Alasannews.com|Putussibau, Kapuas Hulu – Kamis, 16 Mei 2025
Antrean panjang kendaraan roda dua dan empat terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 65.787.003 Putussibau. Peristiwa ini terekam oleh awak media yang berada di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB dan menimbulkan kemacetan serta keluhan dari masyarakat yang merasa dirugikan akibat lambatnya pelayanan dan dugaan prioritas pengisian menggunakan jeriken.
Salah seorang konsumen, Mira, yang hendak melakukan perjalanan ke Pontianak, menyampaikan kekecewaannya kepada wartawan. Ia merasa pengguna kendaraan bermotor tidak mendapatkan pelayanan yang adil.
“Kami perjalanan masih jauh ingin berangkat ke Pontianak. Kalau seperti ini terus, yang didahulukan hanya mereka saja. Kami sebagai masyarakat juga punya hak yang sama,” ujarnya dengan nada kesal.
Keluhan serupa juga datang dari konsumen lain yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia mempertanyakan kenapa pembeli BBM menggunakan jeriken justru lebih cepat dilayani, padahal antrean kendaraan mengular di jalan sekitar SPBU.
“Kenapa yang menggunakan jeriken banyak dilayani, sedangkan kami harus menunggu antrean panjang? Kami datang lebih dulu, tapi dilayani terakhir,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola SPBU 65.787.003 belum memberikan keterangan resmi. Awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada manajemen SPBU dan aparat pengawas distribusi BBM terkait dugaan pelanggaran sistem antrean tersebut.
Sementara itu, warga berharap agar Pertamina maupun instansi terkait turun tangan melakukan pengawasan ketat di lapangan. Dugaan praktik "main belakang" dalam pengisian BBM menggunakan jeriken patut ditindaklanjuti secara serius demi menjamin keadilan dan kenyamanan masyarakat.
Sumber: Tim Investigasi
Red/Kalbar*


