×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Alokasikan Dana Miliaran, BWS Dinilai Tidak Sentuh Permintaan Warga

| 22:01 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-19T15:01:20Z

 


TOLITOLI, ALASANnews.com,– Proyek irigasi yang digarap Balai Wilayah Sungai (BWS) di Desa Giok dan Desa Binontoan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, menuai kritik keras dari warga. Proyek bernilai miliaran rupiah yang dikerjakan pada 2025 itu dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi petani.

Alih-alih memperbaiki sistem pengairan, kondisi di lapangan justru menunjukkan kerusakan saluran irigasi yang selama ini menjadi persoalan utama belum tertangani. Akibatnya, petani kesulitan mengairi sawah mereka.

“Bagaimana kami mau turun bersawah kalau saluran masih rusak seperti ini,” keluh seorang petani.

Sorotan juga datang dari mantan anggota DPRD Tolitoli, Muhammad Mubarak, SH, yang menilai proyek tersebut tidak tepat sasaran.

“Apa yang dilakukan belum menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terkait irigasi yang layak dan berfungsi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Binontoan, Taufik Kumay, mengungkapkan warga terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya demi menyelamatkan musim tanam.

“Kami gotong royong membuat saluran darurat dari kayu dan terpal agar air tetap mengalir ke sawah,” ujarnya.



Hingga kini, pihak BWS belum memberikan klarifikasi resmi terkait polemik tersebut. Warga pun mempertanyakan transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran besar yang telah digelontorkan.

Menurut masyarakat, Daerah Irigasi (DI) Binontoan yang menjadi sasaran proyek masih belum berfungsi optimal. Bahkan, sebagian lahan pertanian tidak lagi mendapatkan aliran air.

Dampaknya, ratusan hektare sawah terancam terbengkalai dan berpotensi gagal tanam.

Warga mendesak pemerintah segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BWS dan pihak rekanan proyek. Mereka berharap ada solusi konkret agar irigasi dapat kembali berfungsi dan petani tidak terus dirugikan.

“Jangan sampai anggaran besar hanya habis tanpa hasil, sementara kami yang menanggung akibatnya,” tegas warga.

Pantauan media, lokasi kerusakan saluran mencapai ratusan meter sehingga petani tidak bisa mengalir air. ***

×
Berita Terbaru Update