×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Strategis Nasional Siniu Parimo Terkesan Lambat, Bupati Erwin Burase Panggil PT ATHI

| 14:41 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T07:41:29Z

 



ALASANNEWS, Parigi – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, secara resmi memanggil pihak PT Anugerah Tambang Industri (ATHI) untuk melakukan audiensi pekan depan. Langkah tegas ini diambil guna meminta penjelasan menyeluruh terkait progres pembangunan kawasan industri di Kecamatan Siniu yang dinilai mengalami keterlambatan.


Hingga saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo mengaku belum mendapatkan gambaran rinci mengenai rencana teknis pembangunan di lapangan. Berdasarkan laporan yang diterima, pembebasan lahan yang dilakukan perusahaan baru mencakup sekitar 300 hektare dari 2.500 hektar dibutuhkan.


“Saya belum tahu persis apa yang akan dibangun di sana, makanya saya minta mereka untuk audiensi dulu,” ujar Bupati Erwin di Parigi, Senin (23/2/2026).


Pemanggilan ini juga dipicu oleh surat permohonan perpanjangan izin pemanfaatan ruang yang diajukan PT ATHI. Mengutip Jurnal Lentera Selasa (24/2/26), surat tersebut kini tengah diproses oleh Forum Penataan Ruang (FPR) sesuai ketentuan perizinan yang berlaku di Kabupaten Parigi Moutong.


Selain menuntut percepatan investasi, Bupati Erwin menekankan dua poin krusial yang akan dibahas dalam pertemuan mendatang:


Penyelesaian Hak Masyarakat: Pemda akan memfasilitasi dan memastikan perusahaan segera merampungkan ganti rugi lahan warga di wilayah pengembangan, termasuk di Desa Siniu.


Penyerapan Tenaga Kerja Lokal: Mengingat proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), Bupati meminta PT ATHI memprioritaskan warga lokal serta memaparkan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan agar masyarakat dapat bersiap.


“Pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan ini segera memberikan dampak nyata bagi investasi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Erwin.


Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulteng menetapkan pengembangan industri hijau berbasis PLTA sebagai prioritas utama dalam pengelolaan kawasan industri di Parimo. Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2024 mengenai Daftar Proyek Strategis Nasional. Dalam lampiran regulasi itu, Neo Energi Parimo Industrial Estate (NEPIE) tercatat pada nomor urut 114 sebagai PSN.


Proyek yang dikenal sebagai Neo Energi Parimo Industrial Estate (NEPIE) ini merupakan visi strategis yang didorong oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk menjadikan Parimo sebagai pusat industri nikel ramah lingkungan (green industry) tanpa polusi.


Persiapan pembukaan kawasan industri NEPIE telah dilakukan sejak 2023 oleh PT Anugrah Tekhnik Industri (ATHI), anak perusahaan PT Anugrah Neo Energy Materials (Neo Energy), dengan luasan sekitar 20 hektare di Desa Siniu, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong. Saat ini, pembangunan kantor kawasan industri sebagai salah satu syarat keberlanjutan izin telah mulai dilakukan.***

×
Berita Terbaru Update