Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Akhir Tahun 2025, Terjadi Perubahan Struktur Kepemimpinan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng

| 16:30 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-19T09:30:54Z

 


Penulis Sultan 

Palu Alasanews com,  Akhir 2025 dan awal 2026, terjadi perubahan kepemimpinan di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Sulawesi Tengah. 


Ir. Muhammad Nenk, S.T., M.M yang sebelumnya menjabat Kadishut Sulteng resmi dilantik kembali  Gubernur H Anwar Hafid sebagai Kepala Dinas pada akhir Desember 2025. 


Sebelumnya, jabatan ini diampu oleh Dr. Hj. Rohani Mastura, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt). 


Dan menyusul pada 15 Januari 2026, Gubernur juga melantik pejabat baru eselon III, IV dan pejabat fungsional lainnya 



Selanjutnya untuk mendukung penuh program "Berani Makmur" yang digagas Gubernur Anwar Hafid untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani melalui 

penguatan Kelapa Sawit Berkelanjutan (2025-2026): 


Serta Melaksanakan uji publik Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelapa Sawit Berkelanjutan 2025–2029 untuk memperkuat daya saing, penguatan data, dan pemantauan lingkungan.


Optimalisasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit: 


Mengikuti rapat koordinasi strategis untuk pengelolaan dana bagi hasil sawit guna peningkatan produktivitas rakyat.

Pengembangan Komoditas Unggulan (Kakao & Kopi):


Mendorong peningkatan produktivitas petani kakao melalui Pelatihan Pelatih (ToT) pengelolaan keuangan.


Mendukung sertifikasi 1.550 petani kakao dan kopi bersama GIZ untuk menjadikan produk lokal mendunia.

Mendorong investasi dan hilirisasi produk perkebunan (kakao/kopi) berbasis desa.


Pengembangan Peternakan: 


Kunjungan ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang untuk memperkuat kerja sama pengadaan sapi dan peningkatan mutu genetik ternak di Sulteng.


Akhir pada akhir 202 membuka peluang UMKM melalui lomba cipta produk olahan hasil perkebunan dan peternakan tingkat provinsi.

Cetak Sawah Baru (2025)

serta engawal anggaran cetak sawah baru yang mencapai Rp356 miliar. 


Dinas ini aktif melakukan kegiatan lapangan dan pendampingan petani untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif di tingkat tapak.

×
Berita Terbaru Update