjukkan siswa salah satu sekolah di Gorontalo Utara terlibat perkelahian dalam kelas, bikin kaget di media sosial facebook wilayah Provinsi Gorontalo. Pada Rabu, (23/02/2022).
Kepala Sekolah, MAS AL-Khairat Gentuma, Kabupaten Gorontalo Utara. Alfia Anuz, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu kata Alfia, terjadi Senin (21/2/2022). Tapi langsung sudah dimediasi. “Sudah di mediasi dan sudah diselesaikan hari ini,” ungkap Alfia kepada hulondalo.id, Selasa (22/2/2022)
Sebab Video berdurasi 20 detik itu diunggah pertama kali oleh akun Kristovel Halada. Dalam video tersebut, terlihat keributan sejumlah siswa laki laki di pojok kelas. Tak lama kemudian, salah seorang siswa berkaos biru menyeret siswa berseragam putih abu abu dengan cara dipiting lehernya.
Video ini pun mengundang beragam komentar warganet. Ada yang menganggap ini aksi bully, ada juga yang bilang pengeroyokan, hingga mengarahkan kasus yang diduga terjadi di MAS AL-Khairat Gentuma ini ke proses hukum.
Alfia menuturkan, persoalan ini bisa saja dipicu oleh sikap emosional siswa yang menurutnya meski sudah sering dibimbing, namun karena usia mereka yang masih muda, jadi masih gampang tersinggung hingga bisa memicu perkelahian.
“Harapan saya ke orang tua, seharusnya kalau persoalan yang masih bisa sekolah selesaikan, masih bisa di mediasi oleh sekolah, jangan dulu diekspos. Apalagi persoalan seperti itu, kita disekolah bisa selesaikan,” tuturnya
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Dapil Wilayah Atinggola – Gentuma, Dedy Dunggio, mengaku sudah melihat video perkelahian antara siswa di MA Gentuma itu.
Dia juga mengapresiasi pihak sekolah yang sudah melakukan tindakan cepat untuk menangani dan memediasi persoalan itu.
“Hal itu memang harus cepat di seriusi, di tangani untuk mengantisipasi hal-hal yang jauh lebih buruk akan terjadi diluar dari kendali kita, terutama orang tua siswa yang menjadi korban, pastinya kita sebagai orang tua kan tidak mau juga ketika anak kita dibuat seperti itu,” tandasnya Gentuma Gorontalo Utara. (23/2/2022)
Reporter : Wiliska Patamani


