Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tragedi Longsor di WPR Kayuboko, Dinas ESDM Sulteng Turun Langsung ke Lokasi

| 20:50 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-20T13:50:11Z

 


BUTOLPOST  Palu – Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah melakukan tinjauan lapangan terkait tragedi longsor yang terjadi di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Kayuboko, Jumat (20/2/2026).

Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM Sulteng, Sultanisah, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut.

“Ucapan turut berduka cita atas kejadian ini tak lupa kami haturkan,” ujar Sultanisah dalam keterangan tertulis yang diterima media ini di Palu.

Ia menjelaskan, tim ESDM tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WITA dan langsung melakukan dialog dengan anggota koperasi serta perwakilan keluarga korban, yakni Pak Guntur selaku legal koperasi dan Pak Ansar, sepupu korban.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, korban diketahui bernama Mama Ida (50-an), warga Desa Air Panas. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA di Blok III IPR Kayuboko.

Saat kejadian, korban sedang berteduh di bawah tebing bekas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berada dalam wilayah IPR Kayuboko. Tanpa menyadari kondisi tanah yang labil, korban tiba-tiba tertimbun longsoran lereng dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Keluarga korban yang berada tidak jauh dari lokasi segera meminta bantuan masyarakat dan pihak koperasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan alat berat excavator untuk menentukan titik korban, kemudian dilanjutkan penggalian manual oleh keluarga dan warga setempat.

Bukan Anggota Koperasi

Sultanisah menegaskan bahwa korban merupakan pendulang tradisional dan bukan anggota koperasi IPR setempat. Korban diketahui kerap datang ke lokasi bersama keluarga untuk melakukan pendulangan emas secara tradisional.

Ia juga menyebutkan, di sejumlah titik WPR Kayuboko terdapat aktivitas pendulangan oleh masyarakat dari Desa Kayuboko, Air Panas, Pelawa, Olo Baru, Petapa, hingga Parigimpu. Selain itu, terdapat pula pendulang dari wilayah Pantai Timur, Pantai Barat, bahkan dari luar daerah. Aktivitas dilakukan dalam kelompok kecil beranggotakan 2 hingga 6 orang, umumnya di area bekas PETI.

Menurutnya, koperasi telah membentuk Satgas dan beberapa kali memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di lokasi yang dianggap rawan dan berbahaya, termasuk di titik kejadian.

Karakteristik Tanah Rawan Longsor

Lokasi kejadian berada di sisi timur, ujung wilayah IPR Blok III Kayuboko, pada area tebing setinggi kurang lebih 15 meter. Di area tersebut terdapat bekas pengambilan sampel tambang.

Sultanisah menjelaskan bahwa karakteristik tanah di kawasan WPR Kayuboko berupa emas lepas di endapan aluvial dengan material lempung berpasir yang bersifat lemah dan sangat rawan longsor.

Langkah Tegas Dinas ESDM

Sebagai tindak lanjut, Dinas ESDM Sulteng telah mengeluarkan sejumlah langkah dan imbauan:

Meminta koperasi segera memasang rambu peringatan dan police line di titik-titik rawan longsor.

Mengimbau koperasi dan pemerintah desa agar mengarahkan masyarakat beraktivitas di lokasi yang lebih aman.

Meminta koperasi melakukan pemetaan topografi menggunakan teknologi LiDAR untuk memantau perubahan bentang lahan eks PETI dan menghitung upaya pengelolaan lingkungan.

Mendorong mediasi dan penataan mekanisme kerja sama antara koperasi dan para pendulang, dengan tetap menerapkan kaidah Good Mining Practice.

Melarang metode penggalian “belarut” yang membentuk lereng atau tebing tinggi dan curam, terutama jika disemprot menggunakan pompa jet/alkon karena sangat membahayakan.

Melakukan percepatan proses perizinan IPR guna memudahkan penataan lokasi eks PETI serta memperkuat tanggung jawab lingkungan dan keselamatan pertambangan.

Selain itu, pihak koperasi telah menyampaikan surat klarifikasi kepada Dinas ESDM terkait insiden tersebut serta memberikan santunan tali asih kepada keluarga korban yang diterima langsung oleh Pak Ansar.

Dinas ESDM menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan dan memastikan aktivitas pertambangan rakyat di WPR Kayuboko berjalan sesuai kaidah teknis pertambangan yang baik demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

×
Berita Terbaru Update