×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Malam Pergantian Tahun, Gubernur dan Wagub Sulteng Pilih Dzikir dan Doa Bersama Masyarakat

| 15:10 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-01T08:10:46Z

 


ALASANnews.com, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido mengisi malam pergantian tahun dengan menggelar Tabligh Akbar dan dzikir bersama masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, Rabu malam (31/12/2025). Ribuan jamaah memadati masjid terbesar di Sulawesi Tengah itu untuk menutup tahun dengan suasana religius dan penuh khidmat.


Tabligh Akbar tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Ruslan Demanto, S.Th.I. Hadir pula Gubernur Sulawesi Tengah ke-2 Bandjela Paliudju, Sekretaris Daerah Novalina, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.


Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa sebelum menghadiri Tabligh Akbar, dirinya bersama Kapolda melakukan patroli untuk memantau situasi keamanan Kota Palu. Ia mengaku bersyukur karena suasana kota relatif tenang, yang menurutnya menjadi tanda meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih bermakna.


Gubernur menjelaskan, pemerintah provinsi sejak awal telah mengimbau agar perayaan malam tahun baru dilakukan secara sederhana dan penuh empati. Hal tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah berjuang bangkit dari bencana alam, sebagaimana yang pernah dialami Sulawesi Tengah pada 2018 silam.


“Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian, malam ini kita berkumpul di rumah Allah untuk berdoa bersama. Kita memohon agar Sulawesi Tengah senantiasa dalam lindungan-Nya, aman, damai, dan rukun, sekaligus mendoakan saudara-saudara kita yang sedang diuji agar diberi kekuatan lahir dan batin,” ujar Anwar Hafid.


Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang dengan kesadaran sendiri memilih mengisi malam pergantian tahun di masjid, meninggalkan tradisi euforia di luar yang selama ini kerap dilakukan. Menurutnya, hal ini menjadi refleksi spiritual yang penting untuk menyongsong tahun baru dengan hati yang lebih bersih dan niat yang lebih baik.


Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ruslan Demanto mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan pergantian tahun sebagai momentum muhasabah diri. Ia mengingatkan bahwa setinggi apa pun jabatan dan status seseorang, hakikatnya tetaplah seorang hamba di hadapan Allah SWT.


Ustadz Ruslan menekankan bahwa Allah sering menguji manusia melalui dua hal, yakni harta dan kedudukan. Banyak orang, kata dia, berubah sikap ketika merasa memiliki segalanya, hingga lupa untuk rendah hati dan menjaga adab terhadap sesama.


“Kalau ingin hidup tenang dan bahagia, jangan pernah merasa ‘ada’ atau ingin selalu dianggap ada. Ketika seseorang sudah merasa tinggi, sering kali cara bicara, sikap, dan perilakunya berubah, dan itu tidak disukai oleh Allah,” pesannya.


Tabligh Akbar dan dzikir bersama ini berlangsung hingga menjelang pergantian tahun, ditutup dengan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta harapan agar Sulawesi Tengah dan seluruh negeri senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT di tahun yang akan datang. **

×
Berita Terbaru Update