- H Muhidin Said
ALASANNEWS Jakarta: Politisi Partai Golkar, Wakil Ketua Banggar DPR-RI H Muhidin M Said Tepis terkait isu dugaan dirinya menerima dana CSR-OJK sebesar Rp 22 M dan digunakan untuk anaknya Pilkada Kota Palu.
"Emangnya saya tak punya uang, itu isu murahan. Sebelum saya jadi anggota DPR-RI saya boleh dikata dari awal usaha saya bidang jasa konstruksi ,saya sudah memiliki lebih dari cukup untuk kebutuhan hidup bersama keluarga " kata H Muhidin Said politisi partai Golkar kepada Alasanews Selasa (12/8/25) lewat kontak WhatsApp
Dengan muncul nama Muhidin dalam daftar penerima CSR BI- OJK dari partai Golkar bisa menimbulkan dugaan isu. Untuk itu Alasannews meminta penjelasan Wakil Ketua Bangar DPRRI H Muhidin Said yang saat itu pernah jabat Anggota Komisi XI DPRRI.
"Kalau ada yang beritakan dugaan saya terima dana CSR BI-OJK nilai Rp 22 M saya akan tuntut proses hukum. Ini isu murahan apalagi menyebut untuk dana Pilkada anak saya. Itu tidak benar, emangnya saya tak punya uang"ujar Muhidin,
Anggota DPRRI Fraksi Partai Golkar ini mengatakan dana CSR BI-OJK yang ada itu sesuai mekanisme peruntukan dan itu langsung diterima bagi Yayasan yang bermohon untuk dibantu. Seperti pembangunan rumah ibadah apakah itu pembangunan Mesjid dan Gereja itu langsung ditransfer ke yayasan atau panitia pembangunan.
"Hal ini sudah lama, kalau ada nama saya tercantum dalam daftar penerima memang begitu. Tapi keliru kalau ada penilaian dugaan saya saat itu anggota Komisi XI DPRRI menerima dana segar dari dana CSR BI-OJK. Itu tidak benar, sebab mekanismenya saya hanya sampaikan ke pihak pemberi CSR BI-OJK yayasan yang patut dibantu dan tim dari BI-OJK yang turun menilai mengecek apa benar dan layak dibantu. Dana itu langsung kerekening penerima bantuan" ujar Muhidin.
Itu penjelasan sesungguhnya jadi kalau tidak mempergunakan sesuai peruntukannya dana CSR BI-OJK pasti ketahuan baik oleh masyarakat apalagi bisa ditelusuri aliran dananya oleh PPATK
Muhidin menjelaskan selama dirinya jadi wakil rakyat di senayan Jakarta, bukan mau tepuk dada, tapi masyarakat Sulteng sudah menikmati perhatiannya membangun infrastruktur di wilayah Sulteng.
Menurut Muhidin, dirinya terpanggil jadi anggota DPRRI tekad untuk wujudkan kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah bisa nikmati infrastruktur jalan dan jembatan memadai mengingat saat itu daerah ini masih ada jalan setapak bahkan jembatan dari batang kelapa.
"Saat ini infrastruktur di Sulteng sudah beri dampak pertumbuhan ekonomi. Ruuas jalan trans Sulawesi yang mulus, jembatan.untuk kelancaran nadi ekonomi masyarakat" ujar Muhidin.
Menurut Muhidin tak kalah penting perhatiannya untuk membangun kembali dari reruntuhan bencana gempa, likuefaksi Bandara Mutiara SIS Aldjufri Palu yang saat ini sudah jadi Bandara Internasional.***


