ALASAN Palu, Sulawesi Tengah – Suasana penuh semangat tampak di Hotel Best Western Coco, Palu, pada Senin (8/7/2025), saat ratusan pelajar dan guru pendamping dari berbagai SMP, SMA, dan SMK se-Kota Palu berkumpul dalam sebuah gerakan penting: menyuarakan perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan bertajuk Sosialisasi Bahaya Narkoba ini digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program “Indonesia Bebas Narkoba” yang menjadi salah satu Asta Cita Presiden RI.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bakesbangpol Sulteng, Arfan, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah. Dalam sambutannya, Arfan menekankan pentingnya melihat potensi generasi muda sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar korban.
> “Kita seringkali hanya melihat sisi negatif anak muda yang viral di media sosial. Padahal banyak dari mereka yang kreatif, inovatif, dan berprestasi. Mereka adalah agen perubahan yang harus kita dukung dan bimbing,” ujar Arfan disambut tepuk tangan meriah.
Turut hadir sebagai pembicara utama, Brigjenpol Ferdinand Pasule, yang menegaskan bahwa pemberantasan narkoba kini menjadi prioritas nasional. Ia mengajak para siswa untuk berani berkata “tidak” pada narkoba dan menjadi pelopor gerakan antinarkoba di lingkungan sekolah dan masyarakat.
> “Kalian adalah masa depan bangsa. Jangan biarkan narkoba mencuri masa depan kalian. Jadilah duta antinarkoba di antara teman-teman kalian,” seru Ferdinand memotivasi peserta.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Sulteng, AKBP Mulyadi, SH, juga memberikan penjelasan lengkap tentang jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, serta bahaya kecanduan sejak usia muda. Ia menekankan pentingnya memiliki literasi informasi yang benar agar tidak mudah terjebak rayuan atau tipu daya para pengedar.
Kegiatan ini bukan hanya ajang edukasi, namun juga panggilan aksi. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman tentang tekanan sosial yang kerap menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba.
Dengan kegiatan ini, Bakesbangpol Sulteng berharap lahir generasi muda yang tak hanya sadar bahaya narkoba, tapi juga siap menjadi pelindung bagi sesama teman dan komunitasnya.
> “Kami tidak ingin anak muda Palu hanya menjadi penonton. Mereka harus jadi pelaku perubahan yang menjadikan kota ini bersih dari narkoba,” tutup Arfan.@gus


