Kayong Utara (KKU), Alasannews.com - Masyarakat Desa Pelapis Kecamatan Pulau Karimata melaksanakan panen Perdana budidaya ikan lele pada Sabtu, (10/01/2026).
Adapun kegiatan budidaya ikan air tawar ini merupakan program CSR Bidang Peningkatan Ekonomi yang dijalankan PT.Dharma Inti Bersama (DIB) bersama masyarakat setempat.
Panen dilakukan pada empat kolam terpal yang tersebar di tiga dusun dengan total 700 kilogram ikan lele, meskipun sempat diguyur hujan, proses panen lele tetap berlangsung lancar, dan disambut antusias warga.
Adapun panen raya ini di hadiri oleh Hendra selaku Plt.Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Kabupaten Kayong Utara, Camat Kepulauan Karimata Mikrad Abdi, Govoernment Relation Manager PT.Dharma Inti Bersama, Seno Ario Wibowo, serta ketua kelompok budidaya ikan air tawar Desa Pelapis.
Ketua kelompok budidaya ikan air tawar menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan pendampingan yang diberikan DIB kepada masyarakat, semoga panen raya ini bisa menjadi tolak ukur di dusun lainnya, dengan harapan Budidaya ikan air tawar yang dimulai dari dusun kelawar, dapat menjadi contoh untuk Dusun-dusun lainnya, Ujar Suaka.
Lanjut Suaka, trimakasih kasih kepada DIB atas masukan dan program-program yang diberikan kepada warga Desa Pelapis.
Selama masa pemeliharaan kelompoknya mendapatkan pendampingan yang diberikan DIB, terutama pengelolaan kualitas air, pemberian pakan secara teratur, berbagai tantangan termasuk penyakit ikan, dapat diantisipasi dengan baik, sehingga tingkat kematian ikan akan relatif rendah.
Camat kepulauan Karimata Mikrad Abdi menilai panen perdana ini adalah bagian dari proses pendampingan yang dilakukan secara bertahap dan berkepanjangan, mengubah pola pikir masyarakat nelayan tangkap untuk mulai mengembangkan budidaya bukanlah hal yang mudah.
Budidaya lele memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan tambahan, terutama pada kondisi cuaca sedang tidak baik untuk melaut, selain itu hasil budidaya memiliki kepastian pasar karena dapat diserap oleh kawasan Industri Pulau Penebang untuk kebutuhan konsumsi, tambahnya.
Hendra Plt.Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kayong Utara, mengapresiasi kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam program tsb, ia menilai keberhasilan panen perdana ini sebagai langkah awal yang harus terus dikembangkan.
Belajar budidaya itu membutuhkan proses , " gagal satu atau dua kali itu wajar, yang terpenting terus belajar dan maju untuk bangkit dan berkembang".
Hendra juga mendorong pengembangan ikan air tawar ketahap selanjutnya, seperti pembibitan dan produksi pakan mandiri, agar manfaat ekonomi yang diterima masyarakat semakin optimal, sebab Desa Pelapis memiliki potensi keunggulan berupa kepastian pasar yang tidak dimiliki semua wilayah.
Selain itu Govoernment Relation Manager PT.Dharma Inti Bersama Seno Ari Wibowo menegaskan, komitmen perusahaan untuk mendukung berkelanjutan program tsb, ia memastikan hasil panen ikan lele akan diserap oleh perusahaan, tidak perlu hasil panen akan dikemanakan, kami berjanji hasil panen ikan lele ini kami pastikan batu serap, sebutnya.
Sebagai kata penutup, Seno Ari Wibowo mengungkapkan rencana pengolahan ikan lele melalui proses marinasi dan pengemasan vakum berdasarkan masukan tenaga ahli dari IPB kedepannya, kaum ibu di Desa Pelapis akan di libatkan dalam proses pengolahan, guna membuka peluang ekonomi baru ditingkat rumah tangga, dan panen perdana ini diharapkan menjadi awal pengembangan budidaya ikan air tawar yang berkelanjutan di Desa Pelapis, sekaligus memperkuat upaya diversifikasi sumber penghidupan masyarakat pesisir, pungkasnya.
Oleh : Teguh
Editor Gugun


