ALASANnews.com, Tolitoli, Sulawesi Tengah — Di bawah cahaya lampu yang menerangi Lapangan Haji Hayun, Desa Laulalang, Senin malam (27/10), lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema. Ribuan warga berkumpul menyaksikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Kabupaten Tolitoli, yang secara resmi dibuka oleh Bupati H. Amran H. Yahya.
Dalam sambutannya, Bupati Amran menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, katanya, kegiatan ini merupakan momentum untuk menanamkan kecintaan dan pengamalan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. “MTQ bukan hanya tentang membaca, tetapi tentang membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tanah Tolitoli yang kita cintai,” ujar Amran di hadapan peserta dan tamu undangan.
Ia menekankan, di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya yang ada di Tolitoli, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi sumber inspirasi untuk membangun kebaikan dan kemaslahatan bersama. “Kita hidup dalam masyarakat yang plural, dan Al-Qur’an mengajarkan kita untuk saling menghormati serta berbuat baik demi kemaslahatan umat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli, Drs. Makmur Moh. Arif, menyampaikan pesan yang menggugah generasi muda agar tidak hanya fasih melantunkan ayat suci, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau kita mampu menggenggam handphone setiap hari, maka kita juga harus mampu menggenggam Al-Qur’an di hati kita,” katanya, disambut tepuk tangan hadirin.
Makmur menambahkan, generasi Qurani bukan hanya mereka yang piawai membaca dengan tartil, tetapi juga yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap, bekerja, dan membangun peradaban. “Inilah tantangan kita hari ini, menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai napas kehidupan masyarakat Tolitoli,” ujarnya.
MTQ ke-43 ini diikuti peserta dari sepuluh kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Tolitoli. Tahun ini, Kecamatan Tolitoli Utara dipercaya menjadi tuan rumah, di bawah koordinasi Camat Zulfahri, S.Sos., yang memastikan kesiapan lokasi dan kenyamanan seluruh peserta.
Berbagai cabang lomba akan digelar selama sepekan, mulai dari tilawah anak-anak hingga dewasa, tafsir, tahfidz, hingga musabaqah syarhil Qur’an. Setiap peserta membawa semangat tinggi untuk mengharumkan nama daerahnya di tingkat kabupaten, dengan harapan melangkah ke tingkat provinsi bahkan nasional.
“Tujuan utama MTQ bukan sekadar mencari juara, tapi melahirkan qari dan qariah terbaik yang dapat membawa nama baik Tolitoli,” ujar Zulfahri, yang juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam mendukung kegiatan keagamaan seperti ini.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan marawis dan pembacaan ayat suci oleh qari muda berbakat. Para tamu undangan, termasuk tokoh agama dan masyarakat, tampak khusyuk menyimak setiap lantunan yang menggema di udara malam Laulalang.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta pada Al-Qur’an, MTQ ke-43 Tolitoli menjadi simbol pertemuan antara tradisi, iman, dan kemajemukan. Di tengah hiruk-pikuk zaman digital, gema ayat suci malam itu menjadi pengingat bahwa nilai-nilai spiritual tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan yang berkeadaban.wahyu



