Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tiga Rumah Hanyut, Jembatan Terputus Diterjang Banjir Donggala

| 10:24 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-12T03:24:27Z

 


  • Jembatan penghubung di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, terputus akibat banjir setelah debit sungai meluap dan mengikis pondasi, Minggu (11/1/26) (Ist)

ALASANNEWS, (Donggala): Tiga Rumah Hanyut, Jembatan Terputus Diterjang Banjir Donggala. Kini kondisi jembatan penghubung di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, terputus setelah debit sungai meluap dan mengikis pondasi, Minggu (11/1/2


Banjir menerjang empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng),  akibat hujan deras mengguyur seharian penuh wilayah itu.


Desa yang terdampak meliputi Desa Wani Satu, Wani Dua  Wani Tiga dan Desa Wani Lumbumpetigo.


Pelaksa Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 11.35 WITA akibat curah hujan tinggi seharian penuh berakibat meningkatnya debit air sungai dan  meluap berdampak merusak pondasi dudukan jembatan dan menggenangi permukiman warga.


“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai naik secara signifikan dan meluap ke permukiman, bahkan merusak pondasi jembatan di lokasi kejadian,” ujar Asbudianto dalam laporan resminya yang diperoleh Alasannews Minggu (11/1/26)


Dalam laporan mantan Kabag Bina Marga Dinas Bina Marga  dan Penataan Ruang (Bimatarung) Sulawesi Tengah (Sulteng) menjelaskan, di Desa Wani Satu, banjir menghanyutkan tiga unit rumah warga. Sementara itu, pendataan dampak banjir di Desa Wani Dua masih dilakukan oleh tim BPBD Sulteng.


Di Desa Wani Tiga, satu rumah warga terdampak dan jembatan penghubung menuju Desa Labuan Kungguma terputus, sehingga akses antarwilayah tidak dapat dilalui. Adapun Desa Wani Lumbumpetigo juga tercatat sebagai wilayah terdampak dan masih dalam proses pendataan.


"Saat ini tim Reaksi Cepat (TRC) dan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Donggala bersama BPBD Sulteng melakukan assessment serta kaji cepat untuk mengetahui dampak dan kebutuhan di lapangan. Sementara warga terdampak saat ini masih mengungsi secara mandiri, dan hingga laporan ini disusun tidak terdapat korban jiwa" ujar Asbudianto.


Hingga saat ini air belum sepenuhnya surut. Begitupun akses dari Desa WaniTiga ke Desa Labuan Kungguma masih terputus. Kebutuhan mendesak di lokasi terdampak adalah jembatan darurat serta bantuan logistik kebencanaan.elle

×
Berita Terbaru Update