- Dr Hasanuddin Atjo
ALASANNEWS, (Batulicin): Program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, "Berani Cerdas", yang digagas oleh Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Renny Lamadjido, terus mendapatkan dukungan positif. Mantan Kepala Bappeda Sulteng, Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, MP, menilai program ini merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Sulawesi Tengah.
Dr. Atjo, menyebut pemberian beasiswa dan bantuan pendidikan bagi warga kurang mampu adalah kebijakan yang sangat wajar dan tepat sasaran mengingat besarnya kebutuhan masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya pengembangan lebih lanjut agar lulusan program ini memiliki daya saing tinggi di pasar kerja.
"Pendidikan dasar hingga tinggi adalah modal untuk mengisi 'bagasi pikiran' SDM kita. Namun, program ini akan jauh lebih lengkap jika diarahkan pada peningkatan skill dan attitude melalui penguatan pendidikan Vokasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Diploma serta Balai Latihan Kerja (BLK)," ujar Hasanuddin Atjo melalui pesan WhatsApp kepada Alasannews, Selasa (13/1/2026).
Evaluasi dan Inovasi Tahun 2026
Memasuki tahun kedua kepemimpinan Anwar-Reny, Dr. Atjo meyakini tentu akan ada langkah evaluasi untuk menyempurnakan program tersebut. Sebagai Pengarah Tim Asistensi Pemerintah Provinsi, ia mengungkapkan bahwa isu mengenai integrasi vokasi telah menjadi pembahasan serius dalam berbagai rapat terbatas sepanjang tahun 2025.
"Tahun 2026 ini, fokus kita adalah mendalami lahirnya SMK, Diploma, dan BLK Model. Tujuannya agar program 'Berani Cerdas' tidak hanya mencerdaskan secara akademis, tetapi juga melahirkan tenaga kerja unggulan siap pakai," lanjutnya.
Knowledge, Skill, dan Attitude
Hasanuddin Atjo, yang saat ini tengah berada di Kalimantan Selatan, menekankan bahwa di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat, lulusan pendidikan di Sulteng harus dibekali dengan tiga pilar utama: knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), dan attitude (sikap).
"Vokasi dan BLK Model akan menjadi pelengkap yang strategis. Kita ingin memastikan ketika mereka menamatkan pendidikan, mereka langsung terserap pasar kerja karena memiliki kompetensi mumpuni. Inilah wujud nyata program Berani Cerdas yang semakin diminati masyarakat," pungkas pakar perikanan nasional.***


