Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kawasan Industri Ramah Lingkungan Siniu: Raksasa Ekonomi Baru Sulteng yang Butuh ‘Pagar’ Regulasi

| 11:42 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-21T04:42:58Z

 


  • Dr. Hasanuddin Atjo, MP, 

ALASANNEWS, Palu – Kehadiran kawasan industri ramah lingkungan Neo Energi Parimo Industrial Estate (NEPIE) di Kecamatan Siniu, Parigi Moutong, digadang-gadang akan menjadi motor penggerak ekonomi raksasa bagi Sulawesi Tengah. Namun, agar sejarah kegagalan serapan ekonomi lokal di wilayah industri sebelumnya tidak terulang, diperlukan desain awal dan regulasi yang matang.


Pakar Ekonomi dan Kelautan, Dr. Hasanuddin Atjo, MP, menekankan pentingnya pemerintah daerah menyiapkan desain kebijakan sejak dini. Beliau menyoroti pengalaman industri nikel di Bahodopi, Morowali, yang meski tumbuh pesat, namun dampak ekonomis langsung bagi komoditas lokal Sulteng dinilai masih minim.


Belajar dari Morowali: Jangan Hanya Jadi Penonton


Menurut Atjo, saat ini kebutuhan pokok di kawasan industri Morowali seperti daging, telur, hingga sayur-mayur justru didominasi oleh pasokan dari luar daerah seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.


"Bagaimana bisa telur dan daging harus dipasok dari luar daerah? Seharusnya ini disuplai dari potensi yang ada di Sulteng. Kita perlu regulasi agar kehadiran NEPIE di Siniu benar-benar menggerakkan sektor Agro-Maritim kita sendiri," tegas Atjo kepada Alasannews lewat kontak WhstsApp Sabtu (21/2/26).


Sinkronisasi dengan Visi "Sulteng NAMBASO"


Sebagai salah satu Tim Percepatan Pembangunan Sulteng yang membantu tugas Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, Atjo memastikan bahwa pengembangan NEPIE selaras dengan rencana induk pembangunan ekonomi berbasis kluster 2025-2029.


"Ini sama sekali tidak melangkahi rencana induk. Justru kehadiran kawasan industri ini sangat bagus untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan menjadi solusi konkret mengatasi kemiskinan yang per September 2025 masih berada di angka 10,52%," lanjut mantan Tenaga Ahli Menko Maritim dan Investasi tersebut.


Keunggulan Energi Hijau (Green Energy)


NEPIE, yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak Oktober 2024, memiliki keunikan dibanding kawasan industri lain. Pabrik baterai nikel ini akan menggunakan green energy sebesar 145 MW yang bersumber dari PLTA Banggaiba di Kulawi, Sigi, yang memiliki kapasitas total 312 MW.


Sinergi dua PSN ini (Siniu dan PLTA Sigi) diharapkan mampu:

Memicu Investasi Baru: Menjadi magnet bagi sektor turunan lainnya.


Transformasi Ekonomi: Mendorong pemerataan di 13 kabupaten/kota dengan populasi Sulteng yang mencapai 3,1 juta jiwa.


Sektor Agro-Maritim & Pariwisata: Menyerap tenaga kerja massal melalui keterkaitan sektor industri dengan sumber daya lokal.


Harapan Perubahan di Tangan Anwar Hafid


Hasanuddin Atjo mengapresiasi gebrakan Gubernur Anwar Hafid dalam mewujudkan visi Sulteng NAMBASO. Kehadiran industri ramah lingkungan ini diharapkan mampu menghapus image kontradiktif Sulteng: daerah yang kaya nikel namun memiliki angka kemiskinan yang signifikan.


"Kreativitas daerah dalam merancang kebijakan adalah kunci. Kita ingin industri ini menjadi berkah, bukan sekadar angka pertumbuhan dua digit di atas kertas, tapi perubahan nyata di dompet masyarakat," pungkas mantan konsultan Food and Agriculture Organization (FAO) tersebut.

×
Berita Terbaru Update