Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MUI Ketapang Mantapkan Sinergi dengan Pemerintah Daerah: Perkuat Moderasi Beragama dan Tangkal Hoaks

| 12:43 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-25T05:43:44Z


Alasannews.com | KETAPANG – Dalam upaya memperkokoh semangat umat dan memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2025 pada Jumat (25/10/2025) di Ballroom Hotel Aston Ketapang.


Rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari ini mengangkat tema “Memperkokoh Peran MUI Sebagai Khodimul Ummah, Shodiqul Hukumah dan Himayatul Ummah Untuk Kemaslahatan Bersama.” Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si, mewakili Bupati Ketapang.



Acara tersebut dihadiri berbagai unsur penting, di antaranya Forkopimda Ketapang, Ketua MUI Kabupaten Ketapang, Ketua PCNU Ketapang, para pengurus MUI kecamatan, tokoh agama, dan para undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Sekda Ketapang yang membacakan amanat Bupati menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah MUI yang selama ini berperan aktif dalam menjaga kemurnian akidah umat, membimbing moralitas masyarakat, dan menegakkan nilai-nilai sosial yang berkeadaban.


Menurutnya, kehadiran MUI sangat strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga dalam sosial, ekonomi, hingga politik yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.


 “Kami berharap saran dan masukan dari para ulama dapat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam membuat kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan umat,” ujar Repalianto.


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kerja sama dengan MUI dalam tiga fokus utama:


1. Penguatan Moderasi Beragama.

Di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi sosial, pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, dan sejuk harus terus ditanamkan.


 “MUI memiliki peran vital dalam menyebarkan pesan damai dan menolak ekstremisme,” tegasnya.


2. Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian.

Sekda menilai, penyebaran informasi bohong menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial dan keagamaan. Karena itu, MUI bersama pemerintah harus aktif melawan hoaks serta menjadikan forum keagamaan sebagai ruang edukasi masyarakat untuk menjaga persatuan dan kerukunan.


3. Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama.

Ia menekankan pentingnya peran MUI dalam memperkuat harmoni antarumat beragama sebagai modal utama dalam membangun bangsa yang damai dan inklusif.


 “MUI bersama lembaga keagamaan lainnya harus terus menjadi teladan dan menjaga harmoni, memastikan setiap warga merasa aman dan nyaman menjalankan keyakinannya,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Ketapang, Drs. KH. Moh. Faisol Maksum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rakor ini merupakan momentum penting untuk memperbaharui semangat, memperkuat koordinasi, serta mempertegas peran MUI dalam menjawab tantangan zaman.


 “Rakor hari ini adalah momentum untuk sinkronisasi, evaluasi, dan akselerasi. Mari kita berbagi pengalaman dari masing-masing kecamatan serta memperkuat koordinasi antarperangkat MUI di seluruh Kabupaten Ketapang,” ujarnya.


Ia menambahkan, forum ini juga menjadi wadah untuk menyusun langkah-langkah strategis dan terukur agar MUI semakin adaptif dan relevan terhadap dinamika sosial serta tantangan moral di era digital.


Melalui kegiatan ini, MUI Ketapang menegaskan kembali komitmennya sebagai Khodimul Ummah (pelayan umat), Shodiqul Hukumah (mitra pemerintah yang jujur dan konstruktif), serta Himayatul Ummah (pelindung umat).

Pesan moral dan spiritual yang dibawa MUI diharapkan dapat terus menjadi panduan bagi masyarakat untuk membangun kehidupan beragama yang damai, beradab, dan produktif bagi kemaslahatan bersama.




Liputan : Teguh 

Editor/Gun*

×
Berita Terbaru Update