Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Refleksi Idulfitri 1447 H: Gubernur Anwar Hafid Ajak Masyarakat Jadikan Nilai Ramadan Sebagai Fondasi Harmoni di Tanah Tadulako

| 06:00 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-22T23:00:33Z

 


  • Gubernur Dr H Anwar Hafid M.Si dan ibu bersama Walikota Palu Hadianto Rasyid SE bersama ibu, Saat acara Halal Bilhalal Idul Fitri 1447 H. (Ist).

Tulisan: Elkana Lengkong

ALASANNEWS, (Palu) – Di bawah langit cerah yang menaungi hamparan Lembah Palu, ribuan umat Muslim memadati pelataran hingga bagian dalam Masjid Raya Baitul Khairaat. Sabtu (21/3/26).


Suasana khidmat menyelimuti Kota Palu saat masyarakat berkumpul untuk menunaikan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Di tengah saf jamaah, hadir Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., yang pada kesempatan tersebut menjadi khatib.


Momentum kemenangan ini tidak sekadar dirayakan dengan seremoni. Bagi Anwar Hafid, Idulfitri 1447 H adalah ajakan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk membangun kembali fondasi harmoni di atas Tanah Tadulako melalui semangat kebersamaan dan pintu maaf yang terbuka luas.


Ramadan sebagai "Madrasah" dan Kompas Moral


Dalam pesan khutbahnya, Anwar Hafid menekankan bahwa 1 Syawal adalah hari "wisuda" bagi jiwa-jiwa yang telah ditempa dalam madrasah Ramadan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan puasa seseorang tidak diukur dari kemeriahan perayaan hari kemenangan, melainkan dari transformasi perilaku di hari-hari mendatang.


"Nilai-nilai Ramadan seperti disiplin, kejujuran, dan empati sosial harus menjadi fondasi karakter masyarakat Sulawesi Tengah. Jika kesabaran dan pengendalian diri ini dibawa ke pasar, ke kantor pemerintahan, hingga ke pergaulan bertetangga, maka harmoni di Tanah Tadulako akan terjaga tanpa sekat," ujar Gubernur di hadapan ribuan jamaah yang menyimak dengan saksama.


Menghidupkan Jiwa Tadulako yang Inklusi


Mantan Bupati Morowali dua periode yang dikenal dekat dengan rakyat ini juga mengaitkan nilai spiritualitas Islam dengan kearifan lokal. Anwar Hafid memberikan redefinisi terhadap filosofi "Tadulako". Jika selama ini Tadulako identik dengan keberanian fisik, di mata Anwar, keberanian era modern adalah keberanian merawat toleransi.


"Menjadi seorang Tadulako sejati berarti berani berdiri di depan untuk melindungi kerukunan. Di tanah yang kaya akan keberagaman etnis dan agama ini, harmoni adalah harga mati. Mari jadikan Idulfitri sebagai momentum membangun jembatan persaudaraan," tegasnya.


Visi ini tercermin nyata dalam acara Halal Bihalal yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur (Sirannindi). Dengan suasana kekeluargaan yang kental, Anwar Hafid menyambut tamu dari berbagai lapisan masyarakat tanpa sekat protokoler yang kaku, menunjukkan komitmen kepemimpinan yang inklusif dan merangkul.


Dukungan Akademisi: Pentingnya Toleransi dari Hal Kecil


Pesan kesejukan yang disampaikan Gubernur Anwar Hafid mendapat apresiasi dari pakar pemikiran Islam modern sekaligus Guru Besar UIN Datokarama, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin. Melalui pesan singkat pada Minggu (22/3/26), Prof. Zainal menyebut langkah Gubernur sebagai upaya nyata membangun stabilitas sosial.


"Apa yang disampaikan Gubernur Anwar Hafid sangat penting. Fondasi harmoni di Tanah Tadulako dapat tercipta melalui langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang dimulai dengan niat ikhlas. Beliau ingin mewujudkan Sulawesi Tengah yang aman dan damai dengan merawat toleransi, sebuah nilai universal yang diajarkan oleh semua agama," urai Prof. Zainal.


Menurut Ketua FKUB Sulteng ini, tugas utama umat beragama bukanlah saling membuktikan kebenaran masing-masing, melainkan menunjukkan kemampuan untuk menebar kebajikan dan menjaga harmoni dalam kehidupan bersama.


Prof. Zainal juga menegaskan, sikap toleransi merupakan bagian dari teladan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebagai pembawa misi kerahmatan bagi semesta alam. Ia mencontohkan kisah ketika Nabi berdiri untuk menghormati iringan jenazah seorang Yahudi sebagai bentuk penghargaan terhadap sesama manusia.


Harapan untuk Masa Depan Sulawesi Tengah


Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh warga untuk tidak membiarkan semangat Hablum Minannas (hubungan antarmanusia) luntur seiring berlalunya bulan Syawal. Baginya, stabilitas sosial yang berakar pada saling menghargai adalah syarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan Sulawesi Tengah yang kini tengah tumbuh melalui 9 program Berani jadikan Sulteng Nambaso.


"Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai titik balik untuk saling merangkul. Di tanah ini, kita tidak hanya berbagi ruang, tapi juga berbagi rasa persaudaraan yang tulus," pungkasnya.***

×
Berita Terbaru Update