Dr Anwar Hafid
ALASANNEWS,(Palu): Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tengah bergerak cepat untuk memperkuat landasan hukum kelanjutan program unggulan pro-rakyat Berani Sehat dan Berani Cerdas bagi masyarakat Sulteng, khususnya warga kurang mampu. Pemprov Sulteng sedang merancang Peraturan Daerah (Perda)
Melalui pesan WhatsApp kepada Alasannews, Kamis (8/1/2026), Gubernur Sulteng Dr H Anwar Hafid M.Si menegaskan komitmennya untuk mengentaskan beban ekonomi rakyat di sektor fundamental.
"Pemprov Sulteng sedang merancangkan Perda untuk keberlanjutan program Berani Sehat dan Berani Cerdas. Ini adalah upaya nyata pemerintah memberikan kepastian bagi masyarakat kurang mampu saat ingin berobat maupun melanjutkan pendidikan," ujar Dr. H. Anwar Hafid M.Si
Negara Hadir Tanpa Syarat
Gubernur menekankan bahwa kesehatan dan pendidikan bukanlah fasilitas mewah yang hanya bisa dinikmati segelintir orang, melainkan hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin oleh negara.
"Melalui program Berani Sehat, masyarakat kini bisa berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP. Begitu pun dengan Berani Cerdas, tidak perlu lagi khawatir soal biaya sekolah. Kesehatan dan pendidikan rakyat adalah tanggung jawab negara, dan negara harus hadir tanpa syarat," tegas Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng yang mantan Anggota DPR-RI.
Terpisah Pengamat Kebijakan dan Ekonomi Publik, Dr. Yunan Lampasio, M.Si, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang diluncurkan pasangan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido ini. Menurutnya, program ini memberikan dampak masif dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Ini inisiatif yang sangat positif. Program Berani Sehat memungkinkan warga mendapatkan layanan kesehatan gratis tanpa harus terhambat status aktif BPJS atau tunggakan iuran. Cukup dengan KTP, akses kesehatan terbuka lebar," kata Dr. Yunan Lampasio kepada Alasannews, Kamis (8/1/2026).
Mantan birokrat Pemprov Sulteng ini memerinci beberapa kelebihan utama program tersebut, di antaranya:
Meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Mengurangi beban finansial keluarga. Mendukung penurunan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.
Pentingnya Payung Hukum Perda
Dr. Yunan juga mendukung penuh langkah Pemprov yang tengah menggodok Perda sebagai payung hukum tetap. Ia menyarankan agar regulasi ini segera disahkan untuk menjamin keberlangsungan program di masa depan.
"Saran saya, program ini memang harus didukung dengan Perda untuk memastikan keberlanjutannya. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, BPJS, dan Dinas Sosial harus terus ditingkatkan agar kualitas layanan di semua tingkatan fasilitas kesehatan tetap terjaga," tambahnya.
Meskipun program ini membawa konsekuensi peningkatan anggaran daerah, Dr. Yunan menilai hal tersebut sebagai investasi jangka panjang yang efektif. "Harapan saya, Program Berani Sehat dapat menjadi contoh nasional dalam hal pemenuhan hak kesehatan bagi masyarakat miskin," pungkasnya.***


