Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Longki Djanggola Turun ke Sekolah Rakyat Sigi, Soroti Kekurangan Guru dan Tegaskan Asta Cita Harus Tepat Sasaran

| 19:26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T12:26:10Z

 


SIGI, — Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si., turun langsung melakukan kunjungan pengawasan (KUNWAS) ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 22 Sigi, Sabtu (22/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto benar-benar berjalan sesuai sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu.

Dalam kunjungannya, Longki meninjau langsung aktivitas pendidikan serta kondisi siswa yang saat ini masih menempuh pendidikan di UPT milik Kementerian Sosial. Para siswa tersebut nantinya akan menempati sekolah permanen yang sedang dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

Longki mengatakan, pengawasan ke lapangan merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota DPR RI sekaligus kader Partai Gerindra.

“Kami harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo betul-betul tepat sasaran kepada masyarakat yang memang layak menerimanya,” ujar Longki.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia menegaskan, persoalan ekonomi tidak boleh lagi menjadi alasan bagi anak Indonesia untuk berhenti sekolah.

“Jangan sampai masih ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena persoalan ekonomi. Dengan adanya Sekolah Rakyat, kita berharap tidak ada lagi alasan anak tidak bisa sekolah karena tidak mampu,” tegasnya.

Target 2.000 Siswa

Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, S.Pd., Gr., mengungkapkan Sekolah Rakyat yang dipersiapkan di Desa Pombewe memiliki target penerimaan hingga 2.000 siswa.

Jumlah tersebut mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA.

Azizah mengatakan proses rekrutmen peserta didik untuk tiga jenjang tersebut terus dipersiapkan. Pihak sekolah berharap pembangunan fasilitas permanen di Pombewe dapat segera rampung sehingga proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan sarana yang lebih memadai.

“Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera selesai,” jelas Azizah.

Menurutnya, program tersebut sangat membantu keluarga kurang mampu dan diharapkan mampu menekan angka anak putus sekolah.

Namun, di balik besarnya target penerimaan siswa, Sekolah Rakyat Sigi masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga pendidik.

Beberapa kebutuhan guru yang disampaikan kepada Longki antara lain guru Pendidikan Agama Nasrani, Pendidikan Agama Islam serta Seni Budaya.

Longki Janji Koordinasikan Kekurangan Guru

Menanggapi persoalan tersebut, Longki menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.

Ia menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup hanya dengan membangun gedung dan menerima ribuan siswa. Ketersediaan guru yang cukup dan berkualitas juga menjadi faktor penting agar program tersebut benar-benar menghasilkan pendidikan yang baik.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan program pemerintah di daerah.

Longki berharap Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi program pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi benar-benar menjadi jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

Sekolah Rakyat Sigi kini menunggu dua hal penting: rampungnya sekolah permanen di Pombewe dan terpenuhinya kebutuhan guru.

×
Berita Terbaru Update