Oleh: Andi Ridwan Bataraguru
Dalam diskusi Publik yang dilaksanakan oleh DPD GAPENSI Sulawesi Tengah, terungakap oleh tabir sang waktu,sebuah kisah memilukan satu persatu dari perjalanan Kontraktor Lokal mencari pekerjaan
telah hancur sepatu, dan bonyok map, keluar masuk dari pintu ke pintu kantor OPD, memohon belas kasihan sebuah pekerjaan, namun para pimpinan OPD menolaknya , kecuali mereka membawa catatan, atau nota dari 01
"maaf pak,! disini paket semua telah di arahkan oleh 01 ,tapi jika Bapak membawa catatan, nota atau rekomendasi dari 01 baru kami BERANI memberikan paket" Jawab pimpinan OPD
"bukankah pelaksanaan paket proyek memiliki SOP dalam memenangkan tender..?"
jawab kontraktor sedikit kesal
" iya benar semua telah ada lengkap SOP ataupun regulasinya, tapi kami disini tetap bekerja sesuai arahan 01, Kontraktor mana yang diarahkan 01 itulah yang kami menangkan" jawab pejabat yg berwenang
Kesimpulannya jika ingin mendapatkan paket proyek di Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah ,kembali pada siapa pemegang Password yaitu sang Raja.
disinilah peran Strategi GAPENSI sebagai sebuah organisasi yang harus tampil membela kepentingan seluruh tumpah darah anggotanya, bukan berarti ingin berseberangan apalagi berbenturan , dengan Gubernur ,itu "dungu" namanya
sedikit meminjam istilah Rocky Gerung
Tetapi bagian dari tugas dan peran organisasi dalam menyampaikan aspirasinya, yang dilindungi oleh Konstitusi
untuk itulah kita perlu melakukan komunikasi dengan Gubernur kembali , dengan melalui pertemuan itu , guna mendengar langsung titah dari sang raja,
Karena kami para Pengurus DPD GAPENSI sudah pernah melakukan pertemuan diruangan Kantor Gubernur dilantai 2 dan Gubernur berjanji bahwa menjadikan GAPENSI sebagai mitra dalam pembangunan
salasatu pengurus DPD GAPENSI memberi penjelasan penuh semangat
"Tahun anggaran 2025 saya belum banyak berbuat, namun tahun anggaran 2026 itu sepenuh sepenuh sudah saya yang atur"
jawab Gubernur saat itu
oleh karena itulah kita harus menemui kembali Gubernur Anwar Hafid untuk "Menagih janji"
kata salasatu perserta diskusi
Kami tidak boleh diam membisu menunggu malaikat pencabut nyawa datang menjemput, kita harus bergerak menjemput Takdir
Segera GAPENSI bergerak melakukan Konsolidasi , agar kita semua para Kontraktor Lokal khususnya anggota GAPENSI tidak mati membisu
Begitulah kesimpulan diskusi malam itu di Resto Triple F yang di organisir DPD GAPENSI Sulawesi Tengah
Wassalam


