Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

H Muhidin Said: Sulteng Didorong Siapkan Tenaga Kerja Unggulan Siap Pakai Lewat SMK dan BLK

| 09:32 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-13T02:32:48Z

 


  • H Muhidin Said SE, MBA Wakil Ketua Banggar DPR-RI. (Ist).

ALASANNEWS, (Jakarta): Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI yang juga Anggota Komisi XI, H. Muhidin Said, SE, MBA, menekankan pentingnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan akselerasi dalam menyiapkan tenaga kerja unggulan yang siap pakai. Hal ini guna merespons potensi Sumber Daya Alam (SDA) Sulteng, seperti nikel, yang kini menjadi incaran pasar dunia dan juga industri pariwisata perhotelan dan restoran yang semakin berkembang.


Dalam percakapan awal tahun kepada Alasannews, Senin (12/1/2026) lewat WhatApp politisi senior Partai Golkar ini mengapresiasi program "Berani Sehat" dan "Berani Cerdas" yang dijalankan Gubernur Anwar Hafid dan Wagub Renny Lamadjido. Namun, ia mengingatkan bahwa peluang pasar kerja yang besar juga harus dijawab dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan pendidikan vokasi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan Balai Latihan Kerja (BLK).


"Saatnya Pemprov Sulteng melihat peluang pasar dengan menyiapkan SDM ( Sumber Daya Manusia) tenaga kerja unggulan siap pakai melalui vokasi SMK dan BLK. Tenaga kerja kita harus memiliki kompetensi yang tak kalah bersaing,miliki Knowledge, Skill, and Attitude (KSA).," ujar Muhidin Said 


Muhidin mencontohkan negara Jepang yang saat ini membutuhkan tenaga kerja Indonesia dalam jumlah besar, namun tidak siap. Terpaksa untuk itu mereka yang ingin bekerja ke negara Matahari Terbit itu harus penuhi standar seleksi ikuti pelatihan yang ketat. Kebutuhan serupa juga terjadi di sektor industri lokal di Sulteng. Ini juga cara terbaik menghilangkan image di Sulteng tak miliki tenaga kerja miliki skil standar.


"Dengan tersedianya tenaga kerja siap pakai, berapapun permintaan industri seperti negara Jepang bisa kita tindak lanjuti. Bahkan jika mereka bekerja di luar daerah, upah yang mereka peroleh dikirim balik ke Sulteng. Itu akan berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah," tambahnya.


Selain sektor industri, Muhidin juga mendorong Sulteng menyiapkan tenaga medis spesialis dan rumah sakit modern. Tujuannya agar masyarakat tidak lagi berobat ke luar daerah atau ke luar negeri seperti Malaka, Malaysia, melainkan menjadikan Sulteng sebagai pusat layanan kesehatan yang memadai dan mandiri.


Dari catatan Alasannews, Sulawesi Tengah secara geografis berada pada posisi yang sangat diuntungkan oleh dua kebijakan strategis nasional: di era Preeiden Jokowi pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan dan pengembangan kendaraan listrik melalui Perpres 55.


Kedekatan geografis dengan IKN membuka peluang bagi tambang galian C sebagai industri produk beton pracetak (precast) serta kebutuhan tenaga kerja perhotelan dan paramedis. Di sisi lain, keberadaan pabrik baterai lithium terbesar di dunia yang Ground breaking 11 Januari 2019 oleh PT IMIP di Morowali dengan investasi Rp 56 triliun merupakan pasar tenaga kerja yang sangat potensial.


Dari data yang ada saat ini jumlah SMK di Sulteng mencapai 187 sekolah (103 negeri dan 84 swasta). Pengembangan SMK harus difokuskan pada kompetensi keahlian industri tambang logam dan non-logam, industri pangan (perikanan, padi, hortikultura), serta industri pariwisata. Transformasi pendidikan vokasi dan optimalisasi BLK kini menjadi kunci utama bagi Sulawesi Tengah untuk memastikan putra-putri daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya investasi industri di tanah sendiri .***

×
Berita Terbaru Update