Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wabup Buol, Beri Arahan Penguatan Penilaian Adipura Tahun 2025

| 20:55 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-10T13:55:13Z

 



Penulis ; SULEMAN DJ.LATANTU 

Buol, Alasanews com. Wakil Bupati Buol saat ini, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH., telah memberikan arahan dan penguatan terkait persiapan penilaian Adipura 2025.


Penilaian Adipura dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan daerah dalam pengelolaan lingkungan, khususnya persampahan. 


Dalam berbagai kesempatan, Nasir Dj. Daimaroto menekankan 

Pentingnya Pengelolaan Sampah: 


Penghargaan Adipura 2025 menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pemerintah daerah dalam mengelola sampah. 



Wabup mendorong adanya sinergi yang kuat antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing tentang 

Penerapan Sistem Pengelolaan Berkelanjutan: 


Upaya yang dilakukan lanjut Wabup harus  selaras dengan target nasional pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan 70% sisanya secara layak dan ramah lingkungan pada tahun 2025, sebagaimana diamanatkan dalam Jakstranas (Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga). 


Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Buol untuk memperbaiki tata kelola lingkungan dan mencapai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam program Adipura 2025.


Sementara Sekretaris DLH Buol Iskandar A.Nouk menambahkan program Adipura harus di pacu. Karena  jika predikat ini bisa raih maka tentunya mudah untuk mendapatkan dana stimulus dari pusat untuk pengendalian dampak lingkungan ..


Selain itu, lanjut Iskandar kerjasama media dengan OPD  terkait sangat di butuhkan 

karena kita masih  kesulitan untuk pengembangan dan  penanganan TPA yang ramah lingkungan sesuai standar nasional.


"Kalau hanya berharap dari APBD tentu sangat terbatas. .

Makanya peran DLH sangat di butuhkan  baik dalan daerah maupun keluar daerah agar kita bisa mendapatkan tambahan anggaran dari pusat agar kita dapat  mewujudkan program Pemerintah untuk mendapatkan target Adipura ... Bila hal ini tercapai maka. Daerah kita masuk dalam perhatian khusus pemerintah pusat terutama dalam hal bantuan anggaran untuk pembangunan TPA yg berkelanjutan dan ramah lingkungan" tandas Iskandar


Diberitakan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Lingkungan Hidup, telah menerima sekaligus mendampingi kunjungan tim penilai baru  Adipura tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk wilayah Sulawesi dan Maluku termasuk Daerah Kabupaten Buol


Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Kabupaten Buol Moh. Syarif Badalu, S.Pt mengatakan kunjungan tim penilai Adipura  pekan lalu yang dipimpin Jarot Pando selaku Koordinator penilai Adioura itu lebih menitik beratkan penilaiannya sejumlah titik tertentu antara lain kebersihan di dalam Kota  Buol, Rumah Makan, Taman Kota,  Pertokoan, Kantor Bapedda, Tempat Wisata,  lingkungan Bandara termasuk di tempat pembuangan  akhir sampah  (TPAS ) di Los Kelurahan Kumaligon Kecamatan Biau 


" Jadi semua itu mereka sudah cek langsung ke lapangan termasuk semua Bak sampah lainya yang ada" jelas mantan Lakea kepada media ini di ruang kerjanya Senin (10/11-2025).



Meski demikian dari sejumlah titik yang sudah dikunjungi, tim penilai itu lanjut Syarif penilaianya lebih fokus terhadap keberadaan TPAS dengan nilai bobot penilainya 15 persen diantara kategori penilaian  terhadap sejumlah tempat lainnya.



Sementara Kepala Seksi pada Bidang Persampahan DLH Kabupaten Buol, Rusmin, SE menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi penilaian terhadap TPAS selama ini beroperasi memang keberadaanya belum maksimal  dan masih membutuhkan fasilitas penunjang lainnya. 


Dan  kategori penilaian  oleh tim Adipura di TPA ini bobotnya 15 persen, sementara khusus TPA Buol ini sistemnya masih  open dumping atau sistim angkut buang


" Dan kita kemarin sudah mendapat teguran langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup berupa sanksi pemberhentian sistim open dumping. Dan Alhamdulillah, dengan adanya teguran tersebut, kita tidak lagi menggunakan sistim open dumping tapi sudah menggunakan sistim lean criling di TPA" jelas Rusmin


Dan sistim program  land claring ini dilakukan pada jaman Kadis sebelumnya hingga saat ini. 


" Dan Alhamdulillah pada kepemimpinan Kadis ini kita telah mendapatkan pagu anggaran melalui APBD perubahan 2025 untuk biaya pembenahan TPA nya kita" ujarnya 


Selanjutnya Rusmin mengakui bahwa pengolahan sampah di Buol selama ini masih minim  sekali atau sangat semrawut karena belum ada TPS 3R


Dan dalam rangka program Adipura ini secara umum tim yang datang itu, tidak hanya  menilai soal kebersihan di dalam kota saja. 


Tapi intinya semua stakeholder ini harus mendukung program kegiatan Adipura ini, selain di Kantor juga kebersihan lingkungan di beberapa titik antara lain  di pelabuhan, bandara, rumah sakit, sekolah dan fasilitas umum lainnya. Dan prioritas penilaian itu hanya terhadap keberadaan TPA, tandas Rusmin

×
Berita Terbaru Update