ALASANNEWS, Palu – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, H Suryanto SH, MH mengapresiasi terhadap implementasi program pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, dan Wakil Gubernur dr. Renny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes.
Menurut H Suryanto, program yang digagas pasangan dengan tagline "BERANI" tersebut sudah berjalan pada jalur yang benar dan sangat krusial bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Implementasi 9 Program Berani di APBD 2025
Memasuki tahun pertama masa jabatan di 2025, visi dan misi Gubernur Anwar Hafid yang dituangkan dalam "9 Program Berani" telah diimplementasikan ke dalam APBD tahun anggaran 2025. Suryanto menilai langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk langsung bekerja demi kepentingan rakyat.
“Dalam pelaksanaannya, tentu selalu ada ruang untuk perbaikan. Evaluasi berkala tetap diperlukan demi tujuan jangka panjang lima tahun ke depan. Namun secara prinsip, program ini harus kita pastikan berjalan demi kepentingan masyarakat Sulteng,” ujar Suryanto.
Sebagai wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan, ia menegaskan posisi partainya untuk selalu bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal jalannya pembangunan.
“Saya sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulteng akan selalu bersama-sama pemerintah untuk mengawal dan memastikan bahwa program-program ini, terutama bagi para penerima manfaat, bisa mencapai sasaran yang berkeadilan,” tegasnya.
Hadir di Tengah Kesulitan Rakyat
Suryanto menekankan bahwa esensi dari program pemerintah adalah kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Baginya, tolok ukur keberhasilan program adalah ketika masyarakat kecil merasakan langsung asas manfaatnya.
"Biarlah mereka yang memang berhak yang menerima manfaatnya. Pemerintah harus hadir saat rakyat kecil mengalami kesulitan terkait persoalan mendasar. Misalnya, saat mereka sakit tetapi tidak punya uang untuk berobat, atau saat hendak membayar uang sekolah dan kuliah namun terkendala biaya," kata Suryanto lagi.
Kehadiran program Berani Sehat dan Berani Cerdas yang digagas pasangan Anwar-Renny dianggap sebagai jawaban konkret atas kegelisahan masyarakat selama ini. Program ini memberikan jaminan bahwa akses kesehatan dan pendidikan bukan lagi menjadi beban berat bagi warga kurang mampu.
Pengawasan dan Ketepatan Sasaran
Lebih lanjut, Suryanto mengingatkan agar pelaksanaan program ini tetap mengedepankan aspek regulasi dan ketepatan sasaran. Ia tidak ingin ada ketimpangan dalam penyaluran bantuan, terutama di sektor pendidikan.
Ia menyarankan adanya pembagian proporsional terkait bantuan biaya pendidikan tinggi (beasiswa). Jumlah siswa atau mahasiswa penerima bantuan di tiap Kabupaten/Kota harus dikonsolidasikan dengan baik melalui Pemerintah Kabupaten dan Wali Kota.
"Kita perlu konsolidasi agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran, sebab di tingkat Kabupaten/Kota kemungkinan juga ada program beasiswa serupa. Tujuannya agar tidak ada kesenjangan dan bantuan merata ke seluruh pelosok Sulteng," jelasnya.
Suryanto menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk menghentikan program yang pro-rakyat.
"Bagi saya, tidak mungkin program Berani Sehat dan Berani Cerdas untuk kepentingan rakyat kurang mampu ini disetop. Yang terpenting adalah tujuannya tetap pada keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah," pungkasnya.***


