Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dinkes Buol Gelar Kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat di Boilan Tahun 2025

| 10:25 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-01T03:53:38Z

 




Penulis: SULEMAN DJ.LATANTU

Buol, Alasanews com. Dinas Kesehatan Kabupaten Buol dibawah kepemimpinan Gamar A.Lahamade, S.Farm Apt, M.A.P kini terus meningkatkan kepedulianya menekan angka kasus stunting  melalui kualitas pelayanan kesehatan, khususnya terhadap kesehatan ibu hamil.


Sebagai wujud nyata kepedulian itu secara kelembagaan Dinas Kesehatan telah menggelar Gerakan Bumil Sehat sebagai upaya untuk  memperkuat komitmen bersama dalam menurunkan angka kasus Kematian Ibu dan kematian bayi sekaligus menekan prevalensi kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Buol


Sementara melalui kegiatan Gerakan Bumil Sehat yang berlangsung di Lapangan Desa Boilan Kecamatan Tiloan Selasa ( 30/9-2025 ) Kadiskes Buol Gamar A Lahamade dalam sambutannya mengatakan terkait hal itu pihaknya tetap berkomitmen kualitas layanan kesehatan bagi ibu hamil guna menekan angka kasus stunting yang terjadi selama ini 


Dia menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan minimal enam kali termasuk dua kali USG oleh Dokter.   "Saya juga  mendorong kepatuhan konsumsi tablet tambah darah serta keikutsertaan ibu hamil dalam kelas bumil. Jadi gerakan ini tidak hanya menyasar ibu hamil tetapi juga keluarga dan masyarakat agar bersama sama mencegah angka stunting dalam rangka mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak"ujar Gamar 



Kegiatan Gerakan Bumil Sehat itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Dadang Hanggi, S.H., M.H., Kepala Dinas Kesehatan Gamar A. Lahamade, S.Farm, Apt., M.A.P., jajaran camat, kepala desa, tenaga kesehatan, kader, para ibu hamil dan pendamping.


Sementara Ketua Panitia Hadijah Abdurrahman, S.ST., M.Kes. dalam laporannya memaparkan bahwa angka kematian ibu di Kabupaten Buol masih fluktuatif, yakni 9 kasus (2021), 5 kasus (2022), 3 kasus (2023), 4 kasus (2024), dan hingga September 2025 tercatat 5 kasus. 

Sementara  angka kasus stunting saat ini masih sangat tinggi, yakni  sekitar 36,9 persen.


Kegiatan ini diikuti 248 peserta, terdiri dari ibu hamil beserta pendamping, jajaran pemerintahan desa, tenaga medis, serta kader kesehatan. Narasumber yang hadir antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Buol dan dr. Nadia Rauf, Sp.OG.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Dadang, SH., MH menegaskan bahwa isu stunting menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani serius. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam memastikan kesehatan ibu hamil demi melahirkan generasi yang kuat dan cerdas.


“Kesehatan ibu hamil menentukan kualitas anak yang akan dilahirkan. Melalui Gerakan Bumil Sehat, kita menanam fondasi baru dengan ibu sehat, anak kuat, dan keluarga bahagia,” kata Sekda Dadang saat membuka kegiatan ini.



Di penghujung acara, dilakukan penandatanganan komitmen bersama Gerakan Bumil Sehat. Gerakan ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus menekan prevalensi stunting di Kabupaten Buol. Rl ***

×
Berita Terbaru Update