- Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase melakukan audiensi dengan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Jakarta, Selasa (21/10/2025). (Ist)
Oleh: Elkana Lengkong/ Wartawan
Untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan kemandirian fiskal menjadikan Kabupaten Parimo (Parigi Moutong) sentra perdagangan penuh perubahan, beberapa program yang dapat di lakukan Bupatinya. Ada potensi besar yang harus dicermati mampu membawa daerah ini penuh perubahan disebut kawasan pertumbuhan ekonomi segi tiga emas.
Kawasan segi tiga emas ( ke Utara ada Provinsi Gorontalo dan sulawesi Utara dan ke Selatan ada Provinsi Sulawesi Selatan dan ke Tengara ada Sulawesi Tenggara dan ke Timur sebahagian wilayah Sulteng Kabupaten Touna dan wilayah Kabupaten Banggai) jika dikembang daerah ini akan berkembang pesat dibanding daerah lain di Sulteng.
Apalagi jika direalisir sesuai usulan RPJMN Sulteng bidang infrastruktur transportasi jalan"highway" Tambu-Kasimbar sebagai jalur alternatif yang hubungkan transportasi Tambu (Pantai Barat Kabupsten Donggala) dan Kasimbar ( Kabupaten Parimo) merupakan Economic Corridor atau jalur ekonomi mempercepat mobilitas dan meningkatkan efisiensi transportasi. yang menghubungkan dan mempercepat mobilitas meningkatkan efisiensi transportasi dua atau lebih wilayah untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. Diantaranya Provinsi diwilayah Timur, yakni Maluku, Maluku Utara lebih cepat ke Pulau Jawa.
Bagi Bupati Parimo saat ini Erwin Burase meskipun waktu memimpin lima tahun kedepan itu terbilang singkat, sebaiknya lebih fokus pada program Pangan, berdayakan potensi 'Raksasa' potensi Teluk Tomini yang belum terkelolah secara maksimal, tanpa tambang negeri ini dari segi ekonomi akan jauh berkembang dibandingkan daerah tambang. Sebab daerah yang dimekarkan dari Kabupate Donggala ini miliki potensi dapat memacu pertumbuhan ekonomi yakni Teluk Tomini dan Kawasan Pangan: akan berfungsi kunci kemandirian fiskal dan sumber kemakmuran di Kabupaten Parimo.
Jika melihat data yang ada Teluk Tomini tercatat memiliki potensi besar bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui berbagai sektor, antara lain: Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Produksi ikan cakalang di Teluk Tomini berfluktuasi setiap tahunnya. Tercatat sesuai data produksi ikan cakalang di Teluk Tomini dari tahun 2003 hingga 2007. Tahun 2003: 2.058 ton (produksi terendah dalam periode tersebut), Tahun 2004: 2.148 ton, Tahun 2005: 4.021 ton, Tahun 2006: 5.004 ton (produksi tertinggi dalam periode tersebut), Tahun 2007 4.427 ton
Ikan cakalang merupakan salah satu produksi terbesar di perairan Teluk Tomini dan menjadi sumber daya perikanan laut yang penting di wilayah tersebut. Aktivitas penangkapan ikan cakalang di Teluk Tomini umumnya menggunakan pole and line
Begitupun bidang perikanan tambak udang vaname: Pemerintah daerah saatnya perlu mendorong pengembangan industri perikanan udang vaname untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Potensi megembangkan tambak udang, termasuk pola tambakn mini skala rumah tangga (Butamira) untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Secara nasional, produksi budidaya udang Indonesia pada tahun 2024 naik 16,7%, meskipun belum mencapai target nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun sesuai data spesifik mengenai realisasi produksi aktual dari semua petambak di Parimo (baik perusahaan besar maupun petambak tradisional) pada tahun 2024 belum dipublikasikan secara merata, namun angka 12.400 ton adalah target signifikan dari salah satu pelaku industri di wilayah tersebut.
Dari segi pertanian pangan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) memang dikenal sebagai lumbung pangan beras terbesar di Sulawesi Tengah. Produksi beras Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengalami peningkatan setiap tahun, dengan surplus 100.158 ton pada Januari-November 2023. Meskipun data produksi tahunan bervariasi, pada tahun 2020 realisasi produksi padi mencapai 313 ribu ton.
Kabupaten Parimo juga menjadi salah satu daerah penghasil beras terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah. Tahun 2023: Surplus beras tercatat sekitar 100.158 ton pada periode Januari hingga November. Tahun 2020: Realisasi produksi padi mencapai 313.000 ton.
Selain itu Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) merupakan salah satu daerah penghasil durian utama dan terbaik di Indonesia, bahkan dikenal sebagai "kota rajanya durian". Durian menjadi salah satu komoditas perkebunan unggulan di wilayah Teluk Tomini
Pengembangan Perkebunan Durian: Targetkan perluasan lahan perkebunan durian minimal 5.000 hektare dalam lima tahun ke depan. Pastikan kualitas dan rasa durian memenuhi standar global untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Pemberdayaan Petani dan Kelompok Tani: dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani tentang teknik budidaya durian yang baik, pengelolaan pasca-panen, serta pemasaran produk. Fasilitasi kerja sama dengan investor untuk meningkatkan produksi dan kualitas durian.
Tercatat produksi durian di Parimo signifikan: Pada tahun 2022, produksi durian di Parimo mencapai sekitar 305.000 ton per tahun. Produksi ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Daerah ini memiliki lahan pertanian khusus durian seluas kurang lebih 3.000 hektar dengan sekitar 200.000 pohon produktif.
Pemerintah daerah juga memiliki program ambisius untuk menyiapkan lahan hingga 100 ribu hektare untuk budidaya durian guna memperkuat potensi ekspor. Varietas durian unggulan yang menjadi andalan petani di Parimo adalah Durian Montong, yang memiliki ciri khas
Pengembangan Infrastruktur dengan meningkatkan infrastruktur jalan, pelabuhan, dan fasilitas penyimpanan untuk mendukung distribusi dan ekspor produk durian dan lainnya. Pastikan aksesibilitas yang memadai untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah.
Program Spesialis untuk Masyarakat yakni luncurkan program seperti sertifikat tanah gratis untuk masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta terus lakukan pengembangan sektor perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan.yang memberikan dampak nyata bagi kemakmuran masyarakat bukan hanya Parimo, tetapi juga kemandirian fiskal Provinsi Sulteng, semoga.***


